
Hari ini Ania merasakan kebahagiaan, kedua orang tua, adik dan mertuanya datang. Mereka memutuskan untuk bersantai di halaman belakang rumah setelah papa dan papa mertuanya datang bersamaan.
Mereka terlihat sangat menikmati kebersamaan. Para papa mereka memisahkan diri bermain catur.
Berbeda dengan Arya, hari ini dia sengaja mengambil cuti untuk mengurung istrinya seharian di kamar, justru di kacau oleh kedua orang tua dan martuanya. membuatnya sedikit kesal.
" kak Ania apa yang kamu lakukan, sampai kak Arya yang dulu angkuh berubah jadi bucin akut seperti itu " tanya Aksa sengaja mengejek Arya.
" Memang dari dulu Arya sudah cinta Aku,cuma...." mulut Ania langsung di bungkam Arya, sampai tak bisa melanjutkan kata kata nya.
" Sayang.... jangan bikin malu di depan Aksa dong " bisik Arya
" Cuma apa kak? " Aksa semakin penasaran, dia seolah mendapat bahan untuk mengejek Kakak iparnya.
" Memang benar Arya? kamu cinta sama Ania dari sebelum perjodohan? " tanya Mama Arya
" Pantas saja,, buru buru suruh ngijab pin " kata mama Arya.
" Bukan nya Ania kemarin yang kebelet " jawab Arya sambil menaik turun kan alisnya.
Ania langsung melotot.
" Enak saja..." kata Ania tak mau kalah
" tapi enak kan sayang..." bisik Arya tepat di telinga Ania. Arya tau kelemahan Ania di telinga nya, karena setiap Arya ber bisik pasti Ania merasakan kegelisahan.
Dengan segera Ania menjauhkan wajah Arya dari telinga nya. Tapi Arya kembali lagi menaruh wajah nya di pundak Ania lagi. Arya tak malu sesekali mencium leher istrinya di depan orang tua atau mertuanya.
" Kak... udah sore, aku pulang dulu saja ya.." kata Aksa pada Ania
" Kamu gak mau nginep aja " kata Ania menawarkan.
" gak kak..." jawab Aksa sambil ingin mencium pipi kakaknya namun dihalangi wajah kakak iparnya.
" Dasar Posesif.... cari aja yang lain kak.." kata Aksa meledek lagi.
__ADS_1
" Apa kamu bilang? dasar adik ipar durhaka kamu ya..." kata Arya
" Ku sumpahin kamu jadi suami super posesif dan bucin dari aku " kata Arya lagi
" Tidak akan, aku tak kekurangan wanita. Jadi aku tak kan jadi suami takut istri. Tidak seperti kakak, sekolah sampai tua, giliran menikah dapat cewek yang galak. sungguh buruk nasib kakak ipar ku " kata Aksa sambil ancang ancang kabur. karena pasti akan di pukul kedua kakaknya.
" Awas kamu aksa..." teriak Ania.
para orang tua hanya bisa senyum senyum dengan kelakuan anak anak mereka.
" Kenapa Aksa sekarang jadi sering mengejek Arya ya " kata Ania
" Bagaimana tidak mengejek, suami tak malu seperti itu. Sudah tahu ada orang tua, masih saja lengket seperti perangko kaya gitu " gerutu Arumi mama Arya
" Kaya mama tak pernah muda saja " kata Arya
" Tapi itu aneh Arya, aku dulu berpikir kamu itu tidak tertarik pada wanita " jawab Arumi
" Itu karena hati Arya sudah di ambil Ania ma.." Arya menjawab sambil tersenyum manis pada istrinya.
" Sekarang memang Aksa sudah jauh berubah Ania, Semenjak kamu pindah, dia jadi pulang malam. bahkan malam pergi lagi " kata Andini menimpali
" Mungkin dia kesepian Ania, dulu ada dirimu yang selalu menemami, makanya sekarang dia lebih aktif berbicara. Dari pada dulu yang pendiam " kata Andini
" Mungkin Arya udah ada pacar kali ma " kata Arya asal
" Bisa jadi.." kata Andini tersenyum.
" aku rasa Aksa belum bisa jatuh cinta deh..mungkin dia kesepian di rumah saja. Karena biasanya dia selalu cerita kalo lagi deket atau di deketin cewek. Mama sih...masih saja sibuk " Ania menyalahkan ibunya.
" Itu dia masalahnya sayang... Aku nglarang kamu kerja, aku pengen kamu ada waktu untuk anak anak kita kelak. Karena aku ingin banyak anak sayang " kata Arya
" Tapi kan aku belum hamil, masa sudah harus berhenti bekerja dari sekarang " Ania protes, sebenarnya dia masih ingin tetap bekerja.
" Kamu harus membiasakan diri dari sekarang, dengan mengganti hobi barumu, memasak atau berkebun " kata Arya
__ADS_1
Ania hanya tersenyum kecut. Dia sebenarnya paling tidak suka memasak atau berkebun seperti keinginan Arya. Karena dia lebih suka pekerjaan yang mengasah otak. bukan tenaga.
" Iya sayang....mama juga udah mau pensiun kok, mama mau ngurus cucu saja " kata Andini membelai rambut anaknya
" Arya menuruni sifat papanya Ania, dulu papanya menyuruhku berhenti bekerja setelah kami menikah, tadinya aku seperti kamu, masih ngeyel ingin bekerja. Tapi setelah aku hamil dan melahirkan Arya waktu itu terasa cepat Ania. Makanya beri kami banyak cucu supaya dapat membantu mengurus " kata Arumi tersenyum lembut
" Tenang saja ma, habis ini akan kami buatkan cucu yang banyak, sampai kalian kewalahan " kata Arya
" Enak saja...aku gak mau. Aku cukup mau dua anak seperti mama " kata Ania
" Tidak sayang aku mau punya anak sepulu " supaya bisa main bola lengkap sebelas orang
" main sebelas kok sepuluh anak nya " kata Ania tak mengerti
" Nanti yang ke sebelas ayahnya " kata Arya.
" Tidak... aku tak mau ternak anak " Ania ngeyel, dia membayangkan harus hamil berkali kali atau melahirkan sepuluh kali, membuatnya merinding. karena yang dia tahu melahirkan itu sangat sakit dan bertaruh nyawa.
" Tidak sayang... kamu harus melahirkan Arya Junior yang banyak " kata Arya ngotot.
Ania hanya bisa menghela napas, mendengar jawaban suaminya yang menginginkan dirinya melahirkan banyak anak.
" Sungguh malang nasibku, punya suami sangat posesif dan sangat serakah " kata Ania
" Aku serakah hanya dengan kamu sayang " kata Arya sambil mencium pipi Ania dari belakang.
" Kamu ini ada orang tua mu masih saja main nyosor Arya " gerutu Arumi melihat kasian pada Ania yang tidak di ijinkan duduk sendiri.
" Ini turunan ma, aku sering melihat papa menciumi mama kalo di rumah " jawab Arya.
Arumi langsung merona, karena sebenarnya yang di katakan Arya benar adanya. Setiap dirumah suaminya tak mau melepaskan pelukan. apalagi jika sudah berdua papa Arya tak ingin menyia nyiakannya waktu untuk memadu cinta.
Terlihat Surti dari depan,mendekati kedua keluarga tersebut.
" Tuan ada tamu.." kata surti tak enak menganggu
__ADS_1
" Siapa " Tanya Ania
Namun surti hanya terdiam, dan melihat Arya.