
Sampai di rumah Ania disambut Aksa yang kelihatan sangat jengkel pada kakak satu satunya itu.
" Aku pikir kak Ania gak pulang. Aku nunggu sampai berbuah, tapi gak datang datang. " kata aksa sewot
" Lagian siapa suruh kamu kesini. chat aja gak pernah di balas. " kata Ania
" Ceritanya ngambek ni kak Ania? " tanya Aksa
" Udah to the point aja ada apa? Gak mungkin kalau gak ada apa apa kamu sempatin nengok aku. " sahut Ania jutek
" Kak Ania gitu banget sih... awas hlo nanti anak ya mirip aku. " kata Aksa
" gantengnya sih gak papa. rese nya jangan. " kata Ania
" Enak aja.... gantengan juga ayahnya. Gak boleh mirip siapa siapa, apa lagi mirip Aksa, bolehnya mirip aku aja. " kata Arya
" Ini pasangan couple banget sih. Sama sama ngeselin. " kata Aksa
" Kamu tumben banget ke sini ada apa Aksa? Kamu ada masalah? " tanya Ania
" Papa mau jodohin aku kak." jawab Aksa lesu
" Terus masalah dimana? " tanya Ania memancing
" Kok masalahnya dimana sih kak. Ya jelas masalahnya aku gak mau dijodohkan, apalagi yang mau di jodohin ma aku seorang model. " kata Aksa
" Ya bagus dong, kalau seorang model pasti cantik lah. " kata Ania
" Cantik sih cantik, tapi pakaiannya udah kaya kain yang kekurangan bahan. Lagian aku nyakin itu juga perawan bolong. " kata Aksa asal
" Maksudnya perawan bolong gimana nih? " kata Ania yang tidak mengerti maksut perkataan adiknya
" Aku nyakin dia bukan wanita baik baik kak, aku dapat lihat dia itu pernah di pakai orang. Aku gak maulah pakai bekas orang. Biar begini aku aja masih perjaka. " kata Aksa
" Jangan melihat seseorang hanya dari luarnya saja, siapa tahu itu hanya tampilan luar aja. " kata Ania lagi
" Percuma aku cerita ma kak Ania, sama aja sama mama. " kata aksa yang tidak punya pembelaan dari Ania
__ADS_1
Akhirnya Aksa pergi keluar tanpa pamitan pada kakaknya, usahanya untuk minta tolong sama kakaknya gagal begitu saja.
" Aksa tunggu.... " kata Ania ingin mengejar Aksa, namun di tahan oleh Arya.
" Udah kamu di sini aja, biar aku yang bicara sama Aksa baik baik. " kata Arya mendudukan istrinya kembali.
Arya mengikuti Aksa sampai di teras rumah.
" Aksa tunggu, aku mau bicara. " kata Arya di depan pintu.
Aksa berhenti dan berbalik memandang Arya.
" Kemarilah, aku akan membantumu. " kata Arya sambil duduk di kursi teras rumahnya
" Aku sebagai laki laki juga tidak akan terima, jika seandainya aku bukan yang pertama untuknya, apalagi jika pernikahan itu terjadi bukan karena berlandaskan cinta, dan hanya karena perjodohan. Aku pernah di posisimu, aku pernah merasakan apa yang kamu rasakan saat ini. Jika seandainya dulu bukan Ania, aku pun masih akan menolak perjodohan orang tuaku, aku menerima karena aku juga mencintai kakakmu. Sekarang katakan padaku, bantuan apa yang harus aku lakukan untuk bisa menolongmu, apa kamu punya rencana? " kata Arya saat Aksa sudah mulai duduk di samping kursinya.
" Aku sendiri juga bingung kak. Aku sudah bersikeras untuk menolak, tapi Papa bilang untuk kebaikanku. Aku bukan wanita seperti kak Ania, Aku laki laki, aku yang harus menetukan sikap kedepannya untuk keluargaku, jika aku melihat, wanita ini tidak bisa diatur kak. Lagi pula aku sangat tidak tertarik dengan dunia keartisan, cara pandang kita sangat bertolak belakang. " Jawab Aksa
" Baiklah, kalau seandainya aku memberimu jalan untuk pergi terlebih dahulu, apa kamu setuju? Kamu bisa melanjutkan studymu di italy. Aku punya usaha disana, jika kamu setuju kamu bisa mengelola sambil belajar disana. Kamu akan bertemu dengan orang kepercayaan ku disana, kamu akan di bimbing oleh orang ku. Lagi pula disana juga ada Samuel temanku, kemarin dia meminta ijin menempati apartemen ku yang disana, kamu bisa berbagi dengan nya. Aku tak akan memberitahu orang tuamu dulu, supaya mereka tidak seenaknya menentukan jalan untuk anak anak mereka. Bagaimana? itu juga jika kamu setuju. " kata Arya.
" Baiklah kak, aku setuju dengan saran kak Arya. " kata Aksa
" Jika setuju, besok pagi biar orang ku menyiapkan tiket penerbangan untukmu besok. " kata Arya.
" Terima kasih kak Arya. " kata Aksa yang beranjak bangun dan berdiri dari duduknya.
" Aku akan memberitahumu keberangkatanmu besok. " kata Arya
Arya kembali masuk kembali kedalam, setelah Aksa keluar dengan mobilnya dari halaman.
" Gimana sayang? " tanya Ania
" Semua akan baik baik saja. " kata Arya.
Tanpa aba aba Arya menggendong istrinya menaiki tangga.
" Sayang turunkan aku. " kata Ania
__ADS_1
" Kamu harus banyak istirahat, dan tidak boleh capek. " kata Arya sambil terus menaiki tangga
" Sayang kamu makin berat ya. " kata Arya
" Kamu mau bilang aku gendut gitu? " kata ania Ania sewot
" Gak sayang.... kamu makin seksi. " kata Arya sambil membenamkan wajahnya di dada Ania.
Sampai kamar Arya menutup pintunya dengan kaki. Arya langsung membawa Ania kekamar mandi, karena semenjak hamil, sudah kebiasaan Ania, yaitu malas mandi.
" Sayang.... aku mandinya nanti aja. Kamu duluan aja. " kata Ania yang sudah ketakutan jika melihat Air.
" Yang ada kamu bakal gak mandi, kalau mandinya gak sekarang. " kata Arya
Ania hanya bisa pasrah saat di letakan di bath up, dan di guyur shower air hangat oleh suaminya.
" Jadi basahkan bajunya, " kata Ania.
Arya tak menjawab ucapan Ania. Justru dia fokus membuka kancing kemeja Ania, terlihat dada mulus istrinya yang sudah mulai padat dan berisi. Arya melepaskan baju Ania dan membuangnya asal. Arya melucuti semua pakaian istrinya hingga tak tersisa, Kini Arya berganti membuka semua pakaian nya.
" Arya kamu mau apa? " tanya Ania bersemu merah melihat suaminya telanjang dada.
" Mau mandi, memang mau apa? " tanya Arya tersenyum nakal.
" Kenapa kamu melepas semua pakaianmu? " kata ania sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan.
" Memang ada orang mandi memakai kemeja? " kata Arya yang ikut masuk dalam bath up.
" Arya kenapa kamu ikut masuk. Biar aku yang keluar kalau begitu. " kata Ania
" Ini bukan yang pertama Ania, kenapa kamu masih gugup. Lihat disini sudah ada Arya junior yang sedang tumbuh. " kata Arya memegang perut Ania yang sudah mulai sedikit membuncit, karena usia kandungannya sudah menginjak empat bulan.
Arya memangku Ania di bath up, dengan lembut dia menggosok punggung istrinya. Ania hanya bisa pasrah, entah mengapa Ania masih merasakan debaran jantung yang tak beraturan, padahal ini bukan yang pertama kalinya. Bahkan Ania duly pernah menggoda Arya dengan melakukakan Video call saat sedang mandi, tapi kenyataannya dia masih saja gugup mendapati Arya jika sedang mencumbunya.
Tangan Arya terus bergerilya menggosok tubuh istrinya, dia menaruh spons mandinya dan menggantikan tangannya untuk membersihkan.
Ania pun tak bisa menahan desahannya saat Arya sudah bermain main di bukit kembarnya. Posisi mereka sudah berubah dengan Ania dibawah kungkungan suaminya. Adegan mandi mereka pun berubah menjadi mandi keringat. Sebuah rasa cinta yang diungkapkan dengan sebuah sentuhan, meleburkan menjadi satu menjadi sebuah penyatuan.
__ADS_1