Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
Pernikahan


__ADS_3

" Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Arya Utama Mandala Bin Prastya Utama Mandala dengan Putri saya Ania Putri Pratama dengam mas kawin seprangkat alat sholat dan uang tunai satu milyar di bayar Tunai..." Surya memimpin sendiri prosesi ijab qobul tersebut.


"Saya terima nikah dan kawin nya Ania Putri Pratama Binti Surya Pratama dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar satu milyar Tunai" lafas Arya dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi??"


"sah.??" tanya penghulu


"Sah...." ucap paman Ania dan Paman Arya bersamaan.


"Barakallaahu laka Wa baaraka Alaika wa Jama' Bainakuma fii khoir".


"Pengantin wanita bisa dihadirkan. Ucap penghulu


Ania keluar dengan ditatih mama Andini dan Arumi.


Karena menggunakan kain kebaya membuatnya susah untuk berjalan.


Arya dan Ania berdiri berhadapan.


Arya menyodorkan tangan nya. Ania pun menggapai dan mencium nya.


Arya mencium dahi Ania,,dan turun ketelinga berbisik.


"Kau nampak senang sekali ya ku nikahi,,sampai mencium tanganku dengan tak sabaran!"


Ania membulatkan mata nya.


"Sialan... Bukan nya tadi yang menyodorkan tangan dirinya,Kenapa justru mengatakan aku tak sabaran." batin Ania jengkel.


"Selamat ya kakak ku tersayang,,akhirnya kau resmi menjadi Nyonya Arya Utama". Celoteh Aksa saat memberikan selamat kedua mempelai yang sedang duduk berdua.


Acara berjalan dengan banyak prosesi mengharuskan mereka duduk berdua dikursi yang sama.


Apa Ania sangat menantikan sebagai Nyonya Arya? tanya Arya.


"Tentu saja..!!" Aksa menjawab dengan tertawa


"Aksa.....!!" Ania melototi adik semata wayang nya.


"Kalau kau bicara yang tidak tidak,,yang ada Mummi ini akan semakin menindasku" Ania protes.


"MUMMI....??" Ucap Arya dan Aksa serempak.


"Iya mummi,,, Arya itu sudah seperti hantu berbalut manusia..!! suka nya menindas orang" jawab Ania sambil bersungut.


" Hey gadis pembangkang ,,enak saja kamu bicara,!"


"Ngatain orang keren se ampera raya begini Mummy,,lalu kamu apa?? Mak lampir!! Arya menjawab.


"Kalian itu romantis sekali,,Punya panggilan sayang masing masing..!! Aku nyakin sebentar lagi rumah kalian akan rame" tutur Aksa


"jelas saja rame,,Perawan tua ini ada nya ngomel ngomel tak jelas,,persis sekali bukan dengan mak lampir". Arya menjawab dengan tertawa.


"Bukan,,Aku nyakin sebentar lagi kalian akan mempunyai banyak anak,,bagaimana tidak,,kalian sudah seperti botol bertemu tutupnya.sepaket begitu". Aksa menjawab asal


"Aksa kamu jangan sembarangan ya,,Amit amit aku dihamili manusia hantu seperti dia." Ania protes


0"Sekarang aja Amit ..Amit... nanti tau rasanya pasti juga lagi..dan lagi. Jawab Aksa sambil kabur sebelum di timpuk kakak terbawelnya.


"Aksa.....!! Ania berteriak.


Arya menutup mulut istri nya.

__ADS_1


"Kamu itu belum sehari jadi istriku sudah bikin malu aku,mana ada seorang pengantin wanita yang berteriak teriak seperti dirimu. Ucap Arya


Waduh...waduh... Kalian ini sudah tak sabar malam pertama ya,,sampai tidak bisa menunggu tamu undangan pulang. ucap Samuel saat ingin memberi ucapan selamat, malah melihat adegan Arya yg sedang membungkam mulut Ania seolah mereka sedang pelukan.


"Hey bujang lapuk makanya kamu cepet menikah biar cepat bisa merasakan," ucap Arya sambil mengambil kesempatan untuk memeluk pinggang Ania.


Ania membulatkan matanya,, kaget dengan perlakuan Arya.


"Bujang lapuk apanya,,sehari juga aku bisa mendapatkan gadis secantik Ananiahmu itu sepuluh." ucap Samuel yang keceplosan selalu memanggil Ania menjadi Ananiah.


"Kalian itu sama gilanya,," sungut Ania meninggalkan kedua insan itu.


"Lihatlah begitu menggemaskan bukan istriku," puji Arya saat Ania sudah jauh dari mereka.


"Iya bro...langsung sikat saja,,gak usah gengsi gengsian.... Ahaaaha.. jawab Samuel sambil tertawa.


"Tenang saja sam... Aku tidak akan menyia nyiakannya kesempatan itu". ujar Arya sambil tersenyum penuh arti.


Acara berlalu begitu saja. Tamu undangan pun sudah pulang. Para WO pun sudah mencopot segala keperluan yang digunakan.


Arya merebahkan tubuhnya di kasur,, Ania menghapus sisa makeup dimeja rias.


"Aku mau mandi..!! ucap Arya.


Ania diam saja,,tidak menggubris ucapan Arya.


"Mak lampir aku mau mandi" lanjut arya lagi.


Ania masih diam.


Tak mendapat respon,Arya pun mendekati Ania,,berbisik tepat di telinganya


"Istriku....suami mu ini mau mandi".


Segera dia berdiri menutupi kegugupanya, dan mendorong Arya.


"Kalau mau mandi mandi saja...Kamar mandi pun juga kosong. Apa perlu Aku memandikanmu juga" sentak Ania untuk menutupi kegugupanya.


"Perlu....!" jawab Arya


"Jangan gila Arya!" Ania menjawab.


"Ania..kau itu istriku,kamu harus terbiasa menyiapkan keperluanku,mulai dari air,pakaian dan semua kebutuhanku" ujar Arya mengingatkan kewajiban Ania.


Ania Ingin menjawab.


"Ania...Aku ingin kamu tau batasanmu sebagai istri" Tegas Arya.


Ania pun memilih pergi menyiapkan Air hangat untuk suaminya. Karena yang dikatakan Arya benar adanya.


"Aku menyuruh david mengantarkan baju untuk ku" Arya berbicara sambil menuju kamar mandi.


Dan benar saja,sebentar kemudian Bik Sumi mengetuk pintu mengantarkan baju. Tak berselang lama Arya keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya terlihat sempit.


Rambutnya yang masih basah menetes netes,,


Ania menatap sekilas lalu menunduk,dia tak berani melihat secara langsung.


"Oh ya Tuhan...kenapa dia begitu sempurna !!"


batin Ania sambil mengatur jantungnya.


Arya tahu Ania sedang malu,,dia tak membuang kesempatan untuk menggodanya.

__ADS_1


Arya mendekat,berhenti tepat di hadapan Ania.


Ania mendongakan kepalanya,,bersitatap dengan manik mata Arya. Secara reflek Ania menyilang kan tangan nya di dada.dan memundurkan tubuhnya.


"Kamu mau apa ???" tanya Ania gugup


"Mau ambil baju, memang nya mau apa??" jawab Arya sambil menahan tawa


"Apa kamu mengaharap aku menciumu?? tambah Arya lagi.


Reflek Ania menutup mulutnya dengan telapak tangan nya


"Memangnya kalau berciuman harus dibibir", Arya mencondongkan tubuhnya dan mencium pipi kanan Ania.


"Bisa di pipi,"


Arya turun ke leher


"Bisa di leher"


Saat Arya akan turun lagi,,Ania yang syok dicium Arya mendadak, diam saja menerima setiap ciuman Arya.


Saat arya akan turun mencium dadanya,,Ania tersentak kaget dan mulai tersadar.


Ania mendorong Arya kebelakang,dengan keras, Arya yang tak menyadari akan didorong,tubuh nya terhuyung kebelakang sehingga handuk yang dikenakan jatuh begitu saja.


"Aaaaa.......!!! Teriak Ania


Seketika Arya menutup mulut Istrinya,,


"Jika kau berteriak seperti itu yang ada semua keluargamu akan masuk kesini dan akan salah paham"


"Jadi diamlah..!!" Arya memperingati Ania


Ania yang terbungkam hanya bisa mengangguk kan kepalanya.


Ania hanya melongo melihat Arya kembali melilitkan handuknya.


"Hapus air liurmu!!"


"Apa kamu ingin merasakan nya sekarang istriku??" Arya menaik turunkan Alisnya.


Ania memilih berdiri kabur kekamar mandi tanpa menjawab pertanyaan Arya.


Ania bersandar di belakang pintu yang sudah dia tutup. Dia memegang dada nya yang bergemuruh. di pegang kedua pipi nya yang panas.


"Ya tuhan..... Besar sekali !!!" gumam Ania sambil menutup mulutnya.


Hampir satu jam Ania di kamar mandi. Dia kikuk untuk keluar. Diintip dari balik pintu,pandangan nya menyapu seisi kamar mencari keberadaan suaminya.


Tiba tiba Arya menampakan kepala nya tepat didepan wajah Ania dengan senyum dibuat.


"Mau berapa lama kau di kamar mandi?" tanya Arya


Ania tersentak kaget,mundur kebelakang terpeleset. Arya dengan sigap menarik tangan Ania dan menahan pinggang nya.


Pandangan mereka saling bertemu. Cukup lama mata mereka saling menatap penuh kekaguman satu sama lain.


Ania yang menggunakan bathrobe dengan posisi agak terlentang ditahan Arya membuat belahan bagian atas Ania menampak kan kedua buah dadanya.


Ania yang mengerti arah pandangan Arya.Mencoba berdiri mendorong tubuh suaminya.


Arya semakin senang melihat kegugupan istrinya. Lihatlah kamu begitu menggemaskan begitu, bagaimana aku tidak jatuh cinta padamu Ania.

__ADS_1


__ADS_2