Berubah

Berubah
Chapter 82


__ADS_3

Siang ini,tepat pukul 1 semuanya tengah berkumpul di tempat peristirahatan terakhir Rizki,Iyah Rizki dimakamkan di pemakaman umum di daerah Jakarta.


Para kerabat,sahabat dan orang terdekat Rizki datang untuk mengantarkan Rizki ke tempat peristirahatan nya.


Mereka memakai pakaian serba hitam putih dan untuk para wanita tak lupa memakai hijab.


Diantara mereka juga ada beberapa orang yang memakai kacamata hitam,termasuk Almira.


Bukan hanya karena cuaca yang terik tapi juga untuk menutupi mata yang kian membengkak,Iyah sepanjang pemakaman Almira tak henti meneteskan air mata.


Beberapa orang sudah mencoba menghiburnya,namun semuanya gagal.


"Kenapa elo yang pergi,kenapa enggak gue aja"batin Almira terus menyalahkan dirinya.


Perlahan,para orang yang datang pergi meninggalkan pemakaman,sehingga kini keadaan nya cukup sepi.


"Mir,ayo pulang"bujuk Fika,mamahnya Almira.


"Iyah sayang,kamu perlu istirahat"lanjut papah.


Almira mengusap air matanya.


"Mamah sama papah duluan aja,Mira mau disini dulu nemenin Tante Nila sama om Mastur,lagian aku disini sama temen temen yang lain"ucap Almira mencoba untuk tegar.


"Yaudah,mamah pulang duluan yah,Nila kami pulang duluan yahh"pamit mamah pada Tante Nila.


"Om sama Tante pergi dulu Rizki semoga amal ibadah kamu diterima disisi Allah SWT"batin Roni,papahnya Almira.


Mereka pun segera pergi meninggalkan pemakaman.


Kini tinggallah Almira,Nila, Mastur,Lexa,Sacha dan sahabat Almira lainnya dan juga para sahabat baik Rizki.


"Gue enggak nyangka Lo pulang secepat ini Ki,padahal kita udah rencanain mau liat acara pernikahan masing masing"ucap Sandy mengulas kan senyuman.


Perkataan itu membuat Almira semakin sedih dan meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya


"Kita pergi dulu bro,semoga suatu saat nanti kita bisa ketemu lagi"ucap Arif dia mengusap batu nisan yang bertulisan nama,tanggal lahir dan tanggal kepergian Rizki.


Mereka pun pergi meninggalkan pemakaman.


Sehingga keadaan lebih sepi lagi.


Almira yang sedari tadi menahan air mata kini menangis sejadi jadinya diatas makam Rizki.


"Kenapa Lo ninggalin gue Ki,kenapa,apa elo enggak sayang sama gue Ki?gue sayang sama Lo tapi,karena kepergian elo tuh nandain kalo elo enggak sayang sama gue"Almira menangis.


Sacha memeluk erat Almira.


"Ia Ki,liat mamah sekarang,katanya kamu enggak mau liat mamah nangis,tapi sekarang kamu yang buat mamah nangis"ucap Tante Nila tersedu sedu.Om Mastur terus mengusap ngusap punggung Tante Nila dan membisikkan agar cepat cepat pulang.


Almira menutupi mulutnya dengan kedua tangannya mencoba menahan tangis yang akan semakin pecah.


Namun dia gagal dan malah menangis di pelukan Sacha.


"Kita semua disini emang sayang sama Rizki,tapi mungkin Tuhan lebih sayang sama Rizki"Lexa angkat bicara,mencoba menenangkan Almira,Tante Nila dan sahabat nya yang lain yang ikut ikutan menangis.


"Iyah Fik,udah relain aja,kalo elo kaya gini terus Rizki enggak mungkin tenang disana"ucap Sacha sambil tersenyum dan masih mendekap tubuh Almira.


Almira mengusap sisa sisa air matanya,dia mencoba untuk tersenyum dan melupakan segalanya.Dia mencoba untuk merelakan kepergian Rizki.


Begitu pula Tante Nila, akhirnya setelah dibujuk beberapa kali,beliau pun menurut dan pulang.

__ADS_1


Dengan berat hati,Almira meninggalkan Rizki, eh maksudnya pemakaman Rizki.


~


Iyah lah, Bayangin aja ditinggal pergi sama orang yang sangat kita cintai,padahal baru kemarin kemarin mereka bertemu dan sepertinya baik baik saja.Kaya ke sambar sama geledek.


Nyesek? banget


Sakit hati?jangan di tanya lagi


Ini yang sekarang tengah Almira rasakan,dia melihat ke arah lemari pakaian yang disana ada salah satu overall berwarna hijau,baju couple bersama Rizki yang baru saja mereka beli,belum lama ini.


Iyah,Almira tengah menunggu teman temannya yang belum selesai siap siap.Hari ini adalah hari ke 7 setelah kepergian Rizki,dan acara tahlilan kali ini diadakan di rumah mendiang Rizki,waktunya ba'da Ashar,keluarga sengaja tidak mengadakan acara tahlilan nya malam karena jarak tempat tinggal keluarga yang lumayan jauh.


Rifki? Alhamdulillah operasi matanya berjalan dengan baik namun dia belum begitu pulih dan belum di izinkan untuk pulang.Masalah Rizki?Rifki sudah tau,dia ingin sekali datang ke pemakaman namun matanya juga belum terlalu normal.


"Ayo"Lexa sudah siap dan berdiri di depan pintu.


Almira masih terdiam duduk di sofa,sedangkan yang lainnya pun sudah turun duluan ke bawah


"Fik,ayo"Almira menaikan kepalanya lalu mengusap air mata yang turun,Iyah sepanjang hari semenjak kepergian Rizki Almira jadi lebih sering bengong dan menyendiri.


Mungkin dia butuh waktu untuk melupakan semuanya.


Mereka pun berangkat.Dan sampai tepat waktu.


Acara berjalan dengan baik,namun ketika mata Almira menyorot ke salah satu Poto,matanya mulai digenangi air mata.


Satu kali Almira mengedip kan matanya,air mata turun dengan jelas di wajahnya.


Almira pun buru buru mengusap air mata itu dan mulai berdiri pas lagi pembacaan surat Yasin.


"Saya permisi ke toilet dulu Tante"Almira meminta izin pada Nila,Nila mengangguk dan Almira pun berjalan ke arah pintu belakang.


Almira duduk di sebuah ayunan dengan air mata yang kian membasahi pipinya.


"Makasih,makasihh atas semuanya,makasih atas semua perubahan ini Ya Alloh"


"Engkau memang maha adil,aku ingin hidupku berubah dan ternyata benar,sekarang semuanya terbukti,semuanya berubah,bukan hanya penampilan,tapi alur hidup ku pun berubah"teriak Almira pilu


Langit menghitam dan sepertinya akan runtuh.


Benar saja,tak lama kemudian turun hujan yang sangat deras.


Tak butuh waktu lama,tubuh Almira basah kuyup,tapi dia tidak memperdulikan nya dia ingin tetap meluapkan semua emosinya pada dirinya sendiri yang sudah Tol*l meminta hidupnya untuk berubah.


"Gue emang be*o gue emang be*o,harusnya gue enggak minta buat berubah,harusnya gue enggak pergi ke Korea,harusnya gue tetep jadi Almira,bukan Wafika,Andaikan gue bisa muter balik lagi waktu,gue pasti enggak mau hidup gue berubah,enggak masalah gue jelek,tapi mohon jangan ambil orang yang gue sayang"ucapnya lirih.


Hujan tak kunjung reda dan malah semakin besar disusul suara petir yang menggelegar.


Almira menangis pilu,hatinya sakit parah.


Hingga dia merasakan kakinya yang mulai lemas dan dia terjatuh, tersungkur ke tanah dengan posisi duduk.


Dia menundukkan kepala,penyesalan,kebencian,kesedihan,semuanya tercampur bak es campur.Eh maaf malah bercanda 😂


Namun tiba tiba dia merasakan air yang semula tumpah ke tubuhnya perlahan reda.


Dia menaikan kepala,dia melihat keadaan yang masih hujan deras.


Akhirnya dia melihat ke atas,dia melihat seorang cowo tengah memegangi payung di atas kepalanya.

__ADS_1


"Rizki"ucapnya pelan namun dia segera menggeleng dan melihat jelas wajah cowo itu.


Cowo itu tersenyum dan segera membantu Almira untuk berdiri.


Almira masih memandangi wajah cowo itu,cowo yang tak asing baginya,meski dia tidak mengenalinya.


Almira mencoba untuk pergi namun cowo itu memengang tangan mungil Almira.


"Lepasin tangan gue"ucap Almira dengan mata yang masih memerah akibat menangis selama beberapa menit di atas hujan.


"Ini hujan Lo mau kemana hah?"cowo itu angkat bicara.


"Bukan urusan Lo"Almira mencoba melepaskan genggaman tangan cowo itu namun genggaman cowo itu semakin kuat.


"Elo apa apa an sih"pekik Almira


"Gue tau Lo lagi sedih,gue tau orang yang Lo cinta pergi,tapi gue mohon jangan keras kepala kayak gini"ujar Cowo itu.


Naburin garem di atas luka aja batin Almira.


"Lepasin"ucap Almira,dia berhasil melepaskan genggaman tangan cowo itu dan berlari entah ke arah mana.


Karena hujan yang deras membuat pandangan juga tidak terlalu jelas,Almira main nyebrang gitu aja tanpa mengetahui kalo ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi disana.


Cowo itu menyadarinya dan segera melempar payung yang ia pegang dan berlari ke arah Almira.


Grep


Dia berhasil memeluk Almira yang hampir beberapa centimeter lagi akan tertabrak mobil sedan berwarna hitam itu.


Almira merasakan pelukan itu,pelukan seseorang yang dirasanya sangat khawatir akan dirinya.


Seketika mereka menjadi sorotan mata semua orang.


Menyadari akan hal itu,cowo itu pun melepaskan pelukan nya dan memapah Almira ketempat yang teduh.


"Udah gue bilang elo jangan keras kepala,elo boleh aja sedih tapi jangan sampai nyelakain diri elo sendiri"ujar Cowo itu dengan tatapan sinis.


Almira meneteskan air mata,Iyah dirinya Memang salah,karena sudah berlebihan sampai tidak ingat bahwa masih banyak orang di luar sana yang peduli dan sayang akan dirinya.


Namun cowo itu segera menghapus air mata Almira.


"Gue benci air mata"ujar Cowo itu.


Almira menatap wajah cowo itu.


Iyah,siapa lagi?dia adalah cowo yang udah aku sempilin beberapa kali di episode episode sebelumnya.


Cowo yang mulai menyukai Almira saat pertama mereka tabrakan di lorong kamar apartemen nya.


Gimana lohhh?penasaran enggak?tetep sabar nunggu yahh,,,,aku usahain up secepat nya


Oh iya mau ngucapin makasih juga sama yang selalu kasih support.


Tolong jangan berhenti baca sampe sini,biar kalian ngerti banget alur ceritanya kalian harus baca novel ini sampe habis,lagian kalian belom tau kan siapa cowo itu?seniornya?iya


Sekampus?iya


Se apartemen?iya


Pokonya di episode selanjutnya bakalan aku kasih tau siapa cowo itu,oh iya aku pernah ngomong kalo cerita ini masih ada sangkut pautnya sama novel pertama aku The Secret Of Love,jadi buat yang belum baca,baca dulu huh,biar lebih paham nanti kedepannya.

__ADS_1


Makasihhh


__ADS_2