
"Tapi bener kan?"goda Rizki.
Almira tidak bisa mengatakan apa apa,dia hanya bisa tersenyum.
Cek Cek Cek
Terdengar suara mikrofon
Tempat yang semulanya sangat riuh dan berisik kini hening dan semua tatapan menatap pada Kepsek yang kini memegangi mikrofon.
"Selamat malam semuanya"ucap Kepsek,beliau berdiri di atas panggung.
Malam
sahut semuanya ramai.
"Udah pada tau kan hari ini kita ngumpul karena apa?"lanjutnya
Semuanya mengangguk ngangguk.
"Iyah, hari ini kita adakan acara reuni yah,acaranya tidak begitu mewah kita hanya adakan acara makan makan bareng dan tentunya ngobrol² yahh"
"Jadi sekarang,,,silahkan nikmati acaranya"
Semuanya bertepuk tangan dan bersorak ria.
Tak lama kemudian setelah pak kepsek turun dari atas panggung,acara pun kembali menjadi riuh dan berisik,ada yang mondar mandir enggak jelas,ada yang berfoto,ada yang asik ngobrol,ada yang makan makan dan masih banyak lagi.
Sorot mata Almira kini tertuju pada sebuah kelas,kelas terakhir saat dia sekolah disana.
Kelas yang penuh akan kenangan kenangan kecut yang ia alami.
Namun tak lama kemudian Rifki datang dengan segerombolan geng nya di masa SMA yang ikut gabung bersama Almira dan Rizki.
Mereka asik mengobrol, terutama mengingat ketika mereka memang sangat jahat pada Almira dimasa lali.
Almira masih ingat saat ia di jahili dan di siram pake air.Mereka semua meminta maaf atas kesalahan mereka di masa lalu.
Banyak juga yang minta foto sama Almira,mereka kagum sekaligus kaget melihat perubahan Almira.
Termasuk para guru,mereka menyangka kalo itu bukan Almira,si murid teladan berkacamata yang kini berwujud bak bidadari.
Berbeda dengan Rifki yang entah kenapa seperti nya dia memiliki perasaan yang lebih pada Almira saat pertama kali melihatnya.
Menurut Rifki Almira wanita pertama yang mampu mencuri hatinya,yang mampu mengetuk pintu hatinya.Dia sempat berfikir,apa ini KARMA?Iyah bisa jadi kan ini Karma,Rifki yang awalnya amat sangat membenci Almira,kini seakan berubah 180 derajat.
Tapi,,,,sampai kapan pun Rifki pasti tidak akan menyatakan perasaannya itu pada Almira karena pada kenyataannya Almira mencintai abangnya,Rizki.
Hati kecil Rifki berkata
Yawloh tolong lah hambamu ini,perasaan ini sulit di jabarkan, seperti nya aku mencintai Almira tapi dia mencintai Rizki,aku meminta yang terbaik dari mu yawloh
Tanpa ia duga,Rifki tersenyum sambil memandangi wajah Almira
Almira yang memergoki nya langsung menatap sinis dan Rifki langsung membuang muka.
Kini sudah larut malam,jam menunjukkan pukul 22.30 dan semua rangkaian acara telah selesai.
Almira bersiap untuk pulang bersama Rizki.Rizki menggenggam tangan Almira begitu pula Almira.
__ADS_1
Mereka berjalan berdampingan hingga kini mereka telah berdiri di depan mobil.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian mobil mereka pun pergi membelah jalanan malam kota Jakarta yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan.
"Oh iya ki ngomong² elo kuliah dimana?"tanya Almira.
"Universitas Pancasila"jawab Rizki yang masih berfokus pada jalanan.
"Ambil jurusan apa?"tanya nya lagi.
"Ekonomi"jawabnya simpel.
"Oh"ucap Almira dengan mulut membulat.
"Oh iya Lo belom cerita kalo ternyata Lo tinggal di apartemen"sahut Rizki.
"Oh itu,Iyah gue emang tinggal di apartemen sama temen temen gue,belum lama ko baru beberapa hari"jawab Almira.
"Bokap sama nyokap Lo udah tau?"tanya Rizki lagi.
"Udah,tapi gue belum ketemu langsung sama mereka,oh iya katanya mereka pulang besok deh,Lo ikut yah ke rumah gue"ucap Almira.
"Insyaallah"jawab Rizki.
Almira pun mengeluarkan handphone nya lalu mulai mengetik beberapa pesan untuk mamah papahnya.
Almira
Mah,besok jadi pulang kan?
Pesan itu terkirim dengan cepat.
Mamah
bandara yah
Almira
Iyah,,,
Almira pun kembali menyimpan handphone nya ke dalam tas dan memandangi suasa Jakarta di malam hari lewat kaca yang tertutup rapat.
Perjalanan mereka cukup jauh,waktu SMA memang jarak antara sekolah dan rumah Almira memang dekat tapi Almira kan pindah rumah dan jaraknya lumayan jauh
Namun tiba tiba saja di tengah perjalanan mobil mereka berhenti.
Almira segera melirik Rizki.
"Kayanya mogok nih mobil"ucap Rizki,dia segera turun dan mengecek keadaan mesin mobil nya.
Almira pun ikut turun dan mencoba mencari cari bantuan.
Setelah menunggu sekitar 10 menit dan tidak ada yang mau menolong,akhirnya ada segerombol motor ninja berhenti di dekat mobil mereka.
Almira tau betul geng itu.
The Boys,geng nya Ihsan,sang pangeran kampus.
__ADS_1
Ihsan melepas helm lalu berjalan mendekat.
"Kenapa?"tanya Ihsan.
"Tau nih mobil mogok deh kayanya"ucap Rizki.
Ihsan berpura pura tidak melihat dan tidak tahu kalo cewe yang ada di samping Rizki adalah Almira.
"Ihsan"ucap Almira.
Ihsan mendongakkan kepala yang semula membantu melihat lihat mesin mobil Rizki.
"Fika"ucap Ihsan ramah sambil tersenyum.
Ihsan berpura pura baik di depan Rizki,padahal dia sangat membenci Rizki meski tak pernah mengenal Rizki.
Entahlah,Ihsan berfikir kalo Rizki itu orang yang telah menggagalkan semua rencananya untuk menjadi kekasih Wafika.
Ihsan berfikir andai waktu itu tidak ada Rizki mungkin sekarang ia telah berpacaran dengan wanita yang sangat ia cintai,Wafika Almira.
"Hmm udah malem juga gimana kalo Fika gue anter pulang aja,biar nanti temen temen gue yang bantu bawain mobil elo ke bengkel'ucap Ihsan.
Ihsan memang terkenal sangat tampan dan Cool,semua cewe bahkan klepek klepek liat dia,tapi itu semua berbeda di mata Almira.
Dimatanya,Ihsan hanyalah seseorang yang sama dengan laki laki yang lainnya,tukang mainin hati cewe.
Rizki melihat ke arah Almira mencoba untuk menanyakan pendapat Almira.
"Gpp san,biar gue pulang ama Rizki aja,kan gue berangkat Ama Rizki,jadi enggak enak aja kalo gue pulang duluan sama Lo"Almira angkat bicara
"Tapi udah malem Fik,dingin loh,lagian besok katanya ada pelatihan buat acara pemilihan raja,ratu kampus,elo ikutan kan"ucap Ihsan.
Almira menggigit bibirnya.
"Ada benernya juga kata dia,Lo balik duluan aja gih"ucap Rizki mendukung.
"Eng-"ucapannya digantung.
Saat berjalan di hadapannya sebuah mobil yang terhenti di depan sana.
Seseorang keluar dari mobil itu,Rifki yah dengan kuntung Rok*k yang masih menyala Rifki mendekati kami yang tengah berbincang.
"Mogok bang?"tanya Rifki.
Mata hitam Ihsan membesar melihat ternyata mereka ada dua,alias kembar.
"Yaudah berhubung udah malem gue anter Mira aja elo ditemenin si Aris tuh,Lo tunggu dulu disini sama si Aris sambil nunggu tukang derek mobil,nanti habis nganterin Mira gue balik lagi jemput loh"ucap Rifki,dia menghisap rok*k yang ia Pengan lalu membuangnya.
Ihsan masih mematung ditempat.
"Yaudah Ki elo tunggu disini sama Aris yah,Ris lo tunggu disini yah,gue duluan"ucap Rifki.
"Yaudah Ki,San,gue duluan yah"pamit Almira yang segera berjalan mengikuti Rifki.
Rizki mengangguk setuju namun Ihsan masih saja diam.
Dengan wajah sebal Ihsan kembali ke motor nya dan teman temannya yang tengah berbincang bincang kecil.
Entah apa yang mereka omongkan,tapi sepertinya Ihsan sangat marah.
__ADS_1
Tak lama kemudian segerombolan geng itu pun pergi dari sana.
Sedangkan Rizki dan Aris masih harus menunggu.