Bryan (Cinta Lama)

Bryan (Cinta Lama)
Lamaran


__ADS_3

Mobil yang dibawa Bryan pun akhirnya sampai di tempat yang di tuju Bryan, Andrea merasa mobil berhenti di suatu tempat.


"Apa kita sudah sampai? " tanya Andrea.


"Hem... iya sebentar ya... " ucap Bryan dia turun dari dalam mobil dan membuka pintu mobilnya dan mengajak Andrea turun perlahan karena mata Andrea masih tertutup oleh pita hitam.


Bryan mengajak Andrea berjalan dengan perlahan agar Andrea tidak terjatuh.


"Kau tunggu disini ya" ucap Bryan ketika mereka sudah sampai di tempat yang di tuju oleh Bryan.


Bryan membuka jasnya dan juga kemejanya, dia lalu mengenakan sebuah kaos seragam karyawan pabrik dan menggunakan sepatu kets.


Bryan memberikan aba-aba pada semua yang telah diajaknya kesini untuk mengatur konsep panataan cahaya seperti beberapa belas tahun yang lalu saat dirinya mengatakan cinta pada Andrea.


"Oke... sudah siap semuanya kau boleh membuka penutup mata mu An" ucap Bryan.


Andrea pun membuka penutup matanya dan dia melihat cahaya keemasan seperti mentari langit senja.


"Hai... " Bryan menyapa Andrea di depan nya.


Andrea menutup mulutnya karena terkejut melihat penampilan Bryan yang berubah menjadi buruh pabrik seperti saat pertama mereka bertemu.


"Iyan... kau" ucap Andrea seolah tak percaya.


"Dan ini tempat ini? " mata Andrea langsung berkaca-kaca.


"Iya aku sengaja membawa mu kesini ketempat penuh kenangan antara kita berdua, dan bukan kah kau sangat menyukai aku yang seorang butuh pabrik.


di tempat lain ada seorang pria yang terlihat sangat kesal melihat ini semua namun tak berani untuk protes ya dia adalah Antoni.


" Ah.... Iyan... hihi kau ini ada-ada saja "Andrea terlihat malu-malu.


" An ingatkah kau saat mentari senja kala itu menjadi saksi cinta kita saat aku nyatakan perasaan ku pada mu disini ditempat ini"Bryan seolah menerawang mengingat bayangan di masa lalu.


Andrea hanya tersenyum dan mengangguk saja.


"Aku ingat Iyan aku selalu ingat setiap detik tentang kenangan kita" ucap Andrea tersenyum.


Bryan memegang kedua tangan Andrea dan mengangkatnya agak tinggi sejajar dengan dada mereka.


"An... maukah kau menikah dengan ku, menjadi istri ku menghabiskan masa tua bersama ku sampai maut memisahkan kita" ucap Bryan lembut.


"Tapi Iyan aku seorang janda beranak dua, tidak pantas untuk mu yang seorang tuan muda pewaris tunggal perushaan besar" ucap Andrea lirih.


"Lihat aku sekarang aku hanya butuh pabrik sama seperti yang kau kenal belasan tahun yang lalu, aku bukan tuan muda" bujuk Bryan.

__ADS_1


"Bryan... ini hanya sedang acting saja, bukan kenyataan nya kan? " Andrea mencoba mengingatkan kenyataan.


"Tidak bila kau hanya menyukai ku sebagai buruh pabrik maka aku hanya akan menjadi buruh pabrik demi kamu An" bujuk Bryan.


"Prettt bohong banget" gumam Antoni kesal.


Sementara Helen tergelak mendengarkan sahabatnya menggerutu terus karena tidak suka menyaksikan adegan yang sedang berlangsung.


"Astaga Iyan... kau ini seorang bos besar kenapa mau menjadi buruh pabrik lagi hanya karena aku" Andrea masih mencoba menolak.


"Plis... plis An... lima belas tahun itu sangat lama An dan selama itu juga aku hanya mencintai mu, menunggu mu tuk kembali pada ku plis An... plis Andrea" Bryan memohon.


Suge yang ada disana yang membantu proses semuanya akhirnya jadi membuka suaranya. dia gemas dengan sahabatnya ini karena tidak mau menerima Bryan padahal masih cinta.


"Re... jangan bohongi hati elu Re... raih kebahagiaan elu sama orang yang elu cintai Re... dan cinta elu itu cuma untuk tuan muda kan? sekarang nggak ada lagi penghalang diantara kalian jadi kenapa mikir lagi sih nanti nyesel loh" Suge mencoba membantu Bryan.


"Kata siapa nggak ada penghalang masih ada ak...emmmmmppph" teriakan Antoni langsung terhenti ketika Helen membekap mulutnya.


"Hehe kalian lanjutkan saja, jangan hiraukan dia, kamu ini kenapa jadi ngerusak suasana sih Ton... "umpat Helen


Emmmm lepasin Len... bisa mati gue"Antoni meronta.


"Ups sorry habis elunya sih yang reseh ganggu ajah tontonan lagi seru-serunya" bisik Helen.


semua melihat ke arah Andrea seolah merestui hubungan ini terus berlanjut.


"Terima Re... kita semua pun tahu satu pabrik ini pun jadi saksi cinta kalian, begitu saling menyanginya kalian waktu itu" terak April


"semua yang ada di pabrik ini pun tahu kalau Andrea itu milik Bryan dan Bryan milik Andrea" Wan pun ikut.


Mata Andrea berkaca-kaca saat semua temannya mendukung diri nya dengan Bryan.


"kalian semua" Andrea terharu.


Andrea akhirnya menatap Bryan kembali dia menatap Bryan dan tersenyum pada Bryan kemudian mengangguk.


"Kenapa cuma ngangguk Rea... bilang maksud anggukan lu itu apa? " Suge gemas.


Viki yang melihat suaminya geregetan jadi tertawa kecil.


"Iyan... Terima kasih karena kau selalu mencintai ku selama ini, Terima kasih atas segala cinta yang telah kau beri, Terima kasih karena kau masih sudi menerima ku kembali, tapi bukan hanya aku tapi kedua anak ku pun kau anggap seperti anak mu sendiri, Terima kasih"


"Kenapa cuma bilang Terima kasih dari tadi sih.... elu Terima nggak lamaran tuan muda sue... " Suge masih gemas.


Viki menciubit perut suaminya yang sejak tadi menyela pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


"Aw... sakit sayang"


"Habisnya kamu ini" Viki kesal.


"Bukan begitu sayang ini kelamaan si Rea tinggal bilang iya ajah susah bener sih pake panjang lebar" gerutu Suge.


Kembali ke Andrea dan Bryan.


Andrea menatap mata Bryan dan akhirnya mengatakan sesuatu.


"Iya Iyan... aku bersedia menjadi istri mu menua bersama mu hingga maut memisahkan kita" ucap Andrea.


Sontak. semua yang ada disana berteriak hore termasuk Helen kecuali Antoni dia cemberut saja menyaksikan adegan itu.


Helen menyenggol bahu Antoni.


"Sudah lah... jangan cemberut begitu, meski dia di tolak juga wanita itu nggak akan menjadi milik mu sebab dihati nya hanya ada satu nama" Helen mencoba mengingat kan.


"Seharusnya kau bahagia melihat ini terjadi di pabrik ayah mu karena menjadi saksi cinta mereka berdua" lanjut Helen lagi.


Antoni langsung memeluk tubuh sahabatnya.


"Gimana kalau aku sama kamu saja Len? " bisik Antoni saat memeluk tubuh sahabatnya.


"Hahaha" Helen hanya tertawa terbahak.


Bryan langsung memeluk tubuh Andrea setelah mendengar jawaban Andrea yang telah bersedia menerimanya sebagai suaminya.


"Tapi apa benar kau akan menjadi buruh pabrik lagi Iyan? " tanya Andrea saat dalam pelukan Bryan.


"Bila kau menginginkan itu aku bersedia menjadi buruh pabrik lagi sayang" bisik Bryan.


Andrea tertawa dan berbisik di telinga Bryan.


"Tidak usah karena kau nanti jadi anak buah Antoni dan dia akan menyiksa mu karena aku selalu memilih mu dari pada dia hihi"


"Dia mana berani dengan ku sayang"


saat sedang berbisik-bisik berdua semua teman-teman yang ada disana berteriak cium... cium... cium... cium...


"Ups nanti saja bila sudah sahabatnya kita selesaikan di dalam kamar bukan begitu sayang" ucap Bryan asal hingga membuat Andrea tersipu malu.


Cinta sejati terkadang memang harus banyak menempuh banyak rintangan, tapi bila hati sudah terisi satu nama dan nama itu terus melekat meski waktu terus berganti, meski banyak pengganti tapi nama yang sama dan orang yang sama selalu ada di hati maka orang tersebut lah sang pemilik hati.


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2