Berubah

Berubah
Chapter 94


__ADS_3

Haiii semua sebelumnya author sedikit sedih dan kurang bersemangat:)karena belakangan ini kalian cuma mampir buat baca dan gak like sama komen.Gak tau kenapa author jadi sedih:)tapi gpp lah yang penting aku beresin novel yang satu ini:)


~


Perjalan nya cukup jauh,dan menghabiskan kurang lebih 5 jam-an.


Di dalam mobil Almira dan Sacha hanya beristirahat dengan tertidur di kursi penumpang.


Mereka berangkat pukul 02.00 pagi,dan sampai kurang lebih pukul 07.00 pagi.


Pagi ini mereka dapat menghirup udara segar pegunungan yang amat sangat sejuk.


Kini mereka telah berada di parkiran khusu mobil untuk para pendaki gunung.


Mereka masih menunggu 2 mobil lagi yang berada di belakang.


Almira keluar dari dalam mobil melihat ke sekeliling, sekeliling itu di penuhi pepohonan Pinus juga perkebunan teh yang tidak jauh dari sana.


Almira duduk di tanah,dia sudah menyiapkan tas nya dan mengeluarkan nya dari dalam bagasi mobil,begitu pula Sacha dan anak anak yang lainnya.


Tak lama kemudian 2 mobil yang di tunggu pun datang mereka segera mengeluarkan barang barang mereka dari dalam bagasi dan segera menggendong tas nya masing masing.


"Sejuk banget yah,jauh banget dari panas nya kota Jakarta"-Almira.


"Iya,indah banget"-Elsa.


"Hey,kalian udah pada siap?kita berangkat sekarang juga, soalnya perjalanan cukup panjang"Ihsan tiba tiba.


"Siap San"-Fadhil.


"Siap"-Tesa berlaga hormat.


"Yaudah nunggu apa lagi"ucap Agif.


Mereka pun segera melanjutkan perjalanan.


Perjalanan nya cukup jauh dan jalannya cukup terjal.


Para cowok berjalan di depan sebagian dan di belakang sebagian,sedangkan ciwik ciwik berjalan di tengah tengah cowok.


Di jalan mereka sambil bercakap cakap.


Karena kelelahan mereka beristirahat dahulu.


Keringat bercucuran di wajah Almira,dia duduk di paling ujung.


Namun tiba tiba saja Rivan duduk di sebelahnya.


"Cape?"Tanya Rivan.


"Lumayan lah"-Almira.


Tiba tiba saja Ihsan mendekatkan wajahnya pada wajah Almira dan mengelap keringat di wajah Almira menggunakan tisu.


Almira melongo,mulutnya sedikit terbuka,seakan kaget bercampur rasa tak percaya.


"Kenapa yah setiap Deket gini sama Rivan jantung gw ko serasa mau copot, dia perhatian banget,gw serasa di lindungi sama dia"batin Almira.


Almira masih melongo,namun tiba tiba saja Ihsan berada di pinggir nya dan berdehem dengan sangat keras.


"Ehem"-Ihsan dengan nada kesal.


Sontak Almira kaget dan langsung memalingkan wajahnya begitu pula Rivan.


Deg deg deg

__ADS_1


Kalian bisa rasain kan gimana rasanya kalo keringat kita di lap-in sama cowok?apalagi muka kita langsung bertatapan dengan mukannya?jantung kalian pasti serasa mau copot.


Ihsan melontarkan tatapan tajam pada Rivan.


"Ini Fik, minum dulu"Ihsan menyodorkan sebotol air mineral.


"Thanks"ucap Almira gugup.


Dia pun segera meneguk air dalam botol itu.


"Udah agh jangan kebanyakan istirahat,perjalanan masih jauh"celoteh Candra.


"Yaudah kuy"-Dino.


Mereka pun melanjutkan perjalanan,di tengah perjalanan Rivan dan Ihsan terus saja berdebat.Dan entah sejak kapan Zoe pun kini lebih akrab dengan Agif,Tian dan yang lainnya.


Setelah kelelahan berjalan selama beberapa jam, akhirnya cape itu tergantikan oleh keindahan puncak artapela yang mencuci mata.


"Wowww sumpah bagus bangettt,harus update di Instagram nih"-Sheren.


"Dasar ni bocah"-Lexa.


Sheren mem video beberapa aktivitas mereka saat di jalan dan saat sampai di puncak nya lalu meng upload nya di insta Story.


"Nah,dah gw upload"-Sheren


Almira hanya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah Sheren.


Para cowok pun segera mendirikan 3 tenda disana.


"Cewek pada nyari kayu gih,buat bikin api unggun nanti malem"-Ryan.


"Okeh siap"-Sacha mengacungkan jempol.


Keenam cewek ini pun berjalan masuk ke dalam pinggir hutan untuk mencari kayu bakar.


"Mana Sempet"-Rivan gak kalah ketus.


"Yaudah kalo Lo mau tidur di tenda kita bantuin"celetuk Ihsan lagi.


"Iya ini mau be*o"-Rivan.


Tak lama kemudian tenda pun selesai didirikan,dan mereka langsung membereskan barang bawaan mereka.


"Sumpah sebenernya baru kali ini gw muncak dan nge camp kayak gini dan harus nyari kayu bakar sendiri"-Elsa.


"Hooh ternyata seru juga yahh"-Sheren.


"Kayaknya udah cukup deh,balik Yo"-Tesa.


"Yo,gw juga udah cape nih,beratt"-Lexa.


"Goww"-Almira.


Mereka pun pergi ke tempat awal,yaitu ke tempat dimana mereka mendirikan tenda.


"Nih kayu bakar nya"ucap Almira sesampainya mereka di tengah tengah ke 3 tenda ini.


"Tenda cewek yang mana?"tanya Elsa.


"Itu noh,yang di tengah"tunjuk Agoy.


"Yaudah beres beres dulu yukk"-Tesa.


Yang lainnya pun mengangguk setuju lalu masuk ke dalam tenda berukuran cukup besar, kapasitas 5 sampe 6 orang.

__ADS_1


Tak terasa kini malam sudah tiba,suasana yang sebelumnya sejuk,kini berubah menjadi dingin.


Mereka memakai jaket yang tebal plus tutup kepala.Beberapa cowok ada yang memakai topi kupluk.


Kini mereka berada di tengah tengah ke tiga tenda dan tengah mengelilingi api unggun yang sedari tadi belum di nyalain.


"Sumpah dingin banget"-Sacha menggosok gosokkan kedua telapak tangannya.


"Cepetan ihh lama banget sih"oceh Sheren pada Ryan dan Zoe yang tengah mencoba menyalakan api unggun.


"Sabar napa"-Zoe.


"Ya maaf kak,habisnya dingin banget"-Sheren.


"Dah ah gw nyerah"Ryan melempar korek nya lalu duduk di antara cowok yang lainnya yang tengah menghisap rokok.(Para pembaca yang baik mohon jangan di tiru yahhh)


Akhirnya Rivan menghampiri Zoe yang tengah susah payah menyalakan api unggun dan membantunya.


Baru saja Ihsan duduk di dekat api unggun selama beberapa menit,api nya pun kini menyala.


"Yeayyyyy"sorak Elsa girang.


"Akhirnya nyala juga"-Tesa.


"Hebat euyy si Rivan"-Agif.


Rivan hanya geleng-geleng sambil tersenyum miring.


Akhirnya mereka pun memasak air di api unggun itu untuk minum juga untuk menyeduh mie instan.


Tak terasa kini hari semakin larut,beberapa orang masih sibuk makan,juga ada yang sudah masuk duluan ke dalam tenda.


Almira masih duduk di dekat api unggun sambil menekuk kakinya dan memeluknya.


Dia tengah memikirkan sesuatu.


Entahlah,dia masih ke pikiran saat tadi bertatap muka langsung dengan Rivan yang mengingatkan nya pada sosok Rizki yang kini tengah ia rindukan.


Namun tiba-tiba saja Ihsan duduk tepat di samping nya.


"Ko elo masih disini?dingin loh"-Ihsan.


"Gw masih pengen ngadem"-Almira.


"Ngadem,aneh aneh aja Lo,orang udah dingin gini"-Ihsan.


Namun Almira tak menjawab pertanyaan itu dan masih berfokus pada khayalan nya.


Namun yang membuatnya kaget untuk yang kedua kalinya Rivan tiba tiba saja duduk di samping Almira yang satunya lagi.


Almira kaget dan langsung menatap wajah Rivan.


"Apaan sih lu Van"-Ihsan.


"Apaan lu,gj amat jadi orang"-Rivan.


"Elo tuh yang gj elo ganggu gw sama Fika lagi ngobrol tau"-Ihsan.


"Eh yah terserah gw dong mau duduk di mana juga,bebas gada yang larang"-Rivan.


"Eh apa apaan sih kalian malah ribut,lagian kalian ko enggak akut akur sih,udah gw bilangin kan sekarang kita jadi temen,dan kita tuh harus akur"-Almira.


Rivan dan Ihsan memalingkan wajah.


Guys jangan lupa vote,like and rate nya yahh karena itu sangat berarti buat author.Oh iya episode episode kali ini udah mau masuk ke akhir,jadi jangan lupa di baca,makasih:)

__ADS_1



__ADS_2