Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 41


__ADS_3

Arya memasuki sebuah gang kecil. Akhirnya dia menemukan mobil istrinya terparkir di halaman kontrakan yang sangat kecil menurut Arya.


" Bagaimana bisa Ania memasuki lingkungan seperti ini. " gerutu Arya sambil keluar dari mobil Alphard nya.


Dari luar pun dia bisa melihat Ania sedang duduk di lantai beralaskan tikar. Dia terlihat sangat menikmat sebuah makanan sampai dia mengabaikan kedatangan Arya.


Arya berdehem, karena tak ada satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaannya. Mereka terlalu asik makan dan bersenda gurau layaknya sebuah keluarga.


" Sayang.. Kamu sudah sampai, cepat sekali. " kata Ania namun Arya masih diam dan berdiri di posisinya.


Johan segera berdiri dan ingin menyalami Presdir nya, namun Arya tak mengulurkan tangannya.


" Maafkan saya Tuan. Nyonya Ania yang menyuruh saya pulang. " kata Johan ketakutan.


" Aku sudah memecatmu, jadi wajar saja kamu langsung pulang. Tapi kenapa kamu harus membawa istriku?" kata Arya


Johan semakin ketakutan, karena Arya tidak berubah pikiran memecatnya.


" Sayang... aku yang memaksanya untuk pulang. Aku tidak akan memecatnya jika dia membuatkanku tahu ketupat, dan sekarang dia sudah membuatkanku, enak sekali sayang. " kata Ania enteng dan masih terus menyendok makan itu kedalam mulutnya.


" Jadi kamu menyogok istriku dengan makanan murahan seperti ini. Aku tidak akan berubah pikiran. Ini namanya penyuapan. Kamu tetap akan saya pecat. " kata Arya tegas.


Johan pun terduduk lemas di samping Ania, karena tadi posisi duduknya disamping Ania, Johan sangat syok mendengar penuturan Arya yang tidak berubah.


" Tenang saja Johan, aku sudah menjanjikan perusahaan baru bukan jika Arya tetap memecatmu." bisik Ania sambil terus makan tahu ketupat yang sangat enak menurutnya.


Istri Johan tadinya ikut menangis mendengar suaminya di pecat,namun karena dia mendengar Ania berbisik, dia pun memeluk Ania begitu saja karena senangnya.


Arya yang tak mendengar ucapan Ania menjadi marah karena melihat istrinya di peluk.


" Kenapa kamu memeluk istriku, lepaskan. Itu akan membuat anakku sesak " kata Arya mendekati mereka.


" Diam di situ. Jika kamu disini hanya mengangguku makan, lebih baik kamu kembali pulang saja. " kata Ania sambil terus makan.


Terpaksa Arya duduk di kursi depan sendiri, karena tidak ada yang berani mengusiknya.


Dari dalam ruangan itu terdengar suara tawa dari ketiganya, mereka sangat menikmati makan bersama mereka. Arya pun penasaran melihat kedalam dari sebuah kaca. Terlihat Ania begitu senang, dia tidak ada rasa risih duduk dibawah, dan tidak ada kesombongan seperti wanita wanita kaya lainya. Arya begitu mengagumi istrinya yang sangat sederhana dan berjiwa sosial yang tinggi.

__ADS_1


Saat Johan memergoki Arya melihat mereka, dia pun menundukan kepala, tanda menghormatinya, tapi ada wajah ketakutan juga disana.


Arya kembali memalingkan wajah melihat arah luar. Hingga Ania keluar membawa satu piring makanan yang sama ia makan. Tampilannya sangat sederhana, yang tidak menggugah selera nafsu makan Arya.


" Sayang, anak kita ingin kamu jiga memakannya. " kata ania sambil menyuapkan makanan itu, namun Arya tak kunjung membuka mulutnya.


" Kata anak kita, dia nanti malam tak ingin di tengok, jika kamu tak ikut memakannya. " bisik Ania karena takut di dengar Johan dan istrinya


Arya pun segera membuka mulutnya lebar lebar, dan Ania segera memasukan suapannya.


Sebenarnya Arya tidak menyukai makanan itu, bahkan dia ingin sekali muntah memakan makan aneh itu. Terlebih karena dia tidak menyukai sayur kol. Tapi disini ada irisan kol mentah membuat perutnya tak dapat menerima. Dia terus memaksakan menelan makanan itu tanpa mengunyah, sehingga ia kesulitan sekali menelan.


" Wah ternyata ayah sangat menyukai makanan ini juga sayang. " kata Ania sambil menatap perut ratanya.


" Aku ambilkan satu porsi lagi ya sayang. " kata Ania


" Tidak. Aku sudah sangat kenyang. " kata Arya cepat. Dia tidak ingin memakan makanan yang menurutnya sangat aneh. Hanya ada tahu goreng, ketupat, mie kuning,kol, kacang tanah goreng di campur sebuah bumbu hitam. Bahkan Arya sangat heran, melihat istrinya mampu menghabiskan banyak porsi makanan itu.


" Lebih baik kita cepat pulang. Tadi Aksa mampir kerumah kita. Dia menunggu kita di rumah. " jawab Arya berdiri


" Aksa ? ternyata dia masih ingat kakaknya. " gerutu Ania, karena selama ini Aksa tak pernah membalas chatnya.


" Sayang, apa kamu masih tetap akan memecat Johan? " tanya Ania mendekati Arya


" Tentu saja. " jawab Arya tegas


" Baiklah sebagai janjiku, karena aku tak punya perusahaaan, maka mobil baruku bisa untuk mendirikan usaha baru. " kata Ania dengan ingin menyerahkan kunci mobil pada Johan. Sedangkan Johan masih ragu dan takut tak segera mengambilnya. Arya pun terkaget dengan penuturan istrinya. Bagaimana bisa Ania dengan mudahnya menyerahkan mobil, sebuah hadiah yang baru ia berikan tadi malam. Dan jangan tanya lagi harga Lamborghini keluaran terbaru itu.


Arya pun merampas kunci mobil itu.


" Apa yang kamu lakukan Ania? Ini hadiah pemberianku, kenapa dengan mudahnya kamu berikan pada orang yang belum genap sehari kamu kenal ? " kata Arya.


" Sayang, kamu tau, Johan sudah empat kali melamar diperusahaan mu, namun selalu di tolak karena hanya tidak sarjana. Padahal dia hanya melamar staf biasa. Setelah di terima aku tanpa sengaja membuatnya di pecat. Padahal bekerja di Arran Group adalah impiannya. Dan kamu tahu sayang, dia harus menghidupi anak dan istri. Anaknya baru enam bulan sayang, lucu sekali. Apa aku bisa? Tidak memikirkan mereka, karena ini semua kesalahanku, sampai kamu memecatnya. " kata Ania dengan menunjukan wajah yang sangat memelas sekali.


Arya menatap Ania, hatinya meluluh melihat sirat mata Ania.


" Lalu dimana anakmu sekarang? " tanya Arya pada Johan memastikan kebenaran.

__ADS_1


" Tadi digendong Nyonya Ania sangat tenang Tuan sehingga langsung tertidur. Hati Nyonya sangat teduh Tuan sehingga membuat anak kecil merasa nyaman dalam satu kapannya. " kata Johan menyanjung.


" Tidak usah merayu, rayuanmu tak akan mempan. " kata Arya sedikit tinggi, karena tak suka Johan memuji Ania di depan Ania sendiri.


" Oek....oek....oek...!!! " terdengar bayinya terbangun menangis.


" Lihatlah, suaramu menakuti anaknya, sampai bangun " kata Ania


Istri Johan pun masuk kedalam sambil menghapus airmatanya yang tidak bisa ia tahan karena suaminya di pecat. Lalu ia keluar dengan menggendong bayi laki laki yang sangat menggemaskan. Arya yang menatapnya pun tadinya ingin sekali menggendong, namun karena gengsi menguasai dirinya, niat itu ia urungkan.


" Kamu bekerja di devisi apa? " tanya Arya


" Saya hanya staf training tiga bulan Tuan, hanya membantu bagian yang memerlukan bantuan. Saya sudah memasuki bulan kedua. " kata Johan takut.


" Aku dengar bagian manager accounting sedang kosong, kamu bisa mendatangi bagian personalia untuk mengisinya. " kata Arya dingin


" Terima kasih Tuan...! " kata Johan karena rasa bahagia yang sangat, ia ingin mencium tangan Presdir nya itu. Namun Arya menarik tangannya sebelum Johan menciumnya.


" Jangan berbangga dulu, orangku akan selalu mengawasimu. Jika kerjamu bagus, aku bisa mempromosikanmu lagi naik jenjang. Tapi sebaliknya jika kamu tidak becus, aku akan mendepakmu keluar sekalipun Ania mengiba. " kata Arya dengan wajah serius namun karena rasa bahagia Johan dia sama sekali tidak takut bahkan dia ingin mencium kaki Arya, namun Arya menolaknya.


" Jangan menyembahku, aku bukan Tuhan. Ini untuk hadiah untuk anakmu. " kata Arya menyerahakan kunci mobil Alphard beserta suratnya.


" Terima kasih Tuan.." kata Johan menangis bahagia, begitu juga istrinya yang sudah ikut menangis terisak isak karena bahagia.


" Jangan memeluk istriku. " kata Arya sambil membawa tubuh Ania dalam dekapannya. Arya tahu istri Johan pasti akan memeluk seperti tadi.


" Dan ingat, hadiah ini untuk anakmu. Jika kamu ingin memakai, pinjamlah dulu pada anakmu. " kata Arya masih dengan raut wajah serius.


" Pasti Tuan. " kata Johan.


Johan meneteskan airmata, ia tak pernah menyangka jika kehidupan sederhananya, bisa berubah dalam sekejap mata. Tuhan dengan mudahnya mengabulkan doanya lewat Arya dan Ania.


" Istriku sedang hamil, doakan kami selalu baik baik saja, dan selalu bahagia. " kata Arya sambil mencium kening istrinya. Arya bahagia, ia bisa berderma karena istrinya. Ania selalu menciptakan kebahagian dan aura positif untuknya.


" Pasti Tuan. Orang sebaik kalian, Tuhan pun pasti akan menyayangi kalian juga. " jawab Johan yang diangguki istrinya


" Semoga kandungan anda sehat dan dimudahkan persalinan nanti Nyonya. " kata istri Johan yang ganti diangguki suaminya.

__ADS_1


Karena hari sudah mulai sore, dan Aksa sudah menunggu di rumah mereka, akhirnya Arya dan Ania pulang dalam satu mobil Lamborghini, hadiah Arya pada Ania yang ia berikan semalam. Karena mobil Alphard mereka sudah mereka hadiahkan untuk anak Johan.



__ADS_2