Berubah

Berubah
Chapter 96


__ADS_3

"Darr"-Ucap Rifki.


"Rifki,gw kira siapa"ucap Almira lega karena setelah berbalik dia melihat Rifki yang berdiri sambil menggendong tas besar di punggung nya.


"Pagi pagi gini udah nyampe, berangkat jam berapa Lo?"sambar Tesa tiba tiba


"Oh tadi gw sengaja berangkat nya pagi banget biar cepet cepet bisa kesini"-jawab Rifki cool.


"Ohh"-Tesa.


"Eh elo sendirian aja ki?"-Almira


"Enggak,gw Dateng ber tiga"-Rifki


Almira mengangguki nya.


"Eh btw kalian para cewek kesini gak bareng cowok?"-Rifki.


"Ada ko,masih pada tidur"jawab Lexa.


"Oh gitu"-Rifki.


Almira,Tesa,dan Lexa kini beralih menatap cemilan nya lagi.


"Hm,gw kesini gpp kan?"-ucap Rifki lagi.


"Ya gpp lah ini kan tempat umum,siapa pun bisa camping disini"-Tesa.


"Iya takutnya gw ganggu,kalian Dateng bareng pacar kalian kan?"-Rifki.


"Enggak ko kita Dateng sama anak anak kampus" jawab Tesa lagi.


Rifki mengangguk paham.


"Elo mir?gak bareng pacar Lo?"-Rifki.


Pertanyaan itu membuat Almira menatap wajah Rifki.


"Pacar?haha pacar dari mana"-Almira tertawa.


"Oh sorry"-Rifki.


Almira hanya geleng-geleng kepala.


"Yaudah kalo gitu gw buat tenda dulu yah,kalo kalian mau jalan jalan atau mungkin ngapain gitu, jangan lupa ajak gw yah"-Rifki.


"Okehh"-Almira mengacungkan jempol.


Rifki pun pergi ke arah tempat dia mendirikan tenda.


Tak lama kemudian para cewek yang lain pun terbangun dan langsung berjemur bersama.


Beberapa menit setelah itu Almira pun memutuskan untuk mandi lalu membuat sarapan untuknya dan yang lainnya.


"Tenda siapa?"tanya Zoe pada Almira yang sibuk memasak air.


"Oh itu tenda nya Rifki kak,temen Fika"-Almira.


"Ohh"-Zoe.


"Sumpah beuh semalem gw liat Kunti,jadi merinding gw"-Ihsan yang baru selesai keluar dari kamar mandi, suaranya terdengar sampai ke sana.


Jadi di tempat mereka muncak itu emang udah ada kamar mandi khusus sama pos penjagaan biar kalo ada apa apa dengan pra pendaki gampang.


"Yaudah kita cek bareng bareng aja"-Tian


Tian pun dengan segera berlari ke arah yang di tunjukkan Ihsan.


Tian geleng geleng kepala ketika melihat ke tempat itu.


"Pohon pisang Anji*g"Ucap dia kesal sambil mematahkan daun pisang itu lalu melemparnya ke tanah.


"Daun pisang?"-Agif.


"Iyah"-Tian kembali ke tempat api unggun.


"Aghh elu sih san, bukannya liat yang bener,kan kita gak jadi tuh malming ga sampe pagi terus bobo siang"-Ucap kesal Candra.


"Yah sorry"-Ihsan.


"Makannya punya mata di pake"-Rivan.

__ADS_1


Ihsan melontarkan tatapan tajam.


"Nih sarapannya dah jadi,pada makan gih"teriak Sheren membuat semuanya berkumpul mengambil jatah makan masing masing lalu makan di tempat yang di inginkan.


Tak lupa juga Almira mengenalkan Rifki kepada anak anak lain.


Ada yang senang atas kedatangan Rifki ada juga yang kurang senang karena merasa akan menjadi penghalang lagi untuk dia dekat dengan Almira,iya siapa lagi Ihsan.


Kalo Rivan malah berbalik khawatir,dari tadi dia terus mengatakan dalam hatinya kenapa harus ada Rifki yang bakal buat Almira sudah untuk lupa pada Rizki.


Selesai sarapan mereka langsung masuk ke dalam hutan untuk berfoto dan bermain hammock di pohon.


Mereka mengambil foto bersama, setelah merasa cukup mereka pun memutuskan untuk pulang ke tempat dimana mereka mendirikan tenda.


"Malem ini kita main main game yokk"-Agoy bersemangat.


"Kuyy"-Teriak Tesa.


"Tapi main apaan?"Agif.


"Udahlah main tod aja biar gampang"-Fadhil.


"Okehh,gimana kalo mulai sekarang aja"saran Elsa yang sudah tak sabar ingin bermain.


"Yaudah gow"-Rifki.


Mereka pun membentuk sebuah lingkaran lalu meletakkan botol plastik di tengah tengah nya.


"Okeh gw aja yang muterin pertama yahh"-Nabil.


Nabil pun memutar botol plastik itu.


Mereka terlihat sangat senang.


14 laki laki dan 6 orang perempuan tidak menjadi penghalang pertemanan mereka.


Malah,berteman banyak bersama laki laki membuat mereka selalu tersenyum juga berasa di jaga seperti putri dan mutiara.


Kini botol itu menunjuk ke Agoy.


"Nahh bagus nih Truth Or Dare?"-Sheren.


"Okehh sekarang lu masuk ke dalam hutan Sono tuh yang di pinggir terus patahin satu batang ranting terus balik lagi"-Ihsan tersenyum miring.


"Anj*r kagak salah?"Agoy.


Ihsan menggeleng kan kepala.


Yang lainnya hanya terkekeh menanggapi semua itu.


Dengan berat hati dan rasa takut yang menyelimuti,Agoy berjalan masuk ke dalam pinggir hutan.


Rasa takutnya dapat di kalahkan oleh rasa malu nya apabila harus kena hukuman.


Dengan cepat dia memotong sebuah ranting lalu berlari kembali ke tempat bermain.


"Nih,gampang kan?"-Agoy bangga.


"Iya lah serah lu"-Fadhil.


"Oke sekarang gw yang muterin"-Agoy pun memutar botol itu dan menunjuk ke Rifki.


"Truth or dare?"-Sacha.


"Truth"-Rifki.


"Ehem,elo bela belain kesini jauh jauh karena Fika kan?"-Lexa.


Rifki melirik Almira yang kebingungan.


Rifki menghela nafas memberanikan diri berbicara.


"Iyah"-ucapnya.


Almira melongo,Rifki hanya tersenyum.


Rivan begitu pula Ihsan menatap tajam Rifki.


Ke bayang gak sih?kalo kita di kejar 3?dah gitu ganteng lagi?kalo author sih auto kejang kejang🤣.


Lalu Rifki pun memutar botol itu dan pas sekali kena Almira.

__ADS_1


"Truth or dare?"-Sheren.


"Hmm, truth"-Almira cepat.


"Dari sekian cowok yang ada disini,elo paling suka sama siapa?"Tian.


Almira di buat kebingungan dengan pertanyaan itu.


"Pasti gw lah"batin Ihsan.


"Siapa yah?"batin Rifki.


"Hmm gw paling suka sama,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, kak Zoe,selain pinter,baik,sopan pula"Ucap Almira ngasal.


"Uhh terbang tuh Idung nya"-Agif.


"Apaan sih Lo,tapi makasih Fika"-Zoe.


"Okky"ucap Almira.


Selanjutnya Almira yang memutar botol itu,mereka main sampai larut malam, terakhir mereka ngemil sambil nyanyi nyanyi di depan api unggun sambil bermain gitar.


Almira membagikan snak yang ia bawa ke anak anak yang sudah berada di tenda,termasuk ke tenda nya Rifki dan teman temannya.


"Makasih Fika"ucap salah seorang teman Rifki.


"Okeh"ucap Almira Sambil tersenyum.


Saat hendak kembali seseorang memegang tangan Almira membuat Almira kaget.


"Gw mau ngomong sebentar sama lo"-Rifki.


"Iyah mau ngomong apa?"Tanya Almira


Mereka bicara di antara tenda Almira dan Rivan.


"Sebenernya gw udah lama mau ngomong ini,tapi gw baru bisa ngomong sekarang"-ucapnya terjeda.


Rivan yang tengah berada di tenda tak sengaja mendengar kan percakapan mereka dan membuatnya penasaran dan mendengarkan percakapan mereka tanpa izin.


"Sebenernya,,,sebenernya,,,sebenernya gw suka sama Lo"-Rifki.


Ucapan itu membuat Almira melotot sambil geleng geleng kepala.


"Gw tau mungkin gw gak pantes tapi gw beneran ngumpulin keberanian ini buat ngomong langsung ke elo"-Rifki.


Rivan masih menjadi pendengar rahasia setia.


"Elo mau kan jadi pacar gw?"-Rifki memegangi tangan Almira.


Almira bertatapan langsung dengan bola mata Rifki.


Mata yang harusnya tertempel di wajah Rizki.


Almira mengulaskan senyuman ketika teringat akan Rizki.


Namun Almira melepaskan genggaman tangan itu.


"Maafin gw Ki,tapi gw udah anggep lu sebagai sahabat gw,gw tau elo pasti bisa dapetin seseorang yang lebih baik dari gw,lagian sekarang gw udah mulai sayang lagi sama orang lain selain Rizki,gw minta maaf tapi perasaan emang gak bisa di paksain"-Almira.


Itu membuat wajah Rifki sedikit sedih namun dia tutupi dengan senyuman.


"Gw ngerti kok,gw juga misi minta maaf kalo gw salah karena udah ngomong ini sama Lo"-Rifki.


"Gak ada yang salah kok,cuma gw emang nganggep elo sebagai sahabat gak lebih"-Almira.


"Sekarang gw paham,bahwa cinta gak harus selalu memiliki"-Rifki.


Almira tersenyum.


"Yaudah gw kesana dulu"dia pun pergi meninggalkan Rifki lalu Rifki pun pergi kembali ke tenda nya.


"Mira nolak Rifki?dia bilang dia mulai suka sama orang lain selain Rizki?siapa yah"ucap Rivan pelan sekali.


Haiii gimana??bentar lagi dah mau tamat nihh :)baca sampe habis yahh ehh Jan lupa author punya 2 novel baru


-ADNAN:)


-Terjerat pernikahan dengan pangeran psikopat


Jangan lupa di tunggu like&coment nya yahh makasihh

__ADS_1


__ADS_2