Berubah

Berubah
Pelet‽


__ADS_3

"Apa jangan jangan Lo pake pelet yah,,,"ucap Ketrin.


"Lo ini ngomong apaan sih"ucap Almira.


"Ngk mungkin,ngk mungkin dia suka sama Lo"ucap Ketrin.


"Lo tenang aja lagian gue sama dia cuman temenan ko"ucap Almira dia segera meninggalkan Ketrin.


" Gue ngk habis pikir untuk yang pertama kalinya si cupu punya temen?dan itu pun cowo terpopuler di sekolah"ucap Nita bengong.


"Pasti terjadi sesuatu"ucap Ketrin ,dia terlihat kesal.


"Mungkin Rifki cuman mau malu maluin si cupu depan banyak orang"ucap Gina


"Bisa jadi,,"lanjut Saskia.


KRINGGGG


Semua siswa pun segera duduk di kursi nya masing masing.


Tak lama kemudian seorang lelaki muda tampan,Pak Mitsel ,guru Bahasa datang.


"Selamat siang anak anak"ucap pak Mitsel


"Pagi pak"ucap semua siswa.


"Pak,saya iri deh sama bapa,,"ucap Rendi,salah satu siswa yang terkenal suka bercanda dengan siapa saja.


"Iri kenapa?"tanya pak Mitsel.


"Bapa makin hari makin ganteng ,coba saya makin hari makin kucel🤣"ucap Rendi.


"Kamu ini terlalu jujur,,,"ucap pak Mitsel.


Semua siswa tertawa mendengar perkataan pak Mitsel.


"Sudah ,sudah sekarang saya mau bagikan hasil ulangan Bab 2 kemarin"ucap Pak Mitsel


"Seperti biasa nilai tertinggi di peroleh oleh Almira dengan poin 98%"ucap pak Mitsel.


Para siswa bertepuk tangan.

__ADS_1


"Dan yang kedua diperoleh oleh Ketrin dengan poin 95%"lanjut pak Mitsel.


Ketrin tersenyum bangga.


"Hampir,,,,,dikit lagi gue bisa susul si cupu"batin Ketrin.


"Dan yang ketiga diperoleh oleh Gilang"


**Bla


Bla


Bla**


Kring


"Oke jadi kita cukup kan sampai disini silahkan untuk pulang,,,hati hati di jalan"ucap Pak Mitsel.


Para siswa pun segera membereskan alat tulis nya dan berhamburan keluar.


Begitu pula Almira,sebelum dia keluar dia memakai headset nya.


Dia berjalan menyusuri koridor kelas.


Almira sampai di depan jalan raya.


Dia rasa dia menyebrang dengan sangat hati hati tapi....


TIDID


Suara klakson sebuah motor yang melaju sangat kencang.


Motor itu hampir saja menabrak Almira.


Bukannya meminta maaf cowo yang mengendarai motor itu malah melirik Almira sinis.


Tak lama kemudian motor itu pun pergi.


Almira segera berdiri di pinggir jalan.


"Kayanya gue pernah liat cowo tadi"ucap Almira.

__ADS_1


Dia berjalan menuju ke arah rumahnya.


"*Apa jangan jangan cowo tadi Rizki yah,,,"


"Tapi mana mungkin Rizki se-sinis itu,dia kan orang nya baik*"lanjutnya.


Dia pun meneruskan berjalan hingga sampai di depan rumah nya yang cukup besar.


Dia segera masuk ke pekarangan rumah.


Dia berjalan dengan langkah gontai menuju ke dalam kamarnya.


"Udah pulang non"ucap seorang asisten rumah tangga.


"Iya Bi,,mamah papah udah pulang?"tanya Almira.


"Belum non"jawab nya


"Ko bajunya basah non?"tanya Bi Yani.


"Gpp bi tadi Almira ke cipratan air"ucap Almira berbohong.


"Ya udah kalo gitu Almira ke kamar dulu yah,,"ucap Almira dia pun segera naik ke lantai 2 menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar


Dia segera melepaskan jaket milik Rizki.


Kemudian dia duduk di depan cermin.


Dia melepaskan kacamata nya itu.


Dia memandangi wajahnya di cermin.


"Gue mimpi apa ya selamem,,,kok gue bisa ketemu cowo yang pertama kalinya jadi temen gue"ucap Almira.


Almira melihat ke arah jam dinding,jam sudah berputar hingga sebentar lagi matahari akan tenggelam.


Dia pun segera menyergap handuk dan berjalan menuju kamar mandi.


...

__ADS_1


...


__ADS_2