
Almira tertawa melihat kejadian kecil itu.
Namun tiba tiba saja terdengar suara ricuh dari luar apartemen.
"Aduhh,dia enggak ada gimana dong?cari kemana lagi?"ucap seorang cewe yang suaranya tak asing bagi Almira
Rivan yang penasaran pun keluar dan melihat Sheren,Sacha,Lexa,Tesa dan Elsa tengah debat di depan kamarnya.
Almira pun ikut melihat.
Mata kelima cewe ini membulat ketika melihat Almira berdiri di samping Rivan.
"Fika"ucap Sheren
"Eh ko elo disini?"tanya Elsa
"Ini ka Rivan kan?"Lexa tiba tiba saja mendekat.
Rivan hanya mengangguk dan memberikan tatapan dingin.
"Jadi kakak tinggal disini?ko kayanya gue baru liat deh"lanjutnya.
"Mata Lo bermasalah kali"celetuk Elsa.
"Iyah,,,,xa"lanjut Tesa.
"Kampr*t"ucap Lexa.
"Terus ko Fika bisa sama Lo?"tanya Sacha yang sedari tadi diam
"Ceritanya panjang,nanti gue jelasin"cicit Almira.
"Ni cowo emang dingin banget yah"batin Lexa.
"Yaudah kak makasih yah udah jagain anak ini"Lexa mengusap puncak rambut Almira hingga rambut yang tadinya rapih menjadi acak acakan.
"Iyah sama sama"jawab Rivan dingin.
"Yaudah kak kita masuk dulu,ayo Fik"Lexa menyeret Almira.
Almira berhenti sejenak lalu melihat ke arah Rivan.
"Makasih,baju nya gue cuci dulu,baru gue balikin"ucap Almira kaku.
"Iyah santai aja"ucap Rivan.
Almira pun mengangguk lalu masuk ke apartemen nya.
"Aduh aduh aduh"Lexa mondar mandir
Mereka semua heran,atas tingkah Lexa.
"Elo kenapa kaya orang gila itu?"celetuk Tesa.
"Habisnya gue enggak nyangka,ko kak Rivan tinggal di sebelah kita,gue enggak tau"ucapnya risih.
"Emang kenapa sih?"tanya Almira
"Elo enggak tau?"cicit Elsa.
Almira menggeleng.
"Kudet"sambar Sacha.
Almira berdecak kesal.Kenapa?kenapa semua temannya mengenal Rivan?sedangkan dirinya saja yang populer di kampus tidak mengetahui sosok Rivan.
"Kak Rivan itu cowo populer di kampus,,,yah kaya Ihsan gitu"ucap Elsa.
"Iyah,kalo diliat liat dia emang ganteng banget dan Cool banget yah"lanjut Tesa.
__ADS_1
"Iyah dia terkenal juga karena dia itu cowo es"lanjut Lexa.
"Cowo es?"-Almira.
"Iyah dia dingin banget sama cewe,kaya es batu katanya"lanjut Sheren
"Ohh"mulut Almira membulat.
"Oh iya ngomong ngomong,elo tadi kemana sih,pusing tau kita nyariin"cibir Sacha dengan tampang kecutnya itu.
"Terus kenapa elo bisa sama kak Rivan?terus ini baju siapa?"lanjut Lexa
"Okeh singkatnya gini,tadi gue pergi ke taman,terus hujan nah gue enggak sengaja ketemu Ama Rivan"ucap Almira singkat,padahal kejadiannya itu lumayan panjang dan bisa di bilang So Sweet yahh.
"Nah terus elo pulang bareng Ama dia?"tanya Tesa.
Almira mengangguk.
"Nah ko pake baju ini,perasaan elo enggak punya baju kaya begini deh"lanjut Elsa.
"Oh iya,gue pinjem punya Rivan,eh maksudnya punya Almarhumah mamah nya"jawab Almira
"Jadi elo mandi di apartemen dia dong?terus elo dari tadi sama dia dong?"-Lexa
Almira mengangguk ragu.
"Ih elo kan cewe dan dia cowo"cibirnya.
"Apa apaan sih bukan cuma gue ko,ada temen nya juga"Almira nge gas.
"Ih ko sewot gitu sihh"nyinyir Tesa.
Almira hanya memutar bola matanya kesal.
"Udah Fik jangan di dengerin,dia mah iri aja sama Lo,soalnya elo Deket Ama cowo cakep"ucap Sacha menyindir Lexa.
"Bang*e"Lexa kesal.
Syukurlah,perlahan Almira mulai lupa akan kesedihan nya.
Meski terkadang sesaat terlintas juga di pikiran nya.
Rizki,nama itu kini selalu membekas dalam hati Almira,cowo yang pernah hadir dalam hidupnya meski tak selamanya.
Malam ini,Almira tengah berdiri di balkon kamar apartemen nya.Memandangi lalu lintas yang padat.Sakit,kalo diingat kembali Memang sakit.
"Mungkin ini saatnya gue bayangin masa masa indah sama Rizki bukan masa masa yang bikin sakit hati"batinnya.
"Hmm btw baju Lo gimana?"tanya Rizki.
Banyak sekali pertanyaan di benak Almira.
"Gpp lagian bentar lagi juga pulang"ucap Almira.
"Yaudah pake jaket gue aja"ucap Rizki dia memberikan jaket nya pada Almira.
"Ng,,ngk usah"ucap Almira.
Almira tersenyum mengingat kejadian pertama dia mengenal Rizki.Hingga tak terasa setetes air mata turun membasahi pipinya
"Woy"ucap seseorang membuat Almira kaget dan menengok ke arah suara.
Almira melihat Rivan yang sedang berdiri di balkon kamarnya dan tengah memerhatikan Almira dengan tatapan sinis nya.
Almira pun segera menghapus beberapa tetes air mata yang sempat jatuh membasahi pipinya.
"A,,apa,,an sih Lo"Ucap Almira gugup.
Rivan masih diam dan memerhatikan baik baik wajah Almira,Almira menjadi malu dan segera menundukkan kepala.
__ADS_1
"Elo kenapa sih masih aja larut dalam kesedihan"ucap Rivan yang mulai memalingkan wajahnya dari Almira dan berganti menatap jalanan yang penuh akan kendaraan.
Seakan dia tahu isi hati Almira yang tengah kacau itu.
Almira hanya menghembuskan nafas.
"Elo gak boleh kaya gini terus,,,elo enggak boleh sedih terus"lanjutnya.
Almira masih mematung.
"Jangan terlalu dipikirin,semua orang juga pasti mati ko"ucapnya enteng.
"Elo ngomong kaya gitu karena elo enggak ngerasain apa yang gue rasain"celetuk Almira yang sedari tadi diam.
Matanya mulai memanas dan benar saja beberapa tetes air mata turun lagi dan lagi.
Namun dia segera menyekanya.
"Kehilangan pacar itu belum seberapa"ujarnya.
"Maksud Lo?"
"Orang tua lo masih ada?"tanya Rivan,Almira mengangguk.
"Bokap, nyokap,lengkap semuanya"Ucap Rivan lagi,Almira mengangguk lagi meski sebenarnya dia tidak terlalu paham apa yang sedang Rivan bicara kan.
"Elo masih beruntung,cuman kehilangan pacar,,,lah gue kehilangan nyokap dan sekarang harus jauh sama bokap"ucapnya lirih dan masih menatap jalanan.
Deg
Jantung Almira berdegup.
"Tapi gue enggak pernah sedih,gue enggak pernah larut dalam kesedihan,awalnya gue emang kaya Lo,susah lupain orang yang udah pergi jauh ninggalin kita,tapi lama kelamaan gue mulai sadar,buat apa gue sedih?karena gue yakin suatu saat nanti gue juga pasti ngalemin kematian dan ketemu orang yang udah mati duluan sebelum gue"ucapnya.
Entahlah tapi perkataan Rivan membuat pikiran Almira terbuka.Mungkin Rizki ninggalin dia tapi pasti suatu saat nanti Almira juga bakal ketemu dia lagi di akhirat.
Kini tatapan Rivan tertuju pada Almira.
"Jangan sedih, biarin semuanya berlalu,lama kelamaan juga Lo pasti biasa hidup tanpa dia"lanjutnya.
Almira menutup matanya beberapa detik.Lalu menelan ludah siap meluncur kan sebuah kata kata
"Makasih yahh udah buat gue lebih tenang,padahal kita baru aja kenal,tapi kita udah kaya kenal lama"ucap Almira.
"Iyah,santai aja kali"ucap Rivan
Dia diam diam melirik Almira.Sampai tidak sengaja mata mereka bertemu,membuat dua duanya memalingkan wajah dengan cepat.
"Yaudah gue masuk dulu yah"ucap Almira sedikit terbata bata.
"Oke"jawab Rivan
Almira pun masuk dengan perasaan yang sulit untuk ia sendiri jabarkan.
Disisi lain dia masih sedih akibat kepergian Rizki namun di sisi lain dia juga senang bisa bertemu dengan Rivan.
"Apa apaan sih ko gue jadi mikirin dia"Almira memukul mukul kepalanya pelan.
Dia berada di kamar seorang diri,karena yang lain sibuk dengan konser BTS di Televisi.
Sementara itu~
"Van,elo kenapa sih,ngelamun terus"ucapan itu membuat wajah manis Almira yang tengah ia bayangkan buyar begitu saja.
"Apaan sih Lo"pekik Rivan pada Nazril.
"Biarin,lagi jatuh cinta dia"sambung Zoe yang masih fokus pada layar handphone nya.
"Apa bener gue tertarik sama Fika"batinnya bertanya pada pikirannya.
__ADS_1
"Ehem pasti sama cewe tadi yah,,,ngaku aja"ucap Nazril membuat pipi Rivan memerah.