
Almira membuka matanya,dia beralih posisi lalu duduk sambil mengucek ngucek matanya yang menyipit khas orang bangun tidur.
"Jam berapa nih?"tanyannya pada dirinya sendiri.e
Dia pun melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 08.00 pagi.
"Aghh lagi lagi gw kebablasan tidur nya,eh tapi kan hari ini gw gak ada joob dan jadwal apa apa jadi gw bisa rebahan santuy dong hari ini"ucapnya lega.
Almira kembali membaringkan tubuhnya lalu menyergap handphone nya dan memainkan nya.
Hari itu pun berlalu dengan cepatnya, seharian Almira hanya rebahan dan diam di dalam rumah.
Keesokan harinya dia bangun lebih pagi yakni pukul 07.00,beda dikit sih tapi menurut Almira itu lumayan.
Karena lapar dia langsung saja turun dan pergi ke dapur lalu membuka kulkas dan membawa sesuatu yang bisa ia makan.
Karena bosan berada di kamar terus,dia pun duduk di sofa sambil menonton acara siaran Tv.
"Ternyata gabut juga yah kalo gw cuma diem kayak gini,mana barang endors belom Dateng lagi"keluhnya, padahal baru 2 hari ini dia tidak kemana mana dan tidak melakukan aktivitas apapun selain rebahan hhe:)
"Hm,besok kan ada pemotretan yah,gue siap siap dari sekarang aja deh"
Baru saja Almira naik ke 3 anak tangga,suara bel rumah Almira berbunyi,hari ini asisten rumah tangga keluarga Almira sedang pergi ke kampung halamannya makannya dari kemarin siang Almira hanya sendirian di rumah yang besar itu.Karena sang ibu dan ayah yang pulang sangat larut malam.
Mau tak mau Almira pun turun lagi lalu membuka pintu.
Ternyata eh ternyata,yang datang adalah Ihsan,iya Ihsan.
"Hai Fik"sapa Ihsan
"Hai san"-ucap Almira aneh.
"Ko elo bisa tau gw ada di sini sih?"-Almira bingung
"Apa sih yang Ihsan gak tau"-ucapnya mantap.
"Oh iya masuk masuk"Almira mempersilahkan Ihsan untuk masuk.
"Elu duduk dulu yah,biar gw ambilin dulu minum"-Almira berlari ke arah dapur.
Ihsan hanya mengangguk sambil memperhatikan beberapa Poto yang terpajang di dinding rumah Almira.
Tak lama kemudian Almira kembali dengan nampan berisikan 2 gelas orange juice.
"Ini"Almira menyimpan 1 gelas di depan Ihsan.
"Thanks"-Ihsan langsung menekuk segelas air itu sampai habis tak tersisa se tetes pun,mungkin dia haus.
"Eh btw ada keperluan apa lo Dateng kesini?"tanya Almira
"Hm sebenernya gw Dateng kesini mau ngajak elo jalan,tapi kalo elo ada waktu sih"-Ihsan
Almira mengerutkan dahi dan berfikir sejenak.
"Bagus juga sih,pada gw diem aja gini"batin Almira.
__ADS_1
"Bisa ko"Almira menjawab cepat.
"Yaudah kalo gitu gw mau siap siap dulu,elo duduk aja dulu,anggep aja rumah sendiri"Almira berlari ke kamarnya.
Ihsan pun duduk sambil memainkan ponselnya.
Beberapa menit berlalu,tiba tiba saja bel masuk berbunyi.
Ihsan yang merasa tak enak apabila membuka pintu tamu, akhirnya memanggil Almira dari bawah berharap Almira mendengarnya.
"Fik,Fika ada tamu tuh"teriak Ihsan.
"Bukain aja tanggung gw lagi ganti baju"-teriak balik Almira.
Mau tak mau Ihsan pun membuka pintu,saat pintu terbuka matanya menyipit dan menatap benci orang yang berada di depan pintu.
"Ngapain lo kesini?"Sambar Ihsan.
"Harusnya gw yang nanya ngapain lo disini?"-Rivan,iya yang datang ialah Rivan.
"Eh nyolot banget sih jadi orang"Ihsan menarik kerah baju Rivan.
"Wow,wow,wow"Rivan membulat kan bibirnya.
"Ada apa sih"Almira tiba tiba saja berdiri di belakang Ihsan.
Sontak Ihsan langsung melepaskan kerah baju Rivan.
"Eh elo van,ada apa?"tanya Almira melihat Rivan yang berdiri di hadapannya,memakai celana jeans,kaus distro berwarna abu abu,Terlihat rapi.
Almira menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya dia tak dapat menahannya dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Elu apa apaan sih?kan kita jadi model di butik baju Tante Riska jadi kita bakal pakek baju keluaran butik nya dong"Almira tak henti tertawa.
"Iyah,aneh aneh aja lu"-Ihsan.
"Egh be*o"batin Rivan.
"Yah bukan buat pemotretan,jadi kita kan bakalan pemotretan di tempat yang beda beda nah kan kita juga harus pake baju yang bagus dong,lagian gw dah gak punya baju,jadi gw rencananya mau ngajak elo,biar belanja bareng Lo"Rivan mencari alasan, sebenarnya rencana awalnya dia ingin mengajak Almira jalan jalan karena hari ini ada sebuah film keluaran baru di bioskop,dan entah kenapa dia sangat ingin mengajak Almira menonton bersamanya.
"Gimana?"-lanjut Rivan setelah beberapa detik hening.
"Boleh sih kebetulan gw sama Ihsan juga mau jalan jalan,iya kan san?"-Tanya Almira
Ihsan hanya mengangguk pasrah.
"Kita barengan aja"-lanjut Almira.
"Anj*r,barengan sama si cecunguk ini?"batin Ihsan.
"Agh apaan sih gw,harusnya gw gak ajak Almira atau tadi gw berangkat bareng Zoe aja,kan jadinya barengan sama anak ini,naj*s"batin Rivan.
"Gimana?"-Almira.
"Sebenernya males banget gw kalo harus bareng nih anak tapi yaudahlah,udah terlanjur juga"batin Ihsan.
__ADS_1
"Iya"ucap Ihsan dan Rivan bebarengan,seketika mereka saling mengeluarkan tatapan tajam.
"Yaudah yuk"Almira masuk ke dalam rumahnya lalu mengambil tas kecil lalu keluar rumah lagi.
"Iya"-Ihsan.
Rivan hanya mengangguk.
Mereka pun berjalan ke arah dimana mobil mereka parkir di depan rumah Almira.
Dengan Sigap Rivan dan Ihsan membuka pintu mobil kiri.
"Elo sama gw aja gw Fik"-Rivan
"Enggak,elo sama gw aja"-Ihsan berjalan mendekati Almira.
"Apaan sih lu,kan gw yang nawarin pertama,jadi Fika sama gw"cibir Rivan.
"Eh tapi gw duluan yang dateng dan ngajak Fika jalan"Ihsan sinis.
"Enggak pokonya Fika sama gw"-Rivan.
Mereka berdebat dan membuat pusing kepal Almira.
"udah udah kita pergi pake 1 mobil aja, bertiga"-Almira.
Kedua cowok ini melongo.
Almira kembali mengangguk.
"Yaudah pake mobil gw aja"-Ihsan
"Mobil gw aja"-Rivan.
"Udah udah pake mobil Ihsan aja yah,Van mobil elo parkirin aja"-Almira.
Rivan melirik Ihsan sinis.Sedangkan ihsan tersenyum bangga.
"Yaudah yuk Fik"-Ihsan menarik lengan Almira.
"Eeh"Rivan menghadangnya
"Apaan sih Lo?elo mau fika di belakang sama Lo gitu?emang gw supir?atau elo di depan sama Fika dan gw di belakang?sorry ini mobil gw cukk"-Ihsan
"Enggak ko,gw cuma mau bilang kalo gw duduk di depan,Fika di belakang aja,adil kan?"Rivan.
Ihsan melontarkan tatapan tajam.
"Iyah udah ayo"-Almira.
Mereka pun duduk sesuai dengan yang di inginkan Rivan.
Tak ada percakapan di dalam mobil,hanya keheningan yang terlihat.
Hingga mereka sampai di sebuah mall lalu masuk dan memilih milih pakaian sambil sedikit sedikit bercanda.
__ADS_1