
Awalnya author mau ngucapin maaf karena jarang banget up:(mohon di maklumi author masih sekolahškarena pirus yang sekarang lagi menyebar jadi author daring(belajar di rumah)sumpah ini buat author gak bisa luangin waktu buat nulis cerita,karena tugas yang numpukšlagi pula author kelas 3 SMP makannya mau persiapan buat lulus:) semuanya doain yah biar author bisa lulus dengan hasil yang memuaskan:)makasih
Back to Story
"Udah? thanks yah"-Almira memalingkan wajahnya.
"Oke"-Rivan.
Perlahan Almira mulai menurunkan kaki kanan nya itu ke lantai dan mencoba menginjakkan kaki.
"Syukurlah sakit nya berkurang"batin Almira senang.
"Masih sakit?"-Ihsan.
"Tinggal dikit sih san"-Jawab Almira.
"Yah kan udah gw bilang gw bisa obatin kaki yang kekilir atau keselo"-Rivan bangga.
"Iya van, ternyata elo berbakat juga,apalagi kalo elo jadi tukang pijit,cocok banget tuh"-Almira asal jeplak.
"Haha bener,jadi raja kampus kita ini The King Of Tukang Pijitš¤£"-Ihsan menertawakan perkataan nya sendiri.
"Ba*i"-Rivan melempar bantal kursi pas ke wajah Ihsan membuat Ihsan langsung berhenti tertawa dan kembali memasang wajah julid.
"Udah,kalian pulang aja sono,udah sore gw mau istirahat"-Ketus Almira.
"Iya Fik gw juga ini mau pulang"-Rivan.
"Gw juga"-Ihsan.
"Apaan sih Lo ngikutin gw Mulu"-Rivan
"Siapa yang ngikutin?"-Ucap kesal Ihsan.
"Udah,kalian ini kayak kucing sama anjing aja
,dimana mana berantem di mana mana berantem,akur dong"-Almira.
Kedua cowok ini saling memalingkan wajah.
Perlahan Almira meraih tangan Ihsan begitu pula tangan Rivan,lalu Almira menyatukan tangan mereka dengan tangan dirinya.
"Okeh mulai saat kini kita temenan"-Almira mengeluarkan suara yang mempu membuat kedua cowok ini melongo.
"Apaan-"-Rivan.
"Udah pokonya kita bertiga sekarang temenan,gak boleh lagi ada yang berantem,harus akur"Lanjut Almira memotong perkataan Rivan.
Rivan dan Ihsan saling melontarkan tatapan tajam.
"Entahlah tapi gw ngerasa bahagiaaa banget kalo lagi sama mereka,gw ngerasa terjaga seperti seorang putri,apa ini yah rasanya punya temen cowok?"batin Almira.
"Setuju kan?"lanjut Almira setelah beberapa detik hening.
"Iya"-Ihsan pasrah
Rivan hanya mengangguk ngangguk.
"Yaudah pulang Sono,gw mau istirahat"Almira melepaskan tangan Ihsan dan Rivan lalu mendorong keduanya keluar dari dalam rumah.
Rivan berjalan duluan lalu masuk ke dalam mobilnya yang terparkir di halaman depan rumah Almira,begitu pula Ihsan.
Ā
Skip
__ADS_1
Ā
Ā
Pagi ini Almira bangun sedikit lebih pagi karena akan berangkat untuk pemotretan butik Tante Riska.
Almira menaiki mobilnya sendiri.
Kini Almira sudah berada di dalam butik Tante Riska,dia tengah menunggu Rivan yang belum sampai.
"Tuh anak kemana sih,lama banget"baru saja Almira ngoceh sendiri,Rivan masuk dengan tenang dan santai nya.
"Maaf tadi kejebak macet"ucapnya santai.
"Okeh sekarang Rivan udah datang,kata mba Riska kalian di tunggu di ruang pemotretan yang biasa Fik"-Lina.
"Iya"ucap Almira.
Tanpa mengatakan apapun Almira dan Rivan segera pergi ke ruang pemotretan di belakang butik.
"Rivan,Fika kali ini pemotretan nya cukup panjang, pertama seperti biasa kita pemotretan di area butik selanjutnya kita akan pergi ke pantai untuk tema beach fashion"-Jelas Tante Riska.
"Iya tan"-Almira.
"Oky"-Rivan.
"Yaudah sekarang kalian cepet ganti baju,bajunya udah di siapin sama Lina di ruang make up"-Riska.
Almira dan Rivan pun mengganti baju nya di ruang ganti yang berbeda lalu pergi ke studio tempat pemotretan.
Pemotretan berjalan lancar mereka menggunakan baju couple keluaran terbaru.
Ckrek Ckrek Ckrek
Tak terasa pemotretan di studio telah selesai,kini mereka melakukan pemotretan di depan dan belakang butik.
"Sekarang istirahat dulu yah nanti kita lanjutkan pemotretan nya"-Tante Riska.
"Iya tan"Ucap Rivan dan Almira bersamaan.
Mereka pun duduk di ruang make up.
"Elo cantik deh pake baju ini"puji Rivan.
"Agh bisa aja Lo,elo juga keliatan keren banget pake baju ini"-Almira.
"Thanks gue emang ganteng dari lahir"-Rivan pede.
"Idih najis"Almira tertawa.
"Van, setelah gw pikir pikir kita emang mirip sih"Tiba tuh Almira mengatakan hal yang tidak ada kaitannya sedikitpun dengan hal yag tadi tengah mereka perbincangkan.
"Iya sih,gw juga sempet kepikiran soal itu,tapi yaudahlah mungkin muka elo emang pasaranš¤£"-Rivan terkekeh.
"Ih muka elo juga kali"Almira menjambak pangkal rambut Rivan.
"Kalian siap siap ganti baju yah,kita bakalan pergi ke tempat pemotretan selanjutnya Sekarang"Ucap Riska.
Mereka pun mengganti pakaian mereka lalu pergi satu mobil menggunakan mobil Rivan.
Selama di dalam mobil Almira tertidur pulas karena kelelahan.
Hingga tak terasa kini hari sudah sore dan mereka masih di perjalanan.
"Sebenernya kita pemotretan dimana sih?"tanya Almira yang baru saja bangun.
__ADS_1
"Di Ancol"jawab Rivan simpel.
"Oh"-Almira.
Satu jam kemudian mereka sampai di sebuah hotel di pinggir pantai ancol.
"Kalian istirahat aja dulu,pemotretan nya besok pagi aja"Ucap Riska sesaat sebelum membagikan kunci kamar.
"Siap tan"-Almira.
"Tidur yang cukup soalnya pemotretan nya bakalan pagi banget"-lanjut Riska.
Almira mengangguk paham lalu pergi ke kamarnya.
Dia membaringkan badannya di atas tempat tidur yang empuk nan lembut.
Entah apa yang dia pikirkan,tapi dia merasa ada kemiripan antara Rizki dan Rivan.
Hingga keesokan harinya
Pagi buta Almira dan Riva sudah berada di pinggir pantai.
Menikmati hembusan angin ombak pagi yang begitu dingin.
Hingga tak lama kemudian pemotretan pun di laksanakan.
Berpose layaknya pasangan yang tengah Poto prewedding membuat mereka sedikit gugup.
Apalagi saat pemotretan dengan gaya Almira di gendong oleh Rivan.
Deg Deg Deg
Sepanjang pemotretan berlangsung,jantung Almira tak henti berdetak.
"Ko gw berasa kalo gw punya tanggung jawab buat jagain Fika yah"-batin Rivan saat pemotretan di atas batu karang.
"Gw berasa punya sosok yang berharga di hidup gw kalo selagi sama Rivan"-batin Almira.
Hingga sesi pemotretan di pantai pun berlalu dan selesai.
Hasil nya sangat memuaskan,mereka terlihat seperti pasangan yang romantis.
Di balik semua itu Almira tak habis pikir kenapa dia jadi memikirkan Rivan terus.
Hingga 1 Minggu pun berlalu,kini Poto mereka telah terpajang di majalah juga koran.
Pembelian di butik Tante Riska meningkatkan setelah Rivan dan Almira menjadi modelnya.
Pagi ini mereka tengah berada di kampus,Almira,Tesa,Lexa,Sheren,Elsa Dan Sacha tengah berjemur di lapangan kampus.
Namun tiba tiba saja anak anak The Boys langsung gabung bersama mereka.
"Morning"ucap manis Ihsan pada 6 gadis yang tengah berdiri itu.
"Too"jawab mereka serempak.
"Tumben,ada angin apa nih kalian nyamperin kita?"sambar Elsa.
"Jadi gini,intinya gw sama anak anak lain mau ngadain muncak sambil camping di atas gunung,dan kita mau ngajak kalian"-Agiff.
Segitu aja dulu yah,kalo penasaran jangan lupa baca kelanjutannya.
Ilustrasi foto yang di ambil saat pemotretan.
__ADS_1
Oh iya guys novel terbaru aku udah rilis ganti peran maaf:(awalnya kan aku promosiin yang ADNAN:// jadi ganti Guys jadi ADNAN:) dengan alur cerita yang lumayan sama tapi sikap tokoh yang berbeda.
Makasihh