Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 47


__ADS_3

" Dokter selamatkan istri saya dok. Aku mohon selamatkan istri saya. " kata Arya sangat panik sampai dirinya terlihat pucat.


" Baiklah. Sekarang tanda tangani surat keterangan ini. " kata Dokter sambil menyodorkan berkas permohonan ijin di perbolehkan dioperasi.


Setelah menanda tangani surat tersebut dokter dan perawat tersebut meninggalkan Arya. Dokter memasuki ruang operasi, setelah menunggu beberapa waktu Dokter keluar dengan wajah pucat dan membuka penutup kepala tanda operasi telah selesai.


" Bagaimana keadaan istri saya dokter? tanya Arya cemas.


" Maafkan saya, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Tuhan berkehendak lain. Saya tidak bisa menyelamatkan istri anda. " kata Dokter.


" Tidak mungkin. Tidak.... Ania, jangan tinggalkan aku. Ania... !! " teriak Arya dengan membuka matanya. Disampingnya sudah ada kedua orang tuanya, dan kedua orang tua Ania, juga Aksa di sana.


" Apa yang terjadi padaku ma? " tanya Arya yang terbaring di kamar dengan berselang cairan infus.


" Kami datang kamu sudah dalam keadaan tak sadarkan seperti ini Arya. " kata Arumi


" Ania. Bagaimana keadaan Ania ma. Aku harus segera melihatnya. Dia baik baik saja bukan? " tanya Arya cemas, dia sampai melupakan tangan nya yang tertancap selang infus.


" Aw..... " teriak Arya yang merasakan sakit saat selang infus itu terlepas begitu saja dari tangan nya, karena Arya begitu kencang menggerakan tubuhnya untuk bangun.


Arya tidak menghiraukan darahnya menetes dan juga teriakan mamanya untuk melarang melakukan.


" Arya, jangan seperti ini. Ania baik baik saja. Dia belum bisa di jenguk, karena dia masih di beri obat penenang. " kata Arumi


" Ma... Aku harus menemani Ania. Lepas ma. " Arya masih tidak percaya.


" Arya... Kamu sudah menjadi ayah. jangan seperti anak kecil seperti ini. " bentak papa Arya


Arya terdiam menatap papa nya.


" Jadi dokter memilih anak ku dari pada Ania. Tidak.... Ania....Ania.... " teriak Arya berlari ke ruangan emergency dimana Ania di tempat kan tadi. Tapi ternyata ruangan itu sudah rapi tak berpenghuni.


" Tidak.... tidak....." Arya menangis mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya.


" Ma.... dimana Ania ma? " tanya Arya yang sudah duduk bersimpuh di lantai.


" Ania sudah di pindahkan di ruang vvip Arya. Ania sudah di pindahkan bersama baby mu. " kata Arumi.


Arya segera bangun. Dia meraih kedua tangan Arumi.


" Jadi Ania masih hidup ma. " kata Arya

__ADS_1


" Jelas masih kak Arya. Memang kamu kira kak Ania sudah mati. Kakak ku itu wanita tangguh. Tidak mungkin dia meninggalkan kamu jadi duda. " jawab Aksa yang ijut gregetan liat kakak iparnya begitu rapuh.


" Lagi pula kak Arya ini seorang ceo, di hormati, di segani. Tapi dengan tak tahu malunya menangis meraung raung. Memalukan sekali. Cepat lap ingusmu kak, sebelum bertemu kak Ania. Dia bisa ilfil liat suaminya jadi lebay begitu. " kata Aksa menyodorkan sekotak tisu penuh.


Andini dan Suaminya tersenyum melihat menantunya yang sangat ketakutan kehilangan anak putri mereka. Mereka dapat melihat begitu besar cinta Arya pada Ania.


" Nak Arya, lebih baik sebelum menemui Ania kamu bersihkan dulu wajahmu di toilet terlebih dahulu. Kamu temani kakak mu Aksa. " kata Andini dengan menatap Aksa


" Ayo kak. Jangan permalukan dirimu di depan kak Ania. " kata Aksa dengan menepuk pundak Arya.


Keduanya berjalan menuju ke toilet.


" Ternyata ada kalanya seorang ceo bertindak sangat memalukan ya. Seandainya tadi aku merekamnya, akan aku perlihatkan pada kak Ania.


Setelah membersihkan diri Aksa dan Arya menemui Ania di sebuah kamar pasien yabg sangat luas dan lebar, disana ada ania yang terbaring dengan masih terpasang selang infus. Di sebuah box ada anak mereka yang di sediakan lampu inkubator, dia masih sangat kecil, karena belum saatnya dia terlahir ke dunia.


" Ania... sayang bangun. " kata Arya membelai pipi istrinya, dia bahkan belum melihat anak nya.


Suasana terlihat tenang Aksa menunggu istrinya sadar, hingga hampir tengah malam Ania menggerakan jarinya. Perlahan dia membuka matanya. Dia dapat melihat Arya sedang tertidur disampingnya dengan posisi duduk di kursi namun bersandar di ranjang istrinya.


Ania tersenyum melihat pemandangan ini.


Arya yang mendengar suara Ania sontak terbangun.


" Sayang... kamu sudah bangun? " tanya Arya.


" Iya. " jawab Ania


" Arya dimana anak kita? " tanya Ania karena meraba perutnya sudah rata.


" Itu sayang. Dia masih di inkubator tidak bisa di ambil sembarangan, karena papa yang memaksa di buatkan ruang khusus jadi satu dengan kamu makanya dia bisa ada di samping kita, agar kamu tak perlu khawatir memikirkan dia sayang. " jawab Arya tersenyum


" Sayang anak kita laki laki atau perempuan? " tanya Ania, karena dia ingin memastikan.


Arya terdiam, karena dia sendiri belum melihat wajah anaknya, karena begitu mencemaskan istrinya.


" Anak kalian laki laki sayang. Jawab Andini, yang tak sengaja terbangun karena mendengar Ania sudah tersadar.


*


*

__ADS_1


Tiga minggu berlalu, anak mereka setelah di pastikan sudah sehat bisa di bawa pulang, kebahagian terpancar di keluarga tersebut.


Kedua orang tua Ania dan kedua orang tua Arya berkumpul di kediaman Arya, Aksa pun tak ketinggalan juga hadir disana.


Karena hari ini Arya dan Ania menggelar acara satu bulanan anak mereka. Terlihat Arya berusaha ingin menggendong anak mereka, Arumi yang mengajarinya. Walau terlihat takut karena baby mereka masih sangat kecil tetapi Arya sangat berusaha.


" Wah ternyata ada double couple pengantin baru di sini. " kata Ania. Aksa melihat arah mata Ania hanya bisa melengos menatap wanita yang dulu di cintainya sekarang sudah menyandang istri orang.


Ke tiga wanita itu bercengkerama seolah melupakan permusuhan mereka dulu. Alleandra merasakan kehangatan dari persahabatan ini.


Sedangkan para lelaki mengerumuni sang Ayah baru yang sedang menggendong anak lelakinya.


" Siapa namanya bos? " tanya David


" Memang kau tak bisa baca di depan tertulis Arran Junior. Makanya mata untuk baca bukan untuk menggaet calon orang. " jawab Samuel


" Kamu belum rela? " tanya David


" Tentu sudah. " jawab Samuel mantab


" Bukan kah itu kamu, matamu kau gunakan untuk menikung ku. " jawab Aksa asal


" Jadi kamu naksir Alle? " tanya Arya mengerutkan keningnya karena usia Alle diatas Aksa.


" Dulu. " jawab Aksa


" Jadi kamu suka wanita di atas mu. Tenang saja aku punya satu teman lagi, dia juga sangat cantik teman Alle dulu. Vania... dia juga akan hadir hari ini, karena Alle mengundangnya. Itu dia datang. " kata Arya memperlihatkan seorang wanita yang cantik anggun.


Aksa yang melihat pun begitu terpesona. Dan merasa klik untuk mengejar cinta wanita diatas umurnya itu.


" Ternyata rencana Tuhan itu lebih indah di banding rencana yang kita buat. Terima kasih Tuhan, dan maaf kan aku karena telah berburuk sangka pada Mu. " kata Aksa dengan membuka kedua telapak tangan nya dengan mengucap Amin.


Keempat lelaki itu tertawa bersama mendengar kata Arya. Membuat keempat wanita pasangan mereka melihat ke arah mereka, dan keempat wanita itu berjalan kearah empat lelaki tersebut untuk melihat baby Arran Junior. Kebahagiaan terpancar dari masing masing pasangan tersebut.


SELESAI ❤️❤️❤️



HAY READERKU......BACA KARYA TERBARUKU YA...... LEBIH SERU DAN GREGET...BERMULA DARI KORBAN BISA MENJADI TERSANGKA....BAGAIMANA BISA ??? CARI JAWABANNYA DISINI 🔽🔽🔽


__ADS_1


__ADS_2