
"Muncak?"-pupil mata Sheren membesar.
"Iyeee"-Ragil.
"Gw sih ayo ayo aja"-Tesa.
"Gue juga"-Sacha.
Elsa mengangguk setuju.
"Gw ngikut yang lain"-Lexa.
"Kalo elo Fik?"Tanya Ihsan.
"Apa boleh buat kalo kalian berangkat,masa gw enggak"ucap Almira girang.
"Jadi deal yah kalian ngikut?"-Agif.
"Deal"ucap Sheren.
"Yaudah kita berangkat Sabtu pagi dan pulang hari Selasa, kita camping 3 malem"-Tian.
"Okeyy"ucap Tesa mengacungkan jempol.
Setelah berbincang,mereka pun masuk ke kelas mereka masing masing.
Sepulang dari kampus mereka langsung pergi ke apartemen tempat mereka tinggal.
Hari ini cuaca begitu terik,sampe sampe keenam gadis ini kegerahan di malam hari.
"Gerah banget"-Sacha mengibas ngibaskan baju tidurnya.
"Iya nihh,ko hari ini bisa panas banget gini yahh"lanjut Lexa.
"Kayaknya harus makan es krim nih"-Sheren
"Ide bagus"-Elsa.
"Yaudah siapa yang beliin?"Sheren
"Elu aja"-Elsa.
"Agh males gw"-Sheren.
"Terus siapa yang beliin?"-Elsa.
"Udah sini,gw aja yang beliin sekalian mau beli parfum di supermarket,parfum gw abis"-Sahut Almira menengahi.
"Nah bagus tuh"Sheren cengengesan.
"Yaudah pada mau es krim apa?"tanya Almira.
"Cornetto Unicorn"-Lexa.
"Gw juga"Sacha.
"Yaudah lah samain aja semua"-Almira.
"Iya deh,Eh Fik elo Gpp pergi sendirian?"-Tesa Khawatir.
"Gpp,Sans aja lagian Deket ini tinggal jalan kaki kan"-Almira.
"Yaudah gw pergi dulu"Almira pun keluar apartemen.
Sebenarnya letak supermarket itu tidak jauh dari apartemen hanya beberapa meter saja.
Karena memang apartemen mereka di kota yang besar,juga ramai makannya jalanan kadang macet bahkan untuk nyebrang pun sulit
Almira memakai jaket hitam selutut dengan rambut terurai sebahu.
Dia keluar tanpa make up sedikit pun di wajahnya.
Sesampainya di supermarket dia segera mengambil apa yang ia perlukan.
__ADS_1
Saat hendak mengambil es krim,dia tidak sengaja bebarengan membuka kulkas Es krim bersama seorang cowok.
Sontak Almira mengalihkan pandangannya.
Ternyata eh ternyata cowok itu Rivan,iya Rivan.
"Fika,lagi ngapain lo disini?"-Rivan.
"Ini lagi,beli es krim buat anak anak"-Almira.
"Oh"Jawab Rivan datar.
Almira pun mengambil 6 buah es krim Cornetto Unicorn lalu pergi ke kasir bareng bersama Rivan.
Karena tinggal di apartemen yang sama,mereka jalan bersama menuju apartemen.
Di jalan mereka sambil sedikit berbincang bincang.
"Eh Fik,nama lengkap elo Wafika Almira kan?"-Rivan tiba tiba.
"Heem"jawab Almira di sertai anggukan.
"Kenapa gak di panggil Mira aja,kan lebih enak"-Rivan masih berfokus pada pijakan yang ia injak.
Seketika Almira mengerutkan dahi, pikirannya bersuliwer kesana kemari.
"Boleh kan?"Rivan menatap Almira.
"Gw panggil Mira"lanjutnya.
"Hm,,,boleh"Almira gugup.
"Baru kali ini ada yang nyebut gw Mira lagi,gw jadi kangen gw yang dulu"batin Almira,seketika dia melamunkan masa lalunya saat dia masih berpenampilan seandanya.
"Berubah,hidup gw banyak yang berubah, semuanya berubah semaunya"lanjut batinnya.
"Rizki,cinta pertama dalam hidup gw,sosok lelaki yang selalu Ada buat gw,sekarang Lo lagi ngapain?apa lo bahagia?gw kangen sama Lo"tiba tiba saja Almira teringat beberapa kejadian saat dia masih bersama Rizki.
Tanpa ia sadari,bahwa dia tengah berjalan bersama seseorang,dia malah asik sendiri mengenang almarhum Rizki.
Namun Almira masih dalam pikirannya.
"Mir,,,,"ucap Rivan lembut.
Seketika mata Almira melotot dan sontak melirik ke arah Rizki,eh Rivan.
"Ko elo keliatan kaget gitu?"-Rivan.
"Eng enggak ko tadi gw sempet pikirin Rizki, makannya pas elo manggil gitu gw kira Rizki"Almira spontan.
"Oh gitu yahh"-Rivan
"Tanyain enggak?tanyain enggak?"hati Rivan terus saja berdebat.
"Yaudah tanyain aja"
"Mir?"-Rivan.
"HM?"Almira
"Tadi gw sempet liat elo lagi ngobrol asik sama Ihsan,ngomongin apaan sih?"-Rivan
"Oh itu,dia ngajak gw sama anak anak muncak Rabu nanti"jawab jujur Almira.
"Muncak?"Rivan kaget.
"Iyah"
"Ko tiba tiba anak itu ngajakin Mira Muncak yah?tapi ko gw jadi khawatir"batin Rivan.
"Apa karena gw peduli sama dia yah,gw jadi khawatir gini,apa mungkin gw suka sama mira?"Batin Rivan.
"Aghh ngomong apa sih gw"ucapnya pelan.
__ADS_1
"Apa Van?"-Almira.
"Eh enggak ko"-Rivan ngeles.
"*Kalo gw larang,,,,
("Emang lo siapa ngelarang larang gw?"-Almira ketus)
enggak deh kayaknya*"Batinnya
Tanpa Rivan sadari mereka sudah berada di apartemen dan tinggal naik lift.
"Apa gw ikut aja yah?Mira juga pasti nge bolehin"Lanjut nya girang.
"Mira kalo gw ikut muncak boleh?habisnya gw khawatir sama Lo"ucap Rivan saat mereka tengah berada di lift.
"Apa khawatir?dia khawatirin gw?"batin Almira.
"Eh ngomong apa sih gw"Rivan memukul mukul bibirnya sambil memalingkan wajah.
"Apaan sih,gw jangan ke geeran deh,dia kayak gini karena mungkin aja kan salah ngomong,udah sekarang pikirin harus ngomong apa"batin Almira.
"Jadi dari tadi elo diem aja mikirin ini,pake nanya segala sih,yah boleh lah emang siapa yang ngelarang elo muncak,gunung kan tempat umum bukan punya nyokap gw"Almira cengengesan.
"Yes, berarti gw boleh ikut yah?"-Rivan
"Ya iya lah"-Almira.
Akhirnya mereka pun sampai di lantai kamar apartemen mereka lalu mereka berjalan bersama lagi dan masuk ke kamar mereka masing masing.
"Gw masuk dulu byee"Almira melambaikan tangan lalu masuk,setelah memastikan Almira masuk,Rivan pun masuk.
"Beli es krim aja lamanya 1 abad,Fik Fik lama tau"-Oceh Elsa yang segera mengambil kantung keresek berisi kan es krim.
"Yah maaf tadi jalanan nya macet jadi gw susah nyebrang"-Almira.
"Ohh gitu"Elsa menjilat es krim nya.
Sementara keenam gadis ini menikmati lezatnya es krim di malam hari Rivan dan Zoe di kamar sebelah,,,,,
"Elo kenapa sih bro?sekarang sering nge lamun Mulu"ucap Zoe.
"Gue juga gak tau gw kenapa,tapi gw rasa gw peduli banget sama Mira"Rivan mengucapkan kata kata itu sambil memikirkan perasaan nya.
"Mira?"
"Fikaa"
"Yah itu sih Fiks elo suka sama dia"Jelas Zoe.
"Mungkin sih,tapi lebih tepatnya gw sayang banget sama dia,gw rasa gw punya tanggung jawab buat jagain dia"-Rivan.
"Nih van,dengerin yahh cinta itu hadir karena rasa sayang pada seseorang,rasa inginan kita untuk menjaga nya,rasa ingin memilki nya,itu baru yang namanya cinta"Zoe.
"Satu lagi,kalo elo suka sama seseorang ungkapin aja jangan di Pendem,siapa tau dia juga punya perasaan yang sama ke elo,gw sering denger rasa biasanya muncul kalo kita terbiasa dekat dengannya,dan mungkin Fika juga kayak gitu,mungkin dia juga nyaman sama lo"jelas Zoe panjang lebar.
"Tapi emang gw sama Mira itu mirip?"-Rivan
"Elo udah nanyain pertanyaan ini sebanyak 100 kali be*o"-Zoe.
"Gak tau kenapa gw sempet kepikiran kata kata asisten pemilik butik,katanya kalo ada kemiripan antara cewek sama cowok,itu tandanya mereka jodoh"-Rivan
Entahlah baru kali ini dia terlihat seperti sedang sangat menyayangi seseorang, seperti rasa nya pada Syifa dahulu (yang gak tau cerita Rivan sama Syifa gih baca dulu The Secret Of Love soalnya kedepannya juga cerita yang lain bakal ada sangkut pautnya sama cerita terdahulu)
"Ya bisa aja"Zoe setuju.
Haloooo author mau ngucapin makasih buat yang setia baca dan selalu support auhtor,ILY🥰oh iya auhtor belom pernah kasih tau akun sosmed author nihh jika perlu:v
Wa;08889454351
Ig;fadilahrns
FB;Fadila haerunisa
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author yah nanti author folback,asalkan DM dulu hhe)makasihh