Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 22


__ADS_3

Mereka melewatkan makan malam begitu saja. Hanya terdengar ******* dan erangan dari mereka di kamar itu.


Tak ada satu pelayan pun yang berani menganggu mereka, karena yang mereka tahu Tuan nya sedang bertengkar, dan juga Kamar Tuan nya kedap suara, jadi tak mendengar apa yang di kerjakan Tuannya.


Setelah melaksanakan solat subuh, Arya kembali tidur. Sedang Ania memilih bangun membantu Bik Irma dan Surti menyiapkan sarapan. Terdengar dari ketiganya saling bercanda layak nya keluarga.


Ania merasa kegerahan setelah selesai membantu.


" Akan lebih segar jika aku berenang..." kata Ania


Dan benar saja Ania menerjunkan dirinya ke kolam renang. Entah berapa putaran akhirnya Ania naik ke dasar.


" Kenapa Arya belum bangun, bukan kah harus ke kantor " gumam Ania.


Dia meraih bathrope yang tergantung di tepi kolam dan memakainya.


Dan benar saja, Arya masih nyenyak dalam tidurnya. Kini Ania lebih berani menganggu suami tercintanya. Dia sengaja berdiri di samping suaminya agar air dari rambut basahnya menimpa wajah sang suami


Tes....tes...tess....


Tiga tetes air itu berhasil membangunkan suaminya. Arya mengerjab dan melihat kelakuan istrinya pun tersenyum.


Direngkuh tubuh Ania dibawah kungkungan Suaminya.


" Kamu berani menggoda ku Ania.." kata Arya sambil menciumi istrinya


" Ampun Arya... aku hanya ingin membangunkan mu untuk sarapan " kata Ania yang kegelian karena suaminya terus menciumi wajah sampai lehernya.


" Tidak...kamu sedang menggodaku " kata Arya kekeh


" Ampun... cepatlah bangun,,bukankah kamu harus berangkat kerja hari ini " kata Ania meronta minta di lepaskan


" Aku cuti hari ini " jawab Arya yang tak berhenti mencium


Ania mencoba menjauhkan wajah Arya dari wajahnya. Ania frustasi jika ia melayani, pasti akan melewatkan sarapan pagi nya.


" Kamu tak boleh cuti.. Jika kamu cuti siapa yang akan membayar biaya lulur,spa,creambath. Belum lagi jam tangan, tas dan sepatuku sudah ketinggalan series " kata Ania asal Padahal dirinya tak pernah mengkoleksi barang barang mewah.


" Aku cuti sebulan pun, tak kan membuatku bangkrut. Aku masih sanggup membiayai sampai tujuh keturunan mu kelak " Sombong Arya


Arya terus melancarkan aksinya. Dan benar saja mereka melewatkan sarapan pagi begitu saja. Terlihat wajah istrinya yang kelelahan. Ania menyesal telah mengerjai Arya. Karena sekarang dirinya lah yang di kerjai suaminya.


" Cukup Arya.... " teriak Ania karena tangan Arya masih saja bergerilya.


" Ternyata dunia nyataku sama seperti di novel novel yang ku baca " kata Ania


" Memang kamu baca Novel seperti apa? " tanya Arya


" Seorang CEO yang angkuh,sombong, suka se enaknya sendiri,, tapi sangat mesum " jawab Ania mengerucutkan bibir

__ADS_1


" Bagaimana aku tidak mesum, jika kamu terus menggodaku " jawab Arya yang mulai lagi memagut istrinya


"Arya...." kata Ania


" Ania..." kata Arya


" Sudah cukup Arya...." kata Ania sudah mulai emosi


" Belum cukup Ania..." jawab Arya


Took...tok...tok...!!


Terdengar pintu di ketuk. Ania begitu lega karena ada yang menyelamatkan nya.


" Maaf Nona.... Nyonya besar di bawah, ingin bertemu dengan anda Nona..." kata Surti


" Merepotkan saja..." kata Arya yang tak beranjak dari tubuh Ania.


Ania pun mendorong sekuat tenaga dan segera berlari menuju kamar mandi, dengan berbalut selimut.


" Buka Ania... bagaimana kalau kita mandi bersama biar cepat selesai.." kata Arya sambil mengetuk pintu bathroom.


" Tidak akan.... Lagi pula mama ingin bertemu denganku bukan denganmu " kata Ania berteriak.


" Huh...yang ada akan sampai waktu asar aku di kamar mandi " gerutu Ania yang tau akal bulus suaminya.


Ania keluar memakai bathrope menuju walk in closet. Arya mengikuti di belakang.


" Aku mau ganti memang kenapa " Arya menjawab


Ania memutar bola matanya. Dia malas sekali berbicara dengan suami mesum nya. Arya mendekati Ania, tapi secepat kilat Ania berlari menuju kamar mandi lagi dan mengunci nya.


" Jika aku ganti di sana, aku pasti tak kan selamat " gerutu Ania sambil mengganti pakaian yang dia bawa


Ania tersenyum kemenangan karena lolos dari serangan Arya.


" Jangan harap kamu bisa kabur nanti malam " kata Arya berbisik di telinga Ania. Ania bergidik ngeri jika harus melayani suami mesum nya lagi.


" Aku tak memakai lingerie pun Arya sudah over dosis begitu, bagaimana jika aku memakai yang dibelikan Ema kemarin " pikir Ania sambil Turun tangga meninggalkan suaminya


" Mama.." Kata Ania sambil mencium kedua pipi mertua nya.


" Sayang... bagaimana kabar mu, apa Arya merepotkan mu? tanya Arumi


" Tidak ma.... justru Ania sangat bahagia menikah denganku " Arya yang sudah ada di belakang Ania pun menjawab.


" sangat merepotkan ma,,bahkan menyiksaku " batin Ania


" Arya kamu dirumah nak? bukan nya harus ke kantor? tanya Arumi heran. Karena dulu, walaupun sakit Arya memilih masuk karena bisa melupakan sakit nya.

__ADS_1


" Tidak... Ania melarang ku pergi bekerja hari ini " kata Arya sambil memandang istrinya dan tersenyum penuh arti


Ania yang mendengar pun hanya membulatkan matanya.


" Bukankah tadi aku yang memaksanya masuk kerja " batin Ania tersenyum kaku pada mertuanya.


" Lagi pula kenapa mama pagi pagi datang? menganggu pengantin baru saja, bukanya mama ingin cepat menimang cucu " gerutu Arya


Arumi pun melongo dengan ucapan Arya.


" Pagi dari mana Arya ... ini sudah pukul sebelas lebih lima belas menit " jawab Arumi sambil melihat jam di pergelangan tanganya.


" Lagipula kalian ini sudah hampir dua bulan menikah.. apa masih di bilang pengantin baru " protes Arumi


" Jelas saja masih, karena baru kemarin kami malam pertama " gumam Arya yang samar di dengar oleh kedua wanita di sampingnya itu.


" Kenapa Arya..." tanya Arumi ingin jelas


" Tidak ma... jangan dengarkan Arya, mama sendiri? " tanya Ania mengalihkan pembicaraan karena tahu suaminya akan bicara mesum lagi.


" Iya Sayang.. tadi mama janjian dengan Andini akan bertemu disini " kata Arumi


" Jadi mama juga ke sini ma? " tanya Ania


" Iya ...sayang " jawab Arumi sambil tersenyum.


Tak berselang lama bel pintu pun berbunyi. Terlihat Aksa dan mamanya masuk kedalam.


Ania pun segera memeluk mama nya


" mama... miss u " teriak Ania manja


Mereka saling berpelukan dan cupika cupiki. Ania pun merentangkan tangan untuk berpelukan dengan Aksa. Namun dengan posesifnya Arya berdiri di depan Ania. Dan Arya lah yang di peluk Aksa.


" Cukup aku saja yang kamu peluk " kata Arya santai. Ania hanya melongo melihat kelakuan suaminya.


" Kak Arya ini Posesif sekali, ingat... aku adik kandungnya ! " gerutu Aksa


" Aku suaminya..." jawab Arya tak mau kalah.


" Sudahlah malas berdebat dengan orang tua pecemburu " kata Aksa lagi


" kakakmu juga sudah tua " jawab Arya.


" Jadi kamu mengatakan aku tua.. Lihat saja nanti malam, jangan harap tidur di kamar." bentak Ania


"Bukan begitu sayang...." kata Arya panik


" SAYANG....." teriak kedua mama dan adiknya bersamaan menatap Arya

__ADS_1


ketiga orang itu pun tertawa, karena melihat Arya yang sangat bucin.


__ADS_2