
Setelah menyelesaikan mandi nya, Ania duduk di meja rias,, di keringkan rambut nya dengan hairdryer,,, dia melihat wajah nya dipantulan kaca.
Oh my God.....!! pekik nya
Arya yang sedang merokok dibalkon pun menghampiri, karena takut terjadi sesuatu pada Ania.
" Kenapa Ania...!! " tanya Arya heran.
Terlihat wajah Ania merona saat melihat Arya,,,
" Tidak papa...! " jawab Ania sambil buang muka
" Dasar aneh...teriak teriak tak jelas.." kata Arya sambil menuju bathroom
Ania tak mengindahkan ucapan Arya. Dilihat leher nya dari pantulan cermin dan di dekat kan.
" Merah sekali..... banyak sekali..." ucap Ania panik
Ania menuju walkinclosed,,dia begitu ternyata sudah banyak pakaian wanita,tas,sepatu tertata rapi,,dibagian kiri. Sedang dibagian kanan punya lelaki,,lebih tepat nya punya Arya.
Ania sibuk mencari baju yang berkerah,,sampai dia menemukan sweater panjang sampai keleher,,dia pun memakai nya.
" Apa kamu tidak kepanasan malam malam pakai baju seperti itu ? " tanya Arya heran
" Tidak..dan apa perdulimu.." jawab Ania ketus
" Ini gara gara kamu,,aku harus kepanasan " batin Ania
Arya sebenarnya tahu,,Ania malu dengan tanda stampel yang diberikan nya.
" Lihat saja,, hari hari aku akan membuat stampel disana " batin Arya tersenyum kemenangan.
*
*
Steve yang bahagia naik jabatan lagi segera mencari keberadaan Ania saat waktu istirahat,,tapi tak menemukan. Dia menghampiri Ema di resepsionis.
" Ema.. kamu lihat Ania ? tanya steve
" Tidak... sebenarnya aku tadi melihat dia masuk mobil presdir, diantar Asisten David. Tapi dia tidak pamit padaku". kata Ema
" Baiklah mungkin dia ada kepentingan ,,kamu sudah makan? tanya Steve
" Belum..tadi nya aku menunggu Ania,,berharap yang kulihat bukan dia " jawab Ema
" Baiklah kita makan,,aku yang traktir " ucap steve
" Wah ada angin apa pak bos,,habis menang undian pak ? jawab Ema menggoda
" lebih dari itu ,,aku naik jabatan lagi.. " jawab Steve bangga
David yang berjalan terburu buru disamping mereka terhenti dan menatap keduanya.
" Kenapa pak,,Apa Bapak mau ditraktir juga?" tanya Ema asal
David berlalu tanpa menjawab pertanyaan Ema.
" Hari ini sungguh membuat ku bingung, Dengan mudah nya bos mengubah semua kendali hanya dengan satu hari tanpa persiapan,,sungguh jauh dari sifat Tuan Arya" batin David
__ADS_1
David harus disibukan dengan pertemuan penting menggantikan bos nya. Belum lagi dia harus lembur menjalani hukuman nya.
David berjalan sambil memainkan ponsel nya.
Bruk.....
David dan Ema saling bertabrakan. Ema yang terburu buru tanpa melihat jalan pun terjatuh.
" Maaf pak,,saya tidak sengaja " kata Ema
" Kalau jalan pakai mata " kata David ketus
" Dimana mana jalan pakai kaki,,kalau pakai mata harus jungkir balik dong pak " jawab Ema tanpa takut
" Kau...." kata David sambil menunjuk jari didepan wajah Ema
" Kalau bukan karena bos menyuruh ku tidak memecat kalian,,sudah ku SP dia" gumam David sambil berlalu,,yang ternyata masih di dengar Ema
Ema semakin besar kepala. Ternyata Presdir mengecualikan aku.
" Dia bilang kalian,,siapa selain aku ya..." tanya Ema dalam hati.
Dia pulang dengan perasaan bahagia,,karena mendapat pengecualian dari seorang presdir.
" Aku harus memberi tahu Ania.." kata Ema
Dia pun meraih ponsel nya..
" halo Ania,kenapa kamu tak menjawab telponku tadi,kamu kemana,kamu masih punya satu hutang cerita ya sama aku,kapan kamu jelaskan " rentetan pertanyaan Ema memulai pembicaraan ditelpon
Ania yang mengangkat telpon pun menjauhkan dari kuping nya.
" Aku tadi kerumah mu,,tapi Mama mu bilang kamu sudah pindah" kata ema
"Iya.. Aku pindah kerumah Arya..! " Ania keceplosan menepuk jidat nya.
Arya yang melihat ekspresi Ania tersenyum. karena mereka sudah berada dikamar setelah menyelesaikan makan malam.
" Jadi kamu menikah dengan Presdir Arya mantan ketua OSIS kita, kenapa bisa? bukankah kalian dulu musuhan" Ema masih menyerocos.
" Kami di jodoh kan, Ema..!! kamu tahu kan mantan ketua osis kita dulu itu arogan.jadi tak ada yang mau menikah dengan nya " jawab Ania asal
Ema pun tertawa dalam telpon mendengar jawaban Ania
Arya yang mendengar pun mendekati Ania. Dan menjewer kuping nya.
" Aw....ampun...ampun..!! kata Ania
Arya pun merebut ponsel Ania. Dan memutuskan sepihak obralan mereka.
" Mulai hari ini jangan harap bisa memegang ponsel " kata arya dingin
" jangan Arya...aku mohon.." kata Ania sambil mengatupkan kedua tangan nya.
Tiba tiba Ponsel Ania berbunyi. tertera nama MAMA
Arya pun memberikan ponsel nya,,Ania pun menerima dengan senyum kemenangan.
" Halo mama ku sayang.." jawab Ania saking senangnya ponsel nya tak jadi disita
__ADS_1
" Halo sayang.. kelihatan nya bahagia sekali ?" jawab Andini yang mengira Ania sedang berbahagia dengan Arya
" Tentu saja bahagia mama mertua, Ania jika berdekatan dengan ku pasti bahagia" jawaban arya yang berhasil merebut ponsel Ania
Ania melototkan mata nya,,melihat arya menjawab pertanyaan mama nya.
Entah apa yang mereka bicara Ania tak mendengarkan. Karena Arya me jauh ke balkon.
Mungkin seperempat jam mereka bertelpon. sampai akhir nya Arya masuk ke kamar. Menyusul Ania yang duduk bersandar di kasur.
" Kembalikan ponsel ku Arya..." kata Ania
" Aku akan mengembalikan saat kau sudah patuh jadi istri ku" ucap Arya
" Cepat kau pijat punggungku,,bukan kah kau sudah janji akan memijat ku" kata Arya sambil merebahkan tubuh nya.
" Aku bersedia memijat jika aku bekerja, tapi kau sudah memecat ku. Jadi... tak ada pijat pijatan" kata Ania sambil menarik selimut dan meringkuk menutup seluruh tubuh nya.
" Kalau begitu ucap kan selamat tinggal pada ponsel mu..." jawab Arya
Ania terduduk.. Dan mulai membuka selimut nya.
" Baiklah Arya....Bagian mana yang ingin di pijat? " kata Ania dengan senyum yang sangat di paksakan.
" Sini.....!"
"Sini.....!"
" Sini.....!"
Kata Arya yang masih sibuk menunjukan bagian yang ingin di pijat.
" Kau itu.... suara saja seperti laki laki,,tapi tenaga mu mana...!" kata Arya mengejek
Ania mengeraskan saat memijat leher dengan penuh tenaga nya.
" Kau itu mau membunuh ku....!" kata Arya yang kesakitan
" Kau itu repot sekali...tadi tidak ada tenaga,,sekarang baru seperti itu,,sudah kesakitan... kau itu laki laki bukan ? " tanya Ania emosi
Memang Ania sengaja memijat dengan tidak ikhlas dan berharap Arya menyudahi,,tapi Arya yang tau maksut terselubung pun punya ide lain.
" Kau mau mengerjaiku,,lihat saja kamu yang akan ku kerjai .." batin Arya dengan senyum licik.
" Pijat yang benar....!!" Arya memerintah lagi
Dengan terpaksa pun Ania memijat Sampai satu jam berlalu.
" Arya....! panggil Ania memastikan apakah sudah tertidur.
Karena tidak ada jawaban. Ania pin menyudahi aksi nya.
" Kau tahu.. kau itu sangat merepotkan....!! Lihat lah tangan ku sampai gemetar.." kata Ania sambil melayang kan tinju diudara.
Arya hanya tersenyum mendengarkan omelan Ania.
" kau ingin bermain dengan ku?? jangan harap bisa menang...! " batin Arya.
Ania yang kelelahan pun langsung tertidur begitu saja,,Arya pun membalik badan dan menyelimuti Ania. Dipeluk erat tubuh sang istri yang kecil mungil.
__ADS_1
" Kamu akan jadi milik ku selamanya Ania,, tidak ada yang tidak bisa aku dapatkan..termasuk hati mu Ania ! ucap Arya yang ikut memejamkan matanya.