
Akhirnya setelah menyesuaikan jadwal dengan pekerjaan Alleandra, akhirnya Samuel bisa memboyong istrinya untuk bulan madu.
Samuel dan Alleandra memutuskan akan mengunjungi negara Barcellona untuk menjadi destinasi tempat bulan madu nya.
" Sayang cepat.... Nanti kita bisa tertinggal pesawat. " kata Alleandra membangunkan Samuel.
" Tadi panggil aku apa, aku gak dengar. " kata Samuel tersenyum
" Sayaaangg..... Ayo cepet mandi, kalo tidak kita bisa tertinggal pesawat... " kata Alleandra
Samuel langsung menarik Alleandra dalam pelukannya, kita akan mandi bersama setelah ini.
Alleandra yang sudah rapi pun akhirnya hqrus ikut mandi lagi, karena ulah suami mesumnya. Samuel menyalahkan Alleandra karena memanggil sayang, panggilan itu membuat Samuel tak bisa menahan hasrat.
Sepanjang perjalan Alleandra hanya manyun, karena perlakuan suaminya yang selalu mengarah ke hal mesum.
" Sayang udah dong ngambeknya.. Nanti cepet tua hlo. " kata Samuel
" Emang udah tua. " ketus Alleandra, sambil memasangkan penutup mata pada matanya, lalu tidur.
Samuel melihat Alleandra, ternyata menakluk istri yang sedang marah lebih sulit, di banding merayu wanita untuk menjadi kekasihnya, pikir Samuel, kemudian ikut tidur bersandar di pundak istrinya. merasa tak mendapat penolakan Samuel menenggelamkan wajahnya di ketiak istrinya seperti anak kecil.
" Samuel geli.... " kata Alleandra.
Akhirnya Samuel menarik Alleandra dalam dekapan nya.
" Begini baru benar. " kata Samuel dengan menarik tangan Alleandra untuk melingkar di perutnya. Samuel mengabaikan orang orang yang melihat ke arah mereka, begitu juga dengan Alleandra.
Mereka mendarat dengan selamat di Airport Barcelona, lalu melanjutkan perjalan ke sebuah hotel yang menyuguh fasilitas, pemandangan yang menghadap pantai barceloneta. Suasana sore yang memperlihatkan keindahan pantai tersebut. Membuat hati Alleandra yang jengkel menjadi tenang.
Mereka memasuki hotel yang sudah di pesan Samuel terlebih dahulu.
Alleandra duduk di sebuah kursi belakang hotel tersebut. Alleandra melihat masih ada beberapa wisatawan yang belum beranjak dari permainan mereka, di bibir pantai.
Alleandra menatap sepasang muda mudi yang sedang duduk santai di bibir pantai tersebut. Dia seperti mengenali lelaki itu.
__ADS_1
Tak berapa lama sepasang muda mudi itu berjalan ke arahnya.
" David . " gumam Alleandra. Jantungnya masih tak beraturan saat melihat wajah David.
" Kenapa sayang. " tanya Samuel menghampiri istrinya.
" Samuel ..." sapa Ema memanggil namanya.
Samuel berbalik menatap sumber suara yang memanggil namanya.
" Ema, kamu juga di sini? " tanya Samuel.
" Untuk apa kamu mengikuti kami berbulan madu, Ema sudah menikah denganku, dan sudah menjadi milik ku seutuhnya. " kata David dengan posesifnya.
" Siapa bilang aku mengikuti kalian, lagi pula aku juga sedang berbulan madu, jadi aku tak ada waktu untuk memikirkan istri orang. " jawab Samuel santai.
" Kenalkan istri tercantik ku, nyonya Samuel. " kata Samuel menarik Alleandra dalam dekapannya.
" Jadi kalian sudah menikah? " tanya David
" Tentu saja.Tuhan menciptakan jodoh yang terbaik untuk ku." kata Samuel
David ikut bahagia, karena Samuel sudah menemukan kebahagiaan lain. Dia tidak menyangka secepat itu bisa melupakan Ema.
" Selamat ya. " kata Ema menyodorkan tangan pada Alleandra yang kemudian disambut.
" Akhirnya kamu bisa menemukan kebahagiaan tanpa harus menyakiti wanita lain. " kata Ema, karena dulu sangat benci pada Alleandra, melebihi rasa benci Ania pada Alleandra.
" Terima kasih. " kata Alleandra malu mengenang kisah cintanya saat mengejar Arya, tanpa memperdulikan perasaan Ania pada waktu itu.
Akhirnya mereka melewati bulan madu double date. Mengunjungi tempat tempat wisata yang mereka telah diskusikan sebelumnya.
Ania yang melihat status Ema sedang liburan berempat merasa kepanasan.
" Arya... Lihat anak buahmu bulan madu membawa para istrinya ke Barcelona. Tapi kamu yang sebagai bos masak istri nya tidak di ajak bulan madu. " kata Ania merajuk
" Sayang,, kamu kan lagi hamil besar. Nanti aja kalau Arya junior sudah lahir kita bisa honey moon. " kata Arya sangat lembut. Karena kehamilan pertama ini, Ania menjadi sangat galak dan posesif pada suaminya.
__ADS_1
" Bilang saja kamu pelit. " kata Ania sambil membuka pintu kamar ingin keluar.
Arya mengekor istrinya ikut keluar. Sudah seminggu ini Ania tidak ingin di tinggal kerja. Dia bisa menangis seperti anak kecil jika tak melihat wajah suaminya dalam satu menit saja. Sangat berbeda saat Ania hamil muda kemarin, diw seakan muak bertemu Arya.
" Bukannya semua kartu kamu yang pegang. Masih kurang apa sih sayang. " tanya Arya mencium pipi istrinya
" Aku pengen baby moon di Barcelona Arya. Kita harus menyusul Ema. Aku pengen ke pantai, aku pengen shoping. " kata Ania.
" Iya ... aku akan mengatur keberangkatan kita. " kata Arya yang tak ingin berdebat dengan istrinya.
" Arya..... Perutku sakit... " kata Ania memegang perut bagian bawahnya.
" Ania.... kamu kenapa? " Arya ikut pucwt melihat wajah Ania yang kesakitan.
Saking paniknya Arya segera menggendong Ania, dia berteriak agar semua karyawan menolongnya.
Akhirnya Arya membawa Ania kerumah sakit dengan diantar sopir pribadinya.
" Arya.... Jika terjadi apa apa padaku, Kamu selalu sayangi anak kita ya. " kata Ania lemas. Dia sudah sangat kesakitan merasakan sakit yang menyiksa di perut bagian bawah.
" Ania... kamu harus kuat. Kamu tidak boleh lemah. Kita akan membesarkan anak kita bersama sama. " kata Arya dengan airmata yang sudah membanjiri wajahnya.
Ania memejamkan mata nya tanpa menjawab. Dia sudah tak kuat menahan sakitnya.
" Ania...... Ania bangun sayang... Ania bangun sayang.... " kata Arya panik dengan menggoyang goyangkan tubuh Ania.
" Pak cepat..... Istri saya pak..... Selamatkan Istri saya pak. " kata Arya dengan berteriak teriak.
Setelah sampai di rumah sakit, Arya di minta menanda tangani surat kuasa untuk membiarkan istrinya di operasi. Karena kandungan Ania baru menginjak tujuh bulan. Kandungannya hqrus di sesar karena bisa membahayakan keduanya. Dokter memberikan penawaran agar memilih salah satu dari mereka, anaknya atau istrinya yang harus di selamatkan.
Arya begitu syok mendengar penjelasan dari dokter. Selama ini Ania baik baik saja, tidak pernah mengeluh, tapi kenapa sekarang dia di hadapkan dengan pilihan yang memberatkan.
" Bagaimana Tuan Arya, ini harus secepatnya di tangani, karena pendarahannya tidak bisa berhenti. Semakin cepat, semakin besar kemungkinan terselamatkan.Jika anda menyelamatkan Istri anda, kemungkinan besar beliau akan sulit untuk hamil lagi. Karena kantong kandungan istri anda bermasalah, harus ikut di bersihkan dalam operasi ini " kata Dokter.
Arya sangat panik, dia tidak bisa memilih mana yang harus ia selamatkan.
" Dokter selamatkan keduanya, saya akan membayar berapa pun permintaan dokter, tapi upayakan selamatkan keduanya. " kata Arya dengan berlinang air mata.
__ADS_1
Arya belum sempat bertanda tangan seorang perawat memberitahukan jika Keadaan Ania sangat kritis, harus mendapatkan pertolongan darah secepatnya.