Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 26


__ADS_3

" Sayang...bangun ! Bukan kah kamu akan mengantarku ke bandara? " Arya membangunkan istrinya.


Ania menggeliat, perlahan membuka matanya. Arya sudah siap memakai setelan jas duduk di sisi ranjang dengan tersenyum.


" Bangun... biar aku yang memandikanmu " pinta Arya


" Aku bukan anak kecil, yang harus di mandikan oleh ayahnya. Lagi pula kamu sudah rapi sekali pagi ini " kata Ania


" Aku harus takeoff pukul delapan Ania, ini sudah pukul setengah tujuh " kata Arya


Ania berpikir sejenak, ia teringat hari ini Arya akan melakukan penerbangan bersama Alleandra. Ania tersenyum licik. " Maafkan aku Alle, karena sejujurnya aku tak iklas kau bersama suamiku " batin Ania


Ania merentangkan tangan nya. Dan tersenyum.


" Aku akan bangun jika kamu yang membangunkan aku, aku akan mandi jika kamu yang memandikan aku " kata Ania manja


Arya semalam tidak dapat jatah, karena istrinya ngambek tak jelas pun, segera membangunkan istrinya dan menggendongnya ala bridal style. pelan pelan Arya menurunkan di closed yang tertutup. Dia dengan telaten mempersiapkan air hangat di bathtub.


Benar saja pemikiran Ania. Suami mesumnya itu, pasti akan lupa jadwal penerbangannya jika di rayu demikian. Karena sekarang Arya sudah telanjang dada melepas setelan jas dan kemejanya.


Arya mulai membuka kancing piyama Ania satu per satu. Ania sengaja mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya itu. Entah dapat keberanian dari mana, Ania mulai menyesab bibir tipis suaminya.


Arya yang mendapat perlakuan istimewa dari istrinya pun membalas nya. Ciuman itu berlangsung lama, dengan tangan Arya yang masih membuka pakaian Ania hingga tak tersisa.


Keduanya sangat menikmati pagi yang panas di kamar mandi, dengan beraninya Ania memimpin.


David yang berada dilantai bawah kelimpungan, jadwal yang seharusnya take-off pukul delapan, namun pukul setengah sembilan masih belum terlihat wajah Tuannya turun.


Belum lagi surti yang membuat moodnya buruk, akhirnya David memilih mengunggu di dalam mobil.


Setengah jam yang lalu dia menerima panggilan jika Alleandra memutuskan untuk lebih dulu berangkat. Dia tidak bisa menunggu Arya.


Pukul sembilan terlihat Arya keluar dari rumahnya. David bergegas membuka pintu mobil untuk tuan nya, dan berjalan untuk membuka pintu untuk Ania juga.


David terlihat dingin, pandangannya lurus ke jalanan. Dia sengaja mengganti penerbangan selanjutnya pukul sebelas, supaya dirinya tidak di repotkan lagi.


Arya terlihat sangat bahagia, dia tak menghiraukan David berada di antara mereka. Arya sibuk menciumi pipi istrinya, dia begitu bahagia karena Ania sudah berani mengimbangi permainannya.

__ADS_1


" Sayang... kita tidak akan bertemu dalam waktu lama, mungkin tiga minggu aku di sana." kata Arya


Sedang Ania sibuk dengan ponselnya ber ehem ria tanpa menjawab. Ini adalah bagian dari rencananya, dia ingin mengacuhkan suaminya. Agar Arya menjadi kepikiran Ania saat disana. Dan masih ada satu rencana yang dia buat dengan Ema nanti, setelah Arya berada di sana.


" Sayang... suamimu di sini, kenapa hanya ponselmu yang kau ingat " kata Arya sambil ingin merebut ponsel Ania.


Ania berhenti memainkan ponsel dan meletakan di tas. Dia tidak ingin chat nya dengan Ema di baca suaminya. Ania melihat spion, terlihat David sibuk menyetir tanpa melihat mereka.


" David tak akan berani melihat sayang.. dia adalah sopir terbaik sepanjang masa " kata Arya membanggakan David


" Arya..aku ingin berbelanja dengan Ema nanti " kata Ania mulai bicara


" hmm... lalu? " kata Arya


" Apa kamu tidak akan memberikan kartu kredit, atau debit mu " kata Ania


" David memang kamu belum memberikan kartu Ania? " tanya Arya


" Maaf tuan, saya sudah memberikanya " kata David


" Sayang, memang apa bedanya. Kartumu itu juga no limits " kata Arya


" Tidak aku mau punyamu " kata Ania ngotot.


Akhirnya Arya memberikan ATM, kartu kreditnya beserta pin nya.


" Jadi ini imbalannya? " kata Arya sambil menciumi istrinya. Dia tidak perduli dengan kartu kredit atau Atm nya yang di minta Ania. Karena dia masih punya Atm yang di bawa David tanpa Ania ketahui.


Ania tersenyum, Karena dia sengaja meminta semua kartu Arya, hanya dia takut jika Arya membelikan sesuatu untuk Alleandra kelak disana.


Ania melihat David dari spion, tak ada tanda tanda dirinya melirik Tuan nya, atau ingin tahu apa yang di lakukan Tuanya.


" Kenapa hidupmu kaku sekali David, bagaimana jika aku menjodohkanmu dengan Ema. Pasti akan penuh warna " pikir Ania dengan senyum senyum David yang di kerjai Ema habis habisan tiap hari nya. walaupun sesungguhnya Ema sudah sering menceritakan keromantisan yang di ciptakan Samuel, namun entah kenapa Ania merasa tak rela. Karena samuel notabene seorang playboy dulunya.


" Sayang kenapa kamu melihat dengan tersenyum begitu " kata Arya memergoki istrinya melihat David dari spion dan tersenyum sendiri.


" Tidak Arya..Aku hanya teringat hari ini ada janji dengan Ema dan Samuel " kata Ania yang mencoba memanas manasi David namun tak berhasil karena bergeming.

__ADS_1


" Lalu apa yang membuat mu tersenyum " tanya Arya


" Aku hanya tersenyum saat melihat Samuel sangat romantis pada Ema, sungguh pasangan serasi " kata Ania melihat spion lagi dan kali ini sedikit berhasil. Karena terlihat aura kebencian disana.


" Memang apa yang di lakukan samuel, sampai bisa menaklukan hati teman mu itu " tanya Arya


Ania mencoba membisikan sesuatu pada Arya. Dan di saat itu, David melihat spion karena penasaran.


" Kena kamu David. Aku tahu kamu sebenarnya menyukai Ema. Jadi lebih mudah untuk menyatukan kalian." batin Ania


Sampailah mereka di bandara. Terlihat Arya memeluk istrinya erat. Seperti tak ingin untuk melepaskannya. Karena setelah menikah inilah awal pertama mereka harus terpisah jarak yang jauh.


" Sayang.. apa kamu tak merasa sedih?" tanya Arya


" Kenapa ? saat kamu disana, pasti akan merasakan rindu yang berat. Sampai kamu tidak bisa berlama lama di sana dan akan segera pulang " kata Ania


" Mana mungkin. kamu yang akan merindukan aku. Dan akan menyusulku " kata Arya percaya diri.


" Kita lihat ya.. Jika kamu pulang sebelum waktunya, kamu harus mengijinkan aku bekerja " kata Ania spontan


Namun Arya tak membalas, langsung mengulum bibir istrinya.


" Itu hukuman karena sudah berani melanggarku " kata Arya tersenyum


" Aku tak mengijinkanmu memikirkan untuk bekerja. kamu hanya ku ijinkan untuk memikirkan aku " kata Arya sambil mencium kening istrinya.


" Dasar suami mesum " gerutu Ania.


Ania tak pernah menyangka, jika Arya bisa menyayangi nya. Dia bisa mendapatkan cinta seorang Arya utama yang dulu di kaguminya.


" Aku tak akan pernah berhenti untuk memikirkanmu " kata Ania tersenyum


" Maaf Tuan, pesawat kita sebentar lagi take-off " David mengingatkan


" Jaga dirimu,menyetirlah dengan pelan " kata Arya sambil membelai rambut istrinya.


" kamu juga jaga dirimu baik baik " kata Ania sambil mencium tangan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2