
Motor tua itu akhirnya berhenti di area parkir restoran yang di maksud oleh Bryan, sebelum Suge melangkah masuk ke dalam restoran Suge menghela nafasnya dahulu agar tidak salah berbicara saat berhadapan dengan Bryan.
Suge melangkah masuk dan mencari meja yang telah di pesan oleh Bryan, dan saat sudah menemukan meja tersebut Suge pun duduk berhadapan dengan Bryan.
Bryan tersenyum pada Suge melihat wajah tegang dari sahabat mantan kekasihnya tersebut.
"Santai saja lah... kenapa tegang begitu sih? " ucap Bryan santai.
"Hehehe ada apa tuan muda mengajak saya kesini? " tanya Suge cengengesan.
"Hanya mau ajak kamu makan malam saja kok, kenapa kamu nggak suka? " tanya Bryan.
"Eh tidak bukan begitu tuan muda heheh hanya saja saya tidak terbiasa makan di restoran mewah begini, motor saya saja motor tua, Orang-orang tadi melihat ke arah saya dengan tatapan aneh dan ya... begitulah hehehe" Suge cengengesan.
"Hahaha sudah jangan di fikirkan tentang pemikiran orang pada mu abaikan saja, pesanlah apa yang ingin kamu makan" ucap Bryan memberikan menu kepada Suge.
Suge menerimanya dan membaca nama-nama makanan disana, yang dia sendiri bingung dengan jenis makanan yang ada di menu tersebut, hingga dia memilih makanan seperti yang di pilih oleh Bryan.
Selagi menunggu makanan yang mereka pesan matang dan dihidangkan, Bryan pun mengobrol dengan Suge, yang seperti dugaan Suge itu tentang Andrea.
"Ge... kamu tahu suami Andrea itu punya pacar lagi? " tanya Bryan tiba-tiba.
Suge bingung harus berkata apa dan bagaimana sebab dirinya memang tahu itu karena Andrea sering menceritakan semua tentang bagaimana hubungannya dengan suaminya.
"Maaf tuan muda tapi saya sudah berjanji dengan Rea untuk tidak membahasa. masalahnya dengan orang lain, terutama masalah rumah tangganya" jelas Suge sesopan mungkin.
Bryan hanya manggut-manggut saja, dia tahu mengorek. rahasia dari sahabat mantan kekasihnya ini, hanya usaha yang percuma, dia hanya ingin tahu bagaimana Suge dan Andrea bersahabat dengan sangat baik, dan ternyata mereka memang bersahabat dengan sangat baik seperti, ayahnya dan kedua sahabat wanitanya yaitu ibu Mentari dan ibu Reka.
"Oke kau tak perlu cerita, karena tanpa. kau cerita aku pun sudah tahu apa yang di lakukan pria kurang ajar itu pada Andrea ku" ucap Bryan dingin.
Tengkuk leher Suge terasa merinding saat mendengar nada dingin dari Bryan.
"Dan wanita itu masih saja mengganggu Andrea ku meski dia sudah menikah dasar lintah betina" ucapnya sinis.
astaga Re... mantan lu mengerikan, dia baner-bener masih cinta sama lu Re... dia masih nyebut elu miliknya astaga.... sebenernya apa sih yang elu perbuat sama dia hingga dia kaya begini sama elu Re.
"Ge... aku hanya minta sama kamu jaga dia baik-baik, karena dia sangat percaya pada mu, dan jangan ceritakan hal ini padanya karena nanti dia pasti akan tidak nyaman bila bertemu dengan ku kembali"
"Baik tuan muda" Suge menurut saja karena memang yang di katakan Bryan itu semua memang benar.
bila dia bercerita tentang hal ini pada Andrea bisa-bisa Andrea tidak akan merasa tenang bila bertemu kembali dengan Bryan.
Hari terus berlalu dan hari ini Andrea mulai syuting iklan, Andrea melihat kemasan sebuah prodak makanan dari pabrik milik Bryan, dirinya tersenyum bangga karena itu adalah hasil karya sahabatnya.
Ge... keren banget Ge gambar lu benar-benar keren.
__ADS_1
Batinnya.
Derap langkah terdengar mendekati Andrea, saat dirinya menoleh ke belakang, dirinya sempat terkejut karena semua crew yang ada disana terdiam dan mundur beberapa langkah dari lokasi syuting, karena memberikan ruang untuk sang presedir.
Andrea mengangguk hormat dan canggung pada Bryan.
Bryan hanya tersenyum saja melihat reaksi mantan kekasihnya yang sangat terlihat canggung.
"Kenapa canggung begitu sih? " tanya Bryan.
"Eh... maaf tuan muda" Andrea tetap canggung.
Bryan melihat ke sekitaran dia akhirnya faham kondisi saat ini dan akhirnya, pamit pada Andrea.
Dan setelah Bryan menjauh dari Andrea Syuting pun di mulai sjtradara mengarahkan pada Andrea untuk berakting sesuai dengan arahannya dan Andrea pun mengikutinya.
Andrea memperagakan seorang yang sedang menikmati makanan instan dengan mimik wajah yang nampak sangat menikmati makanan tersebut dan sangat meresapai makanan tersebut hingga yang melihat dirinya makan pun seolah ingin ikut makanan makanan tersebut.
Astaga dia pintar sekali berakting tak kusangka ada bakat juga hihi.
batin Bryan saat melihat proses syuting tak jauh dari lokasi tersebut.
"Oke.. cut... bagus... mba... " teriak sutradara.
Andrea tersenyum dan mengusap wajahnya pelan karena dirinya merasa lega setelah selesai berakting.
ada apa sih... semoga dia suka hasil kerja ku.
Andrea berjalan mendekati meja Bryan.
Prok... Prok... Prok...
"Astaga kau ternyata hebat juga ya... dalam berakting" ucap Bryan saat Andrea muncul di depannya.
"Eh... Terima kasih tuan muda" ucap Andrea masih canggung.
"Sudahlah jangan canggung begitu, duduklah... nanti Suge dan Milo juga akan kesini"
"Suge? apa dia tidak bekerja? " tanya Andrea.
"Ya dia memang sedang bekerja bersama ku dan Milo juga atasannya nanti mereka menyusul kesini untuk melihat hasil rekaman iklan ini" jelang Bryan.
atasan Suge.
Andrea tersenyum saat mengingat bagaimana Suge bercerita tentang atasanya yang sangat judes itu.
__ADS_1
"Cantik sih Re... tapi judesnya nggak ada obat" ucap Suge saat dia bercerita tentang Viki pada Andrea waktu pertama kali dirinya bekerja.
"Kenapa senyum-senyum sendiri An? " tanya Bryan saat melihat garis bibir Andrea tertarik.
"Eh... tidak tuan muda maaf saya hanya mengingat sesuatu yang lucu itu saja hehe" Andrea jadi salah tingkah.
"Ooo aku kira apa"
Tak lama Milo, Suge dan Viki pun datang mendekat ke arah Bryan. semuanya menunduk dengan hormat pada Bryan. Andrea yang melihat itu pun kagum, dirinya tak menyangka kalau Bryan benar-benar seorang tuan muda yang sangat di hormati oleh bawahannya.
Aku bangga karena bisa mengenal mu jauh sebelum kau seperti ini Iyan.
Saat Andrea melihat seorang wanita muda dan cantik bediri diantara Suge dan Milo Andrea sudah menebak kalau itu adalah atasannya Suge, Andrea tersenyum pada Viki begitu pun Viki dan mereka pun berjabat tangan dan berkenalan.
Setelah mereka selesai berkenalan Viki pamit pada Bryan dan mengajak Suge bersamanya untuk melihat hasil rekaman iklan yang di bintangi oleh Andrea.
Benar kata Suge dia cantik tapi sangat profesional, bukan judes Ge... tapi profesional. hihi mungkin Suge sudah lama tak berhadapan dengan wanita cantik jadi dia begitu, apa lagi sekarang ini wanita itu adalah atasannya lebih muda lagi jadi pasti dia kikuk sendiri bila berhadapan dengannya saat di kantor.
"An... kenapa bengong? " tanya Bryan.
"Eh... tidak tuan muda saya hanya menganggumi kecantikan nona Viki" ucao Andrea lembut.
"Viki? siapa Viki itu Mil? " tanya Bryan pada Asisten nya.
🤦♂️ Milo memukul dahinya saat sang bos masih saja tidak hafal dengan nama Karyawannya.
"Viki itu atasnya Suge tuan muda... dia kepala divisi kreatif yang membuat desain kemasan yang saat ini sedang di promosikan melalui iklan yang di bintangi nona Andrea tuan" kelas Milo.
"Ooo dia"
"Apa kau masih suka lupa nama wanita? " tanya Andrea ragu.
"Ehmm buat apa aku ingat-ingat nama wanita yang tidak penting di hidup ku An" ucap Bryan santai.
"Tapi kau ingat dengan Yumi kan? " singgung Andrea.
Bryan hanya tersenyum saja saat Andrea menyinggung nama itu di depan Bryan.
"Aku ingat wajahnya tapi tak ingat dengan namanya, wanita pemakan tulang kawan itu kan? " ucap Bryan.
Andrea bingung bagaimana Bryan masih saja menyebut Yumi dengan sebutan yang sama seperti 15 yang lalu.
"Bila kau ingin aku menyingkirkannya akan aku singkirkan dia dari suami mu bahkan kalau perlu dari dunia ini" ucap Bryan dingin.
Deg...
__ADS_1
Bagaimana dia tahu hubungan Mas Adji dengan Yumi, dan apa itu tadi menyingkirkan Yumi dari dunia ini maksudnya apa? apa dia akan membunuh Yumi, Bryan... kenapa kau berubah sejauh ini.
Bersambung.