Berubah

Berubah
Chapter 81


__ADS_3

Perlahan tetesan demi tetesan air mata membasahi pipinya.Hingga kini pipinya telah di banjiri air mata.


Lexa yang menyadari semua itu langsung menghampiri Almira dan merebut ponselnya.


A\=Iyah halo ada apa?


R\=Maaf, tapi orang yang punya handphone ini kecelakaan di tol Jagorawi


A\=Sekarang di bawa kemana?


R\=Mereka dibawa ke rumah sakit xxxxx


A\=Yaudah bapak langsung shareloc aja tempat nya yah,saya segera kesana


Sementara Lexa masih berbincang bincang dengan orang di telpon itu,Almira terus saja tak henti menangis.


Pikirannya berkecamuk, Jantungnya terus saja berdebat dengan hati yang sama dag dig dug tidak karuan.


Setelah selesai berbincang Lexa langsung memeluk erat Almira.Hingga baju Lexa pun basah oleh air mata Almira,tak sengaja Lexa pun meneteskan air mata melihat kesedihan sahabat nya ini.


"Udah,gue yakin mereka gpp,mereka pasti kuat,sekarang kita kesana yahh"ucap Lexa sambil mengelus elus punggung sahabat nya itu untuk menenangkannya.


Almira mengangguk dengan air mata yang tak henti turun.


"Ada apa?"Sheren masuk bersama Tesa,Elsa dan Sacha ke kamar Lexa dan Almira karena mendengar keributan.


"Rizki kecelakaan dan sekarang gue sama Fika mau kesana"ucap Lexa terburu buru


Sedangkan Elsa mengusap ngusap punggung Almira.


"Yaudah gue ikut"ucap Sacha.


"Gue juga"sahut Elsa.


"Udah udah sekarang gini,2 orang ikut gue sama Fika dan 2 orang lagi nunggu aja disini,jaga apartemen"ucap Lexa,dia meraih kunci mobilnya dan memakai jaket beludru nya.


"Gue ikut"ucap Tesa.


"Sama gue"lanjut Elsa.


"Yaudah berarti Sheren sama Sacha kalian disini aja yahh"ucap Lexa


Mereka hanya mengangguk pasrah.


"Kalo ada apa apa hubungin aja gue sama Sheren bisa ko kalo mendadak harus kesana"ucap Sacha.


Lexa mengangguk.Lalu keempat cewe ini pun segera berjalan keluar lalu menuju parkiran dan pergi di malam hari.


Disepanjang perjalanan Almira terus saja menangis.


Berarti hubungan elo sama Rizki enggak bakalan lama


Tapi katanya setiap mimpi emang ada artinya loh Fik


Jangan bilang langgeng langgeng atau keep Longsat katanya hubungan nya bakalan putus di tengah jalan


Katanya bakalan ada kesialan yang nimpa cewe itu


Almira terus saja mengingat ngingat perkataan Sheren dan Lexa di waktu waktu yang lalu.


Dia terus saja menyalahkan dirinya sendiri.


"Udah Fik udah"Elsa mencoba menenangkan Almira yang tak henti menangis di dalam mobil.


"Ini salah gue sa hiks harusnya gue ikut sama mereka waktu itu,mungkin enggak akan hiks kaya gini"ucap Almira di sela sela tangisnya.


"Berhenti nyalahin diri Lo sendiri Fik,kalo elo ikut kita enggak tau nasib elo,atau mungkin bakalan lebih parah dari ini"sambung Tesa yang duduk di pinggir kursi pengemudi.Iyah,Lexa lah yang menjadi supir saat ini.


Dia menjalankan mobil dengan kecepatan diatas rata-rata.


"Udah Lo jangan nangis,pacar Lo itu gpp ko,gue yakin dia kuat"ucap Elsa.


Almira pun mengangguk dan Elsa menghapus sisa sisa air mata di pipi Almira.


Alhamdulillah sekarang Almira lumayan tenang mendengar perkataan teman temannya itu.


Sekitar 1 jam mereka di perjalanan dan Almira yang terus saja menangis membuat matanya bengkak.


Kini mereka telah berdiri di depan sebuah rumah sakit.Mereka pun segera masuk dan menanyakan tempat Rizki dan Rifki di tangani kepada salah satu perawat.


"Mas yang baru aja kecelakaan di tol Jagorawi ditangani Dimana yah?"tanya Tesa.

__ADS_1


Almira masih menangis meski sudah dia tahan beberapa kali.


"Oh yang kembar mba?mereka di IGD"lanjut perawat itu.


"Yaudah makasih"ucap Lexa,Mereka pun segera mencari Instalasi Gawat Darurat alias IGD.


Kini mereka sudah berdiri di depan IGD,tapi tidak ada satupun pasien dan keadaan sangat sepi.


"Sus yang kecelakaan katanya di IGD,ko enggak ada?"tanya Tesa pada seorang suster yang baru saja keluar.


"Oh mereka di ICU mba,keadaan nya sangat kritis karena kecelakaan yang begitu hebat"ucap suster itu.


Mereka pun mengangguk dan langsung pergi ke ruang ICU.


Ternyata di depan ruang ICU,sudah ada Nila,mamahnya Rizki dan Mastur,papahnya.


Mastur sedang mencoba menenangkan istrinya yang tak henti menangis itu.


Almira dan teman temannya langsung menghampiri mereka berdua.


"Om,Tante"ucap Almira lirih dengan suara serak karena kelamaan menangis.


Tiba tiba saja Nila langsung memeluk erat Almira,mereka menangis secara bersamaan


"Gimana keadaan mereka Tante?"tanya Almira yang masih mendekap di pelukan Nila.


Nila menggeleng pelan.


Almira segera melepaskan pelukan itu dan mengintip ruang ICU dari kaca.


Dia hanya melihat satu pasien yang tengah di tangani banyak orang di dalam sana.Pikirannya jadi ngaco.Sampai Sampai dia tidak bisa membedakan yang di dalam itu Rizki atau Rifki.


"Tan ko cuman ada satu pasien di dalem?hah?Itu Rizki kan?apa itu Rifki dan Rizki udah sembuh makannya di pindahin ke ruangan biasa?"Almira bertanya sambil menggoyang goyangkan tubuh Nila.


Nila hanya menggeleng dan Isak tangisnya semakin menjadi jadi.


"Tanteeee,jawab dong Tannn, Sekarang Rizki di ruangan mana?"Almira terus saja menangis.


"Sabar Mira"Om Mastur angkat bicara.


Deg,perasaan Almira semakin kacau mendengar perkataan singkat itu.


"Maaf Mira,tapi Rizki enggak selamat,dia udah pergi"ucap om Mastur lagi.


Almira merasakan kepalanya pusing dan pandangannya yang mulai mengabur.


Bruk


Almira jatuh pingsan,untung saja Ada Arif,teman Rizki dan Rifki yang menopang tubuh Almira.


Iyah,mendengar kabar kecelakaan Rizki dan Rifki,teman teman dekat mereka langsung datang ke rumah sakit malam hari begini.Dan mereka baru saja sampai melihat Almira yang tengah berbincang bersama Tante Nila dan Om Mastur.


Dan kaget melihat Almira yang tiba tiba saja pingsan.


Arif di bantu Rafli mengangkat tubuh Almira lalu membaringkannya di sebuah kamar.


Lexa,Tesa dan Elsa khawatir akan sahabatnya ini.


Sedangkan Om Mastur dan Tante Nila masih duduk di kursi depan ICU,ingin mendengar bagaimana nasib anaknya yang satu.


Setelah pingsan selama 20 menit,Almira membuka matanya.


Dia melihat ke segala penjuru ruangan itu dan mendapati ke tiga sahabatnya tengah berdiri dengan wajah kacau menunggu Almira siuman


"Gue dimana?dimana Rizki?"Almira mengubah posisi yang awalnya tengah berbaring,kini duduk dengan air mata yang kembali mengalir


"Udah Fik,udah Lo harus relain dia,biar dia tenang disana"Elsa ikut ikutan menangis dan duduk di brangka Almira.


Almira menggeleng cepat.


"Gue enggak bisa Sa,enggak bisa,dia cowo pertama yang udah buka pemikiran gue,dia cowo pertama yang buat semangat hidup gue muncul,dia yang enggak pernah benci sama gue yang cupu di masa lalu,dia cinta pertama gue,yang dapat merubah hidup gue"Almira menangis,isaknya kini semakin manjadi jadi


"Udah Fik udah,kalo elo kaya gini terus gimana Rizki mau tenang disana"sentak Lexa yang tak tega melihat nasib sahabatnya ini.


Almira menelan ludah kasar.


"Tapi gue,,,"sebelum Almira melanjutkan kata katanya Lexa segera memeluk erat sahabat nya ini.


Mereka berempat menangis tersedu sedu.Meski mereka tidak kenal baik pada Rizki tapi mereka yakin kalo Rizki itu laki laki baik dan mereka tahu kalo Almira sangat sangat terpukul.


"Udah mendingan sekarang kita keluar yahh,,kita liat lagi Gimana kabar Rifki"ucap Tesa.

__ADS_1


Tesa sudah menghubungi Sacha dan Sheren yang kini sedang jalan ke sana.


Om Mastur juga sudah menghubungi bokap sama nyokap nya Almira yang akan mengurusi pemakaman Rizki di sana.


"Gue pengen liat Rizki"Almira memegang tangan Lexa yang hendak keluar


Lexa berbalik.


"Gue mohon,gue mau liat dia untuk yang terakhir kalinya"Almira mencoba tersenyum dengan hati yang sangat sakit.


Lexa mengangguk ragu


"Yaudah tapi gue mohon elo jangan nangis yah,,"pinta Lexa.


Almira mengangguk,sebenarnya ia tidak sanggup,tapi dia ingin memastikan bahwa itu benar benar Rizki.


Mereka pun berjalan ke arah ruang Mayat.


Dan disana sudah ada Om Mastur dan Tante Nila yang baru saja di beri Izin untuk melihat jenazah anak sulung nya ini.


Almira mencoba menegarkan dirinya dengan mendekat.


Namun begitu melihat wajah Rizki yang penuh bekas luka membuat ia tak kuasa menahan tangis,dia menangis lagi.


"Gue enggak nyangka bro,Lo pergi secepat ini"Ucap Wahab.


Para cowok itu berdiri melihat Tante Nila yang terus saja menangis dan memeluk jenazah sang anak.


Almira terus berjalan dan kini dia berdiri di samping jenazah Rizki.Cinta pertama nya,yang mampu membuat warna di dalam hidupnya.


Almira menangis sejadi jadinya,dia juga memeluk jenazah Rizki.


"Ki,bangun Ki,gue mohon bangun Ki"Almira menggoyang goyangkan tubuh kaku Rizki yang di balut oleh selimut jenazah.


"Gue mohon"ucapnya lirih nan pelan.


Dia menangis dengan keadaan kepala di atas dada bidang Rizki.


"Udah,kasian Rizki"akhirnya Tesa mengeluarkan suara.


"Permisi tapi jenazah akan kami tindak lanjuti mohon untuk menunggu di luar,dan kami akan menyiapkan ambulan"ucap seorang perawat


Dengan berat hati Nila,Almira dan yang lainnya keluar dari ruangan itu dengan Isak tangis yang semakin menjadi jadi


Almira mencoba menguatkan dirinya.


Kenangan saat saat di SMA nya kembali muncul di pikirannya,membuat sebuah senyuman pahit terlontar dari bibirnya.


"Saya perlu bicara dengan orang tuanya Rizki"ucap seorang dokter menghampiri.


"Iyah dok"Nila dan Mastur siap mendengar semua perkataan dokter.


Mereka masuk sebuah ruangan dan Almira berdiri di depan ruangan itu sambil mencoba mendengar kan perbicangan mereka.


"Sebelumya saya mau minta maaf yang sebesar besarnya karena nyawa anak ibu dan bapa yang tidak tertolong,dan saya disini ingin memberi tahukan bahwa karena ada pecahan kaca yang masuk ke dalam mata anak ibu dan merusak jaringan sistem matanya,dan salah satunya jalan dia harus mendapat donor mata,karena jika tidak ditangani segera mungkin anak ibu yang satunya lagi akan menderita buta selamanya"ucap Dokter.


"Kami mencoba memeriksa mata Almarhum anak ibu dan ternyata matanya baik baik saja,kami berencana akan menukar bola mata mereka,tapi itu apabila pihak keluarga menyetujui nya"lanjut sang dokter.


Nila dan Mastur saling menatap.Mastur mengangguk lalu Nila pun setuju.


"Yasudah kalo begitu,saya akan memproses ini sebaik mungkin, mohon untuk bersabar"ucap Dokter.


Almira meneteskan lagi air mata.


"Bola mata Rizki bakalan di pasang di bola mata Rifki,itu artinya mata Rizki akan selalu ada meski bukan di raga nya"batin Almira pilu.


Nila dan Mastur pun keluar dengan mata yang membengkak.


Mereka harus kehilangan anak sulung nya dan anak bungsunya yang kini berada di ruang ICU dengan pakaian serba hijau,yah Operasi bola matanya langsung di jalankan.


Sacha dan Sheren datang dan kaget melihat keempat sahabat nya yang tengah terdiam di depan ruang ICU.


Mereka yang telah mendengar cerita dari Lexa langsung saling merangkul satu sama lain.


Halo gimana ceritanya?nyesek enggak?Jan berhenti disini masih ada kelanjutannya yahh,,,kita akan mengulas kehidupan Almira selanjutnya.


Oh iya kalian udah pada ngerti enggak sekarang? kenapa judulnya berubah?Iyah karena bukan hanya penampilan yang berubah tapi kehidupannya pula yang berubah'((


Jan lupa baca kelanjutannya makasihh.


Oh iya buat yang muslim selamat menjalan kan ibadah puasa yahh,,,Marhaban ya Ramadhan 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2