Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 27


__ADS_3

Sudah dua hari Arya meninggalkan Ania di indonesia. Arya dibuat pusing karena Ania tak mau mengangkat telpon nya hari ini. Selisih waktulah yang membuat kerenganggangan itu, perbedaan enam jam, membuat waktu mereka tak bisa bersatu.


Kemarin saja Ania masih melakukan video call, pada saat Arya sedang melakukan meeting, Arya mengangkat namun dirinya di kejutkan karena Ania sedang mandi. Arya langsung keluar begitu saja meninggalkan meeting, terpaksa David menggantikan nya.


" Sayang...." suara dari seberang sana


Arya yang belum pernah mendapat panggilan itu pun tergugah gairahnya, seperti tersengat aliran listrik, Ania memamerkan bentuk lekuk tubuhnya yang putih mulus.


Arya hanya mampu meneguk saliva dengan susah dan tersenyum.


" Kamu sedang menggodaku Ania " kata Arya serak


" Aku merindukanmu Arya..." Ania terlihat manja.


" Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku secepatnya " kata Arya.


" Benarkah " kata Ania


" Ania...aku sedang rapat, nanti aku akan menelponmu lagi " kata Arya


" Jadi kamu mengacuhkanku " kata Ania


" Bukan begitu sayang " jawab Arya. namun Ania terlebih dahulu sudah mematikan sambungan telpon nya.


Ania memang sengaja menggoda Arya, dirinya tidak rela jika Arya berdekatan dengan Alleandra kembali.


Arya yang profesional pun, langsung melanjutkan pekerjaan nya, tanpa memikirkan istrinya yang sedang merajuk tak jelas.


Sampai hari ini Ania tak menelpon ataupun berkirim pesan lagi pada Arya.


" Kenapa kamu seperti anak kecil Ania " kata Arya sambil marah marah.


Hari ini David menjadi pelampiasan kemarahan atasan nya. Seharian dia di maki maki karena tak menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.


" Bukan kah kamu biasanya menyelesaikan ini hanya butuh sehari, kenapa sekarang hampir tiga hari belum selesai " kata Arya


" Maaf Tuan, ada beberapa point yang memberatkan kita dalam kerja sama ini, saya masih melakukan penawaran untuk kedua ini " kata David jujur.


Arya berlalu begitu saja, sedang David membuang napas kasar.


" Beginilah kalau bekerja dengan orang jatuh cinta, berantakan semua " batin David.


Ania sengaja mendatangi rumah Ema, sudah lama rasanya dia tidak menghampiri. Terlihat Mobil Samuel terparkir di halaman rumah Ema.


" Samuel di sini " batin Ania

__ADS_1


" Aku akan kesulitan menyatukan David dengan Ema. Jika Samuel saja mepet terus begini " gumam Ania.


Dia turun dari mobil yang langsung di sambut Ema, karena mereka sedang duduk berdua dengan Samuel di teras.


" Nyonya presdir sedang mengadakan kunjungan nih " goda Ema


Ania hanya nyengir dengan candaan Ema.


Samuel berdiri dan menyalami Ania.


" Arya tidak ikut? " tanya Sam


" Dia sibuk cari uang, dan aku sibuk menghabiskan " kata Ania sambil tertawa di ikuti dengan ketiganya.


Mereka bercanda canda menghabiskan akhir pekan.


" Jadi aku menganggu orang pacaran nih " kata Ania


" Kita tidak pacaran Ania " Ema memperjelas, karena Samuel sampai sekarang belum menembak dirinya. Sebenarnya hari ini, namun Ania datang menganggu


" Belum " jawab Sam. Dia takut jika Ema menolaknya. Karena Samuel merasa, Ema biasa saja terhadapnya, tidak seperti dirinya yang kehabisan kata kata saat bersama Ema.


" Mungkin hari ini steve juga akan ke sini " kata Ema


" Siapa Steve? " tanya Sam


" Yang mengantarmu saat pulang resepsi " tanya Samuel


" Iya...kamu masih mengingantnya Sam " kata Ema


" Aku tak pernah melupakan setiap detik saat bersamamu Ania " kata Samuel


Tapi justru Ania tersedak dengan penuturan Samuel.


" Pelan pelan minumnya, aku yang di rayu kenapa kamu yang nerves, Samuel memang suka gombal. Jangan dengarkan dia, aku adalah wanita ke seratus yang dia gombali hari ini " kata Ema santai


" Itu dulu Ema, tapi sekarang aku berubah " kata Samuel membela diri


Ania sebenarnya merasa kasian karena melihat ketulusan Samuel, Tapi kenapa, Ania tak nyaman jika Ema berdekatan dengan Samuel.


Tak lama mobil Steve masuk ke halaman.


" Wah rumahku seperti showroom mobil. Jika di lelang pasti aku akan kaya " kata Ema


" Dasar mata duitan " kata Ania spontan.

__ADS_1


" Ya kali..kamu udah jadi Nyonya presdir, sampai tujuh turunan juga uang Tuan Arya tak akan habis " Ema membanggakan Arya


" Bukanya kamu juga akan jadi Nyonya Osborne " kata Steve yang baru saja gabung


" Aku..? jadi Nyonya Osborne ? Tidak akan pernah, bagaiman bisa aku hidup seatap dengan dia, hidupku akan berantakan. Setiap hari harus berdebat argumen dengan dia.


Samuel lega karena Ema menolak David.


" Jangan seperti itu, jika berjodoh kamu akan malu " kata Ania. Yang mengingat dirinya, dulu Arya juga mengolok ngolok dia, Tapi sekarang dia harus di kerjai habis habisan oleh keluarganya karena bucin.


Steve sengaja membawa gitar, dia tidak tahu jika di rumah Ema ada Ania dan Samuel, biasanya jika weekend akan menghabiskan waktu berdua dengan bercanda, karena Ema orang yang supel.


" Ania apa kamu masih bisa bermain gitar " tanya steve di sela perbincangannya.


" Sedikit, aku akan mencobanya " kata Ania.


Dia mencoba memainkan gitar melantunkan lagu dewa Risalah hati.


Ania begitu menghayati memainkan gitar, sesekali Steve membenarkan kunci karena Ania lupa, momen itu di foto Samuel dan merekapun berpose berempat untuk di abadikan di ponsel Samuel.


Samuel sengaja mengirimkan foto berempat itu untuk mengerjai Arya. Dengan Caption " seperti Couple " di iringi dengan emot tertawa banyak. Di tambah lagi foto Ania yang sedang bermain gitar di benarkan Steve.


" Aku pastikan Arya akan pulang paling lambat pagi esok " kata Samuel tertawa di iringi keempatnya.


Benar saja, Arya yang sedang menyelesaikan tugasnya mengeras rahangnya saat mendapati istrinya memainkan gitar dengan steve.


" David..pesankan tiket malam ini juga untuk ku " kata Arya sambil berlalu pergi keluar ruangan.


David pun penasaran melihat ponsel Arya, karena dia mengetahui sandi atasannya itu. Terlihat Ema sedang bahagia, bersama dengan Samuel.


Dada David ikut bergemuruh melihat kedekatan Ema dengan Samuel.


" Ternyata kamu membuktikan janjimu Sam, maafkan aku. Karena aku tak bisa menepati janjiku " batin David


David lebih profesional dari Arya, karena dia terlihat bisa membawa diri dalam setiap pertemuan ini. Berbeda dengan Arya yang menunjukan wajah dingin dan aura ingin membunuh.


Padahal hari ini weekend, Alleandra sengaja ingin mengajak sahabat lamanya untuk berjalan jalan. Namun Arya menolak dengan alasan dia akan melakukan penerbangan, malam ini juga. Karena David sudah memesanya. Terpaksa David yang menemani Alleandra dan menggantikan Tugas Arya di sini.


" Ternyata kamu seorang model Alle, aku baru mengetahuinya " kata David memulai pembicaraan


" Iya...mungkin bulan depan aku ada pemotretan di jakarta, ada kerjasama dengan agencyku di sini " kata Alle


David hanya menganggukan kepala tanda mengerti.


" David ternyata kamu seperti Arya, sangat irit bicara " kata Alle tertawa. Dia menceritakan banyak persamaan tentang David dan Arya.

__ADS_1


Keduanya tertawa, dan bercanda. Namun David tak bisa merasakan kenyaman saat dirinya bersama dengan Ema yang apa adanya. Karena cinta itu sungguh rumit untuk di mengerti.


" Terima kasih Semua yang sudah meluangkan membaca karya recehanku ini, sampai pada Bab ini. Jangan lupa like ya...untuk buat semangat aku dalam menulis lagi 😘😘😘 "


__ADS_2