
David turun dari mobil dengan wajah dingin dan seperti ada aura ingin membunuh, bagaimana tidak seperti itu, Dirinya harus menggantikan beberapa agenda pertemuan dengan klient karena bos nya sedang bucin akut dengan istrinya. Disisi lain, dia melihat sepasang muda mudi sedang bercengkrama. Siapa lagi jika bukan Ema dan Samuel.
Pagi ini kelihatan nya Ema diantar oleh Samuel lagi. Entah apa yang mereka bicarakan, membuat kedua orang itu seperti seseorang yang sedang berpacaran.
David berjalan melewati kedua nya, tanpa melihat atau menjawab sapaan dari mereka. Dirinya seolah tak menganggap mereka ada disana.
" Kenapa dengan nya? " tanya Samuel.
" Entahlah.." jawab Ema mengedikan bahu
" Nanti malam jadikan? aku akan menjemputmu " kata Samuel
" Baiklah " jawab Ema tersenyum dan meninggalkan Samuel menyusul David yang belum jauh diantara mereka. Karena David masih bisa mendengar percakapan mereka.
Ema langsung bergelanyut manja di tangan kanan David.
" Turunkan tanganmu " kata David terus berjalan
Tapi justru Ema semakin mengeratkan tangan nya.
" Aku bilang Turunkan tanganmu " kata David lagi
Tapi justru Ema memeluk tangan David dengan erat. dan tersenyum menatapnya
" Tuan David, aku memakai sepatu baru dengan hak tinggi. Aku takut akan terjatuh " jawab Ema menggoda
Ema merasa senang, karena dia tahu sesungguhnya David pasti akan kikuk jika bersentuhan dengan wanita. Jadi dia seperti menemukan mainan baru jika David sedang marah.
" Itu bukan urusanku, Cepat lepaskan tangan mu " kata David semakin tinggi.
Namun Ema justru malah memeluk pinggang David dari samping. Langsung seketika David berhenti.
" Ema ... jangan membuat kesabaran ku habis " kata David dingin
" Habiskan saja aku tak perduli, lihatlah semua karyawan menatap iri pada ku. Pasti semua wanita di sini, juga ingin merasakan memelukmu . kata Ema asal
David melihat sekelilingnya, dan benar saja semua pandangan tertuju pada mereka berdua.
__ADS_1
Bagaimana tidak ingin melihat, Asisten David yang terkenal dingin dan tak pernah terlihat dengan wanita, sekarang terlihat sedang memamerkan kemesraan di depan umum. Itu yang ada di benak mereka.
" Baiklah kau boleh memegang lenganku, tapi lepaskan pelukanmu " kata David pasrah dan malas memperingati Ema, karena dia tahu pasti dia akan kalah.
Ema tersenyum manis kepada David dan memeluk lengan David erat. David berjalan lurus, tanpa menghiraukan Ema lagi.
" Apa kalian mau saya pecat semua " Teriak David sambil terus lurus berjalan. Yang langsung di ikuti semua karyawan nya kembali bekerja.
Ema melihat sekeliling, semua bekerja dengan serius mendadak, tidak seperti tadi yang memperhatikan mereka.
" Ternyata kamu di segani juga Pak David " kata Ema mengelus lengan kokoh David. Sedang David terus berjalan tanpa menjawab atau melihat Ema.
" Bagaimana tidak di segani, kamu terlihat seperti beruang kutub " jawab Ema sambil tersenyum lebar.
David sibuk bekerja dengan komputer nya. Tak berapa lama menghampiri Ema dan memberikan setumpuk Map.
" Kerjakan semua setelah makan siang, sekarang ikut dengan ku menghadiri meeting dengan Mr Yama di hotel X " kata David mempersiapkan diri.
" Segini banyaknya, apa akan selesai sampai pulang kerja? " tanya Ema
" Kenapa tak sampai, hari ini kamu lembur sampai jam sembilan " kata David sambil berkemas di mejanya
" Itu bukan urusanku " jawab David santai.
" Tapi aku tak mau lembur " jawab Ema kukuh.
" Jika kamu ingin menjadi wanita karir, kamu harus bertanggung jawab. dedikasikan kemampuanmu pada pekerjaan, cintai pekerjaan itu seperti kamu mencintai hidupmu " jawab David meninggalkan Ema.
Ema berpikir, memang benar apa yang di katakan David, selama ini dirinya selalu semaunya sendiri, tak ada tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Akhirnya Ema mengirimkan pesan kepada Samuel, jika dirinya tak bisa makan malam bersama, karena akan lembur sampai pukul sembilan. Samuel pun menyanggupi akan menjemput nanti.
Ema menyusul David untuk meeting di hotel. Ema terlihat serius terlibat dalam diskusi dengan klient itu, sampai terjadi sebuah kesepakatan kerja sama kedua nya.
" Ternyata selain cantik anda juga sangat pintar Nona Ema " kata Mr Yama
" Terima kasih Mister, Anda lebih Senior " jawab Ema merendah.
__ADS_1
" kalian terlihat sangat serasi, apa kalian ada hubungan " kata Mr Yama
David yang mendengar ucapan Mr Yama jadi tersedak.
" Pelan pelan Pak David " ucap Ema tersenyum mengejek. karen dia tahu, David pasti sedang kikuk jika dikatakan Pacaran dengan wanita.
Ema merasa senang jika sedang bersama David sekarang. Dia sudah tahu kelamahnya sekarang. 'seorang wanita'.
" Baiklah .. saya pamit undur diri, saya akan sangat senang jika bisa hadir di pernikahan anda kelak " kata Mr Yama saat berjabat tangan dengan David. Karena dalam pikiran Mr Yama mereka benar ada hubungan karena Ema begitu perhatian segera mengambilkan air putih untuk di minum David saat sedang tersedak.
David hanya menganggukan kepala dan tersenyum tanda menghormati, tanpa menjawab perkataan Mr Yama
Ema tertawa tertawa terbahak-bahak.
" Kenapa kamu begitu kikuk pada wanita Pak David? apa jangan jangan kamu alergi wanita ya " tanya Ema asal
David pergi begitu saja tanpa menjawab. Disusul Ema yang mengejar. Namun seorang pelayan menghentikan langkah nya.
" Maaf Nona... Anda harus membayar tagihan ini dulu " kata Pelayan sambil menyodorkan bill
Ema tersenyum kaku, dirinya sungguh malu melihat sekeliling melihatnya, seolah dirinya akan berlari tanpa membayar.
Ema menyelesaikan pembayaran. Dia berjalan keluar sambil menggerutu pedas. Dia masuk mobil dan menutupnya kencang. sampai David terkaget.
" Kamu akan merusak mobil ku? " tanya David
" Kamu tahu Tuan David, sebuah pertemuan !! dengan seorang wanita yang bayar, mana ada seperti itu, memalukan " cerocos Ema tanpa menggubris pertanyaan David
" Masukan di bill pengeluaran, kenapa kamu begitu perhitungan " kata David santai sambil mengemudikan mobilnya.
" Bukan perhitungan, aku bisa mengganti mobilmu dengan mobil baru, aku punya banyak uang tanpa harus minta ganti rugi, tapi memalukan sampai harus di kejar pelayan, seolah aku ingin kabur ! " gerutu Ema geram. Sepanjang perjalan dirinya mendumel tak karuan. Sampai beberapa saat, suasana terasa tenang di mobil itu.
David melirik sekilas wajah Ema. Ternyata Ema tidur.
" Pantas saja diam, ternyata tidur " batin David tersenyum.
David mulai terbiasa dengan hari harinya yang penuh dengan kebisingan yang di buat Ema. Dan pasti ujung ujungnya dirinya yang di buat kewalahan dengan sikap Ema.
__ADS_1
Ternyata justru pertengkaran dan kemarahan Ema, terkadang David rindukan. Dia akan merasakan sesak, saat melihat Ema diantar jemput oleh Samuel. Atau sekedar Samuel menghampiri ketempat kerja Ema untuk makan siang.
Semenjak pertemuan di Resepsi pernikahan Arya. Samuel rajin ke hotel Arya, bukan untuk menginap atau berlibur, tapi untuk bertemu pujaan hati nya. Samuel serius akan mengejar cinta Ema. Seperti janjinya yang di sepakati dengan David dulu.