Berubah

Berubah
2


__ADS_3

Mereka pun sampai di meja yang tadi mereka duduki,dan benar saja pelayannya sedang bingung mencari Almira dan Rizki.


"Maaf mba tadi saya ke mobil bentar"ujar Rizki,dia menarik kursi yang tadi ia duduki,lalu duduk berhadapan dengan Almira.


"Iyah,,,ini pesanannya"ucap pelayan itu ramah.


Almira pun mengangguk lalu tersenyum dan pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.


Rizki segera menyeruput Jus stroberi yang tadi ia pesan.


Sementara Almira masih terdiam.


"Ngapain diem,,cepet makan keburu dingin"ucap Rizki yang sontak membuat Almira kaget.


"Iyah Iyah"jawab Almira sambil tersenyum bahagia.


Sebenarnya dia ingin sekali mengatakan bahwa dia bahagia saat ini,tapi yah,,,mau gimana lagi dia juga masih agak canggung dengan Rizki yang sekarang


Meski waktu SMA mereka bersahabat dekat dan selalu berbagi cerita.


Namun ternyata Rizki juga mempunyai perasaan yang sama,dia sedikit canggung dan tentunya takjub melihat perubahan Almira yang sangat jauh berbeda.


Almira melihat Rizki yang sepertinya sangat menikmati pizza yang kelihatannya menggiur sekali.


Sesekali Rizki memandangi Almira hingga mereka saling bertatapan.


Sementara itu Almira masih memakan Potato stik favoritnya.


"Fikk elo keliatan beda banget yahh"tiba tiba saja terucap kata kata dari mulut Rizki.


"Hhe biasa aja kali,,lagian gue begini juga karena kembaran Lo sih,,,"jawab Almira kesal teringat lagi masa masa saat Rizki mempermalukan nya di depan umum,eh maksudnya Rifki.


"Iyah Iyah sekali lagi gue minta maaf"ucap Rizki


Almira mengangguk dan tersenyum.


Entahlah,kini perasaan sakit yang selama ini Almira rasa, rasanya hilang seketika saat tahu semuanya hanyalah salah paham.


Almira melihat potongan pizza yang lumayan masih banyak.


Dia pun mengambil satu potong pizza itu.Tanpa pikir panjang dia pun langsung memasukkannya pada mulutnya.


"*Anj*r gila pedes banget*"teriak batin Almira.


Lidah nya serasa terbakar oleh pizza yang sangat pesat itu.


Almira segera mengambil segelas air putih lalu meneguknya sampe habis.


Rizki cekikikan melihat tingkah Almira yang tidak berubah itu.


Memang Almira banyak berubah dari gaya ny,penampilan nya,bahasa nya,tapi yah kecerobohan nya itu masih saja ada dalam dirinya.

__ADS_1


Almira menjulurkan lidahnya yang kepanasan akibat pizza pedas yang baru saja dia makan satu gigitan itu.


"Elo mau bikin gue mati hah?"tanya Almira dengan rasa pedas yang masih terasa di lidahnya.


Rizki tak bisa menahan tawanya,dia pun tertawa terbahak bahak.


"Makannya tanya tanya dulu dong"ucap Rizki,dia mengusap air mata yang keluar karena tawanya itu.


"Pesen pizza atau cabe sih pedes banget sumpah"ucap Almira.


"CK,,elo yah masih aja kaya dulu,,ngk pernah berubah,,,ceroboh"ucap Rizki.


Rizki mengusap bibir Almira yang dilumuri saus.


Deg deg deg


Jantung Almira kembali berdetak kencang,,bahkan saking kencang nya dia takut Rizki mendengar detak jantungnya itu.


"Apaan Lo? deg deg-an yahh"goda Rizki.


Seakan akan dia bisa merasakan detak jantung Almira.


"Apa apaan sih Lo biasa aja"ucap Almira sewot dengan pipi yang mulai memerah.


Tring


Tiba tiba saja handphone nya berdering lagi.


Lexa


pengen pacaran sama Lo dulu dan mau


balikan sama Lo sekarang,,,


Saran Lexa.


Almira


Apa apaan sih Lo ngk ahh


Jawab Almira.


Lexa


Yaudah kalo gitu gue ngk mau bantu Lo


lagi,,,


Pesan itu membuat Almira kesal namun dia juga tidak dapat menolaknya.


Lexa

__ADS_1


Pokonya sekarang Lo angkat telepon gue


sambil gue denger Lo nanya nya gimana,


Perintah Lexa


Dia pun segera menghubungi Almira.


Almira pun langsung mengangkatnya sebelum suaranya terdengar oleh Rizki.


Sebelum bertanya,Almira menegu jus Alpukat yang ada di hadapannya.


"Ki, sebenernya gue mau nanya nih,,,boleh?"tanya Almira memastikan dulu.


Lexa,Thania,Fadila dan yang lainnya menyimak betul suara dari seberang telepon sambil memantau mereka berdua dari luar cafe.


"Boleh,,emang nya mau nanya apa?"tanya Rizki santai.


"Hmm"Almira menelan ludah sebelum mengatakan pertanyaan yang sebenarnya selama ini ingin ia tanyakan juga


"Kenapa waktu itu Lo mau pacaran sama gue?"tanya Almira memberanikan diri.


"Entahlah,tapi waktu itu gue sempet liat elo nolong nenek nenek nyebrang dan habis itu gue penasaran sama Lo,,,diem diem gue pantau elo,,,gue sering liat banyak orang yang ngejek elo,,,selain gue kasian liat elo gue juga tertarik sama Lo,,,gue berasa Lo emang cocok sama gue,,udah itu aja"ucap Rizki panjang lebar.


Almira mengangguk ngangguk.


"Terus bukannya Lo juga marah sama gue karena gue ngk denger penjelasan Lo waktu itu?terus kenapa Lo mau balikan sama gue?"tanya Almira kedua kalinya.


"Kenapa?masih kurang jelas?"tanya balik Rizki.Rizki mendekatkan mulutnya ke telinga Almira.


"Karena gue sayang sama Lo,,,gue cinta sama Lo"bisiknya tepat di telinga Almira.


Perkataan itu membuat pipi Almira memerah lagi.


"Apa masih kurang jelas?"tanya Rizki lagi.


Rizki berdiri lalu berteriak


"Gue cinta sama Lo Almira,,,gue sayang"teriak Rizki membuat semua mata menatap nya.


"Apa apaan sih Lo"ucap Almira,dia menarik Rizki hingga dia duduk lagi.


"Ih elo malu malu in aja"ucap Almira kesal.


"Yah serah gue dong"ucap Rizki


Almira memanyunkan bibirnya.


Terdengar dari telepon sebrang suara tawa banyak orang.


Almira yang menyadari itu suara Lexa dan yang lainnya pun segera mematikan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2