Berubah

Berubah
Malu nya minta ampun


__ADS_3

Siang ini tepat pukul 11:00.


Almira tengah duduk santai di atas sofa bersama teman temannya.


Almira terus berfokus pada handphone yang masih ia pegang.


Entahlah pagi ini Rizki belum mengabarinya.


Bukan apa apa tapi Almira gengsi kalo harus ngabarin duluan.Tapi...


Tring


Handphone nya berbunyi.


Almira buru buru masuk ke aplikasi WhatsApp saat melihat notifikasi dari WhatsApp.


Benar saja dugaannya, Rizki men-chatt Almira.


Rizki


Morn🍁


Senyum nya mengembang ketika melihat pesan itu,dia pun buru buru membalas pesan itu.


Almira


Morn pula🌹



Rizki


Jadi kan malem ini?



Almira


Kemana?



Rizki


Masa lupa sih,itu ke acara reuni SMA



Almira


Oh iya sorry gue lupa,males ahk\(



Rizki


Lah elo mah gpp kali kali lagian kapan lagi


ngumpul kaya gini



Almira


Hmm bentar gue pikir pikir dulu:v


Almira menyimpan handphone nya di samping tempat ia duduk lalu menatap wajah teman temannya itu.


"Guys,gue mau nanya nih"ucap Almira,sontak semua yang awalnya sedang sibuk masing masing langsung menatap ke arah Almira.


Almira nyengir mengetahui itu semua.


"Hmm,,menurut kalian gue mendingan ikut atau enggak reuni SMA?"ucap Almira membuat semua bingung


"Lah itu mah terserah elo dah"ucap Sheren


"Iya ngapain pake nanya segala"sungut Elsa


"Ih masalahnya gini,jadi gue itu emang alumni SMA itu tapi gue enggak lulus disana,tapi Rizki mohon mohon biar gue ngikut!"ucap Almira.


"Apa susahnya sih tinggal ikut"ujar Sacha.

__ADS_1


Yang lain pun mengangguk ngangguk setuju.


Almira pun kembali meraih handphone nya lalu masuk ke aplikasi WhatsApp lagi.


Almira


Yaudah gue ikut


Pesan itu langsung terkirim dan langsung terbaca juga.


Rizki


Yaudah nanti gue jemput ke rumah Lo



Almira


Lo enggak usah jemput ke rumah,nanti


gue shareloc aja tempat nya.



Rizki


Kenapa?



Almira


Nanti gue jelasin



Rizki


Yaudah deh


Almira meletakkan handphone dan mengusap keringat yang bercucuran di wajahnya.


"Gerah nih"ucap Almira sambil mengibas ngibaskan pangkal leher bajunya.


"Gue lagi ke pingin Boba nih guys"ucap Elsa yang menurunkan handphone yang semula di depan matanya.


"Yaudah beli gih"ucap Sacha.


"Gue aja"ucap Tesa yang sudah siap dan berdiri


"Gue juga ngikut dong,boring nih"ucap Almira.


Yah,biasanya sih tiap hari ada aja acara geng ini tapi karena udah 2 hari mereka enggak kuliah makannya mungkin mereka lebih bingung mau kemana dan mau ngapain, soalnya kalo cuma ber-enam enggak asik,kalo di kampus kan bisa ajak anak anak yang lain.


Yaudah Kembali ke alur,,,


Mereka pun mengangguk.


Tesa segera meraih uang yang sedari tadi Lexa pegang,bernilai 50K.(50.000)


"Di Traktir Lexa yahhh"teriak Tesa yang segera berlari ke luar apartemen.


Mereka berjalan menyusuri lorong untuk menuju ke lift lalu keluar apartemen dan berjalan menuju warung yang menjual Boba drink di sebrang apartemen dekat supermarket.


Selagi Tesa memesan minuman nya Almira duduk di kursi panjang yang sudah di sediakan.


Sembari menunggu,Tesa pun ikut duduk bersama Almira.


"Fik,udah lama yah kita enggak holiday"ucap Tesa sambil memandangi lalu lintas yang ramai.


"Iyah juga sih,,,gue pengen ke pantai nih"ucap Almira.


"Ah itu mah udah enggak aneh,gue mah mau ke Jogja pengen jalan jalan ke candi"ucap Tesa.


"Elo enggak pernah ke Jogja?"tanya Almira kaget sembari tertawa.


"Nge hina Lo"ucap Tesa,dia melontarkan tatapan tajam tidak serius pada Almira


Almira menahan tawa dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan.


Mereka terus berbincang bincang,hingga saat Tesa melihat pelayan yang tadi sudah Kemabli dengan 3 keresek kecil yang masing masing ada 2 buah Boba drink.

__ADS_1


Almira meraih satu kantong plastik selagi Tesa membayar pesanannya.


Setelah membayar Tesa pun mengambil sisa kantong plastik


Mereka menyebrang di zebra cross dengan memerhatikan rambu rambu.


Saat hendak masuk ke dalam apartemen,Tesa menyodorkan satu kantong plastik pada Almira.


"Apaan?"ucap Almira.


"Pake nanya bawa nih,tadi dari saja gue yang bawa nah sekarang elo yang bawa"ucap Tesa.


"Males ah lagian gue udah bawa nih"ucap Almira menaikan sebuah kantong plastik.


"Agh enggak mau pokonya"ucap Tesa yang segera menyodorkan kantong plastik itu.


"Apa susah nya sih Lo pegang kaya gini"ucap Almira yang segera menyimpan kembali kantong plastik itu ke tangan Tesa.


Almira pun segera berlari ke arah lift lalu menutup pintu lift secepat mungkin.


Dan naik ke lantai 19,dia berharap dia bisa sampai sebelum Tesa.


Sedangkan Tesa segera masuk ke lift yang satunya lagi.


Setelah sampai di lantai 19 Almira segera keluar dan melihat lift yang satunya lagi,memastikan Tesa belum sampai.


Almira pun segera berjalan santai ke kamar yang memang berada lumayan jauh dari arah lift.


Tak lama kemudian Tesa keluar dengan muka masam bercampur marah yang segera mengejar Almira yang lari duluan.


Tak disangka saat satu kamar lagi menuju kamarnya Almiraaa


Bruk


Dia bertabrakan dengan seseorang yang baru saja keluar dari dalam kamar sebelah kamar Almira dan teman temannya dengan koper besar yang masih berdiri di depan pintu.


Almira tersungkur ke lantai dengan posisi saling bertatapan dengan cowo yang ia tabrak yang rupanya jatuh juga.


Almira melotot dan segera terbangun saat tau dirinya telah menabrak seseorang.


Wajah Almira terlihat panik namun ia tutupi dengan senyuman.


"Aduh aduh sorry gue Enggak sengaja"ucap Almira menahan rasa malu.


Namun cowo itu bersikap dingin dan hanya menatap sinis Almira.


Cowo itu berdiri dan kini berhadapan dengan Almira.


Almira menunduk.


Dan terlontar sebuah perkataan dari bibirnya.


"Ma,,maaf"ucap Almira gugup.


Cowo itu tersenyum miris.


"Yaudah lah gpp,gue juga minta maaf"Ucap cowo itu.


Almira merasa senang lalu menaikan wajahnya melihat sosok lelaki bertubuh tinggi dengan mata hitam dan kulit putih bersih.


Memakai kaus oblong dan celana jeans hitam lengkap dengan rambut yang di beri sedikit warna.


Sementara itu Tesa puas menertawakan Almira yang malunya minta ampun.


Sambil berjalan mendekati Almira,Tesa tak henti tertawa.


"Maaf yah,temen gue emang *****"ucap Tesa di hadapan cowo itu membuat Almira tambah malu.


Namun cowo itu malah tersenyum.


"Sekali lagi maaf yah,,,oh iya nanti gue minta no telpon nya yah"ucap Tesa menggusur Almira dan berteriak sebelum masuk ke apartemen nya.


Cowo itu tersenyum melihat ekspresi wajah Almira.


Sedangkan Almira malu nya bukan main.


Dengan wajah kesal Almira menyimpan Boba drink di meja lalu duduk.


"Napa Lo?"tanya Sheren melihat Tesa yang masih tertawa terpingkal pingkal.


Almira memanyunkan bibirnya sedangkan Tesa mencoba menjelaskan semuanya tanpa berhenti tertawa.

__ADS_1


Hai guys enggak kerasa yah bentar lagi masuk ke inti cerita,udah enggak sabar pengeniat ekspresi kalian gimana.


Oh iya untuk kali ini segitu aja yahh jangan lupa like,comen and Vote,makasihh😇


__ADS_2