Berubah

Berubah
Chapter 100


__ADS_3

Kini Almira sudah berada di halaman depan rumahnya.


"Masuk yuk"-Ajak Almira.


Rivan mengangguk.Mereka pun masuk ke dalam rumah berharap orang tua Almira sudah pulang.


"Assalamualaikum"-ucapnya serempak.


"Waalaikum salam"teriak seseorang dari arah dapur.


Almira langsung saja duduk begitu pula Rivan.


Tak lama kemudian mamah datang dari arah dapur.


"Mah"Almira langsung mencium tangan mamah nya itu.


Rivan juga langsung mencium tangan mamah Mira.


Sebenarnya Almira agak gugup soalnya ini pertama kalinya dia membawa Rivan ke rumah dan memperkenalkan nya pada orang tuanya.


"Mah kenali ini Rivan"-Almira.


"Rivan yang sering kamu ceritain itu?"-mamah.


Almira mengangguk.


"Kamu udah berapa lama pacaran sama Mira?"tanya mamah tiba tiba.(oh iya ini mereka posisinya lagi duduk di sofa yahh)


"Sekitar 2 bulanan Tante"ucap Rivan lembut.


"Kamu serius sama Mira?"


"Mah"-Sela Almira


"Kalo kamu serius sama dia,dan kalo kalian udah saling sayang kenapa kalian gak langsung tunangan aja,atau mungkin langsung nikah juga gpp"ucap mamah ngasal.


"Ih mamah apa apaan sih"-Almira mencoba menggoyang goyangkan tubuh ibunya itu.


"Saya serius Tan sama Mira"-Rivan.


Ucapan Rivan membuat Almira menatap nya.


"Enggak ko Tante bercanda,kalian jalanin aja kalo udah merasa cocok banget baru"-mamah.


"Yaudah lah mah"-Almira.


"Eh mah,jadi sebenernya Mira kesini mau minta izin sama mamah"-ucapnya terpotong.


"Minta izin apa?"-Sela mamah.


"Jadi temen nya Rivan di Bandung mau nikah Minggu ini, rencana nya Rivan mau ngajak Mira kesana,sekalian kenalan sama papahnya Rivan,boleh kan mah?"-Tanya Almira.


"Kalian berdua?"-mamah.


Almira mengangguk.


"Enggak lama ko mah paling kita berangkat subuh terus nanti pulang sore nya,iya kan Van"-Almira.


"Iya Tante"-Rivan memastikannya.


"Gak tau kenapa Van,Tante denger kamu dari cerita Mira aja Tante udah percaya kalo kamu itu baik, sopan dan sayang sama Mira,Tante ngerasa udah Deket banget sama kamu,dan Tante percaya ko kamu pasti bakal jagain Mira,jadi Tante izinin kalian pergi"-mamah.


"Bener nih mah?"-Almira.

__ADS_1


Mamah mengangguk lagi.


Almira dan Rivan pun tersenyum lega.


Tak lama kemudian papah datang dari arah kamar.


"Mir,eh siapa ini"-ucap papah tiba tiba.


"Ini Rivan pahh"-Sela mamah.


"Oh"-papah langsung duduk.


"Mira mau pergi Minggu ini ke acara pernikahan temen nya Rivan di Bandung"--mamah.


"Oh gitu yah papah sih boleh boleh aja asalkan jangan nginep"-papah.


"ya enggak lah pah"-Almira.


"Enggak ko papah bercanda"-papah.


"Eh Mira sering cerita kalo kalian itu sering dianggap mirip, awalnya Tante enggak begitu yakin tapi setelah liat kamu langsung,kalian emang mirip"-mamah.


"Iya kan pah?"-lanjut mamah.


"Iya,kalian kayak pinang di belah dua,apa mungkin kalian jodoh yah"papah bercanda.


"Om bisa aja"-Rivan.


Singkat cerita mereka ngobrol².Entahlah mereka terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis.


Mamah nya Almira terlihat sangat suka pada Rivan,dia sudah menganggap Rivan sebagai anaknya sendiri.


Hingga hari Minggu pun tiba.


Mereka terlihat sangat serasi,sebelum ke acara pernikahan Syifa,Almira dan Rivan terlebih dahulu pergi ke rumah ayahnya Rivan.


Almira juga merasa sangat nyaman dengan keluarga Rivan yang sangat ramah dan juga baik.


Terutama ayahnya Rivan, terlihat cuek namun terlihat jelas di matanya bahwa dia sangat menyayangi anak sulung nya ini,Rivan.


Kautsar Rizki, ayahnya Rivan.


Dan Almira baru paham bahwa nama belakang Rivan pasti di ambil dari nama ayahnya.


Kini Almira dan Rivan sudah duduk di kursi tamu undangan.


Syifa dan Aldi tengah mengucapkan ijab Kabul.


Seketika Rivan teringat akan masa lalunya.


1.Masa saat pertama kali dia kenal Syifa.


2.Masa saat dimana Syifa harus pindah.


3.Masa dimana Syifa balik lagi.


4.Masa dimana Syifa menolak cintanya dan memilih Aldi.


Ada sedikit rasa sakit,namun dia turut bahagia atas pernikahan ini.


Rivan sedikit merasa sedih,karena memang Rivan menyukai Syifa dari kecil yah pantas saja kalo Rivan masih menyimpan beberapa rasa.


Tapi Rivan menatap Almira.

__ADS_1


"Meski gw gagal sama Syifa gw janji bakalan jaga elo dengan baik"-batinnya.


Tak lama kemudian Syifa dan Aldi pun naik ke atas panggung pengantin,lalu tamu secara bergiliran naik dan bersalaman dengan Syifa begitu pula Aldi.


Saat giliran Rivan,,,


"Van,udah lama banget kita gak ketemu,apa kabar?"-Tanya Aldi ramah.


"Baik, selamat yah di,moga jadi keluarga yang samawa"-Rivan.


"Amin makasih Van,eh elo Dateng sama siapa?"-Aldi.


Rivan menggenggam tangan Almira.Almira tersenyum ke arah Aldi begitu pula Syifa


"Moga cepet nyusul yah bro"-Aldi.


"Amin"-Rivan.


Kini Rivan pun berdiri di depan Syifa,sahabat kecilnya itu kini sudah dimiliki orang lain,yah tidak lain adalah sahabat nya pula saat di SMA,Aldi.


"Selamat Syif,gak nyangka gw sahabat gw kini udah nikah dan jadi milik orang"-Rivan cengengesan.


"Bisa aja Lo,eh btw gw denger sekarang elo berubah yah,enggak berandalan lagi kan?"-Syifa.


"Udah agh **** Jan di ungkit² aib tuhh"-Rivan.


"Ya gpp kali,kali² kita mengenang masa masa SMA iya enggak?"-Syifa.


"Syifa memang berbeda,dia terlihat lebih dewasa sekarang,berbeda dengan tahun taun lalu"-batin Rivan.


"Eh ini pasti pacarnya Rivan kan,asal kamu tau dulu dia berandalan banget,nakal banget,jga dia yah jangan sampe kayak gitu lagi hhe"-ucap Syifa pada Almira.


Almira hanya tersenyum sambil mengangguk.


~


Singkatnya kini mereka sudah berada di dalam mobil untuk otw pulang.


"Gpp,elo pasti masih agak nyesek kan?orang yang elo sayang,cinta pertama elo kini udah dimiliki orang"-ucap Almira.


"Dikit sih,tapi gpp lah kan sekarang ada elo"-ucap Rivan.


"Bisa aja lu"-Almira.


Sepanjang perjalanan mereka bercerita tentang masa masa SMA mereka dulu.


~


Satu Minggu berlalu,kini Almira dan Rivan tengah nonton sebuah film di bioskop.


Mereka pergi bersama anak anak lainnya.


Oh iya author hampir lupa entah sejak kapan Ihsan jadi bisa menerima bahwa Almira dan Rivan memang cocok.Jadi dia perlahan mundur untuk berkeinginan bisa memilki Almira.


"Anj*r baper gw"-Sacha.


"Iyah gw juga"Tesa.


Mereka tengah nonton sebuah film bergenre sad:(


Sepulang dari bioskop mereka main ke Monas sambil jalan jalan di sore hari.


Almira dan Rivan duduk berdua di sebuah kursi.

__ADS_1


Mereka mengobrol sambil menikmati senja.


__ADS_2