Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB 17


__ADS_3

Pagi pagi sekali Arya sudah berangkat kantor, ada beberapa meeting yang tertunda, sampai ia lupa memberi tahu Ania, jika teman nya menginap disana.


"David siapkan semua agenda kita hari ini ". kata Arya saat David membuka pintu mobil untuk Tuan nya.


" Baik Bos " jawab David


David dengan sigap mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Arya memasuki hotel dengan di ikuti David dibelakangnya.


Sesampai diruanganya David mencari Ema,, tapi yang dicari belum kelihatan batang hidung nya.


Jam tujuh kurang lima menit, Ema datang dengan langkah terburu buru dengan membawa file file yang harus dia kerjakan semalaman.


David melihat jam di pergelangan tangannya.


" Jam tujuh lewat tiga detik..." David berucap saat melihat Ema meletakan file yang ia bawa di meja


" Mungkin jam anda bermasalah, punya saya baru jam tujuh kurang lima pak " jawab Ema memperlihatkan jam besar dipergelangan tangan nya.


" Kamu itu laki laki atau perempuan jam cowok seperti itu kenapa kau pakai, dan lagi ini apa.. seperti gelang anjing " kata David mengolok


" Kalau seandainya saya lelaki memang kenapa? Pak David kecewa tidak bisa mengejar saya " ujar Ema santai


" Lagian siapa yang mau dengan cewek murahan seperti mu,,yang mau saja diantar dengan lelaki baru dikenal " jawab David sambil menuju meja nya.


Deg.....


Baru pertama kali ada seorang laki laki yang mengatakan dirinya murahan. Karena walaupun tomboy Ema banyak sekali yang mengagumi karena parasnya yang cantik. Dan lagi yang mengantar nya ini Steve. Mereka sudah saling mengenal sejak jaman putih abu abu.


Ema menatap dalam David yang merapikan file dimejanya. Ema berjalan mendekati nya.


" Aku tak boleh kalah, akan ku buat kamu bertekuk lutut dihadapan ku" sumpah serapah Ema


Ditarik dasi David, Ema seperti hilang kendali dengan ucapan David yang mengatakan dirinya murahan.


" Kamu bilang tadi aku laki laki, sekarang kamu bilang aku murahan jadi yang benar yang mana? " kata Ema dengan suara lembut menggoda


David mengeluarkan keringat padahal hawa pagi sangat dingin ditambah AC membuat udara bertambah dingin.


Seumur hidup David, untuk pertama kalinya disentuh wanita. Jantungnya berdetak tak beraturan.


Tiba tiba Arya masuk keruangan David tanpa mengetuk pintu


" David mana file file yang aku minta " ujar Arya


Arya kaget mengerutkan keningnya,,


" Sedang apa kau Ema..? " tanya Arya yang melihat posisi keduanya sangat dekat dan Ema yang menarik dasi David


David sangat gugup membenarkan jas dan dasi nya. Berbeda dengan Ema dirinya sangat santai.


" Aku hanya ingin mengajari pak David, bagaimana berciuman yang benar,, karena saya nyakin melihat pak David yang sangat kaku,, pasti belum pernah merasakan ciuman, benar bukan pak David " jawab Ema sambil berjalan ke meja nya. Karena David dan Ema dalam satu ruangan yang sama.


David yang mendengar penjelasan Ema, sangat kaget membulatkan matanya.

__ADS_1


pfff.....


Arya menahan tertawa.


" Ternyata apa yang dibilang Samuel benar.. wanita bar bar itu lebih hot saat diranjang. Mungkin Ania juga seperti itu " batin Arya sambil tersenyum membayangkan Ania yang memaksa untuk mencium


" Tuan Arya...." Ema membuyarkan lamunan Arya yang sedang mengerucutkan bibir nya


" Jangan bilang anda juga ingin saya ajari berciuman Tuan .." kata Ema sambil tersenyum


" Ania lebih pintar Tuan.." kata Ema


" Memang Ania sudah berpengalaman? " tanya Arya panas. karena dirinya saja belum pernah merasakan sebelum dengan Ania.


Ema membisikan sesuatu pada Arya.


" Ania itu belum pernah pacaran, tapi jika anda mengajarinya sekali dia pasti akan lebih memimpin " ujar Ema asal


" Ema jaga sikap mu dengan Tuan Presdir " ujar David dengan tegas.


" Kenapa pak David? anda cemburu? " kata Ema tidak takut.


" Aku hanya ingin kau jaga sikap dengan Presdir " jawab Davi


pff


Arya menahan tertawa. Sedang David dengan wajah datar duduk begitu saja menyibukan diri.


" Kamu masih ingat perjanjianmu dengan Samuel bukan? " ujar Arya namun David bergeming seolah tak mendengar.


*


*


Ania mengerjabkan mata nya saat Surti mengetuk pintu membangunkan Nona mudanya.


" Masuk...." kata Ania masih enggan untuk bangun, kepala nya pusing karena semalaman menangis.


" Nona... apa anda sakit? " tanya Surti khawatir.


Walaupun belum lama Ania menjadi majikan dirumah ini, tapi kedekatan dengan para pelayan dirumah nya sangat terjalin. Mereka sangat menyayangi Ania melebihi saudara sendiri.


" Tidak...aku hanya sedikit pusing... " jawab Ania


" Mau saya ambilkan sarapan keatas Nona " tawar Surti


" Tidak...nanti saya turun saja. Jam berapa ini Surti? " tanya Ania


" Jam sembilan Nona " jawab Surti


" Ya Robbi...aku melewatkan solat Subuh " kata Ania


" Baiklah ... tolong bikin kan aku susu jahe hangat ya Surti " pinta Ania


" Siap Nona..." kata Surti tersenyum lebar

__ADS_1


Sejujurnya Surti merasakan sesak juga, saat melihat mata Ania yang bengkak.


" Ini pasti karena pelakor itu... tenang Nona, saya akan membantu dengan tulus untuk menyingkirkan pelakor itu..." batin Surti


Ania melihat matanya yang bengkak dari pantulan cermin,


" Aku harus mengompres dengan air es sebelum Arya pulang. Aku tak boleh terlihat lemah dihadapan Arya ". batin Ania.


Ania menuruni tangga sambil matanya menyapu ruangan mencari Surti. Namun pandangan nya terhenti pada wanita yang duduk bersantai memainkan ponsel di sofa ruang tamu.


Deg.....


" Wanita itu masih disini... dan semalam Arya tak menghampiriku di kamar, apa yang mereka lakukan " batin Ania


Alleandra melihat Ania yang melihatnya tersenyum.


" Ternyata kamu menangis semalam, ini belum seberapa, karena sebentar lagi aku akan menyingkirkanmu " batin Alleandra


Ania menuju ke dapur tanpa menghiraukan panggilan Alleandra


" Ania... apa kamu keberatan jika aku bermalam di rumah ini. Padahal Arya yang melarangku untuk mencari hotel " kata Alleandra sendu


" Tidak...kamu kan teman Arya berarti teman ku juga " kata Ania tersenyum terpaksa.


" Terima kasih.. karena kamu bisa mengerti " kata Alle


" Kami hampir menjalani hidup bersama.. Dua tahun lebih kita menjalin ikatan " kata Alle tanya ditanya


Ania terdiam saat membuka pintu kulkas,,lalu diterus kan mengambil es batu.


Ania berlalu begitu saja melewati Alle.


" Nona ini susu jahe nya " kata surti yang sudah selesai membuatkan


" bisa kau bawakan keatas,,dan bawakan aku satu mangkuk kosong untuk ku" kata Ania


" Biar saya bawakan ..." kata Alle merebut nampan dari tangan Surti


" Tidak perlu...aku tidak ingin dilayani oleh mu " kata Ania terus terang


Alle tersenyum kemenangan menatap Ania dan Surti pergi beriringan.


" Surti... apa kamu tahu semalam Tuan tidur dimana? " tanya Ania saat dia sudah duduk di sofa kamar.


" Saya tidak tahu Nona...Sehabis jam tujuh saya sudah berada di ruang belakang, mungkin bik Irma tahu, setahu saya dia di panggil Tuan kedalam semalam " jawab Surti


" Tapi saya sempat mendengar bik Irma, habis membuatkan kopi diruang kerja Tuan, Nona " imbuhnya


" Surti mulai hari ini kamu kebelakang jika sudah jam sembilan ya.. mungkin saya sedikit kesepian karena Arya sering lembur. Apa kamu keberatan ? tanya Ania


" Tidak Nona...malah saya senang bisa menemani anda " jawab Surti sambil tersenyum.


" Baik lah kamu boleh turun.. siang ini bisakah kamu buatkan aku sop dan sambal yang sangat pedas, mungkin bisa meredakan sedikit pusingku " kata Ania


" Tentu saja Nona " jawab Surti sambil meninggalkan Ania

__ADS_1


Ania melamun ...Hati nya teriris mendengar pernyataan Alle. Air matanya lolos begitu saja. Sampai dering ponsel membuyarkan lamunan nya.


__ADS_2