
"Baju ini bagus gak menurut Lo?"-Almira memegangi sebuah overall kotak kotak berwarna merah.
"Bagus ko"-Rivan.
"Yaudah deh gw ambil yang ini"-Almira.
"Eh Fik beli jaket couple yuk"Tiba-tiba saja Ihsan menengahi percakapan antara Rivan dengan Almira.
"Hm, boleh"-Almira.
"Caper banget sih ni orang"batin Rivan kesal.
"Yaudah yok kita liat liat"-Ihsan.
Almira mengangguk lalu mengikuti langkah Ihsan begitu pula Rivan.
~
Setelah puas berbelanja dan makan siang di mall akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan mall tersebut.
"Eh Fik denger denger di bioskop ada film baru loh,nonton yuk"ucap Rivan,mereka sedang ada di parkiran mobil.
"Boleh"-Ihsan.
"Gw kagak ngajak elo ba*i"Sambar Rivan.
"eh kagak usah nyolot juga kali"-Ihsan memutar bola matanya bak wanita yang marah.
"udah udah,kalian ini kalo diliat lucu deh,kayak titisan Dajjal😂dari tadi terus aja debat masalah yang enggak penting"-Almira tertawa bahagia,entahlah dia merasa selepas ini bersama 2 orang cowok yang tingkahnya aneh ini.
"Hhe"Rivan cengengesan.
"syukur deh,kayaknya Fika udah mulai lupain mantan pacarnya itu"batin Rivan.
Entah apa yang terjadi pada Rivan,tapi seakan dia itu punya ikatan batin yang kuat dengan Almira sehingga jika Almira bersedih,dia selalu ikut terpuruk dan jika Almira tersenyum dia ikut bahagia.Apa ini yang namamya cinta?
"yaudah kita pergi bertiga aja, simpel kan?"-Ihsan.
Akhirnya mereka pun pergi ke bioskop dan membeli 3 tiket.
Duduk diantara dua pria yang tampan,tajir nan pupoler,membuat Almira menjadi sorotan banyak orang.
Padahal dia ini ratu kampus,tapi entah mengapa dia kurang menyukai jika dia harus menjadi sorotan banyak orang.
Mereka sangat menikmati film ini,film dengan judul Fake ini menceritakan kisah cinta saudara kandung yang terpisah.
"Anj*r ni film Udah kek kenyataan aja yah"-Ihsan ngomong dengan nada rendah
Almira hanya mengangguk.
Dimana Ihsan dan Almira ngobrol beberapa saat,Rivan masih berfokus pada film yang tengah mereka tonton.
"Van,serius amat"-Almira.
"Tau aura film nya kayak hidup nyata banget"Rivan.
"tapi kayak sih emang ada yah cerita kek gini di dunia nyata"-Ihsan ikut ikutan lagi.
"Hmm kalo emang ada kayaknya gw gak bisa banyangin deh perasaan mereka kayak gimana,udah sayang banget,udah cinta banget eh ternyata adek kakak"-Almira yang masih menatap layar tonton.
Skip
Film pun selesai mereka keluar lalu berjalan menuju keluar dan menuju parkiran bioskop.
"Eh san,gw sama Rivan di sini yah,elo bawa mobilnya lewat sini"-Almira.
__ADS_1
"Okey"-Ihsan
Almira dan Rivan pun berdiri di pinggir jalan sambil menunggu Ihsan menjemput.
Karena berjalan sambil memainkan ponsel,Almira tidak melihat kalo ada lubang di sana hingga ia terjatuh dan kakinya terkilir.
"Avv"Almira meringgis kesakitan.
"Makannya jalan jangan sambil main handphone"cibir Rivan.
"Elo Gpp"-Rivan menawarkan agar di bantu berdiri.
"Gw bisa ko,gpp"Namun Almira menolak.
Almira mencoba untuk bangkit namun dia terjatuh kembali karena kakinya yang lumayan sakit.
"udah gw bilang sini gw bantu"-Rivan mengulur kan tangan, akhirnya Almira pun menyambut tangan itu lalu berdiri dengan bantuan Rivan.
Selama beberapa menit mereka berpegangan tangan membuat jantung Almira berdetak kencang.
"Gak nyangka gw ternyata tangan cowok bisa se lembut dan se hangat ini"batin Almira.
Setelah sadar mereka berpegangan tangan Almira pun segera melepas genggaman tangan itu lalu mencoba untuk berjalan.
Namun karena kaki yang sepertinya terkilir,membuat langkah Almira sangat sulit bahkan sakit.
"Aw sakit banget"ringgis nya.
"Yaudah gw gendong yah"-Rivan.
"Gak us,,,,,"
Baru saja akan berbicara,Rivan langsung menggendong Almira di tangannya yang terlihat sangat ringan.
Deg Deg Deg
"Tunggu,adegan ini,perasaan ini kayaknya pernah gw alamin"batin Almira mencoba mengingat.
Flashback ke episode episode sebelumnya
"Gue gendong aja yahh"ucapnya.
"Ngk usah"tolak Almira lembut.
Dulu.
Seketika Almira melotot lalu melihat wajah Rivan.
"Rizki"ucapnya pelan nan lirih.
"Apa?"-Rivan
"eh ko gw bisa kepikiran Rizki sih,tapi sikap dia emang kayak Rizki,apa cuman kebetulan yah"batinnya.
"Eng,enggk ko"ucap Almira gugup.
Rivan hanya mengangguk dan tetap menggendong Almira.
Tak lama kemudian Ihsan kembali dengan mobilnya,melihat Almira yang di gendong Rivan Ihsan kaget dan langsung turun dari dalam mobil.
"Elo kenapa Fik?"Ihsan khawatir
Almira menggeleng sambil menahan rasa sakit.
Akhirnya mereka pun naik ke dalam mobil, seperti posisi sebelumnya Ihsan yang mengendarai,Rivan duduk di sebelahnya dan Almira di belakang.
__ADS_1
"Serius kaki Lo gpp?"-Ihsan masih berfokus pada jalanan.
"Gpp ko tadi cuma keseleo aja"-Almira.
"Kalo gitu kita ka rumah sakit?"tawar Ihsan.
"Gpp san,udah baikan ko"-Almira tersenyum.
Tak lama kemudian mereka sampai di depan rumah Almira.
Almira segera membuka pintu lalu turun,,,
"Eh"Almira terjatuh dan kakinya terasa sakit.
"Fika"kedua cowok itu dengan sigap menghampiri Almira yang terjatuh ke aspal.
"Elo Gpp?"-Ihsan.
"Gatau kaki gw mendadak sakit banget"-Almira memegangi kakinya dan mencoba menahan rasa sakit.
"Yaudah gw gendong ke dalem yh"-Dengan Sigap Ihsan menggendong Almira masuk ke dalam rumahnya begitu pula Rivan.
Saat masuk,Ihsan menurunkan Almira lalu mendudukkan nya di atas sofa.
Sedangkan Rivan pergi ke ke dapur entah membawa apa.
Tak lama kemudian Rivan kembali dengan minyak di di piring kecil.
Tanpa fikir panjang Rivan langsung duduk di sofa dan menaikan kaki Almira ke pahanya.
"Elo apa apaan sih"-oceh Almira.
"Udah diem"-Rivan
"Eh elo sok tau banget be*o"-Sambar Ihsan.
"Gw emang gak ahli tapi gw tau dikit gimana cara nyembuhin kaki yang ke kilir"-Rivan sinis.
Tangannya yang lembut mulai memijat pelan pergelangan kaki Almira.
"Aw pelan pelan Van,sakit"-Almira.
"Iya ini gw udah pelan ko"-Rivan.
Rivan mengoleskan minyak lalu memijat kembali kaki Almira.
Sedangkan Ihsan hanya melihat pemandangan yang menurutnya tidak meng enakkan itu.
"Udah belom?"Almira terus saja bertanya sudah selesai atau belum.
"Iya bentar lagi bawel banget sih"-Rivan.
Ihsan memutar bola matanya malas.
Deg Deg Deg
Entah mengapa jantung Almira berdetak kecang,seakan mereka memiliki hubungan yang kuat,Rivan pun dapat merasakan kaki Almira yang sakit.
"Baru kali ini gw ngerasain ketulusan seorang cowok"batin Almira.
"Ko gw ngerasa kalo gw itu punya ikatan batin yah sama Fika,kenapa gw berasa kalo ini tuh hal yang biasa"batin Rivan.
Almira memandangi wajah Rivan,wajah yang selama ini dikatakan mirip dengan dirinya.
Rivan mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Udah"ucapnya
Rivan melihat ke arah Almira dan secara tidak sengaja mata mereka berpapasan membuat keduanya gugup.