Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 25


__ADS_3

Alleandra terlihat berjalan mendekati dua keluarga tersebut.


" Nak Alleandra.." tanya Arumi seperti tak percaya melihat Alleandra.


" Iya, tante " jawab Alle sambil mencium tangan dan kedua pipi Arumi.


Ania bersikap seolah biasa saja. Karena dia tak pernah ingin menunjukan kesedihan di depan Orang tuanya.


" Ania....Nyonya Presdir..." terdengar terikan Ema dari depan membuyarkan lamunan Ania.


" Ema " sahut Ania tak mengerti, kenapa seolah hari ini ada undangan, membuat semua datang ke rumahnya.


" Yah ada pelakor " jawab Ema cuek yang langsung di pelototi Ania. Ania tak ingin orang tuanya tahu yang sebenarnya.


Andini menatap Ema dengan mengisyaratkan seribu pertanyaan.


" Maaf saya ingin minta tanda tangan anda untuk peresmian kerja sama dengan Mr Yama untuk segera di tindak lanjuti " kata David sengaja mengalihkan pembicaraan Ema.


" Baiklah kita ke ruang kerja saja " jawab Arya sambil melangkah.


" Tunggu Arya..." kata Alle sambil memegang lengan Arya


" Kenapa Alle? " tanya Arya sambil melihat arah tangan Alle sehingga yang punya tangan melepaskan.


" Besok aku akan kembali ke Italy. Mungkin besok aku tak bisa berpamitan karena sibuk berkemas " kata Alle


" Hlo nak Alle sudah mau balik? kenapa terburu buru. Gimana kalo nginep di rumah tante saja untuk beberapa hari nanti, biar tante tunjukan tempat tempat wisata di sini yang sangat indah " kata Arumi menyela


" Ini teman Arya saat di itali, dia banyak membantu Arya, tadinya mama bingung, mana yang mau jadi menantu mama, vanya atau Alle. Karena Arya sering bercerita banyak tentang mereka.Tapi Arya sudah menganggap mereka saudara yang tak bisa tumbuh rasa cinta, hanya rasa sayang seperti saudara. Ternyata Mama tau sekarang, karena hatinya sudah di kunci oleh bidadari menantu mama ini " kata Arumi sambil memeluk Ania.


Alle tersenyum terpaksa. Hatinya kelu, karena selama ini Arya tak pernah mengenalkan dirinya pada ibunya. padahal sudah hampir dua tahun mereka menjalin hubungan.


" Mungkin jika kamu mau menunggu, bisa berangkat bersama ku lusa. Aku ada acara kunjungan dan pertemuan anggota direksi disana " jawab Arya tanpa tanya persetujuan Ania


" Iya sayang...lebih baik kamu bareng Arya saja. Berbahaya wanita melakukan perjalanan sendiri " kata Arumi yang tak mengerti keadaan.


Ania hanya bisa menelan saliva susah, dengan ucapan ibu dan anak yang tak menganggap dirinya.


Ema yang melihat gelagat kesedihan Ania pun mencoba menghibur. Dia mulai mendekati Ania dan membisikan.


" Tenang Ania, dia bisa bersenang-senang. kenapa kita tidak " kata Ema sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Ania melihat Ema dengan tersenyum dan menganggukan kepala tanda setuju. Dia tak mau terbawa kesedihan, dengan meratapi mereka.


David yang melihat gerak gerik Ema hanya berpikir, Apa yang di rencanakan sekretaris gilanya itu.


" Baiklah kalo begitu, apa kamu keberatan Ania? " kata Alle


" Tentu tidak...kenapa harus keberatan " jawab Ema mendahului Ania


Semua menatap pada Ema. Arumi bahkan heran dengan sahabat Ania ini, terlihat seperti dirinya tak menyukai Alle.


Ema yang tak enak semua menatapnya pun berkata sambil menatap Ania.


" Aku benar bukan Ania, kamu tidak keberatan. jangankan mengantar. menemani dia disana pun pasti kamu tidak keberatan " kata Ema seolah menujukan Ania tak membutuhkan Arya.


Ema berharap Arya membatalkan perjalanan bersama ini. Tapi ternyata Arya biasa saja dan tak melihat hati Ania sedikitpun. Membuat hati Ema tercubit untuk membalaskan sakit hati temannya itu.


" Tak masalah. Lakukan semau kalian " kata Ania melihat dua orang itu bergantian.


" Sayang ... apa kamu cemburu? ". Arya baru menyadari jika apa yang dia tawarkan sebuah kesalahan.


Arya berpikir Ania bisa mengerti, jika dirinya tak pernah mencintai Alle. Karena dia sudah menjelaskan pada Ania kemarin. Jika cintanya sudah di patri untuk dirinya sebelum bertemu dengan Alle. sampai sekarang pun masih sama


" Tapi kan hati wanita seperti lilin,akan meleleh hancur jika kepanasan Arya. masak gak ngerti sih " kata Author.


Arya pun memeluk dan menciumi istrinya itu di depan semua orang. membuat Ania merona. dan melepaskan pelukan Arya. karena Ania tahu Arya pasti lupa tempat jika mereka sudah berdua.


" Tuan Arya ternyata tak sedingin yang ku bayangkan. Ku pikir Ania yang selalu menerjang duluan " ceplos Ema yang langsung di lihat semua orang di sana.


David pun menarik sekretaris nya itu berjalan menjauh.


" Kenapa bapak menarik saya " kata Ema tak terima


" Ikut dengan ku ke ruang kerja. Bukankah kamu ke sini untuk bekerja. Bukan untuk membawakan acara " jawab David jengah dengan sifat ceplas ceplos Ema


" Bukankah bapak yang menginginkan tanda tangan. Biarkan saya ikut makan siang dulu. perut saya sangat lapar pak " kata Ema polos


" Bukan kah kita habis makan siang? " David mengerutkan keningnya


" Tadi kan bapak asik makan, saya sibuk berdiskusi. giliran mau makan, bapak meninggalkan saya begitu saja " jawab Ema santai


David mengelengkan kepala, bukan kah tadi David sudah melihat Ema makan.

__ADS_1


" Kamu harus mengurangi porsi makanmu, supaya kamu jadi wanita sungguhan " kata David masih menarik tangan Ema.


" Memang saya wanita jadi jadian " gerutu Ema tak terima


Arya sudah berjalan mendekat keruangan kerjanya.


" Ema..saat aku tak ada, aku berharap kamu menjaga Ania dengan baik " kata Arya dingin


" Kenapa harus saya, anda kan suaminya " jawab Ema tak takut


" Ema.. aku tahu kamu teman baik Ania, jadi aku menghargai kamu " kata Arya tak suka dengan jawaban Ema


" Anda bisa menghargai saya, tapi anda tak bisa menghargai Ania " kata Ema melihat kedua manik mata Arya dengan berani


" Apa maksudmu " kata Arya tak mengerti


" Anda akan tahu setelah anda di itali " jawab Ema sambil duduk


David hanya diam, dia sendiri bingung harus bagaimana. Karena dia saja sudah kewalahan menangani Ema. Dia menyesal harus membawa Ema kerumah Tuan nya. karena sudah merusak suasana hati Tuan Arya.


Arya mengindahkan ucapan Ema


Arya mulai meneliti Dokumen yang di bawa David. Dia melihat beberapa point yang menguntungkan perusahaan nya.


" Kerja bagus David, akhirnya kamu berhasil membuat Mr Yama memberikan sahamnya dua puluh persen dari kerja sama ini " kata Arya suka


" Ema ..Tuan yang mengatur semua ini " kata David


" Ternyata bicaramu, sesuai dengan otakmu Ema " Arya memuji secara kasar.


" Karena saya berpikir dengan rasional juga dengan hati Tuan " kata Ema asal.


Arya hanya manggut manggut, karena bagaimanapun dia akui tak mudah mendapatkan saham lima belas persen dari Mr Yama. Tapi sekarang dengan mudahnya Mr Yama memberikan saham dua puluh persen pada perusahaan nya.


" Kamu tidak melakukan kesepakatan di belakang bukan? " tanya Arya penasaran


" Apa maksud Tuan? " tanya Ema tak mengerti


" Aku hanya tak mau, kamu mendapatkan kerja sama ini dengan merugikan tubuhmu " kata Arya jujur. karena di dunia bisnis banyak terjadi transaksi demikian.


" Aku tidak serendah itu Tuan, Walaupun kelakuan saya seperti ini, namun saya sangat menjaga apa yang menjadi hak suami saya nanti " kata Ema mantab.

__ADS_1


David mendegar Ema masih suci sangat bahagia. Entah mengapa perasaanya semakin dalam pada Ema, tapi bibirnya kaku untuk mengakuinya.


" Bagus...aku percaya kamu sahabat baik Ania, yang bisa menjaganya " kata Arya


__ADS_2