
" Sudahlah Ania, berhenti marahnya. Masak kamu tega membiarkan suami gantengmu ini tidur sendiri di kamar tamu. " kata Arya membujuk istrinya
" Gak ada sayang, gak ada tidur seranjang. Malam ini tidur sendiri sendiri. " ketus Ania sambil mengahpus riasan make up.
" Masak cuma karena David memberi Lamborghini model baru pada temanmu, kamu yang sewot. Aku kan sudah janji membelikanmu sepuluh Lamborghini baru. " kata Arya menenangkan istrinya.
" Pokoknya udah telat. Aku udah gak mau lagi. " kata Ania
" Terus kamu mau apa sayang? Kamu jangan ngambek seperti anak kecil gini dong. " kata Arya yang merasa istrinya berubah.
" Jadi kamu ngatain aku anak kecil. Ya udah kamu cari istri aja tante tante , biar lebih dewasa. " sewot Ania kencang
" Bukan gitu sayang, aku cuma ingin kita baikan, jangan seperti ini. " kata Arya cemas istri nya makin marah.
" Ya udah aku pengen makan tahu kupat. makanan khas solo itu, sebelum aku makan itu, jangan harap bisa tidur seranjang. " kata Ania berjalan ke walk in closed.
Arya melongo mendengar permintaan istrinya, Tadi mencak mencak minta mobil Lamborghini keluaran terbaru, dengan harga yang sangat fantastis. Tapi dengan sekejab meminta makanan aneh, bahkan ia baru dengar makanan seperti itu. Setelah di cari di Google makanan itu hanya butuh harga yang sangat terjangkau. Bahkan bisa di bilang murahan oleh seorang Arya Utama.
" Kamu kenapa ngikutin aku ke sini? " kata Ania
" Sayang, ini kan udah malem. Besok aja aku suruh David beli. " kata Arya
" Ya udah kita tidur barengnya besok aja. " kata Ania sambil mendorong suaminya keluar karena Ania mau mengganti pakaiannya dengan memakai piyama.
Arya hanya bisa pasrah saat istrinya membanting pintu walk in closet dengan keras.
Arya mengelus dadanya melihat perubahan istrinya yang sangat pemarah.
__ADS_1
" David harus bertanggung jawab, dia yang membuat prahara ini semua. " kata Arya sambil mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.
" Halo Tuan. " jawab David dari seberang sana
" David, kamu carikan makanan tahu ketupat sekarang juga. " kata Arya
" Tapi Tuan ini kan sudah hampir tengah malam, lagi pula makanan seperti apa itu. " tanya David yang merasa aneh dengan jenis makanan yang disebut Tuannya itu. Jika ketupat sayur dia sering mendengar, tapi jika tahu ketupat dia baru mendengar.
" Ini semua juga karena dirimu, kenapa kamu memberi Lamborghini pada istrimu, sekarang Ania ikut ngambek. " kata Arya
" Kalo marah karena Lamborghini, Tuan bisa membelikannya, lalu masalahnya dimana dengan saya. kenapa Anda memilih membelikan ketupat sayur, daripada Lamborghini. Saya pikir anda tidak materialistik. " kata David polos
" kamu pikir saya pelit, jangan kan satu Lamborgini, sepuluh pun aku belikan, yang jadi masalah Ania berubah pikiran minta makanan aneh itu. Saya tidak mau tahu, kamu harus mencarikan tahu kupat itu malam ini juga. Ania tidak mengijinkan aku menyentuhnya sebelum aku membelikan makanan aneh itu. " kata Arya
Ema yang merasa terganggu dengan suara suaminya yang ditelpon Arya pun ikut terbangun, dan dia ikut mendengar percakapan kedua orang itu.
" Aku saja tidak bisa tidur dengan istriku, Kamu juga tidak boleh malam pengantin dengan istrimu. " kata Arya.
Ema merebut ponsel dari genggamannya.
" Tuan Arya yang terhormat, saya baru pertama kali merasakan malam pengantin, tapi kamu tega sekali mengganggu kami, jika Ania tidak mau dengan mu, jangan bawa bawa kami untuk menunda malam pengantin. Aku tidak mengijinkan suamiku malam ini pergi. Jika anda tetap menyuruh David pergi, aku akan menelpon Ania untuk tidak memberimu jatah satu bulan penuh. Aku saja baru mencoba satu rasa, masih banyak gaya yang harus kami coba. Anda kan sudah mahir, jadi lebih baik anda libur satu hari dari pada satu bulan bukan. SELAMAT MALAM. " kata Ema memperjelas kata akhirnya dan langsung menutup sambungan telepon begitu saja.
David hanya bisa membulatkan matanya mendengar mulut omez istrinya. Dia benar benar hanya bisa diam, mendengar perkataan Ema barusan. David yang tak pernah bercinta atau bahkan berpacaran kini harus bersanding dengan wanita yang sangat agresif dan mulut lemes.
Tapi David merasa beruntung, karena dia bisa mencintai wanita yang tangguh, karena David membenci wanita sebelumnya, itu karena dia merasa, wanita itu merepotkan dan cengeng. Tapi semenjak mengenal Ema perasaan itu terpatahkan karena sikap Ema yang keras dan tak pernah menangis atau cengeng. Itulah alasan kenapa David merasa hari harinya menjadi lebih berwarna bersama Ema.
" Jadi sayang kamu mau mangajariku gaya apa? " tanya Ema langsung mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya dan langsung ******* bibir David. Sedang David yang mendapat serangan mendadak sampai terbaring keranjang dengan posisi Ema diatas.
__ADS_1
Tak lama mereka terbaring dan saling memagut, ponsel David pun berbunyi. Dilihat Ema, siapa yang memanggil suaminya lagi, tertulis nama Tuan Arya memanggil.
Ema pun menekan tombol hijau lalu menjawab nya.
" Halo Tuan, Kenapa? apa Anda mau tak mendapat jatah selama satu bulan? " tanya Ema tanpa basa basi
" Tidak. " kata Arya sambil memutuskan sambungan telpon begitu saja.
" Ini baru benar. " gumam Arya sambil menaruh ponselnya di nakas.
" Berani sekali dia, baru menikah dengan David sehari, sudah berani mematikan ponsel tanpa persetujuan ku. Yang boleh memutuskan saluran panggilan itu hanya aku. " kata Arya yang ingin tidur disamping Ania yang sudah terlelap.
pelan pelan Arya merebahkan dirinya di ranjang, walaupun tidak bisa bertempur dengan istrinya, setidaknya dia bisa memeluk istri cantiknya.
Namun siapa sangka Ania dapat merasakan jika Arya memeluknya, Dia mendorong Arya hingga terjatuh kebawah ranjang.
" Kamu bau Arya, jangan mendekatiku, aku jadi mual. " kata Ania sambil menutup hidungnya.
Arya hanya bisa pasrah, karena jika dia membentak, Ania pasti akan semakin marah, dan itu berarti akan semakin lama pula dia tidak bisa memeluk istrinya.
Akhirnya Arya berjalan gontai mendekat ke arah sofa tv, namun masih dalam satu kamar. Dia tiduran dengan menatap istrinya yang tertidur, di tatap lekat lekat. Dada Ania yang begitu padat berisi. Wajah cantik natural tanpa riasan make up, membuat jiwa kelakian Arya kembali terbangun.
" Sial. Aku seorang Arya Utama, banyak sekali wanita yang ingin tidur denganku, tapi kenapa justru istriku menolak ku? " gumam Arya
" Terpaksa aku harus menuntaskan sendiri " gerutu Arya sambil menuju kamar mandi.
Berbeda dengan Ema, keduanya saling belajar cara bercinta yang baik, Ema tak segan segan menciumi tubuh suaminya, membuat David menggila, naluri kelakiannya tanpa harus belajar sudah membimbingnya mencari puncak kenikmatan keduanya. Malam indah ini adalah malam yang paling membahagiakan bagi Ema dan David. Namun malam ini adalah yang paling menyedihkan bagi seorang Arya Utama.
__ADS_1