Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Desain Kemasan


__ADS_3

Satu jam kemudian setelah mendengar kejudesan dari sang atasan, kini Suge berakhir di sebuah ruangan dengan setumpuk pekerjaan yang telah di berikan oleh Viki.


Padahal tadi Viki bilang belum tentu di Terima tapi tak tahunya Viki langusng memberikannya pekerjaan setelah melihat hasil-hasil karya dari Suge.


Viki meminta Suge membuat desain beberapa kemasan prodak terbaru yang lebih menarik dari kemasan yang sebelumnya hingga konsumen bisa langsung tertarik saat pertama kali melihat kemasan tersebut.


"Kemasan harus menarik, saat kesan pertama melihat kemasan itu konsumen langsung tergiur ingin mencoba isinya, ini contoh sebelumnya untuk kamu buat acuan agar lebih kreatif lagi dari ini, buat lebih menggoda dari ini faham?! " oceh Viki saat memberikan tugas pertama untuk Suge.


"Baik... Non... " ucap Suge menurut.


Dan saat Suge memanggilnya Non, Viki tak marah lagi berarti panggilan Suge benar padanya hingga si judes ini tak marah-marah lagi.


Suge mengamati beberapa kemasan lama dia mengamati bagaimana di buat lebih menarik dan lebih menggiurkan, hingga dia mempunyai ide, itulah kelebihan Suge idenya dalam menggambar tak ada habisnya, daya imajinasinya sungguh luar biasa namun sayangnya dirinya masih kurang beruntung saja karena masih di anggap Seniman yang kurang menarik di mata para seniman-seniman seniornya.


Tapi mungkin dengan dia bekerja di kantor Bryan ini, bisa membuatnya bekarya lebih dan lebih dihargai, walau dia masih belum mengetahui atasan nya yang judes itu bisa sepaham atau tidak dengan ide kreatifnya.


setelah dua jam dia bekerja dan menuangkan ide-ide kreatifnya dia pun menyerahkan hasil. pekerjaan nya pada sang atasan.


Viki melihat gambar yang di buat Suge di tabnya, terlihat menarik karena Suge tidak banyak mengganti beberapa gambar yang sudah menjadi gambaran utama saat kemasan pertama dibuat, tapi ada sesuatu yang dia tambahkan dalam gambar agar kemasan prodak tersebut lebih menarik dari sebelumnya, lebih menggiurkan dari sebelumnya.


"Boleh juga" ucap Viki ketus.


"Oke tolong kamu rapih kan lagi, karena nanti akan saya jadikan bahan presentasi di meeting nanti dengan divisi marketing dan juga iklan"


"Baik Non... "Suge ingin pamit.


Tapi saat dirinya ingin keluar dari ruangan Viki, langkahnya tehenti karena Viki memanggilnya saat dirinya menerima telpon.


" Suge... kau di panggil ke ruangan presedir, beliau ingin berbicara dengan mu sekalian ingin melihat karya mu katanya"ucap Viki.


"Oh... iya Non, saya permisi dulu ya... " Suge pun pamit keluar dari ruangan Viki dan menuju lift menuju ruangan Bryan.


"Ada apa ya... semoga hanya masalah perkerjaan yang akan dia tanyakan, jangan nanya-nanya soal si Rea deh nanti bingung gue jawabnya, soalnya gue dah janji sama Rea untuk nggak ngomong apa-apa sama Bryan" gumam Suge di dalam lift.


Ting...


lift berhenti di lantai yang Suge tuju, Suge keluar dari dalam lift dan langsung menuju ruangan presedir, saat sekertaris nya menyuruhnya masuk setelah mengetuk pintu ruangan Bryan, Suge pun masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"Duduk lah" ucap Bryan pada Suge


Suge pun duduk di sofa di depan Bryan.


"Bagaimana apa kau sudah berkenalan dengan Anti? " tanya Bryan.


Suge bingung.


"Maaf tuan? Anti itu siapa? " tanya Suge polos.


"Ya atasan mu itu" ucap Bryan.


Milo yang ada di sana sangat faham dengan bosnya ini hingga dia membantu Suge menjelaskannya.


"Namanya Viki tuan muda bukan Anti" jelas Milo dengan penuh kesabaran karena bosnya sulit mengingat nama wanita.


"Ooo Viki... apa sudah diganti? " tanya Bryan tanpa dosa.


"Belum tuan masih sama ketua divisi kreatif masih Viki sejak tiga tahun yang lalu" jelas Milo.


"Ooo...begitu ya... hahaha" Bryan tertawa.


"Oia apa kau sudah buat contoh kemasan terbaru? bisa aku lihat? " ucap Bryan.


Suge pun memberikan tabnya dan memperlihatkan hasil karyanya pada Bryan.


"Hemmm boleh juga, prodak ini nantinya yang akan dibintangi oleh Andrea,mangkanya aku ingin ganti kulitnya, tapi kau pandai tak membuang beberapa item yang ada di kemasan lama dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih bagus, aku suka karya mu" puji Bryan.


Suge yang di puji karyanya sangat senang mendengar hal itu.


ternyata dia orang yang sangat menghargai hasil kerja keras seseorang, seperti nya ini yang membuat Rea suka padanya, bertahun-tahun loh, aneh memang tapi ini nyata.


"Apa si... siapa nama atasan mu itu? " tanya Bryan pada Suge.


"Viki tuan" jawab Suge.


"Iya dia... apa dia suka dengan ini? " tanya Bryan.

__ADS_1


"Dia suka dan akan dia bawa untuk bahan presentasi saat meeting nanti tuan" jelas Suge.


"Hemm... begitu oke kerja yang bagus di hari pertama mu Suge, kembalilah ke ruangan mu dan selesaikan pekerjaan yang masih tertunda" Ucap Bryan.


Suge pun keluar dari ruangan Presedir dan kembali ke ruangannya, saat di ruangannya Suge merasa Bryan sangat profesional karena tidak melibatkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan.


"Huft Re... elu bisa tenang Re... dia profesional kok sama kaya elu" gumamnya saat mulai bekerja lagi.


Hingga sore pun tiba.


Jam pulang bekerja karyawan pun sudah tiba sebagian karyawan sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing termasuk Suge, dia pun mulai berjalan ke arah area parkir motor, menghampiri motor tuanya.


Saat dirinya menaiki motor tuanya, dirinya terkejut saat ada sebuah mobil mengklakson. saat Suge menoleh ke arah mobil tersebut terlihatlah wajah gadis cantik yang muncul dari balik kaca mobil tersebut.


Suge menganggukkan kepala nya sopan karena itu adalah Viki atasannya.


"Apa kau menggunakan rongsokan itu? " tanya Viki ketus.


Suge hanya berdecak malas meladeni gadis cantik ini, sebenarnya dirinya sangat kesal dan sakit hati dengan ucapan gadis ini, bagaimana tidak sakit hati harta peninggalan orang tuanya yang sangat dia sayang di bilang rongsokan.


"Iya Nona saya kan bukan pria kaya raya seperti tuan muda, saya hanya Seniman miskin" ucapnya malas.


Viki hanya manggut-manggut saja saat mendengar itu dari Suge tapi tak lama kemudian dirinya langsung tancap gas tanpa berpamitan pada Suge.


"Heuh... dasar sombong... " gerutu Suge pada atasan barunya itu.


boleh di bilang dirinya sangat kesal dengan Viki sejak pertemuan pertamanya saja kesannya sudah tak ada baiknya, tapi kenapa dirinya harus menjadi bawahannya sekarang ini, seolah kesialan baginya bertemu dengan gadis cantik tapi sombongnya bak ratu sejagat.


tapi memang cantik sih plus kaya, ya wajarlah sombong juga. pacarnya pasti ganteng dan kaya juga deh... huft... dunia ini seolah tak adil kenapa yang cantik harus berdampingan dengan yang tampan dan kaya juga.


Suge jadi mengeluh saat dirinya masih belum beranjak dari parkiran.


Saat ingin menyalakan motornya tiba-tiba ada sebuah mobil lain yang berhenti di dekatnya lagi dan menghentikan dirinya lagi.


"Suge... bisa temui saya nanti di resto X saya tunggu disana" ucap Bryan.


Suge hanya mengangguk saja.

__ADS_1


ah... perasaan gue nggak enak nih.


Bersambung.


__ADS_2