
"Kenapa kau selalu merepotkan hidupku, apa tak bisa kau sehari tak membuatku jengkel.." gerutu david
" Memangnya siapa yang mau merepotkanmu, hidupku pun jadi berantakan karena harus satu devisi denganmu,,ingat jika bukan karena saham, aku pun tak sudi harus bekerja sama denganmu.." cerocos Ema karena David menolak mengantar pulang.
Padahal Ema berangkat resepsi dijemput David atas titah Arya. Tapi karena Arya tak mengutus mengantar pulang akhirnya David mengomel.
" Dasar cewek matre.. " kata David
" Jaga ucapanmu David !! " kata Ema sambil menujuk wajah nya.
" Jika bukan matre apa namanya, bertahan hanya karena saham 30%" kata David
" Lalu bagaimana dengan mu ?? kau harus mengabdi dengan Tuan Arya jika bukan karena uang lalu apa ? " Ema memojokan.
Ema yang emosi pun berlalu melewati mobil yang dikendarai David.
" Kau jangan buat masalah ya .... Cepat naik, atau aku akan meninggalkan mu sendiri di sini.." kata David
" Silahkan....aku Emanira Mahesty tidak pernah takut atau tunduk pada siapa pun " jawab Ema berjalan cepat menjauhi mobil yang dikendarai David.
" Dasar wanita gila.... kalau tidak karena Tuan Arya, aku tak sudi berbicara dengan nya " David semakin muak dengan sifat Ema yang keras kepala.
Ema terhenti karena sebuah mobil berhenti menyilang menghalangi jalan nya.
" Ema..." panggil samuel
Ema tersenyum menganggukan kepala lalu berjalan kembali.
Samuel pun turun dan mendekati Ema.
" Ema... sudah malam tak baik wanita jalan sendiri, mari saya antar " tawar samuel
" Tidak terima kasih... saya bisa naik taxi " jawab Ema masih sambil berjalan keluar.
" Apa kita tidak bisa berteman Ema... Aku tulus ingin mengantarmu " kata Samuel sangat hati hati
Ema berpikir sejenak memandang kebelakang, David masih disana.
" Ini sudah malam, belum tentu ada taxi yang masih lewat. Aku janji hanya mengantar mu sampai depan rumah dengan selamat " kata samuel dengan senyum memikat.
" Ema ..." panggil Steve dari mobil nya
" Steve..." gumam Ema
" Maaf Sam...aku lebih baik diantar Steve, karena kami satu jalur,, maaf merepotkanmu " kata Ema sambil berlalu masuk dalam mobil Steve meninggalkan kedua nya.
" Sial..." umpat Samuel.
__ADS_1
David yang melihat teman bos nya ditolak juga pun tersenyum mengejek
" Jangan bilang kau menertawakan ku David.. ku laporkan pada Arya kau !!supaya dipindah ke Afrika menjalankan bisnis disana" umpat Samuel masuk mobil
" Lihatlah wanita barbar dirimu tak ada pun masih meninggalkan kesialan untuk ku " umpat David yang ikut melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
*
*
Semua keluarga yang hadir diacara resepsi ini memancarkan kebahagiaan. Tak luput dengan Arumi yang memamerkan pada semua teman nya tentang menantunya.
Semua prosesi telah berjalan. Kedua orang tua Arya dan Ania memaksa untuk bermalam saja dihotel. Tapi kedua nya menolak, dengan Alasan tak nyaman.
Ania segera masuk kekamar. dia menghapus riasan dan menuju kamar mandi.
Ania mencampurkan minyak aromaterapi mawar di bathup dan menyalakan lilin aromaterapi. Dia ingin menenangkan pikiran nya sejenak. Setelah acara resepsi yang membuatnya kelelahan.
Lama Ania berendam. pikirannya menerawang harus kah dia memberikan saat Arya meminta haknya,, atau mempertahankan sampai tahu kebenaran apa tujuan Arya menikahinya. Apa karena cinta atau ada maksud tersembunyi.
Ucapan Vania masih terngiang-ngiang di kepalanya.
" Apa benar Arya dan Vania ada hubungan ?" batin Ania.
" Aku harus memperjuangkan cintaku,, aku akan membuat Arya mencintaiku " tekad Ania
" Ania....." terdengar Arya memanggilnya.
" Apa kau akan tidur dikamar mandi ? Aku tak mau disalahkan orang tuamu jika kau sakit " Teriak Arya
" Lihatlah...dia tidak memperhatikanku, dia hanya takut disalahkan orang tuaku " batin Ania tanpa memjawab.
Ania keluar sudah dengan pakaian lengkap. Duduk mengeringkan rambutnya yang basah.
Tercium aroma bunga mawar yang harum, menyeruak ke hidung Arya.
" Kau sedang menggodaku Ania ? " tanya Arya mendekat
Ania melihat dirinya dari pantulan cermin, dilihat dia memakai piyama setelan panjang semua.
" Menggoda dari segi apa coba " batin Ania
Arya mencium leher Ania,, Ania diam saja. Tak ada penolakan namun juga tak ada respon membalas.
Arya pun berhenti, melihat Ania dari pantulan cermin Ania membuang muka kesamping. terlihat dirinya tak nyaman.
Karena tak ada respon Arya pun menuju ke kamar mandi. sangat lama Arya disana, entah apa yang dilakukan. Melihat Ania membuat dirinya tak nyaman.
__ADS_1
Arya keluar melihat sekeliling kamar, namun tidak menemukan Ania. Dia berjalan menuruni tangga.
Dilihat Ania sedang membantu bik Irma menyiapkan makan malam.
Arya merasakan kesempurnaan hidup, saat bersama Ania. Dia akan segera pulang saat selesai lelah bekerja, dia merindukan saat saat bersama Ania,, entah melihatnya marah, atau bertengkar dengannya.
Ania yang melihat Arya menyenderkan tubuh ditembok dengan menyilangkan tangan tersenyum pada.
" Ayo kita makan " ucap Ania lembut
Arya menghampiri duduk, Ania dengan telaten mengambilkan makanan. mereka duduk saling berhadapan tanpa suara.
Terlihat seperti pasangan suami istri pada umum nya.
Terdengar suara bel rumah,, seorang wanita masuk diikuti pelayan yang terburu buru, sepertinya ingin melarang masuk,,tapi wanita itu tak memperdulikan.
Arya melihat wanita yang masuk itu, reflek menjatuhkan sendok yang dia pegang.
Ania yang kaget karena Arya menjatuhkan sendok pun, mengikuti arah pandangan Arya.
" Alle..... " nama itu lolos begitu saja dari mulut Arya.
Ania memandang intens wanita itu.
" Alle.... siapa dia ??,wanita ini tidak ada diacara resepsi,mungkinkah saudara Arya yang jauh dan terlambat datang, tapi kenapa Arya kaget " Ania terus berdialog sendiri dalam hati
Wanita itu terus berjalan melewati Ania yang sudah ikut berdiri bersamaan dengan Arya.
" Aku merindukan mu Hubby... " ucap wanita itu berjalan mendekat dan memeluk Arya begitu saja
Deg.....
Sungguh seperti tersengat aliran listrik Ania mendengar kata "Hubby".
Ania melihat wanita itu dengan bingung,,sedang Arya hanya melihat wanita itu tanpa melihat bagaimana perasaan Ania yang melihat mereka seolah sedang berpelukan melepas rindu,, karena tak ada penolak dari Arya saat wanita itu memeluknya erat.
" Mungkin kehadiran saya disini menganggu,, saya permisi " ucap Ania tanpa melihat keduanya.
Dia berjalan menaiki tangga, dengan air mata yang lolos begitu saja. Baru saja dia bertekad akan memperjuangkan cintanya, sekarang hadir lagi wanita lain. Mungkin jika Wanita itu Vania dia akan masih akan berjuang,, setidaknya Arya menganggap nya ada diantara mereka.
Tapi wanita ini lain, terlihat paras cantiknya, anggun dan suara lembut yang menggoda. Penampilan sangat feminim dan Elegant. Terlihat barang branded yang dia pakai memancarkan kecantikan yang sempurna.
Ania berjalan gontai dengan terngiang kata"hubby" merasuki pikiran nya.
" Apa maksudmu Arya, kenapa kamu memberikan harapan palsu untukku, perubahanmu akhir akhir ini bisa meluluhkan hatiku, tapi sekejab kau meluluh lantakkan semuanya " batin Ania sambil menghapus airmatanya yang tak mau berhenti.
" Apa aku juga satu diantara koleksi wanitanya, jika sudah bosan akan dibuang.." pikir Ania
__ADS_1
Hati Ania sangat sakit, tatkala Arya membiarkan dia pergi tanpa mengejarnya.
" Ternyata aku memperjuangkan cinta yang salah " batin Ania dengan deraian airmata