Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB 20


__ADS_3

Hari ini Arya sengaja pulang cepat, entah mengapa diri nya tak konsentrasi dan hanya mengingat istrinya.


Pukul lima Arya sudah sampai rumah. Diri nya langsung menuju kamar mencari istri nya, namun yang di cari tak ada. Arya kembali turun dan menanyakan pada bik Irma yang sedang mempersiapkan makan malam.


" Bik.... Ania kemana ya ? tanya Arya


" Nona di belakang Tuan sedang bersama Surti " jawab Bik Irma


" kenapa istri ku senang sekali dengan badut itu, " gumam David


Terlihat Ania sedang tidur tengkurap di pijit Surti. Arya tersenyum.


" Berani nya dia tidur sembarangan, apa dia tidak melihat banyak penjaga laki laki yang melihat nya " batin Arya


Dia berjalan mendekati istri nya. Arya memberi isyarat pada Surti untuk tidak memberi tahukan keberadaan nya.


Arya menyuruh surti pergi dan Menggantikan memijat.


" Kenapa jadi tak enak begini kamu memijat Sur... apa kau kelelahan? Kenapa kau diam saja,, cepat lanjutkan cerita mu yang membuat mu terobsesi pada David..? kata Ania


" A.....aaw...." teriak Ania yang merasa kesakitan pun membalikan badan.


Ania yang kaget langsung duduk melihat suaminya yang memijat. Dia mencari Surti, tapi nihil jangankan Surti satu penjaga pun tak ada diantara mereka. karena Arya memberi isyarat kepada semua untuk meninggalkan mereka berdua.


" Kenapa kamu sudah pulang Arya.." tanya Ania


" Jadi pertanyaan seperti itu yang kamu tanya kan untuk menyambut suami mu? kata Arya


" Sayang.... panggil aku sayang " ucap Arya yang langsung mengulum bibir istri nya. Sungguh rasa itu membuat Arya begitu menggilai istri nya.


Ania yang terkaget pun membulatkan matanya, dia mendorong suami nya untuk menjauh.


Ania melihat sekeliling, takut ada anak buah mereka yang melihat.


" Tak akan ada yang berani menginjakan kaki kesini " ujar Arya


Ania sungguh malu melihat perubahan Arya yang sangat lembut dan romantis.


" Sayang... aku sangat menginginkan mu " ujar Arya dengan tatapan siap menerkam


" Tidak... " jawab Ania ketakutan. Dia membayang kan jika tak butuh dua jam Arya akan mengungkung nya, membuat tubuhnya remuk dan tak bisa berjalan.


" Kamu menolak ku ? ingat menolak ajakan suami itu berdosa.." Arya yang menakuti Ania dan langsung mencium bibir istri nya lembut.

__ADS_1


Ciuman itu saling berbalas. Ania yang tadi nya menolak pun sekarang tubuh nya berkata lain, seperti menginginkan yang lebih. Kedua nya saling memberi dan menerima dalam cinta. Hingga waktu magrib mereka baru selesai.


" Ayo kita magriib dulu Arya.." rengek Ania yang melihat Arya tak mau menghentikan Aksinya.


" Panggil aku sayang.... Ania ...Panggil aku sayaaaang..." kata Arya yang terus menghentakan ingin mencari pelepasan.


" Sayaang...." panggil Ania menggoda.


Bersamaan dengan tumbangnya suami tercinta.


" Terima kasih sayang.." Arya mengecup puncak kening istrinya.


Mereka merapikan diri menuju kamar untuk mandi dan sholat.


*


*


Berbeda dengan Arya yang saling memadu kasih. David terlihat gelisah. Sehabis mengantar kepulangan Tuan nya dia memutuskan langsung ke Apartemen. terlintas bayangan Ema yang sedang tersenyum dan bercanda dengan Samuel, membuat nya gerah.


David mengendurkan dasi nya.


" br*ngs*k..... Kenapa justru bayangan wanita gila itu yang melintas.." kata David. Teringat kembali saat mereka berdekatan sangat dekat seperti tak ada jarak, saat Ema justru berani menatapnya. membuat pikiran David kacau.


" Daavid..." kata Alleandra


" Iya Nona..." kata David dingin


" Bisakah kamu mengantar ku ke sebuah klub yang nyaman? "tanya Alle.


David menatap dalam Alle, dia fikir Alle adalah gadis yang baik tak pernah menyentuh tempat seperti itu.


" David apa aku mengganggu mu? " tanya Alle


" Tidak Nona.. Mari saya antar " David yang pikiran sedikit kacau pun mau mengantarkan Alle ke klub


Karena terus bercerita dengan Alle membuat dirinya lupa. Dan dia memarkirkan di klub Tempat Samuel. Karena David selalu mengantar Arya kesini, sehingga tanpa disadari David pun membawa nya kemari.


Kedua nya turun dari mobil.


" Kenapa aku membawanya ketempat Samuel " gerutu David yang malas bertemu Sahabatnya.


" Apa kamu sering ke sini David ? tanya Alle sambil terus berjalan. Karena banyak penjaga yang menunduk hormat padanya.

__ADS_1


" Terkadang, saat menemani Tuan Arya disini " jawab David


" Arya juga sering ke klub ? " Alle yang heran karena selama di Italia Arya tak pernah menginjakan dirinya ke sebuah bar.


" Pemilik klub ini sahabat Tuan, dia kesini hanya untuk menemui sahabatnya " jawab David lagi dan hanya diangguki Alle


Terlihat Samuel tersenyum pada David dan mengadukan kedua tangan mereka utuk bertos. David dan Alle mulai duduk di kursi bartender.


Samuel mengisyaratkan siapa gadis ini. lalu David memperkenalkan.


" Ini Nona Alle,, teman Tuan Arya saat kuliah di italy" jawab david dingin


" Cantik bro... sikat saja.." kata Samuel berbisik ditelinga David


" Kenapa tidak kau saja.. kamu kan raja nya membual " jawab David seolah tak suka


" Hati ku sudah terpatri nama Emanira Mahesty brow " jawab Samuel sambil menepuk dada nya.


" Cih.... " David tak suka


" jangan bilang kamu juga menyukai Ema? " tanya samuel, karena merasa David tak menyukai dia membicarakan Ema.


" Untuk apa aku menyukai wanita setengah gila itu, lagi pula dari mana kau tahu nama panjangnya " tanya David


" Dia yang memberitahuku, bahkan tadi aku mengantar nya pulang. Ternyata dia anak orang berada juga brow.. pantas saja dia tak pernah takut di pecat " jawab Samuel.


" Bisakah kau memberiku bir ? tanya Alle


" Apa tidak sebaik nya kamu minum coktail saja. disini ada menu macam macam jus juga " ujar Samuel mengingatkan


Alle tersenyum pada samuel.


" Jika aku hanya ingin minum jus atau coktail, aku bisa ke kafe. Tak perlu ke klub. " jawab Alle


Samuel pun memberikan minuman dengan kadar alkohol yang sangat rendah. Bagaimanapun dia menghormati, karena Alle teman Arya, jadi dia juga teman nya. pikir Samuel


" Kenapa kamu membawanya kesini bro " tanya Samuel sedikit berbisik namun tak terdengar oleh Alle


David pun menceritakan semuanya, saat Alle pergi, dan mancari apartemen, sampai mengantarkan ke klup ini David lah yang membantunya. Samuel hanya mengangguk angguk.


" Seperti nya dia cocok dengan mu, bukan kah kau tak menyukai gadis seperti Ema yang barbar. Alle sangat feminim dan lembut " kata Samuel yang melihat Alle memakai dress selutut tanpa lengan, dan riasan yang tidak terlalu mencolok membuatnya terlihat lebih cantik.


David melihat Alle dan tersenyum saat Alle juga melihatnya, terlihat dia tidak memperhatikan keberadaan nya dengan samuel. dia larut dalam pikiran nya sendiri.

__ADS_1


" Kamu benar Samuel...seharusnya aku menyukai gadis seperti ini, yang bukan seperti Ema.." batin David. namun dalam benaknya wajah Ema menari nari menggodanya.


__ADS_2