
"Yaudah kita langsung siap siap aja Yo"ajak Lexa,dia bangkit dari kursi menuju kamar Almira.
Diikuti Elsa,Sacha dan Tentunya Almira.
"Gue mandi duluan yah"ucap Sacha yang sudah berdiri di depan kamar mandi kamar Almira dengan handuk miliknya.
Oh iya jadi kenapa Sacha,Elsa,Lexa enggak pulang karena mereka emang sekalian udah bawa barang mereka,jadi sekalian langsung pergi ke apartemen.
"Iyah jangan lama lama"ucap Elsa.
Sacha pun masuk ke dalam kamar mandi.
Lexa duduk di atas tempat tidur yang sudah rapih dan memegang ponselnya lalu masuk ke aplikasi WhatsApp.
Lexa:
Ren,Lo jadi kan tinggal di apartemen?
Lexa mengirim pesan pada Sheren yang memang akan ikut tinggal di apartemen.
Tring
Tak lama kemudian Handphone nya berdering.
Sheren
Oh iya,kapan?sekarang kan yah!jam berapa
Pesan dari Sheren.
Lexa
Jam 11,sekarang
Jawab Lexa.
Sheren
__ADS_1
Yah gue belom siap siap,kalian duluan aja
nanti gue nyusul,kasih tau no kamar nya
Lexa
Iyah nanti gue kasih tau no kamar nya.
Setelah itu Lexa pun menyimpan handphone nya lalu melihat ke arah Almira yang sedang sibuk memilih milih baju yang akan ia kenakan.
Tak lama kemudian Sacha pun keluar dari kamar mandi.
Mereka pun bergantian masuk dan mandi membersihkan badan.
Skip
Singkat cerita kini mereka telah berada di kamar apartemen milik bokap nya Sacha.
Ada yang menyapu lantai,ada yang sibuk loncat loncat di atas kasur,dan ada juga yang sedang membereskan pakaian nya dan memindahkan nya dari koper ke lemari yang sudah ada.
"Iyah apa jangan jangan mereka ngk jadi?"tanya Elsa yang tiba tiba saja membuat semua melihat ke arahnya.
"Apaan sih mana mungkin ngk jadi,kan,,,,"ucapnya terputus.
"Assalamualaikum"ucap Tesa dan Sheren yang sedang berdiri di depan pintu dengan nafas tersengal senggal.
"Tuh mereka Dateng"ucap Sacha yang segera menghampiri mereka berdua.
"Lama amat"ucap Sacha,dia membantu membawakan barang yang mereka bawa.
"Dia nih"ucap Sheren,dia menyiku perut Tesa.
"Aww"ucapnya spontan.
Mereka pun masuk dan ikut duduk di Sofa.
__ADS_1
Emang bener, apartemen nya cukup luas,tidak seperti biasanya.
Bahkan ruang tengahnya aja cukup buat 1 tempat tidur.
"Nah apartemen ini kan cuma ada 2 kamar,jadi kalian tidur di sini yah"ucap Sacha menunjukan tempat tidur yang ada di ruang tengah.
"Apa apaan sih,jadi gue sama Sheren tidur disini,sedangkan kalian di kamar?"ucap Tesa syok.
"Ya iyalah emang mau sekamar bertiga?ngk kan"lanjut Lexa yang masih menatap layar ponselnya.
Tesa memanyunkan bibirnya.
Oh iya jadi apartemen ini tuh emang luas banget,biasanya satu apartemen ada 1 kamar atau 2,1 kamar mandi,1dapur dan ruang tengah yang lumayan luas.
"Ya udah lah gpp yang penting gue ngk tidur di lantai"ucap Sheren yang segera membereskan pakainya ke dalam lemari yang memang sudah di tunjukan oleh Sacha.
Mereka pun beristirahat sejenak.
Wafika Almira,kini nama itu selalu nama terdepan di pikiran Rizki.Orang yang dapat membuat senyumnya mengembang.Perempuan yang menurut nya memiliki keistimewaan.
"Ehem,lagi ngelamun nih"Rifki berdehem lalu mendekati kembarannya itu yang sedang melamun sambil senyam senyum sendiri.
"Apaan sih Lo"timpal Rizki.
"Beruntung Lo Ki,bisa punya cewe yang emang tulus mencintai Lo"ucap Rifki tiba tiba.
"Maksud Lo?"tanya Rizki tak mengerti.
"Yah gue iri aja sama Lo,Lo tau ngk kenapa gue playboy?haha,Lo pasti ngk tau kan,alesannya itu karena gue lagi nyari orang yang emang cintai gue apa adanya,sedangkan mantan mantan gue itu,mau pacaran sama gue cuma karena gue ganteng dan kaya"ucap Rifki.
"Yaudah sabar aja,Lo bakal dapet yang terbaik ko,lagian bukannya elo juga liat cewe dari cantiknya"ucap Rizki sambil tersenyum.
"Yah itu beda lah"ucap Rifki sambil tersenyum.
Rizki pun ikut tersenyum lalu mengambil handphone nya dan mengirim pesan pada Almira.
Rizki
__ADS_1
Pagi
Pesan Rizki.