
Bryan sebenarnya bisa saja langsung menghabisi orang macam Yumi dan Adji tapi Bryan tak mau melakukan itu karena masih memikirkan perasaan Andrea, dia tak mungkin membuat Andrea menjadi janda karena perbuatannya, dan untuk Yumi mudah saja baginya menghancurkan wanita licik itu dalam sekejap mata tapi itu belum dia lakukan karena tidak ada untungnya juga untuk dirinya menghancurkan wanita yang sama sekali tidak penting dalam hidupnya.
Andrea terkejut mendengar perkataan sadis dari mulut Bryan ini pertama kalinya dirinya mendengar Bryan memiliki sifat pisikopat, Andrea masih belum mengetahui jati diri Bryan yang seorang anak mantan mafia.
Bryan melihat raut wajah wanita yang ada di depannya ini berubah saat dirinya mengatakan akan menghabisi Yumi, membuatnya akhirnya mengalihkan pembicaraan mereka.
"An... bagaimana keadaan anak-anak mu? " tanya Bryan tiba-tiba "Oia bila kau bekerja begini mereka dengan siapa? " tanya Bryan.
"Oh... Farel kan sudah besar dia bisa menjaga Sena bila aku sedang keluar untuk bekerja" jelas Andrea Bryan berhasil mengalihkan pembicaraan.
Bryan pun akhirnya memancing pembicaraan dengan membicarakan keseharian kedua anak Andrea yang memang sangat aktif bila mendengar cerita dari Andrea.
Farel dan Sena sangat aktif dan sangat tidak bisa diam bila berada dimana saja mereka berdua mudah beradaptasi dengan. lingkungan dan juga dengan teman baru mereka.
"Wah... sepertinya sifat kedua anak mu menurun dari mu ya hahaha" ucap Bryan.
Andrea hanya tersenyum saja saat mendengar perkataan Bryan. jujur saja perasaannya saat ini bercampur aduk hingga dirinya sendiri pun tak mengerti apa yang dia rasakan saat ini pada Bryan. apakah itu rasa senang, rasa bangga, tapi satu perasaan yang paling di mengerti olehnya saat ini adalah satu rasa rindu yang telah terobati.
Saat Bryan dan Andrea sedang serius mengobrol di sisi lain dekat dengan meja sutradara saat Suge dan Viki sedang melihat rekaman hasil syuting iklan hari ini.
Terdengar suara nyaring Viki dari area syuting, sangat terdengar gadis itu marah-marah pada Suge.
"Dasar lu ya... mau ngambil kesempatan ya... peluk-peluk gue" teriaknya.
Bryan dan Andrea langsung menoleh kearah sumber suara tersebut.
Viki berjalan tergesa dan masih marah-marah pergi meninggalkan lokasi syuting.
"Non... tunggu non... beneran deh... saya nggak ada maksud ambil kesempatan" Suge mengejar atasannya yang berjalan dengan cepat dan sambil marah-marah.
Andrea yang melihat itu langsung terlihat kebingungan, masalahnya baru kali ini dirinya melihat sahabatnya sepertinya sangat kuwalahan dengan seorang wanita.
"Jangan bohong lu,dasar laki-laki nggak dimana-dimana juga sama ajah suka ambil. kesempatan" omel Viki.
"Beneran Non... saya nggak ambil kesempatan saya reflek saja tadi" jelas Suge.
karena kejadian sebenarnya itu seperti ini :
__ADS_1
Viki yang sedang serius memperhatikan layar monitor, entah kenapa tiba-tiba kakinya terjerat kabel yang sedang menjuntai disana hingga Viki pun hilang keseimbangan.
Saat Viki hampir terjatuh Suge dengan sigap langsung menangkap tubuh Viki bila di slow motion sudah seperti di drama di TV saja Suge memeluk dan menopang tubuh Viki.
Para Crew dan juga sutradara hanya bisa bengong dan mangap saat menyaksikan peristiwa tersebut.
Viki yang merasa malu di peluk di depan banyak orang langsung marah-marah untuk menutupi rasa malunya, dan Suge yang tidak mau di anggap mengambil kesempatan pun akhirnya membela dirinya dengan mengejar Viki hingga harus meninggalkan lokasi syuting tanpa pamit pada Bryan.
Milo yang melihat itu hanya menggelengkan kepala saja karena ini bukan pertama kali dirinya melihat Viki marah-marah begitu di depan banyak orang bahkan Bryan tak memperdulikan dan tak pernah mempermasalahkan sikap Viki yang arogan itu, karna Bryan tahu Viki itu profesional dan juga sangat berbakat hanya saja ya itu sifat arogan dan egois nya itu memang suka sulit di tangani.
semoga Suge bisa bertahan dengan sikapnya, karena dia sudah sering berganti asisten.
batin Milo, saat melihat pertengkaran antara Viki dan Suge.
Suge mengejar Viki sampai ke area parkir mobil.
"Pergi sana lu jangan ikutin gue, gue benci laki-laki yang suka nya cari kesempatan"omel Viki sambil berjalan ke arah mobilnya.
Dan saat Viki akan mendekat ke mobilnya tiba-tiba ada motor yang melintas dari lawan arah motor tersebut hampir saja menabrak Viki tapi dengan sigapnya Suge langsung menarik Tangan Viki dan membawa Viki kedalam pelukan nya lagi.
pria ini padahal aku sedang marah-marah padanya tapi dia masih saja menolong ku.
Suge yang sadar memeluk tubuh Viki langsung melepaskan nya.
"Eh... maaf Nona saya nggak sengaja, beneran deh saya nggak bermaksud ambil kesempatan buat pegang-pengang anda" ucap Suge polos.
Viki yang merasa kikuk pun akhirnya tak marah-marah lagi sebab dia sempat memandangi wajah pria yang baik hati ini tadi dan untuk menutupi ke gugupannya Viki langsung masuk kedalam mobilnya dan langsung segera menutup pintu mobilnya.
Suge pun ingin membuka pintu sebelah mobil Viki tapi tidak membukakan pintu mobilnya.
"Nona... saya mau masuk juga kita akan ke kantor kan? "pinta Suge.
"Kau ke kantor dengan tuan Milo saja aku ingin sendiri dulu" ucap Viki tanpa menatap ke arah Suge.
jujur saja entah kenapa jantungnya saat ini sedang berdebar tak karuan saat dirinya begitu dekat menatap wajah pria manis dan tampan ini.
Viki langsung menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan Suge sendirian di area parkir.
__ADS_1
Suge akhirnya berjalan ke area syuting lagi menemui Milo.
"Tuan Milo maaf bolehkah saya ikut anda ke kantor nanti, karena Nona Viki tidak mau membawa saya" ucap Suge pasrah.
Andrea yang mendengar itu tergelak, Suge melirik ke arah sahabatnya itu.
"Senang lu... liat kawan susah" celetuk Suge.
"Apaan sih Ge... tapi yang sabar ya... Ge... hihi" Andrea terkikik.
Bryan melihat senyuman itu lagi senyuman yang sudah lama sekali dia rindukan dari seorang Andrea.
"akhirnya kau tetap tersenyum juga An" ucap Bryan.
Andrea langsung terdiam saat Bryan mengatakan itu dia langsung menunduk agar Bryan tidak melihat wajah gugupnya lagi.
"Oke syuting sudah selesai kita kembali ke kantor, oia An kamu pulang dengan siapa biar nanti supir kantor yang antar kamu pulang ya... "
"Saya biasa naik taxi tuan"
"Ah... tidak jangan naik taxi biar nanti Suge saja yang antar kamu pakai mobil Kantor, aku tadi bawa mobil ku sendiri kesini biar aku dengan Milo kamu naik mobil ku dengan Suge saja ya... "
"Eh... tidak usah tuan muda itu merepotkan anda" tolak Andrea.
"Tidak boleh menolak Oke... Suge nanti kau antar Andrea sampai rumahnya ya... baru setelah itu kau kembali ke kantor" pinta Bryan.
"Baik Tuan Muda" Suge hanya menurut saja.
"Aku ke kantor dulu ya... Hati-hati lah" ucap Bryan sambil mengelus kepala Andrea dengan lembut hingga Andrea terkejut dengan perlakuan lembut Bryan.
Bahkan Suge yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain pura-pura Tidak melihat.
Bryan pun pergi meninggalkan lokasi syuting bersama Milo dan meninggalkan Andrea bersama dengan Suge.
Suge dan Andrea saling pandang dengan wajah malas hingga menghela nafas dalam Andrea pun mau tidak mau menuruti kemauan Bryan untuk di antar Suge sampai ke rumahnya.
Bersambung.
__ADS_1