Berubah

Berubah
Chapter 99


__ADS_3

Almira pun bergegas masuk ke dalam apartemen lalu berjalan menuju kamarnya dan mengambil beberapa lembar uang lalu keluar.


"Eh Fik mau kemana?"-Ucap Tesa yang tengah duduk santai di sofa melihat Almira yang bergegas keluar.


"Ini sa,gw mau beli sesuatu di Alfamart,mau nitip sekalian gak?"-Almira berbohong.


"Yaudah gw nitip es krim aja yah"-ucap Elsa santai.


"Fik sekalian nitip pembalut dong, hhe"-Sheren


"Yaudah"-Almira.


Setelah itu Almira pun segera pergi dari apartemen menuju Alfamart yang letaknya tidak jauh dari apartemen.


Setelah sampai di depan Alfamart,dia pun segera masuk untuk membeli beberapa Snack dan titipan teman temannya tadi.


Ternyata Rivan juga tengah membeli minuman di Alfamart.


Mereka bergiliran membayar belanjaan mereka,namun saat Almira hendak membayar, tangannya di tahan oleh Rivan dan akhirnya mereka belanja menggunakan uang Rivan.


"Thanks Van"-Almira.


"Okeh Sans aja"-Rivan.


Mereka berdua pun segera duduk di sebuah kursi di depan Alfamart.


"Elo mau ngomong apa?"-ucap Rivan tiba tiba.


"Euhh itu,,,"


"Kalo gw tanya masalah waktu dia ngomong sayang sama gw,apa gak terlalu ke pede-an yah,,,"batin Almira sebelum melanjutkan kata kata nya


"Gak jadi deh,kek nya gak penting juga"-lanjut Almira.


"Oh gitu yah"-Rivan.


"Yaudah gw duluan"-Almira berdiri dan hendak berjalan namun tangan nya di pegang oleh Rivan.


"Bareng gw"-ujarnya.


Dengan canggung Almira pun mengangguk lalu mereka berjalan beriringan,tak ada percakapan diantara mereka.


"Apa cuma gw yah yang kepikiran kata kata dia waktu itu"batin Almira.


"Okeh,gw bakalan ngomong"-batin Rivan.


"Gw mau nanya ngomong sesuatu sama Lo"-Rivan tiba tiba.


"Ngomong apa?"-Almira.


"Jujur gw udah gak bisa Pendem rasa ini lagi,gw udah ngumpulin keberanian gw sampai gw bisa ngomong sekarang ini,gw sayang sama Lo,elo mau gak jadi pacar gw?"-ucap Rivan cepat lalu memalingkan wajah.


Seketika wajah Almira memerah,raut wajahnya bercampur aduk antara senang juga Malu karena di tembak seperti ini secara langsung.


"Gw,,,"-Almira gugup.


"Sebenernya gw juga sayang sama Lo"ucap Almira sambil menutup mata dan terdiam.


Rivan melirik Almira.


"Elo serius?gw gak salah denger kan?"-Rivan.


"Elo gak salah denger ko,emang kayak gitu isi hati gw"-Almira.


Mereka berhenti berjalan.


"Kalo gitu elo mau jadi pacar gw?"-Rivan.

__ADS_1


Almira mengangguk pelan.


Rivan pun melontarkan sebuah senyuman tulus.


"Makasih udah nerima cinta gw,gw pikir awalnya elo gak akan terima cinta gw,tapi ternyata pikiran gw salah"-Rivan.


Dia meraih tangan Almira.


"Gw bahagia banget"-Teriak Rivan,dia mulai berlari kesana kemari sambil meloncat loncat.


"Van"bentak Almira membuat Rivan terdiam seketika.


"Sorry"ucapnya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan sampai mereka pun tiba di depan pintu apartemen masing masing.


"Masuk duluan gih"-Rivan.


"Yaudah bye"-Almira mulai masuk dan menutup pintu.


Lalu Rivan pun masuk dengan senyuman yang terus berkembang di wajah nya.


"Kenapa lu Van?"-Tanya Zoe.


"Elo percaya gak?Mira Nerima cinta gw,Iyah dia Nerima cinta gw"-Teriak Rivan bangga.


"Acieeee kagak jomblo lagi dong"-goda Zoe.


"Btw baru kali ini gw liat elo SE bahagia ini,biasanya elo tuh cuma diem,diem sama diem"-Zoe.


"Itu karena elo gak tau gw yang dulu,jadi awalnya gw itu cowok yang humoris,setiap hari gw bahagia, terutama waktu gw bertemu sama sahabat lama sekaligus cinta pertama gw waktu kecil,gw bahagia banget,tapi itu juga yang membuat gw rapuh, ternyata dia cuma anggep gw sebagai sahabat nya,gak lebih,malah dia milih cowok lain dari pada gw,dan sekarang gw ngerasa Rivan yang dulu kembali lagi,Rivan yang humoris dan selalu bahagia"-Rivan, entahlah seketika dia teringat akan Syifa.


"Awas loh,jangan terlalu cinta buktinya elo waktu itu sakit hati,jangan sampe elo patah untuk yang kedua kalinya,kan Anji*g"-Zoe.


Rivan hanya tertawa sambil geleng geleng kepala.


Sementara itu,,,,


"Barusan Rivan nembak gw"-Almira.


"Terus?"ucap Sacha girang.


"Yah gw terima lah"-Almira tertawa terbahak-bahak.


"Seriusan?jadi elo sekarang pacaran dong sama kak Rivan?"-Tesa.


Almira mengangguk senang.


Sebenarnya setelah Rivan mengatakan dia sayang pada Almira waktu itu,Almira Selalu teringat,dia juga memikirkan apakah dia juga menyayangi Rivan?namun yahh namanya juga sayang,biasanya hadir karena kita terbiasa,dan buktinya Almira dan Rivan selalu bersama.


"Selamatttt"-Sheren langsung memeluk Almira,begitu pula yang lainnya,mereka jadi saling memeluk satu sama lain.


"Syukurlah,Kini Fika mulai berpindah hati dari Rizki"-Batin Lexa senang.


"Baru kali ini gw liat Fika se bahagia ini,apa ini artinya dia udah lupa pada Rizki?"batin Elsa.


Iyah,Almira sosok wanita yang terpuruk karena di tinggal sosok yang sangat ia cintai,cinta pertama nya,kini dapat menjadi Almira yang dulu lagi,Almira yang ketika berpacaran dengan Rizki.


Singkat cerita mereka menjalin hubungan mereka dengan baik,tidak seperti kebanyakan orang yang alay dan mesra,mereka malah sebaliknya,mereka sering berdebat juga berselisih tentang masalah yang tidak penting.


Hari ini mereka tengah berada di kampus,sedang ada sebuah acara disana.


Almira dan Rivan adalah ketua dari acara tersebut.Acara itu semacam pensi.


Kini Almira tengah beristirahat di depan kelas bahasa Korea sambil memakan sebuah es krim.


Tiba tiba saja seseorang datang membuat nya kaget dan sontak es krim itu menjadi belepotan kemana mana.

__ADS_1


"Ihh,,,elo ini apa apaan sih"-Almira menjambak rambut Rivan yang sudah mulai gondrong ingin menutupi alisnya.


"Aw,maaf maaf"-Rivan.


Almira pun melepaskan rambut Rivan lalu mengelap bibirnya yang belepotan menggunakan tisu,namun Rivan langsung mengambil tisu itu dan membersihkan sisaes krim di hidung Almira.


Mereka menjadi saling menatap.


Namun tiba tiba Almira mendorong jidat Rivan.


"Aw,nu cewek satu yahh,gada kerjaan banget"-Rivan kesal.


"Bodo amat"-Almira cengengesan.


Saat acara selesai,mereka pun langsung pulang bersama menggunakan mobil Rivan.


Mereka memang jadi sering kemana mana bersama.Terutama ke kampus.


Di dalam mobil,mereka menyalakan sebuah lagu.


Saat Almira tengah sibuk dengan ponselnya dan Rivan tengah fokus pada jalanan, handphone Rivan berdering, panggilan masuk atas nama Syifa:).


Almira sontak melirik ke arah handphone itu.


Dengan tangan kirinya Rivan pun mengambil handphone nya dan mengangkat telepon itu.


Mereka berbincang bincang dalam handphone sedikit lama membuat Almira sedikit kesal


Hingga akhirnya.


"Yaudah Waalaikum salam"-Rivan.


Beep panggilan pun berakhir.


"Siapa?"-Tanya Almira.


"Kepo ae lu"-Rivan.


"Ih dasar, serius siapa?"-Almira Kesal.


"Mau tau aja atau mau tau banget?"goda Rivan lagi.


"Tau agh"-Almira.


"Enggak itu bukan siapa siapa ko"-Rivan.


Almira memanyun manyunkan bibirnya meledek Rivan.


"Eh malah kek gitu,seriusan bukan siapa siapa"-Rivan.


"Bacot"-Almira.


"Cie cemburuuuu"-Rivan.


"Idih naj*s kali agh"-Almira langsung buang muka.


Rivan menggeleng kepala.


"Minggu ini gak ada pemotretan kan?"-Tanya Rivan.


Almira menggeleng kan kepala.


"Gak ada,emang kenapa?"-Almira.


"Minggu ini sahabat kecil gw,Syifa mau nikah sama Aldi,elo mau kan Dateng bareng gw ke Bandung?"-Rivan.


"Boleh sih tapi gw izin dulu Ama bokap nyokap yah"-Almira.

__ADS_1


"Okey"-Rivan.


Mereka pun melanjutkan perjalanan.


__ADS_2