Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 40


__ADS_3

Ania masih terlelap dalam tidurnya padahal hari sudah menujukan pukul sembilan pagi. terdengar dering ponsel meminta untuk diangkat, membuat tidur Ania terusik.


" Halo...." jawab Ania setelah menekan tombol hijau.


" Apa kamu akan tidur seharian penuh, lihatlah tubuhmu sudah seperti gajah bengkak. " jawab Arya saat mendengar suara serak khas bangun tidur dari Ania


" Jam berapa ini sayang? " tanya Ania


" Ini sudah jam sembilan pagi Ania. " jawab Arya


" Benarkah? perasaan aku baru saja memejamkan mataku. " kata ania sambil menggosok gosok matanya untuk melihat jam di dinding.


" Kamu sekarang malas sekali sayang, sampai suamimu berangkat pun kamu tak membuka mata. " kata Arya


" Gak tau sayang, mungkin ini bawaan bayi kali ya. Aku males banget buat ngapa ngapain. " jawab Ania


" Asal gak malas bercinta saja sayang. " jawab Arya asal


" Aku malah justru menginginkanya sekarang sayang. " kata Ania yang justru memprovokasi.


" Tunggu sampai aku pulang. " kata Arya sedikit pelan seolah ada orang lain disana


" Kenapa dikecilin suaranya sayang, apa ada orang di sebelahmu? " tanya Ania curiga


" Tidak ada sayang. " kata Arya


" Bohong. Aku mau video call sekarang juga. " kata Ania sambil memutuskan sambungan telepon.


Tanpa disangka Sisil sekretaris Arya baru yang menggantikan Ema, masuk untuk meminta tanda tangan. Terpaksa Arya menanda tangani terlebih dahulu sebelum mengangkat telepon Ania.


Setelah Sisil keluar, Arya mengangkat telepon istrinya.


" Lama banget sayang. Pasti ada yang kamu sembunyiin dari ku ya? " kata ania emosi, dia bangun dari tidurnya dan duduk begitu saja tanpa ingat jika tubuhnya masih polos, sehingga menampakan buah dadanya yang sudah semakin berisi.


Arya yang melihatnya pun gugup, dia melihat sekililing takut jika ada orang yang ikut melihat tubuh indah istrinya itu. Dan benar saja Sisil kembali untuk memberitahukan jika masih ada yang dokumen yang belum di tanda tangani. Arya langsung membalik ponselnya menaruh di meja, dan menanda tangani kekurangannya.


Setelah Sisil keluar, Arya mengambil ponselnya. Namun Ania sudah memutuskan panggilan videonya. Arya mencoba menghubungi namun tidak diangkat. Bahkan sekarang nomor Ania tidak aktif.


" Kacau... Ania pasti marah, dan mengira yang tidak tidak. Padahal aku hanya tidak ingin satu orang pun yang melihat tubuh indahmu, sekalipun itu adalah sesama wanita. " gumam Arya sambil berpikir.


Seandainya David ada, pasti dia sudah pulang untuk merayu istrinya. Namun David sedang mengambil cuti Menikah, Arya tidak mungkin menganggunya karena sudah pasti Ema akan berceramah bahkan mengancam dirinya lagi.


" Sial...... Bagaimana aku harus meredakan emosi Ania. Jika Ania marah seperti ini, bisa bisa nanti malam aku tidur di kamar tamu. " batin Arya sambil terus berpikir.


" Maaf Tuan, sebentar lagi ada meeting dengan Perusahaan ArdoTech, Presdir mereka sudah hadir di ruang meeting Tuan. " kata Sisil mengingingat kan, yang hanya diangguki oleh Arya dan mengibaskan telapak tangan bertanda menyuruhnya keluar.

__ADS_1


Arya merapikan jasnya, dan berjalan keluar menuju ruang meeting. Acara berjalan dengan sangat lancar, namun saat di akhir pertemuan ada kegaduhan di luar menimbulkan rasa ingin tahu semua yang hadir diruangan meeting tersebut.


Arya melihat sekilas wanita diluar yang dia kenali. Dia pun berlari melihat, dan benar saja Ania berada di luar memaksa masuk dan membuat kegaduhan.


Arya yang melihat pun langsung memeluk istrinya yang masih sibuk memaki karyawan Arya.


" Kenapa kamu melarang istri saya masuk? " tanya Arya dingin pada Karyawannya yang ternyata masih baru, belum mengetahui istri Arya.


" Maaf Tuan, saya tidak tahu jika Nona adalah istri anda Tuan, saya takut jika merusak acara meeting Anda. " kata karyawan itu takut takut.


" Kamu saya pecat. " kata Arya begitu saja dan membimbing Ania untuk ikut masuk kedalam. Karena dia tahu emosi Ania sekarang mudah meledak ledak. Jika menyuruhnya menunggu di ruangannya akan menimbulkan kemarahan baru lagi.


" Jangan pecat saya Tuan, saya mohon. " kata karyawan itu sambil mengatupkan kedua tangannya. Memohon dengan sangat mengiba, namun Arya sama sekali bergeming, dia masih tetap berjalan akan membuka ruang meetingnya. Ania berhenti, dan menatap suaminya.


" Masuklah, aku akan menunggumu diruanganmu. Benar katanya, aku hanya akan menganggu acara meeting mu. " kata Ania mencium bibir suaminya. Arya pun masuk lagi keruangan meeting, untuk melanjutkan rapatnya yang terjeda.


" Aku akan menyuruh Arya tidak memecatmu, tapi dengan syarat. " kata Ania menatap karyawan itu.


" Baik Nyonya, apapun akan saya lakukan asal saya tidak di pecat Nyonya. " kata karyawan itu terlihat senang.


" Bisakah kamu membuatkanku makanan khas solo tahu ketupat. " kata Ania yang masih penasaran dengan makanan itu. Karena Arya tak kunjung membelikan, akhirnya dia menyuruh karyawan itu membuatkannya.


" Dengan senang hati Nyonya, saya akan menyuruh istri saya membuatkan makanan itu, kebetulan kami berasal dari solo. Istri saya pasti tahu cara membuatnya. Karena dia sangat jago memasak. " kata karyawan itu antusias


" Benarkah? baiklah antar aku kerumahmu sekarang. " kata Ania semangat, dia sudah tidak sabar mamakan kuah pedas manis tahu ketupat itu.


" Tidak ada yang berani memecatmu. Jika Arya memecatmu, aku akan membuatkan perusahaan baru untukmu. " kata Ania enteng tanpa di saring.


" Benarkah Nyonya? " kata karyawan itu senang.


" Cepat, sebelum aku berubah pikiran. " kata Ania sambil berjalan terlebih dahulu, di ikuti karyawan tadi.


" Siapa namau? " tanya Ania tanpa melihat wajah lelaki itu.


" Nama saya Johan Nyonya. " kata Johan.


" Sudah berapa lama kamu bekerja di sini? " tanya Ania lagi


" Saya baru sebulan yang lalu Nyonya, sebelum sebelumnya saya selalu ditolak. " kata Johan


" Bisakah kamu menyetir. " tanya Ania sambil menyerahkan kunci mobil. Karena tadi dia terburu buru ingin memarahi suaminya sampai tidak mencari sopir pribadinya, langsung menyetir sendiri


" Bisa Nyonya. " kata Johan menerima kunci mobil Lamborghini terbaru, yang baru saja dibelikan Arya kemarin.


" Memang sudah berapa kali kamu melamar. kenapa kamu mengatakan sebelum sebelumnya. " kata Ania

__ADS_1


" Saya sudah empat kali melamar Nona, tetapi saya ditolak karena ijasah saya hanya diploma tiga Nyonya. Akhirnya terakhir saya melanjutkan jenjang sarjana dan melamar lagi. " kata Johan sambil tertawa


" Kenapa kamu terobsesi sekali keeja disana.? " tanya Ania lagi


" Siapa yang tidak tertarik kerja di Arran group Nyonya gaji terbesar di kota ini. " kata Johan membanggakan


Tak berapa lama mereka sampai di sebuah kontrakan yang sempit, hanya terdapat ruang tamu satu kamar dan dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi.


" Maaf Nyonya, rumah kami hanya kecil. " kata Johan tak enak hati menyuruh Ania masuk, karena Johan nyakin kondisi rumahnya pasti berbeda dengan rumah Ania.


" Tidak apa apa. " kata Ania yang langsung duduk di kursi depan rumah. Udaranya sangat panas membuat tubuhnya yang sedang hamil merasa kepanasan, hingga menugucurkan banyak keringat.


Johan sudah masuk di dalam dan menjelaskan pada istrinya, jika Atasan mereka ingin dibuatkan makanan Tahu ketupat.


Istri Johan pun sambil menggendong anak kecil keluar menemui Ania.


" Selamat siang Nyonya, maaf nyonya, kondisi rumah kami seperti ini. " kata Istri Johan merendah


" Tidak apa apa.saya yang justru akan merepotkan kalian. aku ingin sekali makan tahu ketupat. " kata ania yang sudah serasa ingin ngeces


" Baiklah akan saya buatkan kebetulan saya stok tahu di kulkas. " kata Istri Johan.


" Lucu sekali, boleh saya gendong? " kata Ania


" Silahkan Nyonya. " kata Istri Johan dengan menyerahkan bayinya


" Inilah sebabnya Nyonya saya takut di pecat. Anak saya masih kecil, perlu biaya untuk mengurusnya. " kata Johan


" Maafkan aku ya, karena aku, kamu hampir saja di pecat. " kata Ania tak enak hati. Jika seandainya Johan jadi di pecat, anak istrinya pasti sangat sedih.


Terdengar dering ponsel Ania, dia pun mengangkatnya.


" Halo..." jawab Ania


" Kamu dimana sayang, aku mencarimu di ruangan tidak ada, aku pikir kamu pulang. Tapi kenapa dirumah juga tidak ada di rumah. " kata Arya cemas


" Aku dirumah Johan sayang. Istrinya membuatkan aku tahu ketupat. Aku menyuruhmu, tapi sampai detik ini tak kamu belikan. " kata Ania


" Johan? Siapa Johan sayang? Dimana kamu sekarang? " kata Arya memberondong pertanyaaan


" Aku akan kirim share loc aja ya sayang. " kata Ania langsung mematikan panggilan dan mengirimkan lokasinya saat ini.


Arya pun langsung mengambil kunci mobil dan mengendarai mobil sendiri, tanpa sopir atau pengawal yang menemani.


Hay..... readerku yang love love pokoknya.... mampir juga di novel terbaruku ya.... Di jamin ceritanya lebih seru dari Arya dan Ania. Dan lebih greget.... cek sekarang karya ke tiga aku. MENGEJAR CINTA YANG DI TINGGALKAN

__ADS_1



__ADS_2