
Ema memakai pakaiannya kembali. Dia sama sekali tak menjawab setiap perkataan David. Dia berdiri di depan pintu, berharap David mau membuka pintunya.
David menurunkan egonya, dia berlutut di hadapan Ema memohon maaf. Namun Ema bergeming, dia seolah syok dengan apa yang terjadi.
Terpaksa David pun membuka pintu, dia ikut keluar dan akan mengantarkan Ema pulang. Tapi Ema berlari dan memberhentikan sebuah taxi yang lewat.
David hanya bisa menerima, dia memberi ruang pada Ema agar tidak semakin membencinya. David takut, jika semakin dia memaksa Ema untuk diantar pulang, itu akan membuat Ema semakin marah. Dia pun hanya mampu memandang taxi yang di kendarai Ema sampai tak terlihat. Barulah dia berbalik ke apartemen nya. David pun menyesali ke khilafannya. Sungguh ini adalah kali pertama David sangat lepas kontrol. Di banting semua barang barang yang ada di apartemen itu. Dirinya terduduk di lantai dan mengingat semua yang ia lakukan pada Ema. Dia benar benar menyesal.
Ema menangis di dalam taxi, dirinya benar benar di kejutkan dengan kejadian hari ini. Dia yang mendapatkan pengakuan dari dua lelaki tampan, dan yang paling tidak ia sangka adalah perlakuan David padanya. Dia tak pernah terpikir jika David bisa melakukan itu padanya.
Sampai di rumah Ema langsung menuju kamar dan menguncinya. Tak dia hiraukan ibunya yang memanggil namanya. Dia segera mandi dan mencuci semua tubuhnya, dia masih membayangkan saat saat David mencumbunya. Dia menggosok gosok bagian yang di cium David dengan sangat keras dan menangis lagi. Ini untuk pertama kalinya Ema merasakan kecewa yang amat sangat. Karena selama ini tak ada yang berani menyentuhnya. Tapi David berani melakukan walaupun tak sampai merenggut mahkotanya. Dan parahnya Ema sempat menikmati permainan David. itu yang membuat Ema kecewa dan marah pada dirinya sendiri.
Pagi ini David berangkat pagi sekali, karena dia ingin melakukan itikat baik untuk menjemput Ema ke kantor. Tapi ternyata dirinya kalah dengan Samuel yang sudah lebih dulu parkir di depan rumah Ema.
Samuel menatap muak pada David.
" Dasar munafik, bukankah kamu tak akan mengejar Ema, lalu sekarang kamu mau apa? Lebih baik kamu pergi karena aku yang selalu mengantarnya. " kata Samuel saat David turun dari mobilnya.
" Bukankah waktu itu kamu juga bicara untuk berhenti mengejarnya, lalu sekarang kamu mau apa. Sesama Munafik jangan saling mencela. Mari kita bersaing, apa pun yang jadi keputusan Ema nantinya kita terima dengan lapang dada. " kata David sambil menepuk pundak Samuel.
" Benar, kamu harus menerima dengan berlapang dada jika Ema akan lebih memilih diriku. " kata Samuel seolah mengejek.
" Sayangnya, itu tak akan mungkin terjadi. " balas David tersenyum licik
" Kamu... ! " kata Samuel dengan menunjuk David.
" Hlo nak Samuel dan Nak David di sini. Bukannya tadi Ema sudah ijin dengan pak David ya? Mungkin Ema langsung bicara dengan Nak Arya tadi. " kata Ibu Ema
" Memang Ema tidak kerja bu? " tanya Samuel
" Tidak nak. Maaf merepotkan Ema tidak mengabari. Mari masuk ke dalam nak jangan di jalan seperti ini. " kata ibu Ema
__ADS_1
" Terima kasih bu, kami ada keperluan yang perlu di bahas. " kata David sambil menarik Samuel ke mobilnya.
" Aku tak sudi satu mobil denganmu. " kata Samuel jengkel karena sebenarnya dia ingin menemui Ema namun David sudah menarik dan berpamitan.
Ibu Ema hanya tersenyum melihat dua lelaki tampan yang seperti anak kecil memperebutkan anak putrinya.
David langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Tuannya.
Masih terlalu pagi untuk Tuan Arya ke kantor. Karena semenjak menikah Arya selalu berangkat agak siang.
Tak lama yang di tunggu pun muncul keluar.
" Tuan, Ema...? " kata David
" Iya tadi dia sudah memberitahuku, jika dia ingin melanjutkan s2nya di Ankara. Mulai hari ini kamu harus mencari pengganti Ema David kata Arya sambil mencium puncak kepala Ania.
Ania menatap David, menelisik sebuah jawaban.
David menatap kedua Tuannya dan menunduk.
" Mungkin David terlalu menekannya, sudahlah sayang. Aku akan memotong gaji David bulan ini. " kata Arya sebenarnya ingin membela David tapi takut istrinya ngamuk.
" Maafkan saya Tuan, saya khilaf melakukannya pada Ema. " kata David menunduk
" Lakukan apa David, katakan? " kata Ania Emosi dan ancang ancang mencakar wajah David
Arya pun memeluk Ania, agar tidak terlalu emosi.
" Maafkan saya Nona. Saya akan bertanggung jawab. " kata David
Ania sudah tak bisa menahan emosinya pun mencakar cakar wajah David dan memaki sumpah serapah.
__ADS_1
" Sudah sayang, bukankah David akan bertanggung jawab. " kata Arya melerai dengan memeluk Ania. Arya tak tega melihat wajah david sudah berdarah darah seperti di cakar kucing.
" Tapi Ema akan pergi Arya, Bagaimana jika dia bertindak yang tidak tidak di sana. Bagaimana jika dia hamil dan menggugurkannya. " kata Ania
" Kamu harus membantu menunda keberangkatannya sayang. Aku akan membantu David nanti malam kesana. " kata Arya
" Benarkah Tuan? Terima kasih Tuan. " kata David, tak sia sia dia berbohong pada dua majikannya.
" Maafkan aku Ema, bagaimana pun kamu harus menjadi wanitaku " batin David
" David apa pun yang aku ucapkan nanti di sana, kamu jangan sekali kali menyangkalnya. Dan apa pun yang terjadi di sana, diam dan terimalah. " kata Arya
Arya masuk ke dalam mobil, saat David berbalik ingin masuk mobil Ania mencekal tangannya.
" Jika terjadi sesuatu pada teman ku, aku tak akan memaafkan mu. " kata Ania melotot
" Tidak akan Nona, saya akan melindungi Ema melebihi saya menjaga diri saya. " kata David menunduk kan kepala dan masuk ke mobil.
*
*
Arya dan David memasuki rumah Ema, disana sudah ada kedua orang tua Ema, namun Ema dan Ania sedang berada di kamar Ema. Badan Ema sedikit pusing. mungkin karena masih syok.
" Begini Tuan, maksut dan kedatangan saya di sini untuk meminang putri anda. " kata Arya bijak
" Anda jangan bercanda Nak Arya, Ania sedang di atas jika ingin menjemputnya. " kata Ayah Ema
" Saya serius Tuan, saya ingin meminang Anak anda, tapi bukan untuk saya tapi untuk David. " kata Arya
" Itu semua tergantung pada Ema Nak Arya, saya tidak ingin mencampuri urusan anak muda. Karena nantinya merekalah yang akan menjalani. Berumah tangga tidak lah mudah, saya tidak berani untuk memaksakan. " kata Ayah Ema yang mengetahui jika Ema sedang dekat dengan Samuel, bukan dengan David. Karena selama ini yang sering mengunjungi anak gadisnya adalah Samuel.
__ADS_1