
Amor mengantar Zira ke ruangan Suge, Suge yang sedang berfikir agar ide kreatif nya bisa sesuai dengan fikiran wanita gila itu akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak agar otaknya bisa menghasilkan ide kreatif yang sesuai dengan isi otak wanita bar-bar itu.
tok... tok...
Amor mengetuk pintu ruangan Suge, Suge mengira itu Viki, dengan malasnya dirinya berdiri dari kursinya dan membuka pintu ruangannya, tapi saat dia membuka pintu dan melihat orang lain yang ada di balik pintu tersebut dirinya malah nampak bingung.
"Ada apa non? " tanya Suge ketika melihat Amor yang ada di balik pintu tersebut.
"Tuan muda meminta aku mengantar adiknya kesini, sampai selesai meeting, tolong berikan dia gambaran seperti komik atau apalah dengan bacaan yang mudah karena dia baru belajar membaca" jelas Amor.
"Hah... " Suge bingung idenya sedang mandek malah di tambah lagi harus mengasuh adiknya presedir.
Tapi Suge akhirnya baru sadar ini adiknya presedir tapi kenapa sudah sebesar ini masih belum bisa membaca.
"Tunggu apa benar ini adiknya tuan muda? dan kenapa dia belum bisa membaca? "tanya Suge.
" Karena... "belum sempat Amor menjelaskan pada Suge pintu ruangan Viki terbuka terlihat Viki di ambang pintu dia bersandar disana dan melipat kedua tangannya di dadanya.
" Bagus... bukan nya kerja malah ngobrol, udah selesai kerjaan elu heuh?! "tanya Viki ketus.
" Ya belum Non" jawab Suge malas.
"Kalo belom kenapa malah ngobrol di depan pintu gini?! " sentak Viki.
"Maaf Nona Viki saya di minta oleh tuan muda untuk mengantar adik beliau kesini untuk melihat Suge menggambar agar dia tidak bosan menunggu tuan muda yang sedang meeting sekarang ini" jelas Amor.
"Hem... presedir toh yang minta, ya sudah ajak saja tapi elu jangan lupa kasih hasil kerja elu ke gue secepatnya?! " ucap Viki ketus dan dia pun langsung masuk lagi kedalam ruangannya.
Suge dan Amor hanya menggeleng pelan saja karena kelakuan Viki yang selalu saja bar-bar.
"Nona Zira silahkan anda bersama Suge dulu ya... saya harus kembali ke atas karena masih banyak pekerjaan" ucap Amor lembut.
__ADS_1
"Iya Terima kasih Kak" ucap Zira sopan.
Zira pun akhirnya masuk kedalam ruangan Suge, Suge lalu mengeluarkan buku gambarnya dan mulai menggambar di kertas tersebut, Suge menanyakan pada Zira apa. yang ingin dia ketahui dan Zira langsung mengatakannya.
"Aku ingin tahu bacaannya bekerja di kantor" ucap Zira polos.
Suge akhirnya menggambarkan seseorang sedang bekerja di sebuah meja kantor, dengan lihai dan cepatnya Suge menggoreskan pensil di atas kertas tersebut hingga menjadi sebuah gambar yang sangat menarik bahkan hidup.
"Wah... bagus banget... om... om hebat banget" puji Zira.
Suge tersenyum kemudian dia pun menggambar banyak hal yang di inginkan oleh Zira, mulai dari orang minum kopi, orang baca buku, orang berjalan hingga orang tertidur semuanya di gambarkan bak komik di kertas tersebut.
Viki yang tiba-tiba keluar dari ruangannya karena ingin ke pantry melihat Suge dan Zira yang terlihat akrab di mejanya, melihat Zira yang berwajah gembira dan melihat Suge yang tersenyum saat melihat wajah kebahagiaan Zira entah kenapa Viki jadi kesal melihat itu.
"Dasar laki-laki di mana-mana sama saja" gumamnya kesal dan dia pun berjalan ke arah Pantry untuk membuat minuman.
Hingga sore menjelang.
Zira akhirnya di jemput oleh Amora untuk pulang bersama Bryan, sebelum dirinya pulang Zira pamit pada Suge dan tak lupa dia mengucapkan banyak Terima kasih pada Suge, dia pun membawa buku yang sudah penuh dengan gambar yang di buat Suge disana.
"Mana kerjaan elu?! " ucap Viki ketus padahal dia tahu betul kalau sejak tadi dirinya tidak bisa memegang kerjaan karena harus mengasuh adik tuan muda mereka tapi Viki seolah tak perduli itu.
"Belum ada non tadi kan Nona tahu saya... "
belum selesai Suge berbicara Viki langsung menyela nya.
"Halah... dasar elu ajah yang ambil kesempatan bisa berduaan hahahihi sama anak bocah seneng kan lu dasar laki-laki" ocehnya.
"Pokok nya gue nggak mau tahu elu harus kasih hasil kerja elu malam ini ke gua, kalo nggak awas lu" ancam Viki.
"Awas apa non? Nona ingin pecat saya ya pecat ajah" tantang Suge.
__ADS_1
"Heuh... siapa yang mau mecat elu, ke enakan elu kalo di pecat gue bakalan hukum elu buat jadi supir pribadi gue selama sebulan tanpa gajih" ucap Viki asal.
Dan ucapan Viki kontan membuat Suge ter bengong pasalnya dia tidak bisa membayangkan jadi supir pribadi wanita gila ini selama sebulan, jadi asistennya di kantor saja sudah membuat nya pusing apa lagi di tambah harus ada jam kerja ekstra bersama dia, yang ada tambah dia bisa ikut gila karenanya.
Viki tersenyum licik saat melihat reaksi wajah Suge.
Nggak suka kan elu selalu deket gue hahaha lihat ajah nanti tuan Oberon.
Batin Viki. entah apa yang ada di fikirannya Viki saat ini pada Suge, dia sepertinya merencanakan sesuatu untuk Suge yang membuat Suge seolah bisa menjadi orang gila karena kelakuan dirinya.
Sementara itu Bryan dan Zira langsung menuju toko buku, di antar oleh Milo kesebuah toko buku yang terdekat disana.
Mobil yang di bawa Milo pun akhirnya sampai di area parkir toko buku yang besar di kota tersebut.
Zira dan Bryan pun memasuki toko buku tersebut, begitu banyak rak yang memajang buku-buku yang di sesuaikan dengan jenisnya, mulai dari buku edukasi, buku memasak, buku kamis, buku ensiklopedia, buku agama, buku novel dan komik dan buku biografi tentang orang-orang yang terkenal.
Saat melintasi rak buku yang terpajang Bryan berdiri terpaku menatap sebuah novel. yang sedang terpajang cover novel dan nama penulisnya lah yang membuatnya berhenti disana, Bryan mengambil novel tersebut membaca sinopisnya yang ada di cover belakang nya.
Bryan tersenyum dia tak sadar kalau Zira memperhatikannya, memperhatikan senyuman Bryan yang terlahir begitu tulus saat membaca deretan huruf yang ada di cover tersebut.
"Cin.. ta se.. te... lah tua" Zira mengeja bacaan yang ada di depan cover tersebut.
Bryan yang mendengar itu langsung terbangun dari lamunanya dia baru menyadari kalau saat ini dirinya sedang bersama Zira.
"Hem... kau sudah bisa membaca sedikit rupanya? " tanya Bryan dia pun mengelus kepala Bryan dengan lembut.
"Hem... iya ibu Flo yang mengajarkan aku dengan baik" jawab Zira polos.
"Bagus... aku akan membeli buku ini" Bryan mengambil satu novel yang terpajang tadi.
"Apa ceritanya menarik om? " tanya Zira.
__ADS_1
"Sepertinya begitu, tapi yang lebih menarik. itu adalah penulisnya mangkanya aku mau membelinya aku penasaran dengan isi ceritanya"
Bersambung.