Biarkan Cinta Bicara

Biarkan Cinta Bicara
BAB. 31


__ADS_3

Ema meninggalkan ruangan dengan jengkel. Bagaimana tidak, orang yang sangat berwibawa terlibat baku hantam seperti anak kecil memperebutkan mainan. Siapa yang menang dia akan mendapatkan.


" Memang aku akan memilih satu diantara kalian apa, Jika ada yang menang. Yang ada aku akan benci kalian. " kata Ema menggerutu.


Ema menuju kantin langsung meminum, minuman yang di pesan Steve lebih dulu.


" Kenapa kau minum es teh ku. " protes Steve


" Kenapa? Apa kamu juga akan memperebutkan aku. " kata Ema masih emosi


Steve yang sedang makan pun memuncratkan makanan keluar, dan tertawa.


" Mana ada laki laki yang berani mencintaimu, yang ada mereka akan kalah sebelum bertanding dengan mu? "


Ema yang menyadari salah ucap dengan Steve pun hanya tersenyum kecut.


Semua yang ada di kantin memperhatikan seseorang yang baru masuk ke dalam kantin, begitu juga dengan Steve, matanya melihat lurus ke depan, seolah ada sesuatu yang janggal.


Ema pun membalikan badan dan melihat apa yang sedang menjadi fokus para karyawan dalam melihat.


Ema pun ikut ternganga, karena melihat David sedang berjalan kearah nya dalam kondisi babak belur dan berantakan dengan darah yang mengotori kemejanya.


David menarik Ema begitu saja keluar kantin. Tanpa memperdulikan Ema yang berusaha melepaskan gengaman itu. Begitu banyak karyawan sedang berbisik bisik tentang mereka, namun David seolah tuli dan menyeret Ema ikut dengannya.


David mendudukan Ema di mobilnya, memasangkan sabuk pengaman di tubuh Ema. Terasa deru nafas yang keluar dari David.


Ema merasa gugup karena David menatap Ema tanpa berkedip. Terasa debaran jantung dari keduanya. David segera keluar menutup mobil dan masuk disamping kursi Ema.

__ADS_1


" Aku mau keluar. Aku tak mau ikut denganmu " kata Ema berusaha melepaskan sabuk pengamannya.


" Diam di tempat, atau aku akan mencium mu lagi. " tegas David


Dan benar saja Ema langsung diam ketakutan. David melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, terasa hening dari keduanya. Tidak seperti biasa Ema yang akan selalu mengoceh tak jelas kesana kemari. Namun sekarang bagai benda mati, untuk bergerak pun tak berani.


" Kenapa jadi aku yang ketakutan seperti ini, biasanya aku yang selalu mengerjai manusia es ini. Kenapa sekarang jadi terbalik. " batin Ema sambil melirik David


Ema melihat sekeliling saat mobil David berhenti. Dia tidak mengenali lokasi ini.


David turun dari mobil dan membuka sabuk pengaman.


" Turunlah. " kata David


" Tidak mau. Bagaimana jika kamu akan memperkosaku. " kata Ema menutup diri dengan kedua tangannya.


" Enak saja, bagaimana aku tidak gadis, ciuman saja kamu yang sudah merampas nya dariku. padahal itu ciuman pertamaku. " kesal Ema


" Baiklah mari kita buktikan. " kata David sambil menggendong Ema ala bridal style, karena Ema tak kunjung mau turun dari mobil.


" Turunkan aku. " kata Ema sambil memukul mukul dada David, namun David bergeming.


David menurunkan Ema di depan sebuah kamar apartemen nya, namun tangan satunya masih mengenggam tangan Ema, dan yang satunya untuk membuka akses masuk.


" David kamu jangan macam macam dengan ku. Aku ingin keluar, atau aku akan teriak minta tolong jika kamu akan memperkosa ku. " kata Ema gugup karena David mengunci pintu itu kembali.


" Teriak saja sekeras mu, jika hanya ingin membuang tenaga. " kata David sambil berlalu menuju kamar

__ADS_1


Ema masih mematung di depan pintu. Dirinya sungguh ketakutan. Ema sudah benar benar menciut nyalinya. Jiwanya yang bar bar sudah berubah kecemasan yang sangat terlihat.


" Sampai kapan kamu akan berdiri seperti itu. Cepat kemari obati aku, ini semua karena mu. Apa kamu tidak merasa bersalah sedikitpun padaku." kata David dengan membawa peralatan P3K.


Ema pun mendekat saat David hanya menyuruhnya mengobati luka. Dirinya duduk disamping David dan menghadapnya. Jantung Ema berdetak sangat cepat. Dia tak merasakan perasaan ini sebelumnya, bahkan pada laki laki lain yang dia kagumi pun tidak menghadirkan getaran seperti saat ini.


David menyodorkan kotak obat itu. Ema membuka dan mengambil kasa dan alkohol. Ema mulai membersihkan bekas darah di dekat bibir David. terlihat tanganya gemetar.


David yang melihat kegugupan Ema pun sangat senang. Karena itu bertanda, jika Ema juga memiliki rasa terhadapnya, seperti yang ia rasakan saat ini. Debaran jantungnya tidak beraturan.


Ema serius membersihkan luka luka David, sampai dia tidak menyadari jika David terus memandanginya. David merasa kesakitan saat Ema menaruh antiseptik di area yang berdarah.


Ema pun tak tega sampai dia berhenti mengolesi. David mengenggam tangan Ema. Keduanya saling bertatap mata, David terus mendekatkan bibirnya di bibir Ema.


Karena setan apa Ema pun diam saja, saat kedua bibir itu saling bersentuhan. David dengan lancang menyesap bibir tipis milik Ema. David sedikit menggigit bibir Ema, agar Ema membuka bibirnya. Dan benar saja dengan mudahnya David memasuki rongga mulut Ema, menyesap lidah Ema. David sangat menikmati ciuman itu, Ema yang tadinya diam saja pun, mulai ikut membalas ciuman itu, mereka saling berpagut. Ciuman yang tadinya lembut kini semakin panas, dan saling menuntut dari keduanya. Tangan David pun tak tinggal diam, dia mulai menggerayangi tubuh Ema, Entah keberanian dari mana David mulai mencium leher jenjang Ema dan meninggalkan bekas biru di sana. David semakin turun kebawah. tangannya sudah selesai membuka semua kancing kemeja Ema, kini mulai membuka pengait yang melindungi dada Ema. David menenggelamkan wajahnya di balik penutup dada Ema. Dia menyesabnya, bagaikan tersengat listrik Ema merasakan sensasi yang luar biasa. Belum pernah ia rasakan sebelumnya. Keduanya hanyut dalam asmara yang terlarang. Ema terus mendesah saat David masih bermain di dadanya dan tangannya yang tidak bisa diam menggerayangi tubuh Ema.


Sesaat Ema tersadar dengan apa yang di lakukan David. Dia pun mendorong tubuh David menjauh darinya. Dia segera menutup kemejanya lagi. Namun David sudah terlanjur di buru gejolak dalam jiwanya, membuatnya lupa jika wanita itu adalah orang yang dicintainya. Dan seharusnya ia jaga kehormatanya.


David membuka kembali kemeja Ema. Dan terus menindihnya di sofa tanpa mendengarkan Ema yang memohon untuk di lepaskan. David terus membuka pakaian yang tersisa di tubuh Ema. Kesadaran David semakin hilang saat melihat tubuh indah Ema, yang tanpa menggunakan satu pakaian pun. David telah melepas paksa dari Ema. Keduanya sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun. David terus menciumi seluruh lekuk tubuh Ema. Terlihat air mata membanjiri pelupuk mata Ema. David tersadar jika yang dia lakukan telah menyakiti perasaan orang yang di cintainya.


David segera terduduk, memunguti pakaian yang berserakan di lantai, dan menutupi tubuh indah Ema.


" Maafkan aku Ema, Aku khilaf. Aku takut kamu lebih memilih Samuel dari pada aku. Untuk pertama kalinya aku merasakan cinta Ema, dan kamulah yang mengajarkan aku tentang cinta itu. " kata David yang duduk di lantai dengan menghapus airmata Ema. Hatinya ikut pedih karena khilafnya membuat airmata orang yang dicintainya keluar.


Hai kakak dukung karya baru aku ya.


Kisah ini mengadung poligami, tapi tidak berbagi suami, ada cerita menjengkelkan di awal cerita, dan keuwuan Evelin dan Mahez sampai cinta segitiga dari pemeran masing. yang suka alur greget, melo dan romantis, tapi juga ada komedinya juga. Bisa coba di baca ya kak... Jangan lupa like dan komen untuk dukung karya aku supaya bisa terus up ya kakak. I Love you reader....😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2