
" Hanya bau parfume nya saja sudah membuatku panas dingin,,bagaimana ini Tuhan..." jerit batin Ania
Melihat Ania keluar dari kamar mandi,, Arya menaruh notebook nya dan berdiri mendekati Ania.
" Pakaikan dasi ku !!!" perintah Arya sambil menyodorkan sebuah dasi.
" Aku tidak bisa memasang dasi.." jawab Ania ketus
Entah kenapa ada perasaan jengkel,karena Arya lebih memilih tidur disofa
" Bukankah kamu Ania gadis yang Mandiri bisa melakukan apa saja,,kenapa memasangkan dasi untuk suami nya saja tidak bisa" jawab Arya seperti mengejek.
" Sudahlah Arya...aku malas berdebat denganmu" jawab Ania sambil berlalu mendekati meja rias
Arya menghalangi jalan Ania
" Kita akan terlambat kekantor jika kau memaksa ku terus seperti ini. Aku tidak mau bolos lagi" imbuh Ania
" Tapi kau harus memakai kan dasi untuk ku dulu, jika tidak .. kita tidak akan berangkat" Tegas Arya sambil memberikan dasi pada Ania.
Ania yang tak mau berdebat pun mencoba memakai kan dasi untuk suami nya.
" Aku tidak bisa Arya....." Ania yang benar benar bersusah memakaikan dasi. Karena Arya tidak mau merunduk dan postur tubuhnya yang tinggi membuat Ania berjinjit jinjit saat mamakai kan.
" Kau harus bisa...." jawab Arya
Ania membuang nafas kasar.
"Baiklah,, untuk sekarang pakailah sendiri !!"
" Besok aku yang akan memakai kan. Biar aku belajar dulu sama Steve" pungkas Ania yang sudah menyerah
" Steve....??? " Siapa steve???"
Suara arya sambil merebut dasi ditangan Ania.
" Dia temanku, Manager keuangan devisiku". jawab Ania berlalu kemeja rias dan duduk
" Manager keuangan???" Arya terheran
" Bukan kah kamu ikut menjalankan usaha ayahmu,,kenapa kamu di devisi keuangan?". tanya Arya heran melihat Ania dari pantulan kaca.
" Apa papamu tidak mempercayai diri mu,sampai menaruh mu di bagian staff biasa,bukan kah kamu putri ter cintanya?". Arya menambah kan lagi dengan intonasi seolah mengejek.
" Aku yang meminta papa untuk mengijinkan ku bekerja ditempat lain, jika aku bekerja di perusahaan papa, Papa pasti tidak mengijinkan ku, bekerja sebagai staff biasa,, seandainya boleh,,pasti ada pengecualian. Karena aku putri kesayangan nya"
"Aku memang hanya staff keuangan biasa di ARRAN group,karena aku yang menginginkanya" ucap Ania
ARRAN Group??? Arya masih seperti orang bodoh terus bertanya.
"Iya ARRAN group yang aku pilih,karena Perusahaan itu sangat handal dalam mengelola keuangan dan menarik konsumen. Baru satu setengah tahun usaha itu dijalan kan, tapi hotel itu sudah membuka cabang di berbagai kota" jawab Ania
" Aku dan Ema berencana akan belajar di perusahaan tersebut supaya tahu taktik mengelola perusahaan, setelah kami bisa mengetahui cara mengelola perusahaan dengan baik, kami akan mendirikan hotel berdua dan mengelola nya" lanjut Ania
__ADS_1
Ema? siapa Ema? Arya yang heran Ania tidak menyebutkan nama Ayah atau Aksa adiknya untuk mendirikan perusahaan bersama.
" Ema dan steve teman sekolah ku,,kami bersama sejak SMA sampai kuliah, Steve yang membawa kami keperusahaan tersebut.karena dia lebih dulu masuk dan naik jabatan ke jenjang Manager cepat. Dia dengan mudah merekomendasikan kami untuk masuk. Ema jadi receptionis yang akan menarik konsumen. Sedang aku di bagian keuangan" jawab Ania panjang lebar.
"Jadi kau masuk ke ARRAN group sebagai penyelundup untuk menghancurkan perusahaan itu" tanya Arya dengan seringai nya.
"Bukan penyelundup Arya,, aku bekerja,aku belajar". elak Ania
Belajar untuk menyaingi??? Aku bisa memasukan mu kepenjara...! ujar Arya
" Memang nya siapa dirimu?" kata Ania
Arya terdiam dengan tatapan intens.
" Aku tidak menyelundup,aku bekerja sesuai prosedur. jadi jaga bicaramu Arya" ucap Ania yang mulai meninggi karena Arya akan memasukanya kepenjara.
"Ahhhaaa... Kita lihat apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Arya Utama Mandala ". Arya memandang Ania dengan tertawa bangga.
" Cepat kau pakai kan dasi ku,, kau harus belajar dari ku,,bukan dari laki laki lain" ucap Arya sambil menarik Ania dari duduknya.
"Aku bilang tidak bisa Arya" balas Ania
" Harus bisa. Kau itu seorang Nyonya Arya !!"
" Apa kamu mau sekretaris ku yang memakai kan?" tanya Arya
" Memang nya selama ini sekretaris mu yang memakai kan?" Ania balik bertanya.
" Iya.... !!"
" Aku...??? Cemburu...???
"Memangnya siapa dirimu??" elak Ania
Arya jengkel karena jawaban Ania.
" Aku itu suami mu,, dan harusnya kau belajar memakaikan dasi dari aku !! bukan dari teman lelaki tengil mu itu." ucap Arya mulai tinggi.
" Steve tidak tengil,dia baik mau membantu siapa saja tanpa melihat status" ucap Ania membela Steve
Arya yang tidak terima Ania memuji laki laki lain pun mulai merah padam wajahnya.
"Kenapa wajahnya jadi garang seperti itu !" Ania ketakutan dan masih mencoba segala cara memakai dasi.
" Mulai hari ini kamu tidak perlu pergi bekerja,, kemasi barang barang mu,,pulang kerja aku akan menjemput mu pulang kerumah ku." kata Arya
" Kenapa seperti itu,,Aku masih ingin bekerja..! " jawab Ania kembali duduk memakai krim di wajah nya. Karena sudah berhasil menalikan dasi.
" Harus seperti itu .!" kata arya
" Kita sudah menikah,,dan aku ingin kita pindah kerumah ku. Tidak baik satu atap ada dua keluarga." lanjut Arya
" Jika pindah kerumah mu bukanya sama saja, akan ada mama papa mu. jadi satu atap dua keluarga juga" protes Ania
__ADS_1
" Kita akan pindah kerumah baru kita,,aku sudah membelinya. Kita akan tinggal berdua saja disana." jelas Arya
" Tapi arya... aku masih ingin bersama mama dan papaku.. Belum tentu mama mengijinkan kita pindah dari rumah ini !" pinta Ania
" Aku sudah membicarakan ini dengan kedua orang tua mu. Mereka setuju dengan keputusan ku". jawab Arya
" Tapi aku masih ingin bekerja juga Arya.." rengek Ania yang ketakutan akan pergi dari rumah nya dan juga harus berhenti bekerja.
" Kenapa..???"
" Apa kamu tidak rela tidak bertemu dengan teman tengilmu yang siapa namanya?" ujar Ary
" Ema dan Steve.." jawab Ania
" Aku tidak perduli !! "
jawab Arya yang panas setiap Ania menyebut kan nama Steve.
" Tapi kamu tadi bertanya siapa nama nya". Ania menjelaskan
"Aku tidak perduli Ania,,hari ini juga kemasi barang barangmu,,!! pungkas Arya
" Arya aku mohon,,biarkan aku pergi bekerja,,aku akan menuruti semua keinginan mu.! pinta Ania sambil mengatup kan kedua tangan nya.
Arya merunduk memegang kedua pundak Ania melihat kepantulan cermin.
" Baiklah.... Kamu akan pergi bekerja dengan syarat..!! "
" Setiap pulang kerja kamu sudah harus dirumah menyambutku,menyiapkan semua keperluanku" Arya tersenyum
" Setiap malam kamu harus memijatku sampai ter tidur". Arya menatap penuh makna
" Dan yang terakhir..... Kamu harus menuruti setiap keinginanku " ucap Arya sambil berdiri tegak.
Ani hanya melongo mendengarkan apa yang jadi syarat Arya jika harus bekerja.
" Baiklah .... Aku setuju... Tapi aku juga punya syarat". pinta Ania
" Kita tidak akan pindah dari rumah ini" kata Ania sambil berdiri juga karena sudah selesai merias diri.
" Tidak ada syarat !!! kamu mau berhenti bekerja sekarang dan kemasi barang barang. Atau pergi bekerja dan akan pulang kerumah kita yang baru malam ini ! " Arya memberikan penawaran.
Ania menatap geram Arya.
" Baiklah terserah kau saja!! "
" Kau kan boss nya." Ania menyerah.
Ania meraih tas nya bergegas keluar kamar.
"Didalam kamar lama lama,bisa membuatku hampir gila " Umpat Ania
Arya menatap Ania penuh makna.
__ADS_1
"Tunggu saja kejutan ku gadis pembangkang". kata Arya sambil memegang dagu nya tersenyum penuh arti.