
Ema berinisiatif ingin menanyakan perihal perjanjian David dan Samuel, Mungkin Arya memberitahukan pada Ania.
" Haloo.... Nyonya Presdir.. apa kamu belum bangun setelah melewati malam panjang ? Kata Ema yang melihat ponsel nya tersambung namun tak ada jawaban.
" Ania kamu kenapa? " tanya Ema khawatir karena hanya mendengar isakan tangis
" Aku tak apa apa Ema.." jawab Ania terisak
" kirimkan alamat mu sekarang, aku akan kesana " kata Ema cepat
" Tidak...kamu sedang bekerja Ema " tolak Ania
" Ania kamu tahu kan aku bekerja disini karena persahabatan kita. Aku tak akan kekurangan uang jika harus dipecat " kata Ema
" Lagi pula mata ku cepat katarak jika harus melihat Tuan David setiap saat " kata Ema sengaja di keraskan suaranya agar terdengar David yang baru saja masuk ke ruangan.
Ema bergegas merapikan meja dan mengambil tas nya.
" Tuan David.. Nyonya Presdir mengharapkan kehadiran saya,, jadi tolong selesaikan file ini ya Tuan " jawab Ema sambil mengerlingkan satu matanya.
David diam tak menjawab. Dia membuang muka saat Ema masih melihatnya.
" Dasar manusia kutub " gerutu Ema yang masih bisa di dengar David
*
*
Ania menceritakan Semua masalah nya. Ema yang mendengarkan pun jadi panas.
" Ania... kamu itu bodoh sekali.. jika aku yang jadi kamu aku jambak jambak rambutnya " kata Ema sambil memperagakan tangan seolah sedang mencakar.
" Mulai sekarang kamu harus tegas padanya, supaya dia tidak menjadi duri dalam keluargamu. Kalau perlu usir dia.. kamu punya hak Ania " imbuhnya
" Arya mencintainya Ema... aku bisa apa? " kata Ania pasrah
" Kamu itu istri nya,,sejak kapan kamu jadi wanita cengeng. Kamu harus membuat Arya mencintaimu, jika tidak bisa... paksa dia " kata Ema semangat
" Bagaimana aku harus memaksa nya? " kata Ania
" Kamu harus mengandung anak Arya " kata Ema
Ania yang sedang meminum susu jahe pun tersedak. Ema segera memberikan air putih.
" Bagaimana Aku bisa mengandung, Aku ingin memastikan apa Arya mencintaiku dulu apa tidak, baru aku akan melakukan kewajiban ku" kata Ania
" Kamu jangan bodoh Ania, Arya tidak akan meninggalkanmu jika kamu melahirkan anak nya. Lagi pula keluarga nya semua mendukungmu bukan? itu akan jadi point plus untuk menyingkirkan pelakor itu " cerocos Ema
" Malam ini kamu harus bisa membuat Arya menyentuh mu " kata Ema
" Bagaimana cara nya? " tanya Ania yang terprovokasi sahabat gila nya itu.
__ADS_1
Ema memandang Ania dengan tersenyum penuh arti.
" Kenapa kau melihatku seperti itu? " tanya Ania tak mengerti
Ema berjalan menuju Walk in closed . dia membuka lemari satu per satu. Di lihat semua nya tak ada yang manarik menurut Ema.
" Bagaimana Arya mau menyentuhmu jika pakaianmu semua panjang tertutup seperti ini " jawab Ema
" ikut aku...." kata Ema.
Ema mendandani Ania dan mengajaknya ke sebuah mall.
" Coba ini.... " kata Ema sambil menempelkan sebuah lingerie seksi.
" Tidak.... bagaimana bisa aku memakai pakaian seperti ini " kata Ania menolak
" Kau mau Tuan Arya kembali ke pelukan pelakor itu " kata Ema
" Tak perlu mencoba nya, nanti malam aku akan memakainya " sahut Ania malas.
Ema tersenyum, tak ingin membuat Ania bersedih, Ema menawarkan nonton bioskop
" Ania bagaimana kalau kita nonton, sekalian kita sudah berada di mall " ucap Ema
" Boleh...." kata Ania
Ema sengaja mencari film bertajuk komedi, supaya sedikit menghilangkan kesedihan Ania.
" Sudah jam tujuh ternyata.. Arya pasti sudah pulang " kata Ania panik
" Baiklah aku akan mengantarmu sampai rumah " kata Ema.
**
**
Dihalaman sudah terparkir mobil Arya, menandakan sang pemilik sudah berada di dalam rumah.
Terlihat suasana sepi, di meja makan pun sudah terhidang makanan namun belum ada yang duduk.
Ania menaiki tangga, membuka pintu kamar lebar dia agak kesusahan membawa barang belanjaan.
Dilihat Arya sudah menatapnya dengan tatapan dingin. duduk di sofa dengan mensedekapkan tangan.
" Bagus sekali, suami pulang dari bekerja keras tidak disambut, ternyata habis bersenang senang " kata Arya
Ania tersenyum kaku.
" Aku sudah kelaparan, apa kau akan terus berdiri seperti itu " kata Arya
" Ternyata dia menunggu ku " batin Ania senang.
__ADS_1
Ania segera bergegas ke kamar mandi, setelah keluar dia masih melihat Arya menunggunya sambil memainkan ponsel.
" Ayo kita turun..." kata Ania
Arya menatap istri nya. Dan menganggukan kepala.
Ania sengaja memeluk lengan Arya untuk memanasi Alle. Arya yang kaget dengan sikap Ania pun tersenyum dan membiarkan saja.
Ternyata sudah ada Alle menunggu mereka. Dia melihat tangan Ania yang bergelanyut dilengan Arya pun menunjukan rasa tak suka.
Arya heran melihat surti yang mempersiapkan makan malam, karena biasanya bik Irma yang menyiapkan semuanya.
" Surti kemana bik Irma, kenapa kamu yang menyiapkan makan malam " tanya Arya dingin
Surti diam saja, bingung harus menjawab bagaimana.
" saya yang menyuruh nya, kasian bik irma sudah tua. Biarkan Surti yang menggantikan. tapi yang memasak tetap bik Irma kok " kata Ania karena tahu Arya tipe pemilih dalam makanan. Dan sudah percaya dengan bik Irma.
" Kedepan nya biarkan Surti di depan sampai jam sembilan " kata Ania
Arya hanya diam tanda setuju.
" Arya aku tadi sengaja memasak cumi asam manis kesukaanmu " kata Alle sambil mencari menu itu karena tidak tersedia di meja.
Surti sengaja tidak menaruh di meja, karena tidak mau membuat Nona Mudanya sedih lagi.
" Surti... tolong ambil kan cumi yang ku masak tadi " pinta Alle lembut
" Tidak usah Surti, itu untuk pelayan belakang saja biarkan dia merasakan masakan orang italia " kata Ania santai
" setidaknya hargailah aku Ania,, sedikit saja kau coba " kata Alle sambil berdiri mengambil menu itu
" Jika kau meletakan di meja, aku akan membuangnya " kata Ania mulai tinggi
" Kau pasti bercanda Ania.." kata Alle yang terus mendekat ingin meletakan menu itu.
Dan benar saja, Ania merampas menu itu dan membanting nya.
Prangggg......
Piring itu jatuh berceceran dengan cumi berserakan.
" Apa saya terlihat bercanda... kamu kira aku wanita berhati malaikat yang bisa membiarkan mantan pacar suaminya hidup dalam satu atap. Aku bukan wanita yang harus menangisi kisah pilu itu Nona " kata Ania lembut namun penuh penekanan.
Arya sebenarnya kaget, ternyata Ania senekat ini. Namun dirinya justru sangat bahagia, karena itu tanda nya Ania sedang cemburu.
" Aku rasa hari belum terlalu malam, Arya pasti akan membiarkan mu mencari hotel " kata Ania
" Surti...bereskan hidangan ini, malam ini tak ada satu pun yang akan malam , berikan pada semua karyawan disini " kata Ania sambil berlalu.
Alle menujukan wajah sendu,, ditatap wajah Arya seolah menanyakan bagaimana ini.
__ADS_1
" Maaf kan aku Alle,, istriku terlalu pecemburu, aku tak bisa berbuat apa apa. Akan ada sopir yang mengantarmu mencari hotel " kata Arya yang ikut pergi mengikuti istrinya ke kamar