
Hari ini Ania sangat bosan di rumah. Dia berinisiatif pergi ke kantor Arya ingin memberikan makan siang.
Dibantu Bik Irma dan Surti, Ania mempersiapkan makan siang, karena Ania memang tak pandai memasak.
Ania mengendarai mobil sendiri, sebenarnya ada sopir yang ingin mengantar namun Ania menolak.
Ania menghirup Aroma Hotel dalam dan membuang nya perlahan. Dia sangat merindukan suasana bekerja.
Dia memasuki lift khusus. Sampai di depan ruangan suaminya, pintu ruangan tersebut sedikit terbuka. Ania melihat Arya sedang berpelukan dengan Alle.
Ania yang terkejut, tanpa berpikir panjang langsung berbalik dan kembali keluar.
" Lepaskan Alle...aku takut ada yang salah paham di sini " kata Arya mengurai pelukan
" Aku merindukan mu Arya... ijin kan sebentar saja begini " jawab Alle
" Tidak Alle...." kamu harus bisa menerima aku sudah menikah. Jika kamu tak mau melepaskan, aku tak ingin bersahabat dengan mu lagi. kata Arya
" Baiklah...." Alle melepaskan.
" Dari mana kamu tahu alamat kantor ku Alle? " tanya Arya.
" David... " kata Alle jujur
Arya menautkan alis nya.
" Untuk apa kamu ke sini? " tanya Arya lagi
Alle hanya memandang Arya tanpa menjawab.
" Aku bekerja Alle... bukan bermain. Aku masih banyak pekerjaan." kata Arya
" Baiklah...aku mengerti " kata Alle meraih tas nya di meja.Alle meninggalkan kantor begitu saja.
" Maafkan aku Alle..aku tak ingin memberi harapan palsu untuk mu." kata Arya
*
*
Ania berjalan cepat ingin segera keluar dari gedung itu. Dengan airmata yang jatuh tak bisa di tahan.
" Kenapa kamu jahat Arya..." batin Ania
" Ania...." ucap steve
Ania mengelap air mata nya.
" Steve..." kata Ania
" Kenapa kamu menangis? Dan kenapa di luar? " tanya steve lagi
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Ania pun menangis di dada steve...Dia meluapkan rasa sedihnya di dada sahabat nya.
" Jangan menangis Ania, apa yang terjadi ?" kata steve sambil mengurai pelukan, dia takut terjadi kesalahpahaman
Bugh...
Tanpa berpikir panjang Arya yang melihat Ania melabuhkan tubuhnya di pelukan steve langsung melayang kan bogem mentah.
" Berani kamu memeluk istri ku " Arya yang sudah merah padam memaki Steve dan ber ancang ancang akan memukul ke dua kali nya.
Ania berdiri tepat di depan Steve menempatkan wajah nya.
" Pukul aku Arya...jangan hanya bermain di belakang ku, tapi pukul wajahku.. agar aku sadar, aku mencintai orang yang salah " teriak Ania memasangkan pipi untuk di pukul.
Arya terkejut. Harusnya dia yang marah, karena menemukan dirinya berpelukan dengan steve.
Pada akhirnya Arya mengerti, jika Ania melihat saat Alle memeluk nya.
" Kenapa tak jadi....Baiklah aku yang akan memukul mu " kata Ania sambil menampar pipi Arya
" plak....."
" Aku benci kamu Arya... aku benci " teriak Ania sambil berlari menuju parkiran. Tanpa memperhatikan orang yang melihat nya.
" Apa kalian semua mau di pecat " Teriak Arya saat ada beberapa karyawannya yang melihat pertikaian itu.
Arya melewati Steve begitu saja. Dan berlari mengejar Ania
Namun Ania sudah keluar dengan mobil nya.
Arya memukul mukul mobil nya dan terduduk. di pandang sebuah tong sampah berisi bok makan yang di pegang Ania tadi.
Di hampiri dan diambil.
" Ania..... aku mencintaimu " kata Arya memeluk bok tersebut.
Ania memberhentikan mobil nya di sebuah taman. Di sana ada pemandangan danau yang begitu tenang.
Ania berjalan menyisiri pinggir Danau itu dan duduk di sebuah kursi panjang. Mungkin karena hari kerja, suasana danau itu sangat sepi.
Ania menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan. Terlintas kembali saat Alle memeluk Arya.
Air matanya jatuh kembali, tak habis pikir kenapa wanita itu juga berada di kantor, 'Apa selama ini dia masih sering menemui Arya di kantor' itu yang di pikiran Ania.
" Mari saya antar pulang Nona " kata David mengagetkan Ania
" Dari mana kamu tahu aku di sini " ucap Ania yang melihat David dan beberapa anak buah dengan pandangan tak suka.
" Dari GPS Nona " kata David
" Aku tak mau pulang " kata Ania
__ADS_1
" Jangan menyulitkan kan saya Nona " Kata David
Tak mendapat jawaban dan Ania bergeming, David mengulangi perkataan nya.
" Mari saya Antar pulang Nona " kata David lagi
" Kenapa kalian semua sama saja " teriak Ania sambil memukul mukul David. namun David hanya diam menunduk tanpa menjawab
Dia pun malas berdebat akhirnya menuju mobil nya.
" saya yang akan menyetir Nona " kata David sambil meraih kunci nya
" Dimana Tuan mu?" kata Ania
" Tuan sudah di rumah Nona " kata David
Melihat Ania turun dari mobil, Arya langsung mengendong nya seperti karung beras
" Turunkan aku...Arya..." kata Ania sambil memukul pundak suaminya. Namun Arya tak menghiraukan. Dia masuk kamar, mengunci dan mengantongi kunci itu
" kamu berani menampar ku Ania..." kata Arya sambil meletakkan istrinya di ranjang.
Ania bergegas bangun dan berdiri.
" Itu belum seberapa sakitnya, lebih sakit hatiku yang kamu curangi Arya " kata Ania tinggi
" kamu tahu...aku mem...." belum sempat meneruskan Arya membungkam bibir istri nya dengan bibirnya.
Ania mencoba melawan namun tenaga Arya lebih besar. Arya terus memagut bibir istrinya paksa.
Arya menakup wajah Ania.
" Aku bahagia kamu cemburu Ania, Aku bahagia kamu mencintaiku Ania.
Arya memeluk erat istrinya.
Ania memberontak.
" Lepaskan,,bukan kah cinta sejati mu sudah datang, untuk apa kamu menahan ku. aku hanya pelarianmu untuk melupakan dia bukan? " kata Ania
" Sekarang kembalilah..aku tak akan menahan mu " kata Ania membuang muka dengan meneteskan air mata.
" Tidak Ania..dialah pelarianku untuk melupakan mu, aku mencintaimu sejak dulu Ania, mungkin aku dulu angkuh untuk mengungkapkan perasaan ku. Tapi ketahuilah Ania, aku selalu cemburu saat melihat Steve selalu mendekatimu, aku tahu dia menyukaimu. Aku tak rela kamu memberikan satu senyuman pun untuk orang lain. karena aku ingin, hanya aku yang melihat nya. " ungkap Arya.
Ania Terdiam.
Direngkuh tubuh Ania dalam pelukan suami nya.
" hampir Dua tahun lebih aku memaksakan hati ku untuk mencintai Alleandra. Tapi aku tak pernah merasakan getaran, seperti saat aku melihatmu dulu Ania. Aku bertekad akan menikahi Alleandra untuk bisa melupakan mu, karena ku pikir kamu sudah bahagia dengan Steve. Sampai akhirnya Alleandra yang memutuskan hubungan kami karena perbedaan kenyakinan. Sejujurnya aku sangat bahagia.
Karena aku takut menyakitinya,jika aku yang memutuskan. Tapi dia sendirilah yang meminta, akhirnya kami berpisah secara baik baik. karena Alleandra wanita yang baik Ania " Arya menjelaskan.
__ADS_1
" Aku tak pernah sekalipun jatuh cinta, selain pada diri mu Ania. kamu bisa tanya kan Samuel jika aku berbohong "
Ania menatap wajah suaminya, ada air mata disana. Ania memeluk erat suaminya dan dia mulai mencium bibir suami nya, mereka saling memberi dan menerima lewat sentuhan yang mereka ungkapkan dari sebuah perasaan.