
Arya tersadar saat Ania pergi begitu saja tanpa melihat mereka,, dilihat punggung istrinya yang semakin menjauh dari mereka.
Arya mengurai pelukan Aleandra. Tanpa melepaskan pandanganya kepunggung istri nya.
" Kenapa kamu pergi begitu saja melihatku di peluk wanita lain Ania, apa sebegitu tidak berharganya aku dihidup mu " batin Arya
Aleandra menggoyangkan tangannya,, membuyarkan lamunan Arya.
" Arya...." kata Alleandra
" Kenapa kamu bisa ada disini Alle ? " tanya Arya saat tersadar
" Aku merindukanmu Arya,, Aku tak bisa menutupi perasaan ku,, aku tak bisa hidup tanpamu Arya..." ucap Alleandra lembut.
" Aku sudah menikah Alle... buang jauh perasaan itu " jawab Arya
" Aku tahu kamu tidak mencintainya Arya... Dia hanya pelarian,, karena kamu dijodohkan ibumu." sahut Alleandra.
" Dan kamu harus tau Arya...aku tak bisa hidup tanpa mu Arya, kenapa kamu tak mengerti perasaan ku,, aku menyesal menolak tawaranmu untuk masuk keagama mu Arya... Sekarang aku putuskan akan merubah kenyakinan ku untuk bersamamu..." ucap Alle tersenyum.
" Sebuah keyakinan itu hadir dari diri orang itu sendiri Alle, bukan karena orang lain, dan aku tak mau kamu merubah keyakinanmu hanya karena alasan ingin bersamaku. Kita berbeda Alle.. Kenyakinan hidup itu bukan sebuah permainan. yang bisa kau rubah sesuka hatimu.. Pertahankan seperti dulu kamu sangat menjunjung agamamu dulu. Jangan kau goyahkan hanya kehadiran seseorang..." ucap Arya memperingati.
" Tapi Arya... aku sangat mencintaimu... aku tak bisa hidup tanpa dirimu Arya..." ucap Alleandra dengan meneteskan air mata.
" Semua sudah terjadi Alle,, kamu bukan jodoh untuk ku, Percayalah Tuhan akan mengutus jodoh yang terbaik untukmu.." kata Arya
Alleandra tahu sikap Arya jika dipaksa akan marah, dia memilih mengalah.
" Tapi kita bisa berteman bukan ? " tanya Alleandra sambil mengulurkan jari kelingkingnya dan tersenyum dengan tangan kiri menghapus airmatanya.
" Tentu ... " jawab Arya mengaitkan jari kelingking nya.
Alleandra memeluk Erat Arya.
" Kamu akan menjadi teman hidupku selamanya Arya,, hanya aku yang akan menjadi pendampingmu " batin Alleandra dalam pelukan
Tanpa mereka sadari sepasang mata melihat mereka yang sedang berpelukan.
Ania menutup mulut dengan kedua tangan nya. Airmatanya semakin deras mengalir.
__ADS_1
" Pelarian..... aku hanya pelarian...." ucap Ania sambil berlari ke kamar nya.
" Kapan kamu sampai disini Alle ?" tanya Arya
" Aku baru sampai Arya... Aku langsung mencari alamatmu dari situs " jawab Alle
" Kamu benar benar nekad Alle.." kata Arya
" Aku nekad karenamu Arya..." jawab Alle lembut
Arya hanya memandang Alleandra tanpa menjawab.
" Baiklah...baiklah.... berhenti membahas itu. Boleh kah aku bermalam disini untuk sementara. Aku ingin mencari hotel, tapi ini sudah terlalu larut malam " pinta Alle
" Boleh... Kamu bisa menggunakan kamar tamu, nanti biarkan pelayan yang menunjukan " kata Arya
Arya memanggil Bik Irma untuk menunjukan kamar tamu untuk Alle.
" Baiklah karena ini sudah malam, kamu istirahatlah " ujar Arya saat Bik Irma sudah diantara mereka.
" Apa kamu tak mau mengantar ku? " tanya Alle
" Ada yang harus aku kerjakan Alle,, hari ini aku membawa pekerjaan kerumah, karena ada acara resepsi ini " kata Arya
" Good night... " jawab Arya sambil berlalu dan membalas tersenyum.
Alle masih melihat punggung Arya berlalu.
" Kamu sudah jauh berubah Arya... namun aku akan membuatmu kembali seperti dulu " batin Alle
" Mari Nona saya antar ke kamar anda " pinta Bik Irma
Alle hanya menganggukan kepala dan tersenyum.
" Aku akan mengambil hati pelayan ini, untuk menyingkirkan wanita si*lan itu " batin Alle sambil mengikuti bik Irma dan memikirkan cara untuk menyingkirkan Ania.
Arya melangkah kan kaki ke kamarnya. Dilihat Ania sudah membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut.
" Dia meringkuk seperti kucing, jika sedang tidur " batin Arya tersenyum karena melihat istri nya yang begitu kecil dan imut walaupun berbalut selimut.
__ADS_1
Karena tak mau menganggu tidur Ania, Arya menutup pintu pelan pelan, dan meninggalkan kamar menuju ruang kerja nya.
Mata Ania terbuka, karena sesungguhnya dia tidak bisa tidur. Mata nya tak bisa terpejam. Airmatanya tak bisa berhenti, mengalir dengan deras.
" Kamu memilih pergi Arya, dari pada tidur bersamaku,, jadi benar kata wanita itu, aku hanya pelarianmu " gumam Ania yang semakin terisak membayangkan bahtera rumah tangganya yang akan hancur sebelum dimulai.
Ania bingung bagaimana cara menjelaskan pada orang tuanya, jika sesungguhnya dia sangat terluka. Karena disisi lain, dia tidak ingin mengecewakan orang tua nya.
Arya terduduk di tempat kerja nya. Begitu banyak tugas yang menumpuk membuatnya enggan untuk mengerjakan.
Pikirannya menerawang ke masa lalu. Saat perjumpaan nya dengan Alleandra. Gadis Itali beragama Nasrani sangat lembut, ramah pada siapa saja, dan pandai berbagai macam bahasa,, termasuk bahasa Indonesia, selain mengerti dia pun bisa berbahasa Indonesia dengan fasih.
Kecantikannya menjadikannya primadona dalam kampus kala itu, Siapa pun tidak ada yang tidak mengenal Alle, termasuk Arya,, Alle selalu membantu Arya saat kesulitan berbahasa, Ada beberapa penduduk yang tidak mengusai bahasa inggris sehingga menyulitkan Arya saat berkomunikasi.
Lambat laun Arya mengaggumi kebaikan Alle, sifatnya yang lembut dan sangat pintar membuatnya senang berada disampingnya.
Mereka sering bersama bertiga kala itu.
Arya , Alle , dan Vania sering menghabiskan waktu untuk bersantai dan bersenda gurau sampai lupa waktu di Apartemen Arya, karena keduanya yang menghampiri Arya kesana. kadang kadang mereka sampai tidur Apartemen Arya. Namun Arya tak pernah mengijinkan keduanya memasuki kamar nya. mereka hanya tidur disofa ruang tamu.
Ania adalah satu satunya wanita yang diijinkan masuk kekamarnya bahkan satu ranjang dengan nya.
Karena kedekatan itu, membuat Alle memberanikan diri menyatakan cintanya pada Arya.
Arya yang tadi nya mengira juga mencintai Alle pun menerima begitu saja, sampai dengan berjalannya waktu, dia merasakan tak ada getaran getaran, atau rasa nyaman saat bersama Alle. berbeda yang ia rasakan saat bersama Ania dulu.
Tak ada rasa cemburu saat Alle digoda laki laki, atau sedang bersama sama laki laki.
Arya yang tak ingin menyakiti Alle pun, menguatkan hatinya untuk bisa menerima Alle disisinya.
Karena saat itu Arya ingin melupakan Ania dalam hidupnya.
" Kamulah yang pelarianku dulu untuk melupakan Ania,, Alle " gumam Arya sambil memijat keningnya yang terasa pusing.
" Kenapa kamu tidak marah Ania, saat Alle memeluk ku? Kenapa kamu begitu acuh terhadap kami, Apa sebenarnya kamu tidak pernah mencintaiku Ania? " Arya terus memikirkan istri nya yang mengabaikan nya.
Sampai larut malam Arya tak kunjung memejamkan matanya, dia menyibukan diri mengerjakan tugasnya. Seperti Ania yang tidak bisa memejamkan mata nya, karena airmata nya seolah tak pernah kering terus mengalir keluar membanjiri bantal nya.
Visual
__ADS_1
Alleandra Smith