
Akhirnya acara yang di gelar dari pagi hingga malam itu pun selesai, Terlihat raut wajah letih dari kedua pengantin itu.
" Selamat menempuh hidup baru ya, semoga kamu bisa bahagia selalu " kata Ania sambil memeluk Ema yang langsung di tarik Arya.
" Suamimu saja tidak pernah kau peluk, untuk apa kamu memeluknya " protes Arya
Ania hanya menatap jutek suami posesifnya itu. Sedangkan Arya seolah tak perduli dengan kemarahan istrinya itu justru menariknya kedalam pelukannya.
" Kamu hanya di ijinkan memeluk suamimu Ania, ingat hanya suamimu. " kata Arya tanpa malu di lihat semua tamu undangan yang masih tersisa.
" Arya lepaskan, jika tidak kamu lepaskan, jangan harap nanti malam bisa tidur denganku. " kata Ania mengancam, karena dia risih dengan orang orang yang melihatnya.
" Sudahlah Ania, lebih baik kamu pulang dan kamu urusi bayi besarmu itu. Sudah saatnya kamu memberinya susu. " kata Ania
Arya pun tersenyum menunjuk Ema. Dia sangat senang karena Ema membelanya. Berbeda dengan Ania dia malu karena Ema berkata dengan sangat kencang, dia hanya menutup mata terpaksa. Begitupun dengan David, dia sedikit risih dengan mulut lemes istrinya.
" Baiklah, aku pulang dulu yach " kata Ania sambil cupika cupiki.
" Selamat ya David, akhirnya kamu mendapatkan istri yang bisa mengajarimu cara bercinta. " ledek Arya sambil memeluk Asisten pribadinya yang hanya di jawab sebuah senyuman oleh David
Orang tua Ema pun mengantar anaknya sampai mobil pengantin yang akan membawanya jauh dari mereka. Terlihat banjir airmata dari ibu Ema, wajar saja karena Ema terlahir anak tunggal. Dan ini adalah pertama kalinya anaknya akan pergi jauh dari pandangannya.
" Kamu jaga baik baik Ema ya nak David, mungkin Ema anak yang manja jadi dia masih sedikit bimbingan, bersabarlah mengahadapinya ya nak. " kata Ibu Ema sambil memeluk menantu barunya
" Aku berjanji akan melindunginya melebihi aku melindungi diriku sendiri bu. " jawab David
" Ku pegang ucapanmu David, jika sekali saja kamu menyakiti anak ku. Bukan hanya jetz pribadi yang ku minta tapi kapal pesiar yang harus kau siapkan untuk menebusnya. " kata Ayah Ema
" Ayah kau itu terlihat sekali tidak tulus merawatku, sampai hanya harta saja yang ayah pikirkan " sungut Ema namun dia tetap memeluk Ayahnya, karena dia tahu orang yang paling menyayanginya adalah orang tuanya.
__ADS_1
" Aku janji ayah. " kata David
" Lihat Ema, suamimu yang berjanji, bukan ayah yang meminta " kata Ayahnya tertawa
Karena David tidak memiliki orang tua, Dia hanya sendiri, hanya keluarga Arya yang dia punya. Dan mereka semua sudah pulang. Akhirnya mereka pun berpisah di lobby hotel. Ema akan mengikuti suaminya ke apartemen milik David
" Sandi aksesnya tanggal lahirmu. " kata David dingin sambil masuk
" Dari mana kamu tahu tanggal lahirku? " tanya Ema
" Jangankan tanggal lahir, dirimu pun aku dapatkan dengan mudah. " kata David sambil melepas jasnya menuju kamarnya.
Ema berdiri di ruang tengah, diamati Apartemen milik suaminya, sangat bersih dan rapi. Dia masih teringat pertama kalinya dia dibawa kemari, sampai dia tidak percaya dengan perlakuan David saat itu.
Ema duduk di sofa kakinya sangat pegal memakai hak yang sangat tinggi, dan dia mulai membuka sepatu itu lalu membuangnya asal.
Ema tak menggubris ucapan David justru merebahkan dirinya di sofa lalu memejamkan mata, dia mulai membuka matanya karena dia seolah sedang melayang diudara karena David mengangkat tubuh rampingnya.
Sekarang Ema diam saja tidak menolak seperti sebelumnya. Pikirannya sudah traveling kemana mana membayangkan David membawanya keranjang. Namun ternyata David menaruhnya di bathup, tanpa melepaskan pakaian pengantinya sehingga menjadi basah.
Ema yang tersadar dirinya ditinggal pergi suaminya keluar pun menggerutu.
" Baru sehari menjadi istrinya saja sudah membuatku jengkel. " kata Ema sambil keluar bathup. Dia melepas semua pakaianya, dan kembali masuk ke dalam bathup. Dia sedikit lebih tenang. Dilihat sebuah lilin aromaterapi menyala, dia tersenyum sendiri, ternyata tadi David masuk menyiapkan air hangat, dan lilin aromaterapi untuknya berendam. Ema memejamkan matanya di hirup aroma itu dalam dalam. hingga ia begitu tenang.
David yang mendapati istrinya tak kunjung masuk ke kamar pun masuk ke kamar mandi, dia menggelengkan kepala melihat istrinya yang sangat sembrono. pertama karena pintu kamar mandi tidak di kunci dan yang kedua kini istrinya tertidur di dalam bath up.
" Ema...! " kata David sambil menepuk pipi Ema
Ema pun membuka matanya di lihat David sedang menatapnya. Ema pun mengalungkan tangan di leher suaminya,
__ADS_1
" David, apa kamu tak ingin melakukan malam pertama kita " tanya Ema tersenyum menggoda
David hanya menggelengkan kepala, Jika disamakan dengan Tuannya mungkin lebih cocok, karena sama sama mesum. Sampai tak melihat tempat dan situasi.
" Bukankah kamu menolak ku waktu itu. " kata David memancing Ema
" Itu karena itu dosa, tapi sekarang kan pahala " jawab Ema sekenanya.
" Bersihkan dulu badanmu, supaya kamu lebih fresh. " kata David bangun namun Ema ikut bangun tanpa dosa dan tanpa selembar kain pun. David yang melihat istrinya bangun pun berbalik melihatnya.
" Ema, apa yang kamu lakukan. Cepat pakai bajumu. " kata David gugup
" Aku mau mandi, kenapa disuruh pakai baju, apa kamu jika mandi memakai baju. " kata Ema sengaja menggoda David
David yang mencoba menahan diri pun sudah tidak kuat lagi, dia mengikuti istrinya yang sedang berguyur di bawah shower tanpa selembar kain pun. Seolah sedang memamerkan tubuh indahnya pada suaminya.
" Ema, kamu yang menginginkannya. jangan salahkan aku jika tak sanggup menahan diri ku. " gumam David yang sudah memeluk istrinya ikut berguyur di bawah shower.
David pun di buat kaget lagi dengan perlakuan Ema yang justru mengalungkan kedua tangannya dan mencium bibir tipis suaminya. Keduanya terlarut dalam suasana indah malam pertama mereka, yang justru malah di lakukan dalam kamar mandi.
Ema tak pernah menyangka jika upaya menggoda suaminya justru menyiksa dirinya, bagaimana tidak hingga dini hari, mereka masih melanjutkan pertempuran mereka di ranjang.
Tak bisa di pungkiri keperkasaan suaminya, membuatnya benar benar kualahan. Malam malam indah mereka lewati berdua saling memberi dan menerima, tanpa ada takut atau malu dari keduanya.
Di cium puncak kening istrinya, dia tidak pernah membayangkan jika istrinya akan berani menggodanya seperti itu. Sangat berbeda dari saat mereka belum terikat suatu hubungan. Walaupun dia dapat merasakan jika dia adalah laki laki pertama yang mengagahinya, namun istrinya ternyata sangat pintar mengimbangi permainan nya.
" Kamu memang selalu memberiku kejutan Ema. Kamu adalah satu satunya wanita, yang bisa membuat sejuta rasa untuk ku. " kata David yang terus menciumi wajah istrinya yang terlelap tidur karena kelelahan melayaninya.
__ADS_1