Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 29


__ADS_3

Ania merebahkan tubuhnya di karpet bulu, di depan perapian.


" Maaf Nona, anak saya sedang sakit. Bolehkah saya ijin pulang kampung satu minggu bersama istri saya " ujar mang Ujang takut takut.


" Bisa mang, tidak apa apa. Semoga anak mamang lekas sembuh ya. " kata Ania tersenyum


" Terima kasih Nona, anda baik sekali. " kata mang Ujang.


" Tunggu, ini ada sedikit uang untuk biaya anak mamang. Tapi maaf jika hanya sedikit, soalnya hanya itu uang cash saya. " jawab Ania menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu.


" Tidak usah Nona, simpan saja buat Nona, jika sewaktu waktu membutuhkan " kata mang Ujang.


" Tidak apa apa, disini dekat Atm. nanti saya akan kesana. Mamang lebih membutuhkan dari pada saya. " jawab Ania


" Terima kasih sekali Nona, semua keperluan sehari hari sudah saya siapkan di kulkas Nona. Jika anda ingin berlama di sini, saya bisa menelpon keponakan saya untuk menemani Nona. " kata mang ujang.


" Tidak usah mang, mungkin saya hanya sebentar kok " jawab Ania.


" Baiklah. Saya permisi Nona " kata mang ujang sambil berjalan ke rumah belakang.


Ania kembali duduk di perapian dan memainkan ponsel. Terlihat banyak panggilan dari suaminya. Ania meletakan ponselnya ke lantai. Dia keluar melihat pemandang puncak yang asri.


Tak membutuhkan waktu lama, anak buah Arya sudah menemukan keberadaan Ania. Karena di mobil yang di naiki Ania terpasang GPS. sehingga memudahkan pencarian mereka.


" Selamat Pagi Tuan, saya sudah menemukan keberadaan Nona Muda. dia sedang berada di villa pribadi miliknya. " kata anak buah Arya.


" Bagus. Kamu jaga istri saya baik baik, dan kirimkan alamat itu segera " kata Arya meraih jaket keluar.


" Baik Tuan. " kata anak buahnya.


Arya dengan tersenyum, berjalan tergesa gesa. Bahkan sekarang dia hanya mengenakan celana pendek dan kaos saja ditambah Jaket, namun terlihat sangat tampan dan cool. Dia menyalakan mesin sendiri, tak ingin di sopiri.


Ania melihat ada mobil yang terpakir di depan gerbang villanya, dapat di ketahui jika itu mobil sport Arya. Dia hanya melihat sekilas. lalu menutup gordennya agar tidak terlihat. Dia tidak menyangkan Arya dapat menemukan dirinya dalam waktu singkat.


Terdengar bunyi bel gerbang yang ia sudah kunci. Karena dia sedang sendiri, ia takut terjadi apa apa. Terdenganr bunyi ponsel berdering. tertera nama Arya di sana. Ania tidak mengangkat. Dia masih kecewa dengan sikap egois Arya. Dia pergi dengan mantan kekasihnya, namun dia melarangnya untuk berteman dengan orang lain. Hingga panggilan mungkin sudah ke sepuluh kalinya Ania mengangkat.


" Pulanglah Arya, biarkan aku sendiri dulu " kata Ania dalam panggilan

__ADS_1


" Buka pintunya sayang. Aku tak akan pulang jika tidak bersamamu " kata Arya memohon


" Tidak. aku ingin kamu merubah sikap kasarmu padaku. Biarkan kita sendiri sendiri dulu, untuk saling menenangkan " kata Ania


" Aku..." tut...tut..Terdengar suara ponsel yang di matikan sepihak oleh Ania, padahal Arya masih ingin berbicara


Arya bersandar di mobil mewah miliknya. Dia menyuruh semua anak buahnya untuk mencari penginapan, karena cuaca sangat mendung gelap. padahal hari masih siang


Arya masih berdiri melihat kosong villa milik keluarga istrinya. Tak berapa lama hujan gerimis mulai turun, dan bertambah deras. Arya masih berdiri di depan gerbang dengan berjalan gontai lalu lalang.


Ania melihat dari tirai yang di bukanya, terlihat suaminya masih berdiri dan basah kuyup.


" Kenapa kamu keras kepala Arya " kata Ania. Dia berjalan kebelakang mencari payung, dia mendapat sebuah payung besar di rumah belakang. Dia bergegas keluar, sungguh hatinya tidak tega melihat suaminya basah kuyup karena hujan.


Di buka gerbang, dan di berdiri di belakang suaminya yang memungginya, karena Arya tidak menyadari keberadaannya. Hingga Arya merasa teduh dia melihat payung yang memayunginya dari hujan. Dia berbalik dan menatap istrinya. Terlihat wajah pucat Arya, karena terlalu lama kehujanan.


" Kenapa kamu keras kepala Arya " kata Ania


" Karena aku mencintaimu Ania " jawab Arya yang terus menatap mata istri tercintanya.


" Lihatlah dirimu basah kuyup, karena kamu begitu keras kepala " jawab Ania dengan nada sedikit memarahi


" Kamu selalu saja menyalahkan orang lain. " kata Ania menggerutu


Arya mencium bibir istrinya di bawah hujan deras yang mengguyurnya. ciuman itu berlangsung lama, karena Ania pun membalasnya.


Arya tersenyum, Ania membalas ciumanya.


" Itu hukuman karena kamu mengabaikanku " kata Arya yang mulai mencium Ania lagi


" Dan ini hukuman karena kamu selalu menjawab jika aku bicara " kata Arya yang ingin mencium istrinya lagi, namun Ania memghindar


" Mau berapa lama kita akan berhujanan, lihat wajahmu sudah sangat pucat. Mari kita masuk " kata Ania


" Aku rela melakukan apapun, jika itu untuk dirimu Ania " kata Arya lembut


" Bagaimana jika aku menyuruhmu, terjun ke jurang. Apa kamu akan melakukan juga " kata Ania menggoda

__ADS_1


" Tak masalah. Jika itu bersama dirimu " kata Arya


" Dasar keras kepala " kata Ania


Mereka berjalan bersama menuju ke dalam villa. Ania membantu mengeringkan rambut Arya dengan handuk yang dia bawa dari kamar. Arya duduk berdiri di depan perapian. Ania berjinjit membantu mengeringkan rambut suaminya, karena Arya tak mau merunduk.


" Menunduklah, apa kamu tak melihat aku kesulitan. Kamu tinggi sekali Arya. " kata Ania protes


Arya pun menundukan kepalanya di di depan wajah Ania. Arya terus memandangi istrinya.


" Kenapa kamu melihatku seperti itu, Bukalah bajumu aku sudah menyiapkan baju ganti milik papaku, mungkin sedikit kebesaran. " kata Ania memberikan handuk pada Arya karena Ania tersipu Arya terus memandanginya.


Arya menggapai tangan Ania karena ingin meninggalkanya.


" Akan ku buatkan teh , untuk menghangatkan tubuhmu." kata Ania


" Bukankah ada dirimu yang menghangatkan ku, apa kamu tidak merindukanku Ania? " kata Arya yang sudah telanjang dada karena dia sudah membuka kaosnya.


" Arya, ini masih terlalu pagi untuk itu " kata Ania gugup


Walaupun sudah hampir tiga bulan mereka menikah, namun Ania masih malu.


" Apa ada larangan suami istri melakukan di pagi hari? " kata Arya yang semakin memeluk istrinya.


" Tidak. Tapi sebaiknya kita sarapan dulu. Pasti kamu belum makan. ah..iya kamu pasti kelaparan kan? " kata Ania salah tingkah karena tatapan suaminya sudah siap memangsanya.


" Kenapa kamu masih malu Ania, ini bukan yang pertama kalinya. Bahkan kamu sudah menggodaku lewat videocall itu " kata Arya


Ania hanya memejamkan matanya rapat, dan merutuki kebodohannya. Kenapa dia harus menuruti kata kata Ema, agar Arya segera kembali.


" Itu karena Ema yang memaksaku, sudahlah Arya kita sarapan dulu, aku akn membuatkan omelette untukmu " kata Ania membujuk. Karena dapat di pastikan jika mereka melakukan sekarang akan melewatkan waktu sarapan dan makan siang


" Oh ya, aku akan sangat berterima kasih pada Ema, karena mengajarimu menjadi istri yang baik. Dan aku tidak tertarik memakan sarapan buatanmu. Karena aku lebih tertarik memakanmu sekarang.


Kata Arya yang sudah mulai mencium Ania. Arya mencium leher Ania dan meninggalkan jejak biru di sana. Sejak dia pergi ke italy leher Ania sudah mulai bersih dari tanda kepemilikanya. Ania mulai mendesah dengan permainan Arya.


Keduanya melepas kerinduan mereka, di depan perapian sebagai saksi bisu atas begitu besar rasa cinta Arya yang ia ungkapkan dengan perlakuan.

__ADS_1



__ADS_2