Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 34


__ADS_3

Alleandra harus menerima kenyataan pahit, saat melihat David dan Ema mengucap janji suci mereka.


keinginan nya untuk menggapai cinta David, kandas sudah. Awalnya dia ingin memberi surprise pada David, untuk menepati janjinya pada David. Saat ada pemotretan di Bali akan mampir. Namun saat dia singgah di kantor, tak ada satu pun karyawan yang masuk. Dan menurut warga yang dekat dengan kantor mengatakan, jika Bos yang bernama David sedang melangsungkan pernikahan di sebuah Gedung mewah.


Akhirnya Alleandra pun menanyakan keberadaan David, dengan langsung menghubungi ponselnya. Dan benar saja, David mengatakan, jika dirinya akan menikah hari ini bahkan menyuruh Alleandra untuk ikut hadir pula ke acara pernikahan nya.


Alleandra yang seolah tak percaya pun, menunjukan sebuah alamat yang di kirim David lewat aplikasi WhatsApp, pada sopir taxi yang ia tumpangi sekarang.


Dengan dada bergemuruh, Dia melangkah kan kaki masuk ke sebuah gedung megah. Di depan tertera sebuah papan pengumuman Pernikahan Ema dan David. Dan banyak rangkaian bunga yang mengucapkan kata selamat menempuh hidup baru Ema dan David.


Alleandra berpikir David memiliki rasa yang sama, karena selama ini David selalu menunjukan sikap yang hangat pada nya. Bahkan David menyempatkan Menuruti kemauan Alleandra, untuk menemaninya berjalan jalan di sela kesibukannya.


Ternyata itu semua di salah artikan oleh Alleandra. Dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk melupakan Arya, dan saat hatinya sudah berlabuh, ia justru harus menerima kenyataan jika David kini menikah.


Di lihat David yang sudah mengucap kan ijab dan qabul mencium kening Ema. Terlihat raut bahagia dari wajah David. Seolah ingin menunjukan pada dunia, jika dirinya lah orang paling bahagia saat ini.


Alleandra menatap kelu dua lelaki tampan yang sempat mengisi hatinya, sudah ada dua wanita cantik yang sudah berdiri mendampingi mereka.


Alleandra segera melangkah keluar meninggalkan acara itu, sebelum ada satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan nya di sini.


Akhirnya airmata yang dia tahan dari tadi, keluar sudah membanjiri pipinya, dia merutuki kisah cinta nya yang selalu bertepuk sebelah tangan.


" Kita akan kemana Non? " tanya sopir taxi, karena Alleandra hanya duduk dan menangis tanpa memberitahukan kemana tujuan selanjutnya.


Alleandra tidak terlalu tahu wilayah jakarta, untuk sementara waktu ini, yang dia butuhkan adalah sebuah ketenangan.


Alleandra teringat jika David pernah membawanya ke sebuah bar, dan David pernah cerita jika siang hari Bar itu akan buka di halaman belakang sebuah kafe. Alleandra berpikir mungkin dia bisa memesan sedikit wine di sana.

__ADS_1


Alleandra menyuruh sopir taxi membawanya ke kafe tersebut.


Benar saja apa yang di ucapkan David, di halaman belakang bar itu menyuguhkan pemandangan yang begitu asri, begitu teduh karena banyak pohon pohon yang tertata rapi, seperti sengaja di tanam di sana.


Alleandra mencari tempat kosong, dan yang menurutnya nyaman.


Seorang pelayan menghampirinya dan menanyakan pesanan.


" Bisakah aku memesan wine? " tanya Alleandra


" Maaf Nona, jika siang hari kami tidak melayani. " kata Pelayan itu


" Tolong lah, saya mengenal atasan kalian, Samuel temanku " kata Alleandra


Pelayan itu nampak ragu, namun dia juga menghampiri Samuel di ruangan nya. Pelayan itu menyampaikan keinginan Alleandra. Samuel yang sebenarnya sedang kacau, karena mendengar pernikahan Ema, menjadi semakin emosi.


Pelayan itu pun mengantarkan Samuel menemui Alleandra. Tadinya Samuel ingin meluapkan emosi, namun saat melihat wajah Alleandra yang bengkak karena terlalu banyak mengeluarkan airmata, Samuel pun mengurungkan niatnya.


" Ada apa denganmu Alle? " tanya Samuel heran melihat sahabat temannya kembali ke Indonesia.


" Aku hanya ingin sedikit wine, bisa kah kamu mengecualikan aku untuk sehari ini saja. Plis " kata Alleandra dengan mengatupkan tangan nya.


Samuel sebenarnya sedang membutuhkan seseorang untuk menemaninya minum. Dia pun ingin melupakan sejenak sakit hatinya. Dia berpikir sejenak, lalu mengajak Alleandra masuk ke dalam ruangannya.


" Aku takut membuat iri pelanggan yang lain. kamu bisa ikut ke ruangan ku, itu pun jika kamu mau. " kata Samuel memberi penawaran.


" Baiklah. " jawab Alleandra tanpa berpikir panjang, dia pun meraih tas kecilnya dan beranjak berdiri. dia mengikuti langkah Samuel dan masuk ke sebuah ruangan tertutup. Bisa di katakan mungkin ini ruang kerja Samuel. Di sana ada meja kerja, sofa, kamar mandi, bahkan sebuah ranjang.

__ADS_1


" Apa kamu tidur di sini Sam? " tanya Alleandra yang melihat ruangan itu sudah seperti tempat kost.


" Kadang kadang. Jika aku malas untuk pulang ke apartemen, aku memilih beristirahat di sini. Karena sama saja menurutku. " jawab Samuel


Samuel pun menuangkan segelas wine merah untuk Alleandra.


" Sejak kapan kamu di Indonesia? Dan ada apa denganmu, kenapa mata mu bengkak? tanya Samuel


" Kamu tahu sam, hidupku sungguh mengenaskan. Aku mencintai Arya, namun kami tidak bisa bersatu. Dan saat aku melabuhkan hati ku untuk David, ternyata dia tidak mencintaiku. Aku menyalah artikan kebaikannya selama ini. " Alleandra kembali menetes kan airmata.


" Aku pikir kamu ada di acara pernikahan itu. Bukan kah kalian berteman, kenapa kamu tidak hadir di pesta semewah itu. Pasti wanita itu sangat bahagia, mendapatkan cinta David. Bahkan David merelakan banyak uang untuk membuat pesta semegah itu. " Alleandra sambil mengingat pesta pernikahan itu. yang pasti tidak cukup uang milyaran.


" Untuk apa aku hadir di acara pernikahan orang yang ku cintai, bukan kah hanya akan menyiksa hati seperti dirimu. Lebih baik aku tak melihatnya sama sekali. Lagi pula David sudah berbuat licik dalam mengejar cinta Ema. " terang Samuel


" Jadi kalian mencintai orang yang sama, sungguh beruntung wanita itu. Tidak sepertiku, mencintai dua lelaki tampan tapi hanya bertepuk sebelah tangan. Mengenaskan. " kata Alleandra tersenyum getir.


" Sudahlah, mari kita bersulang untuk hari patah hati kita. " kata Alleandra yang sudah sedikit terkontaminasi alkohol.


Mereka pun saling bersulang, saling memuji, bahkan saling mengolok dalam perbincang yang tak jelas. Mereka sudah lepas kontrol hingga hilang setengah kesadaran mereka.


Samuel membelai rambut Alleandra dengan pandangan samar samar, dia menatap Alleandra seolah Ema yang sedang tersenyum. Samuel menciumi bibir tipis itu dan menyesapnya. Namun siapa sangka Alleandra juga membalas ciuman itu, mereka saling berpagut bertukar saliva, tanpa adanya paksaan.


Samuel terus menciumi setiap lekuk tubuh Alleandra, hingga keduanya sudah sama sama tak mengenakan satu pakaian pun. Samuel menerobos masuk mengambil sesuatu yang berharga dari diri Alleandra, yang sesungguhnya bukanlah haknya. Samuel tak pernah merasakan kenikmatan yang belum pernah ia dapatkan dari wanita wanita yang ia tiduri. Ia begitu bersemangat mendengar ******* Alleandra, yang seolah meminta lebih dari yang ia berikan.


Keduanya melakukan itu, tanpa adanya ikatan cinta atau sebuah rasa, namun mereka melakukan itu, juga bukan karena paksaan. Hanya sebuah rasa saling memberi dan saling menerima yang mereka dapatkan. Tanpa adanya kesadaran dari keduanya, membuat mereka larut dalam permainan yang seharusnya tidak mereka lakukan.


__ADS_1


__ADS_2