
"Iyah jadi mamah harap kalian mau yah"ucap mamah,Fika.
"Aku boleh aja,tau Rizki"ucap Almira sambil melirik ke arah Rizki.
"Bisa kan Ki?"cicit mamah.
"Insyaallah bisa Tan"jawab Rizki.
"Yaudah bagus kalo gitu"lanjut mamah.
Jadi tadi Fika,mamahnya Almira bilang kalo ada proyek yang butuh model pasangan muda,dan Fika annjurin Rizki sama Almira yang jadi modelnya.Karena memang mereka sangatlah cocok.
"Tapi mah Rizki kan bukan ahlinya lagian mamah enggak berhak buat paksa Rizki"sahut Almira setelah beberapa detik suasana hening.
"Yah kan namanya juga belajar,lagian kan Minggu depan,jadi bisa sambil di latih dulu"jawab mamah.
Rizki hanya mengangguk setuju.Memang itu bukan keahlian nya tapi yaudahlah enggak enak juga kalo Rizki nolak.
"Oh iya kalian udah ada kepikiran buat nikah?atau tunangan gitu"ucap mamah.
Seketika mata Rizki dan Almira membulat kemudian mereka saling bertatapan lalu kembali melihat ke arah mamah.
"Mamah itu ngomong apaan sih,lagian yah Rizki sama Mira juga belum lulus kuliah,masa udah mikirin nikah segala"cibir Almira.
Rizki hanya terkekeh melihat wajah julid Almira.
"Udah mau magrib aja,kalo gitu Rizki pamit pulang yah Tan"Rizki mulai beranjak dari duduknya.
"Loh mau pulang?"tanya Fika.
"Iya Tan takut mamah nyariin"ucap Rizki.
Dia pun segera menyalami Fika dan mulai berjalan keluar rumah Almira.Almira mengikuti Rizki keluar dan menemaninya sampai gerbang.
"Makasih yah Ki"ucap Almira saat Rizki hendak masuk ke dalam mobil.
"Iyah,besok gue jemput buat nganter Lo ke kampus yah"ucap Rizki
"Emang besok elo enggak ke kampus?"Almira malah balik nanya.
"Besok gada jadwal jadi males buat pergi ke kampus,yaudah gue pulang dulu,Jan lupa makan, istirahat yang cukup juga,nanti malem kasih tau aja kalo elo di rumah atau di apartemen biar gue jemput pagi pagi"lanjutnya sebelum masuk ke dalam mobil.
Almira mengacungkan jempol kalau Rizki pun masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian mobil itu pun pergi.
Almira kembali masuk ke dalam rumah dan mendapati kedua orangtuanya yang sedang makan malam.
"Makan dulu sayang"ucap papahnya,Roni.
"Mira enggak laper kalian lanjut aja,oh iya mah malem ini Mira tidur disini tapi besok Mira harus ke apartemen lagi"ucap Almira
Roni mengangguk setuju,begitu pula Fika,mereka tidak mau membebani anak tunggalnya itu dengan beberapa pertanyaan l.Mereka berfikir apapun yang di lakukan anaknya ini selama positif,mereka akan terus mendukung nya.
,,,,
Pagi ini hari tidak begitu cerah seperti biasanya,awan juga mulai menghitam dan sepertinya sebentar lagi akan hujan.
Almira masih duduk di ranjang tempat tidur nya.
Dia memakai celana banggy berwana peach dan kaus berwarna kuning dengan gambar wanita memakai kacamata,rambut lurusnya ia Curly dan di gerai rapih serta slinbag berwarna kuning dan juga sneakers peach.
Almira memang gemar memakai pakaian berwana peach,hampir semua lemarinya penuh dengan baju berwarna peach,bahkan kamarnya saja bercat peach dan gray.
Dua warna itu dominan dan dapat memanjakan matanya.
Tak lama kemudian Almira mendengar suara klakson mobil yang sudah ia tebak pasti Rizki.
__ADS_1
Almira berjalan ke balkon kamarnya dan mendapati Rizki tengah melambaikan tangan ke arahnya.
Almira pun segera menutup pintu dan jendela lalu turun ke bawah lalu menyalami kedua orangtuanya dan pergi begitu saja tanpa sarapan.
Almira secepat mungkin berlari ke arah Rizki lalu membuka pintu mobil sebelah kiri lalu masuk dan membenarkan posisi duduknya.
Rizki pun menyalakan mesin mobil lalu menjalankannya dengan kecepatan normal,benar saja tak lama kemudian hujan mengguyur jalanan kota Jakarta.
"Cantik banget hari ini"puja Rizki.
"Receh"ucap Almira yang masih saja fokus menatap ke layar handphone nya.
Rizki tersenyum sambil terus melihat ke arah jalanan yang cukup ramai.
Hingga mereka tiba di depan kampus Almira.Almira hendak turun namun Rizki memegang tangannya.
"Pulangnya gue yang jemput,sambil jalan jalan"ucap Rizki menaikan sebelah halisnya.
Almira mengangguk lalu turun sebelum hujan nya turun lagi.
Almira berjalan di koridor kelas sambil menaikan kepalanya memciba mencari teman temannya.
"Pagi Wafika"ujar seorang cowo
Almira tersenyum lalu mengatakan.
"Pagi"
Cowo itu tersipu.
"Pagi cantik"ucap seorang senior,Kak Rama.
"Pagi kak"jawab Almira.
Bahkan ada dosen muda,Pak Faisal yang umurnya tidak jauh dari umur para mahasiswa nya yang juga menyapa Almira.
Almira masih celengak celinguk mencari keberadaan geng seperbangsatan nya itu.
"Pagi Fika"ucap seorang lelaki dengan gayanya yang cool,yaitu mengusap rambutnya yang kaya opa opa Korea ke belakang.
"Hai san"ucap Almira.
"Sendirian aja"ucap Ihsan
"Iya nih,Gatau pada kemana tuh orang orang"ucap Almira
"Alah palingan mereka di kantin sama anak anak The Boys"ujar Ihsan asal.
Oh iya Almira baru inget semalem Lexa ngasih tau kalo pagi ini mereka bakalan sarapan di kampus bareng sama anak anak the Boys.
Iyah,geng mereka memang akrab,yahhh itu karena ada yang saling suka di geng itu.
Akhirnya Almira dan Ihsan pun berjalan bersama menuju kantin dan mendapati kedua geng itu tengah sarapan bersama.
,,,
Kring
Bel pulang berbunyi,Almira,Lexa dan yang lainnya pun segera keluar dari lapangan dan berjalan menuju parkiran.
"Mau pulang langsung?"tanya Thania.
"Iyah deh kayanya soalnya udah mau ujian"jawab Elsa.
"Oh iya kali kali kalian mampir yah"lanjut Sacha.
__ADS_1
"Siap"ucap Fadila,Thania,Putri dan yang lainnya.
"Hm gue sama Sheren belanja dulu ke supermarket yah,buat beli cemilan sama yang lainnya biar enggak beli dari luar Mulu"ucap Elsa.
Yang lainya mengacungkan jempol.
"Yaudah kuy"ucap Tesa yang sudah siap menaiki mobilnya
"Kalian duluan aja gue mau pergi bentar sama Rizki"ucap Alami
"Cie mentang² dah punya pacar jadi lupa yah sama temen sendiri"pekik Sacha.
"Apaan sih"ucap Almira
Tak lama kemudian dia melihat mobil yang sudah sangat familiar,Mobil Rizki.
"Gue duluan"ucap Almira sambil melambaikan tangan.
Dia pun segera berlari lalu naik ke mobil milik Rizki.
"Gue enggak telat kan jemputnya?"tanya Rizki.
Almira menggeleng cepat lalu mobil mereka pun pergi.
Mereka makan di sebuah Resto yang terkenal dengan makanan yang sangat enak enak,setelah selesai makan mereka bermaksud untuk kembali ke mobil dan pulang namun mereka malah di guyur hujan.
Mereka mencari tempat teduh lalu berdiam sebentar disana dengan pakaian yang sudah basah kuyup.
Almira menggigil kedinginan.Rizki berniat memakaikan jaket pada Almira tapi dia lupa kalo hari ini dia tidak memakai jaket dan hanya memakai kaus oblong berwarna biru langit.
Tanpa pikir panjang Rizki memeluk tubuh mungil Almira.
Jantung Almira berkontraksi,jantungnya berdetak sangat kencang bahkan Almira sampai takut Rizki mendengar detak jantungnya.
Namun di sisi lain Almira merasakan kasih sayang yang begitu besar dari Rizki.Dia berharap bisa selamanya bersama Rizki.Dia merasa begitu nyaman bila di pelukan Rizki,apa ini Cinta sejati?
Almira membalas pelukan Rizki dan tak sengaja air matanya jatuh membasahi pipinya.
Namun ia segera menyeka air mata itu lalu perlahan melepaskan pelukan Rizki.
"Udah ah enggak enak di liat orang"ucap Almira dengan mata yang kian memerah.
"Ko malah nangis?elo sakit?"wajah Rizki berubah khawatir dan kini dia menempelkan tangannya di dahi Almira.
"Gpp ko gue cuman terharu aja,segitu sayangnya elo sama gue,padahal waktu itu gue enggak pernah dengerin penjelasan elo sama sekali"ucap Almira dengan sisa air matanya.
"Lebay ah"Rizki terkekeh.
"Brengs*k"ucap Almira.
Begitu romantis yahh cinta antara Rizki dan Almira.Apakah ini akan berjalan seterusnya?atau hubungan mereka akan putus di tengah jalan?Penasaran enggak?banjirin komentar kalo kalian suka yahh,,,,,segini dulu buat sekarang jan lupa,like komen and vote nya.
Makasihh
Oh iya jan lupa follow akun Instagram ku
@Fadila Hrns
Wa juga boleh
08882333829
Chatt aja langsung aku save kok.
Buat Ig juga Jan lupa chatt Folback biar aku langsung folback akun kalian.
__ADS_1