
Ania mengambil Bantal dan selimut,, malam ini dia memutuskan akan tidur disofa.
Arya yang melihat pun menarik tangan Ania.
"Hari ini terlalu melelahkan, tidurlah dikasur,,kalau tidak badanmu akan sakit!" ucap Arya memperingati.
"Tidak apa apa" jawab Ania tanpa melihatnya.
"Kau itu kenapa membangkang setiap ucapan ku Ania?"
"Apa kau selalu semaumu sendiri seperti ini pada siapa saja?" kata Arya
Ania yang malas berdebat pun menaruh bantal dan selimutnya tanpa bicara.
Ania merebahkan tubuh nya, ditarik selimut menutupi tubuh,dia meringkuk sampai kepalanya tidak terlihat.
Arya yang melihat itu pun tersenyum.
"Aku tau kamu sebenar nya gadis penurut". gumam Arya.
Arya ikut merebahkan tubuhnya disamping Ania. Arya memiringkan tubuh nya menghadap Istrinya. Dilihat punggung Ania. Ingin rasanya Arya memeluk istri nya. Di majukan tangan nya seakan mau memeluk tubuh Ania. Tapi di urung kan lagi.
Ania merasakan sesak di tubuhnya. Sungguh tempat tidur yang ber size king pun seolah sangat sempit.
Ditepi kan tubuh Ania, dia tak berani bergerak sama sekali. Jantungnya ber detak sangat cepat,, bernafas pun sulit sekali rasa nya.
"Kenapa jadi seperti ini,apa yang terjadi pada diriku " batin Ania
Arya seorang laki laki normal, tidur disamping orang yang dicintai, tanpa bisa menyalurkan rasa, membuat nya sangat tersiksa. Ditahan hawa panas dalam tubuh nya. Kegelisahan yang dirasakan nya.
" Sial...... Kenapa aku sulit sekali mengendalikan diriku !!!" umpat Arya
"Apa Ania tidak merasakan,apa yang kurasakan?" pikir Arya
Satu detik....
Satu menit...
Satu jam ....
Satu jam lebih Ania dan Arya tak bisa tidur, menahan gejolak rasa masing masing.
Arya menyingkap selimutnya, turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Ania membalikan tubuhnya menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan.
__ADS_1
"Oh ya Tuhan.... badan ku pegal sekali harus menahan tidur miring lama." ucap Ania.
" Apa arya tidak merasakan apa yang kurasakan" tanya Ania dalam hati.
Ania melamun,, berperang dengan perasaan nya. Karena Arya tak kunjung kembali membuat Ania cepat mengantuk dan beberapa saat kemudian Ania sudah tertidur.
Bunyi Alarm hp Ania, membuat nya bangun. Dia sengaja menyalakan alarm jam 4, karena semalam susah tidur membuat nya takut kesiangan.
Dia tidak mau Izin lagi karena kemarin dia sudah bolos.
Ania adalah gadis yang bertanggung jawab. Dia selalu menekuni apa yang dia kerjakan. Ania tidak pernah bolos kerja hanya karena masalah sepele.
Ania beranjak dari tempat tidur.
Dilihat Arya tertidur di sofa.
" Ternyata dia memilih tidur disofa dari pada tidur satu ranjang dengan ku" batin Ania kecewa.
Arya membuka matanya saat bunyi pintu kamar mandi tertutup. Dia memijat kening nya. kepalanya terasa berat. Tidur berdekatan dengan Ania membuatnya gelisah dan tidak bisa memejamkan mata. Pukul satu malam dia memutuskan tidur disofa.
Selasai membersihkan diri dan berwudhu Ania keluar dari kamar mandi. Dilihat Arya sudah duduk memainkan ponsel nya disofa.
Melihat kamar mandi dibuka, Arya menuju kesana. Saat berpapasan dengan Ania,,
" Tunggu aku,, kita akan solat berjamaah !!" arya berkata sambil berlalu.
Sungguh pemandangan ini membuat Arya sangat bahagia,, melihat istrinya yang sangat cantik menggunakan mukena,sedang menunggu dirinya.
Tapi wajah nya berkata lain,,dia seolah biasa saja dengan keadaan tersebut. Arya memang pandai menutupi perasaan nya.
Selesai sholat subuh berjamaah, Arya memiringkan badan,dan menyodorkan tangan kanan nya.
Ania diam dan hanya melihat tangan Arya, tanpa ada respon akan menciumnya. Dia tidak ingin dikatakan terlalu menginginkan Arya lagi.
"Kedepan nya.... Aku ingin sehabis sholat berjamaah atau pun akan pergi, biasakan mencium tanganku", ucap Arya pelan.
" Aku suami mu Ania .. Apa yang aku ucap adalah keputusan. Aku berhak atas dirimu". imbuh Arya.
Ania diam saja,, ragu ragu dia menggapai dan mencium tangan Arya.
Arya pun mencium kening Ania. Keduanya saling menatap dalam diam.
Kemudian Arya memutuskan pandangan sepihak, dia merapikan sejadah dan berlalu menuju bathroom, tanpa sepatah kata pun.
Ania masih belum beranjak dari duduknya, Dia masih tidak percaya Arya mencium kening nya.
__ADS_1
" Seandainya kamu mencintaiku Arya...." gumam Ani memegang keningnya, masih terasa sensasi luar biasa saat Arya menciumnya.
Walaupun Ania sering dicium kening papanya, tapi rasa itu sangat berbeda.
Maklum saja karena Ania belum pernah merasakan namanya berpacaran. Jangankan dicium kening oleh sang pacar,, bergandengan tangan dengan lawan jenis pun,hanya dengan papa dan Aksa adik lelakinya.
"Kamu begitu sempurna Arya, wajahmu tampan, kaya, dan mau beribadah". gumam Ania
" Sungguh kamu adalah Imam Idaman setiap wanita pastinya" lanjutnya
Ania menuju walk in closet. Dia menyiapkan baju untuk dirinya dan suaminya.
Ania membuka papperbag berisi pakaian suaminya,yang dikirim david asisten pribadi Arya semalam.
Pintu kamar mandi terbuka.
Arya keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Rambut nya yang basah, membuat Dada bidang nya ikut terlihat basah. Seolah sedang menggoda Ania.
Ania berjalan cepat masuk ke kamar mandi, dia tidak mau kejadian semalam terulang lagi.
Ania sengaja membawa baju gantinya masuk. Dia tidak mau keluar hanya memakai handuk.
Didalam kamar mandi Ania malah melamun, mengingat tubuh Arya yang basah telanjang dada.
"Ya Tuhan.... sungguh sempurna kau ciptakan dia untuk ku. Salahkah jika aku ingin memiliki seutuhnya?"gumam Ania
Selesai mandi ternyata Arya masih di dalam kamar,, dia sibuk dengan notebook nya.
Mungkin karena acara pernikahan mereka yang mendadak membuat arya disibukan dengan beberapa agenda yang tertunda.
" Mungkinkah arya menunggu ku??" tanya Ania dalam hati.
Tercium Aroma parfume Arya mengisi ruangan. Ania merasakan sensasi berbeda dari dalam kamar,, membuatnya aneh.
" Hanya bau parfume nya saja sudah membuat ku panas dingin,,bagaimana ini Tuhan..." jerit batin Ania.
Visual
RT
Ania Putri Pratama
__ADS_1
Arya Utama Mandala