Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB 19


__ADS_3

" Maaf kan aku Alle... sesungguh nya aku tak sejahat itu, aku hanya tak mau kehilangan Suamiku " batin Ania melihat kepergian Alle diantar David.


Arya mempercayakan David untuk mengantar Alle ke hotel.


" Aku ingin mencari apartemen saja...apa kamu bisa membantu ? tanya Alle


David melirik wajah Alle dari spion. Dipandang wajah cantik nya yang membuat David terkagum


" Apa kamu bisa mendengar ku? " tanya Alle membuyarkan lamunan David


" Di Apartemen ku, lantai bawah ada yang kosong jika anda mau Nona " kata David


" Baiklah... antar aku kesana..." kata Alle


" Apa anda akan lama di Indonesia Nona? tanya David


" Entahlah..aku menuruti kata hatiku " jawab Alleandra


" Anda begitu lembut Nona, pantas saja Nona Ania sangat cemburu pada anda Nona " batin David


*


*


Ania masih berada di balkon,, manatap mobil David yang sudah menghilang dari tadi.


Arya memeluk tubuh Ania dari belakang. dan membisikan tepat di telinga Ania


" Katakan pada ku jika kamu sedang cemburu " kata Arya


" Ya... aku cemburu Arya " jawab Ania jujur


Arya membalik tubuh Ania dan mengikis hingga tak ada jarak di keduanya


" Sejak kapan? " tanya Arya lembut


" Sejak dia menginjakan kakinya di sini " jawab Ania melihat manik mata Arya


Kedua nya saling menatap hingga tatapan Arya turun ke bibir ranum Ania, disentuh dengan ibu jari nya hingga pelan pelan Arya menyatukan bibir nya


Arya mencium dengan lembut dan menyesap bibir tipis istrinya. Ania yang ter hanyut pun membalas nya. kedua saling berpagut dan bertukar saliva. Sesekali Arya membiarkan Ania menarik nafas dan menciumnya kembali dalam durasi sangat lama.


Arya pun mengendong istrinya ala bridal style tanpa melepaskan pagutan, menurunkan pelan diatas ranjang.


Ciuman itu turun ke leher jenjang istrinya, tercium aroma khas manis di tubuh Ania, membuat gairah Arya semakin naik.


"Hssssst...." Ania mendesis saat Arya meninggalkan jejak kepemilikan nya disana. Tangan Arya terus bergerilya melucuti semua pakaian Ania satu per satu tanpa ada penolakan dari pemilik nya,,hingga hanya tersisa dalaman nya saja.


Dilihat tubuh putih mulus istrinya, membuat jiwa kelakian nya memuncak,, Arya menyesap bukit kembar Ania dengan tangan nya meremas satu nya.

__ADS_1


Ania melenguh... menahan hasratnya,, Wajahnya sayu sangat mendambakan lebih dari suaminya.


" Jangan di tahan Ania,, Aku suka,, mendesah lah .." ucap Arya sambil menjilat kuping istrinya.


" Ahhh....." Ania meloloskan begitu saja. Tubuhnya bagai tersengat listrik panas yang ia rasakan.


Arya terus bermain di tubuh Istrinya, keduanya sudah polos tanpa benang sehelai pun.


Arya yang sudah dikabut gairah punenanyakan


" Boleh kah...?" tanya Arya


Ania hanya mengangguk kan kepala tanpa menjawab.


"Aku akan melakukan nya dengan pelan pelan " kata Arya sambil membenamkan milik nya.


"Aaa ...." teriak Ania yang lansung di bungkam dengan bibir Arya


Ania mencoba mendorong Arya karena begitu kesakitan. Namun karena Arya tak ingin kehilangan kesempatan lagi, tak mengizinkan Ania pergi. Diri nya menerobos dinding pertahanan Ania. Mahkota yang ia jaga selama ini, telah ia persembahkan pada orang yang berhak menerima nya. Arya menghentakan dengan ritme pelan, karena takut menyakiti istrinya.


Pergumulan panas tak berakhir begitu saja, Ania yang tadinya kesakitan pun merasakan kenikmatan. Di jam dua dini hari Ania tak dijinkan untuk tidur. Arya terus menggencar istri nya mencari kenikmatan.


suara erangan ******* membaur dalam penyatuan yang entah keberapa kalinya.


" Ania....aku mencintaimu " ucap Arya yang tumbang diatas tubuh istri nya, dengan keringat yang membanjiri tubuh nya.


Ania tersenyum bahagia saat mendengar pengakuan Arya. Kedua terlelap setelah melewati malam yang panjang.


*


*


Begitu juga dengan David,, kenapa Bos nya yang angkuh dan dingin bisa tersenyum dan sebahagia ini.


Berbeda dengan Ema yang sudah menduga akan terjadi hanya tersenyum.


Arya berbalik memasuki ruangan Ema, karena ruangan mereka hanya tersekat kaca sehingga bisa terlihat jika Ema sedang tersenyum padanya.


" Kau tahu Ema, Aku akan memberikan cuti bulan ini sesuka hatimu,, biarkan David yang merangkap tugasmu " kata Arya


Ema tersenyum bahagia, dan menjadi tertawa saat melihat ke terkejutan David yang seolah tidak terima.


" Terima kasih Tuan.." ucap Ema sambil membungkuk kan tubuh nya dengan masih menahan tawa.


Arya mendekati Ema dan berbisik.


" Dan juga jangan lupa kau ajari istriku untuk melayani suami nya lebih baik lagi " ucap Arya sambil mengedipkan mata nya.


David lebih kaget lagi,, kenapa Tuan nya menjadi ikut gila seperti Ema.

__ADS_1


" Beres boss " ucap Ema sambil membulatkan dua jarinya


David memilih menyingkir menyibukan diri di meja nya, dia tidak ingin ikut gila gara gara dekat dengan mereka.


Arya pergi keruangan nya, Sedang Ema berjalan mendekati meja David.


" Berhenti di situ " suara barinton David mengagetkan Ema.


" Jika berhenti di sini bagaimana saya menyerahkan dokumen ini? " tanya Ema.


" Tapi bagus lah.. silakah anda ambil sendiri di meja saya " kata Ema sambil berbalik menuju mejanya.


" Kemari kan..." kata David


" Ambil saja sendiri..." Ema tak mau kalah


" Kamu menentang saya.." tegas David melihatnya


" Anda tidak dengar Tuan Arya bilang apa? pekerjaan saya Anda yang merangkapnya, jika keberatan saya bisa adukan ke Tuan Arya " jawab Ema santai sambil memainkan ponsel nya.


" Kau..." kata David yang emosi berdiri tepat di hadapan Ema. tak disangka justru Ema berdiri, sehingga sangat dekat jarak keduanya.


" Aku kenapa Tuan Osborne? " tanya Ema memandang manik mata David menantang.


Deg...


Jantung David berdegup lagi.


Tiba tiba pintu terdengar di ketuk seseorang,


" Masuk " kata David menjauh dari Ema .


" Hai David... boleh kah aku meminjam Sekretaris mu sebentar " ucap Samuel mendekati Ema dan memberikan satu buket bunga.


" Terserah kau " ujar David sambil berlalu membanting pintu


" Kenapa dengan atasan mu? " tanya Samuel heran


" Mungkin dia panas karena tak ada satu wanita pun yang ber minat jalan dengan nya " kata Ema sambil mencium bunga pemberian Samuel.


" Terima kasih " ucap Ema yang hanya di balas dengan senyum oleh Samuel.


Keduanya tertawa dan terlihat saling bersenda gurau, karena sifat mereka sama, periang dan humoris. Entah apa saja yang mereka bahas.


David yang keluar dari ruangan bos nya melihat keduanya saling bercanda seolah dunia milik mereka berdua. Tak terasa dada David merasa sesak.


Dia keluar begitu saja, dia enggan ikut gabung bersama keduanya. Dia menendang tempat sampah di samping meja karyawan lainnya.


" Kenapa kau menaruh tempat sampah dijalanan, kau mau saya pecat !! " umpat David pada salah satu karyawan yang jadi sasaran kemarahan nya. Semua karyawan nya pun tak ada yang berani menjawab atau bahkan melihat. Karena Aura David sudah sama dengan Presdir mereka. Apa yang di katakan David selalu mendapat ACC dari Presdir mereka.

__ADS_1


Hari ini karyawan mereka di buat bingung, karena Presdir mereka yang berubah sangat ramah dan bahagia. Sedangkan disini ada Asisten nya yang berubah menjadi singa yang siap menerkam mangsa nya.


__ADS_2